Harimau mati meninggalkan belang,
Gajah mati meninggalkan gading,
Orang mati meninggalkan ………?
Kemarenan teman muslimku berkata keras melalui maik Jumat, bahwa setiap orang mati meninggalkan sedikitnya tiga hal:
1. Keluarga; 2. Harta; 3. Amal Soleh.
-
-
Cek :
1. Meninggalkan keluarga:
Memang betul, jika tidak meninggalkan keluarga, maka orang akan tanda tanya terus ttg siapa dia, dari mana asalnya, mana sanak saudaranya. Bila tak ada maka disimpukan saja sebagai org yg tak waras atau tak lengkap (not all there). Biasanya tiga decakan cukup utk berbela sungkawa sekenanya bagai kpd binatang mati !
2. Meniggalkan harta :
Barang kali hal ini salah, jika harta harus dapat dikonversikan ke uang, karena ada saja orang mati yg tidak punya harta selain sampah atau malah punya utang yg lebih besar dari pada hartanya, yg berarti dia tidak meninggalkan harta. Mungkin orang akan misu-misu karena bakalan nggak terbayar utang si mati, atau malah utangnya niban ke keluarganya yg hrs mempertanggungjawabi utangnya itu.
3. Meninggalkan amal Soleh:
Barang kali ini betul, jika kejahatan juga bisa termasuk amal soleh yang nilainya negatip. Artinya, apapun perlakuannya adalah amal soleh. Besar-kecil atau positip-negatip dapat dikenakan kepada amal soleh itu. Jika tidak bisa demikian berarti bisa ada orang mati tanpa meninggalkan amal soleh.
Lalu usulku gini kepadanya :
Orang mati seharusnya (bukan sedikitnya) meninggalkan hanya 3 hal:
1. Keluarga – atau silsilah keturunan, saudara dekat/jauh/pernah dll.
2. Nama – atau atas nama, cv, profil, porto folio, hutang piutang, dll.
3. Dampak – atau aksi/reaksi spirit. Bisa jadi warga sekitarnya spontan happi karena biang reseh telah mati. Atau sebaliknya, tetangga itu bersedih mengenang jasanya yg tak terkira bagi lingkungan. Dia dipuja, dirindukan dan diteladani menjadi contoh.
Kukroscek :
1. Keluarga itu cantolan tubuh.
2. Nama adalah kreasi jiwa
3. Dampak adalah aksi roh
Jika satu dari tiga hal itu tak ada,
Maka semuanya menjadi percuma.
Itu mati bagai binatang saja jadinya.
Usulku di atas tidak bisa diterima oleh temanku itu. Dia mengatakan bahwa paket itu tidak bisa diubah saenake, karena hal itu adalah kalimat paten dari saudar … (aku lupa tokohnya)
Salam Pikir Tiga!
Wooo…yang kemarin iti ternyata baru 1/2-MATI ya?!
Ok…menurut saya, tentang 3-hal menyangkut orang MATI, baik versi temen muslim maupun versi mas MK, ke-dua2nya bisa di-satu-kan. Ini sdh berlaku umum sudah sejak lama sekali, bahkan pasti sejak saya blm lahir serta sejak Bahasa-Indonesia baru lahir…
Jadi maksud saya bisa di-satu-kan tadi, adalah : Orang MATI…”MENINGGALKAN DUNIA” ttk hbs
(kalau di Medan : bbuuaahhh…macam mana pulak kau…hanya mau nulis meninggalkan dunia, berrr-putar2 dulu dari Sabang sampai Merauke)…hehehe
Salam…DUNIA
Hehe!
Yg kemarin itu pingsan
Yg sekarang beneran hh
Dan yes,
Yg leres-leres itu meninggal dunia.
Yg masih bisa dibotolin namanya tewas.
Ya mati tidak hidup tidak namanya dot kom, kali.
hh
Salam Dot!
Orang mati itu meninggalkan hidup… Lha hidup yang ditinggalkan kan hidupnya sebelum mati.
Hi, LOP!
Pan, di 1/2 Mati udah ku bilang:
Sehat paling enak setelah sakit
Kenyang paling enak setelah lapar
Hidup pun paling enak setelah mati, hh
Salam Shaum!
ah betul sekali,makanya rasa syukur itu baru bisa muncul setelah diambil dan diberikan ganti yg lebih baik.
sebagaimana para nabi ,ada yg melaparkan diri sehari dan mengenyangkan diri sehari,maka saat lapar dia merasakan susahnya orang lain dan prihatin,lalu bersabar,kemudian di hari lain jadi bersyukur karena nikmat yg diberikan Allah kepadanya
@didot
Aku pun setuju, Dot!
Suka-duka dipakai-Nya
Utk pertumbuhan rohani kita.
Salam Damai!
kirain 2/2 mati = 1 mati.. hehehe
tepat 1 dari 3 mati, tetap saja mati…
sebab ada yang rohnya sudah mati sejahk dahulu tubuhnya hidup…
sampai jiwanyapun hanya berbau kematian sebab 1/3 dari entitasnya sudah berbau kematian…walau 1/3 lagi, tubuhnya bergerak-gerak…
menarik-menarik
Ya!
Ada aja yg begitu,
Yg kejang-kejang tapi idup,
Yg idupnya dominan mematikan.
Tapi, mungkin cara mati pun ada tiga,
- Mati yg alami: sakit, tua, kena petir, banjir.
- Mati yg duniawi: kesetrum, ketabrak, ketonjok.
- Mati yg rohani: martir.
Salam Damai!
blue suka sama postingan ini
salam hangat dari blue
salam IDU FITRI mas MK -
saya setuju, kok mas dengan pandangan yg ini:
1. Keluarga itu cantolan tubuh.
2. Nama adalah kreasi jiwa
3. Dampak adalah aksi roh
Salam Damai In!
Kurasa hal itu baik utk dipikirkan dan direnungkan.
Mungkin ada yg lebih baik lagi jika terus dipikirin.
Apa pun itu ialah utk memperbaiki diri tentu.
Salam Idul Fitri!
selamat pagi kang..
kalo menurut saya orang mati ya..
meninggalkan apa yg harus ditinggalkan
membawa apa yang harus dibawa
menuju ke tempat yang harus dituju
Selamat sore Kang Nap!
Pemikiran di blogmu bagus, euy.
Aku C7 dgn yg ada di kematianmu nanti!
Ada yg ditinggalkan,
Ada yg dibawa,
Ada yg dituju.
Yg tertinggalkan, ya itu tadi,
Keluarga, nama dan dampak.
Tubuh akan dibangkitkan nanti.
Yg terbawa adalah jiwa dan roh,
Bawa data rupa jiwa-beroh atau roh-berjiwa.
Yg berkesumat dunia atawa kesumat surga.
Yg dituju adalah akhirat,
Menanti surga atawa neraka.
Gitu kali, Kang! Pls tambah-kurangin!
Salam Damai!
ya kang, ini yg saya kamsud
menurut saya kematian adalah akhir dari yang lalu dan awal dari yang baru. karena dari paham yg saya temukan ada 3 fase kehidupan manusia
pra-kehidupan — wkt masih berbentuk janin
kehidupan — dari lahir hingga mati
setelah kehidupan — kehidupan setelah mati/akherat
maaf kang, kalo mungkin pemikiran saya dirasa ngaco.. piss
Yes!
Setuju lagi aku, Kang!
Kematian itu akhir yg lalu
Kematian itu awal yg baru
Jadi, kematian bukan berenti.
Dan fase kehidupan pun gitu, kal;i.
Yg kemarin, yg sekarang dan yg nanti
Apa nanti ada tiga: Surga, neraka, akherat?
Entahlah!
Salam Damai!
wah, saya sepaham nih sama pembicaraan ini..
- hidup ada karena adanya kematian
- begitu pun kematian ada karena adanya kehidupan..
-salam-
Aku pikir paling akhir,
Merujuk pada mutiara kata…
Dan fenomena yg sekarang ada…
Bolehkah aku gabungkan begini :
gajah mati meninggalkan gading,
harimau mati meninggalkan belang,
manusia mati meninggalkan “gading-belang”…
maksudnya…meninggalkan harta-kekayaan berlimpah ruah…namun belang-belang…
apa kata dunia..?!?
Ha ha ha ha! Hu hu hu hu!
Ehm! Gading belang ya.
Bukan gading yg tak retak.
Kita tunggu apa kata dunia!
Kalau gak salah begini bunyi haditsnya. Kalau manusia mati terputus segala amalnya kecuali 3. 1) Doa (Anak) Keluarga 2) Harta yang disumbangkan untuk kebaikan 3) Perbuatan yang baik. Ada orang yang bilang gini: “Perbutan baik itu seperti energi. Ada hukum kekalan energi. ORang yang terus menerus menyebarkan energi baik dan positif, ketika dia berpindah tempat (mati), energi baik itu akan tetap bersamanya dan membawa balasan yang baik juga. Salam kenal juga.
Oh! Gitu bunyinya!
Ya, yg seperti itulah yg ku elaborasi utk tertigaku. Mungkin ada guna, nggak pun tak apa-apa.
Salam Damai!
ada satu lagi kayaknya: orang mati meninggalkan dunia…. muahahahahaha™
Heheh!
Orang yg meninggalkan dunia, ya di ke bumi kan,
Orang yg berpulang (Cina) di ke langit kan, ya.
Apa yg tewas yg gentayangan di dunia?
Salam Manis Gen!
Orang mati meninggalkan kenangan yang sudah final version, tidak bisa di-edit atau ditambahin. Kenangan yang lama-lama akan memudar seiring dengan waktu.
Hi Brat!
Welcome again!
Betul tuh! Kalo dah mati ya udah. Tak bisa diedit-edit atau diupgrade atau dimbus-mbus supaya nyemplung ke Surga. Tak! Siapa yg ngembus org terakhir, kan?
Salam Damai!
Hey Guyz, tuh, jawaban mu sudah ku jawab kembali!
Kini tinggal kau merenungkannya dengan baik-baik!
Ingatlah hidup ini cuman satu kali, manfa’atkanlah dengan baik!
Salam, Websitedada!
Tanks Kang Dada!
Mari kita manfaatkan hidup ini menuju kehidupan yg selama-lamanya setelah hidup yg sekali ini.
Kita kudu terus berpikir tanpa lelah tanpa henti.
Berpikir adalah awal utk bekerja,
Bekerja adalah awal utk menjadi.
Menjadi lah! Menjadi rahmat lil alamin.
Salam Pikir Tiga!
Selamat sore…
Manusia mati meninggalkan jasadnya.
Salam
Hehe!
Meninggalkan jasad
Dan jasa-jasa, kali.
Wellcome Aboard ESD!
Guyz, sudah ku balas jawaban mu!
Marilah kita mencari kebenaran bersama-sama.
Kita mencari segala jawaban menurut akal sehat and kepercayaan!
Salam, Dada Chandra Ramadhan!
Manusia mati meninggalkan apaan, yua?…
Apakah anda orang Sunda?…
Kalau memang anda adalah orang Sunda, coba apakah yang dimaksud dengan “E(Sensor/W)EAN”?…
Guyz, telah ku jawab jawaban mu yang terbaru, tinggal anda merespon kembali.
Tapi mungkin posting komentar takutnya sudah penuh, maka anda bisa mencari tempat diskusi yang lain!
Salam, Dada Chandra Ramadhan!
Tanks Kang!
Aku sudah respon sebisaku, tiga dulu.
Dan kita sedang menguji segala sesuatu.
Semoga pembesaran beda kita tetap dlm damai.
Salam Damai!
sekali lagi..
manusia mati meninggalkan status pesbuk yang tidak di update :p
piss kang, ditunggu artikel barunya…
Heheh!
Yayaya!
Lama aku tak meng-update artikelku.
Okdeh aku mau coba update.
Dikomenin ya, duga-duga aja.
Salam Damai!
mat malam kitatau udah lama aku nggak kesini. apa kabar?
Hai Blue!
My old enemy in law!
Khabarku baek-baek aja.
Lama betul kita tak jumpa
Moga dah nambah siar syairmu.
Salam Damai!
unik postingannya!
saya suka
~rully
Tanks apresiasinya Rull.
Aku belum sempat balas kunjung.
Tapi aku pasti ke blogmu nanti!
Salam Damai!
Baiklah aku akan buat syair untukmu:
Berjalan jauh dari tempatmu
jejak yang engkau tinggalkan bicara
satu persatu menghitung
tinggalkan sebuah pesan
telah lama jejak yang pertama engkau tinggalkan
bahkan engkau tidak tahu dimana….
dan yang terakhirpun engkau lupa
Ketika batu nisan itu diukir dengan namamu
baru engkau ingat semuanya….
Wuih!
Aku percaya, Blue.
Semua penjejakan itu.
Tubuh dan ruh membuat jejak,
Jejak-jejak itu abadi,
Tanggungan jiwa.
Hehehe!
Aku menjejak ke sana-sini,
http://tolokminda.wordpress.com/2010/10/06/jangan-ikut-tabiat-orang-yahudi-atau-kristian/
http://hbis.wordpress.com/2010/10/10/tinjauan-filsafat-terhadap-tiga-agama-samawi/
Mematangkan tertiga.
Ya, ketika itu aku berhenti bepikir.
Berhenti berbuat pun berhenti menjadi.
Menyerahkan kuasa kepada Yang Kuasa
Salam Damai Blue!
@ Maren
heheheh….ternyata kamu pinter juga
SALAM DAMAI JUGA
Ah!
Itu bisa-bisaku aja, Blue.
Semua orang pati berbisa,
Eh, maksudku, ada bisanya.
Lah … bisa salah maksud juga tuh,
Kalo bisa itu bisa ular yg mematikan.
Salam damai saja lah!
Salam kenal Gan…
apa yang harus diketahui, difahami dan di yakini adalah bahwa segala yang hidup akan mati.
dan kita sedang berjalan menuju kematian itu…
Ya, salam kenal, Gan!
Betul,
Keknya semua kita dah tau pasti
Berjalan menuju ke kematian.
Semoga mati kita bisa keren.
Salam Damai!
serem ah… ngomong mati2-an
btw ditunggu kunjungan baliknya ya bos
Share aja yg ecek-ecek dulu, Kang.
Supaya nggak serem, gitu, hehe.
Ok, aku segera share di blogmu.
Salam Damai!
amal sholeh ya artinya amal baik..
sholeh itu sendiri serapan dari bahasa Arab yang artnya baik.
tapi ada kemungkinan juga ada defisit amal shaleh,
alias negatif nilainya..
1 September…….(2/2)Mati,
September lewat…1/3 ;
Oktober lewat……..2/3 ;
Nopember lewat….3/3 ;
Masuk Desember, counting menuju 4/3..???
Aku khawatir…
Bangkit lagi….jadi Zombie……
Hiiiii…ooosssrrraaammm
kang ditunggu artikel barunya.. hahaha
Iya…betul, maksudnya ditunggu artikel barunya
Tapi ada yg lebih utama, buat MK sahabatku,
…memasuki Desember berati mulai counting 4/3, berarti sudah keluar dari Formasi-3/3, alias “Dalihan Na Tolu”…yang konon ‘disakralkan’
Sekedar mengingatkan seorang sahabat…
Begitu maksudnya…he he he
Salam…Damai
@Sobat samin
Aha…!
Komenmu “Lisoi-lisoi” juga euy!
Tanks for remining me,
Bikin “Mati 3/3″, hehe.
@Kang Napy
Sabar ya,
Aku lagi mikir Mati 3/3, hahah!
Peace on earth!
Orang mati pastinya meninggalkan nama, harta dan amal sholeh. Harta kalau menurut pendapat saya adalah anak-anak yang sholehah dan sholeh yang bisa mendo’akan dia dan terus membawa kebaikan keluarga….itulah harta!
Tapi kalau jenis anak durhaka?
Kayak si Malinkundang?
Hayooh!
Salam Damai!
Whoouh..! Ada mati-mati-an,rupanya disini.
Salam
Hehe Ibeng!
Aku sedang mati-matian nyari mati keren.
Bantuin dong!
Salam Damai!
Udah jadi zombie keknya…..blm update2…..(kaya yang rajin update aja)
Kudu diapdet ya!
Sabar ya PB!
Aku lagi ngumpulin contoh2 mati keren masa kini.
Maksudku mati keren yg moderen yg tak menzobi.
Apa ada ya!
Salam Damai!
IYA.. udah nunggu tulisan selanjutnya nih..
Sabarin In!
Tapi matinya William Wallace kemarin di TV
dlm pelem “The Brave Heart” keren kurasa.
Beda rasanya dgn mati kena cunami.
Entahlah!
Salam Damai!
Ooo…Mati tapi masih semangat berbalas komen
Mungkin ini yang oleh leluhur dikatakan :
“Mati Selagi Hidup” (jw: Mati Sakjroning Urip)
Salam…Mati-matian
Hehe! Mati Sakjroning Urip
Bisa jadi itu adalah belajar mati.
Kalo udah mati nggak bisa belajar lagi.
hh
Salam Damai Kang!
@ Maren
Kalau di dunianya miskin,buat makan saja senen-kamis.
Bagaimana bisa mati kereen…oey..yang ada di lempar ke laut atau di buang ke tempat pembakaran sampah.
Salam-salim..
Ibeng!
Bisa jadi kalau di dunianya miskin,buat makan saja senen-kamis, di akheratnya selalu jumat-sabtu ngak perlu makan-makan segala rupa.
Tapi …yaitu tadi, kudu mati keren dulu.
Simiskin pun berhak untuk mati-keren.
Baik di TPA atau pun di Laut. hh
Salam Damai!
matinya udah lama ini ternyata….masih belum apdet ?
Hehe, matinya udah lama emang.
Mikirin mati emang kudu lama-lama.
Pun ku apdet, ya, Mati (3/3)-lah nanti.
Moga aku belum mati mikirinnya.
Salam Damai Cah!
Datang buat nengokin Zombie keren
Salam damai pula Saudaraku, smeoga kita menjadi harta yang berharga untuk orang tua, kaum dan agama kita
[baca:bermanfaat]
@ maren
Ayam tiren,juga keren oey..
Salam-salaman
Yes @PB!
Hrs bermanfaat!
Kita hrs bermanfaat dilahirkan ke dunia ini.
Ayam tiren pun hrs bermanfaat mis. utk Buaya.
Kulit Buaya tiren emang keren utk bikin tas, Beng!
Sasalaman!
kalo orangnya belang ya, meninggalkan belang juga, hehe
O io sinande-nande
Kuciang balang baranak balang.
Keknya gitu deh cocoknya! Mati pun gitu!
Salam Damai!
kenapa poin ke-2 (harta) disalahin, bang? harta di sini bukan cuma mobil, rumah, tanah saja. pemikiran juga harta. selama orang hidup di dunia, seenggak-enggaknya dia pernah berpikir atau menginspirasi orang lain. lalu, kalau ditanya gelandangan hartanya apa? aku jawab: keberadaan dirinya di dunia. wakwakwak… ngaco.com
salam dombret!
Sorry aku telat ngerespon!
Poin ke-2 meninggalkan harta.
Kukatakan “barangkali salah”, karena meninggalkan “Nama” lebih mewakili harta itu (kreasi jiwa) spt harta. Setiap manusia kudu punya nama dan nama itu bisa harum atau jelek oleh karena hartanya ataupun oleh lainnya.
Salam Anget!
Semua bisa aja menafsirkan apa yang ditinggalakan orang mati,
Tapi Intinya semua pasti mati,
mungkin yg paling diingat namanya doank,
barang kali karena di tulis di batu nisan itu ya….???
Salam Sahabat !
Ya! Sob!
Semua kita selalu mencoba hingga terlatih mengabadikan segala apa saja yg menjadi “milik” kita, atau segala yg ada di bawah kuasa kita.
Nama yg telah meninggalpun dicoba-abadikan dgn diukir di batu nisan yg keras. Raja-raja Mesir juga melakukan itu.
Latihan mengabadikan itu mungkin perlu hingga nanti kita sadar bahwa hanya roh kita lah yg abadi, abadi di Surga atau abadi di Neraka. Begitu kali, Sobat!
Salam!
malam mas , pa kabar.. lama tak berkunjung..
bis tak jua berlalu hahahhahaa
Wah!
Dah lama banget tak jumpa, ya.
Aku masih sibuk-sibuk gitulah, Jo!
Hehe! Bis itu tak jua berlalu.
Memang, Jo, bis itu sedang uzur
Bukan sedang parkir cari penumpang.
Salam Damai
selamat malem maren …pa kabar…lama tak jumpo …^_^…malam juga om batjoe…^_^
Selamat berakhir pekan LOP!
Semoga masih ada pekan depan,
Pekan-pekan utk perbaikan diri kita!
Salam Damai!
Hari_mau mati (sore) meninggalkan siang.
Hari_ mau hujan sediakan payung,
Hari_mau kemarau sediakan drum.
Apa kabar kamerad?
Very long time not see you, Mr.
salam hari
Aih aih Lae hh dah lama di sini.
Sorri Amigos, aku lagi asyik raun-raund bersama Hari.
Tengoklah sini: hbis.wordpress.com/2010/10/10/tinjauan-filsafat-terhadap-tiga-agama-samawi/#comment-2575
Airnya turun tidak terkira,
Coba tengok daun dan ranting
Pohon dan kebun basah semua
Seger.
Salam Damai!
Monsieur Maren,
good, good,
raun raunnya sangat HARI,
halus, asri, ringkas, integrity
salam tiga
Ha ha ha! Hari:
Halus, asri, ringkas, integrity
Bisa jadi begitu yah, Kedan!
Salam Pikir Tiga!
Horas tolu hali!
Ahaaaa, ada kata Kedan
Komandan edankah?
Saya juga sedang berselancar di http://vilaputih.wordpress.com/2011/02/19/penyesalan-yudas-kegembiraan-kristen/
sila berkunjung.
salam
makasih infonya yaaa…salam persahabatan
Halo pak Maren Kitatau, apa kabar? sila datang berselancar di blognya xucinxgaronx. http://xucinxgaronx.wordpress.com/2011/11/08/yesus-mati-disalib/#comment-1282
Kunjungan balasan. Broo.
Usulku di atas tidak bisa diterimamenawar oleh temanku itu. Dia mengatakan bahwa paket itu tidak bisa diubah saenake, karena hal itu adalah kalimat paten dari saudar … (aku lupa tokohnya)
Allah memasang harga mati kayak Supermarket yang ga bisa di tawar karena hati mereka memang tawar dan sekeras batu. Tapi Allah bisa diajak tawar menawar kayak dipasar tradisional bagi mreka yang mengunakan akal, budi, dan hati nurani. Bila Allah memang tidak bisa tawar menawar mengapa pula masih menurunkan orang-orang yang disebut nabi. mungin ibrahim dan musa sudah cukup selanjutnya mereka diberi se[asukan algojo untuk menghukum.
Jadi berbahagialah mereka yang masih memiliki akal,budi, dan hati nurani.
Agama hanyalah selang-selang infus yang memberikan nutrisi agar hati nurani tidak mati. Tapi naifnyabila Agama justru membunuh hati nurani