Lagu “Tertiga”

Note:

Baca dikit lah sejarah Andalusia, raup situasi Istana Alhambra

The Red, peninggalan budaya Islam itu. Kklik dulu video lagunya

Dengarkan lah … berulang … gemerecik air “tremolo” mancurnya

di kolam taman Alhambra sambil membaca kisah-kisahnya.

Lagukanlah dan renungkanlah syairku!

Lalu damailah rasanya!


============
T  E  R  T  I  G  A
=============

Original: Recuerdos de la Alhambra
Lagu: F. Tarega, 1852-1909
Lyric: Maren Kitatau- 2009

A – ku   ber – mim – pi   ber – ka – li   ber – gan – ti

Ak – si   da – lam   te – rang,   sak – si   da – lam   re – mang

Su – ka   du – ka   bim – bang.

 

Ak – si   ber – la – ri   ter – ja – tuh   ber – hen – ti

A – ku   li – hat   di – a,   di – a   li – hat   a – ku

Ter – ke – jut   tu – buh – ku.

 

Reff:

A – da   nu – an – sa   pe – so – na   “ber – ti – ga”

Tu – buh   roh   dan   ji – wa

A – ku   “Ter – ti – ga”   …   pa – da – ku …

(Back to reff)

A – da   nu – an – sa   a – ku   “Ter – ti – ga”

Tung – gal   a – da – nya   gam – bar – an   yg   e – sa

=
Rem:
Kaori Muraji on guitar;
Tertiga in the lyric;
Tarega inspiring
All in a church
To Genesis 1:26.

Salam Pikir Tiga!

Klik ini utk pencerahan liriknya!
Klik ini utk tabulasi not baloknya!
=

1 Tesalonika 5:23
Semoga damai sejahtera Allah menguduskan kita semua
Dan semoga roh, jiwa dan tubuh kita terpelihara sempurna
Dgn tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.

Iklan

20 Tanggapan

  1. […] Pencerahan Tertiga! Lagu “Tertiga”: https://tertiga.wordpress.com/2009/02/16/tiga-esa-saksi-aksi-mimpi-terjaga/ […]

  2. […] Ah, Atau, Matamu Mata hatimu, Mata rohanimu Terang Matahari! Salam Pikir Tertiga! […]

  3. Lagunya bagus banget!!
    syairnya melintir tapi kena
    Pada tulisan Reff, huruf f nya kurang 1.:(

  4. Tanks Bro!

    Akan text kuperbaiki!
    Omong-omong,
    Bisa nggak buatin ayat duanya!

    Salam!

  5. wuih….
    makin maju kedepan mas MK ku
    padahal ini PR ku dari mas Lambang yang hingga saat ini belum kelar-kelar..

    malem, adem, asyik
    syair, lagu dan elok

    tak pikir tiga kali pula…
    salam kangen mas MK

    • Tanks apresiasinya, Joe!

      Soal PR,
      Coba ganti theme-nya,
      Cieh! Ngguruin!
      Padahal blog ku sering dihujat Bung Lamb!

      Tapi emang, koq!
      Blog mu mengak-mengok.
      Ling-mu pun tak eling pd mu,
      Sulit loncatnya ke blog mu itu!

      Kang HA bilang karena dari HP
      linkenthotee tak bisa di pijit bagai HA
      Entah lah, Joe! Coba teruuus!

      Salam Cinta!

  6. […] Pencerahan Lirik Tertiga! Klik lirik “Tertiga” ini. […]

  7. boleh tu ceweknya

    • Tanks dah mampir!

      Cewek tuh peninggalan Shinto
      Alhambra peninggalan Islam
      Tarega peninggalan Kristen

      Salam Damai!

  8. seseorang pernah berbicara kepada saya “semakin kamu pusing membaca tulisan saya dan mengernyitkan dahimu, maka pada saat itulah kamu berpikir dan Tuhan sedang bekerja untukmu”.
    kemudian, setelah mendengar dan membaca TERTIGA ini, saya mulai pusing dan mengernyitkan dahi.
    dalam diam, saya mengagumi WP yang sedang saya kunjungi ini…

    Salam Damai ^_^

  9. TRIO MACAN di ganti dengan TIGA MACAN.
    Maksudnya apaya ?

  10. Lagu gereja!!
    Ha! Ha! Ha! Ha!!!…
    Eh.. ngomong-ngomong sejak kapan yesus memerintahkan beribadah dengan bernyanyi…

    Eh.. nyanyi-nyanyi sambil telanjang juga boleh yah di gereja
    Eh.. ane komen OOT ga,,


    • Wah!
      Gini Gan!

      Atheis memandang,
      Pd dasarnya manusia itu baik,
      Tapi dimungkinkan berbuat jahat.

      Agamis bilang:
      Pd dasarnya manusia itu jahat,
      Tapi dimungkinkan berbuat baik.

      Salam Damai!

      • @Om MK

        Atheis memandang,
        Pd dasarnya manusia itu baik,
        Tapi dimungkinkan berbuat jahat.

        Agamis bilang:
        Pd dasarnya manusia itu jahat,
        Tapi dimungkinkan berbuat baik.

        ——–

        Wah….
        Nggak kebalik tuh?
        Dasar rujukannya apa Om?

        Salam

      • @Om MK,
        Do you believe that Adam and Eve were created and residences in Heaven?
        Remember, even Lucifer was once an Angel, right?

      • Hai, Tan!

        MK: Atheis memandang,
        Pd dasarnya manusia itu baik,
        Tapi dimungkinkan berbuat jahat.

        Agamis bilang:
        Pd dasarnya manusia itu jahat,
        Tapi dimungkinkan berbuat baik.

        FC: Wah….
        Nggak kebalik tuh?

        MK: Spt kebalik, ya!
        Setelah Adam jatuh ke dlm dosa,
        Maka pandangan itu nggak kebalik!

        FC: Dasar rujukannya apa Om?

        MK: Dasarnya dosa!
        Karena dosa, maka ada agama.
        Maka yg agamis yg bilang itu tadi.

        FC: Do you believe that Adam and Eve
        were created and residences in Heaven?

        MK: Yes, I do!

        FC: Remember, even Lucifer was once an Angel, right?
        MK: Yes! You are right!

        Salam Damai!

      • @Om MK

        FC: Dasar rujukannya apa Om?

        MK: Dasarnya dosa!
        Karena dosa, maka ada agama.
        Maka yg agamis yg bilang itu tadi.

        FC: Do you believe that Adam and Eve
        were created and residences in Heaven?

        MK: Yes, I do!

        FC: Remember, even Lucifer was once an Angel, right?
        MK: Yes! You are right!

        +++++++

        Yakobus 1:17

        17. Semua yang baik datang dari Allah. Dan setiap pemberian yang sempurna datang dari Dia. Pemberian yang baik itu turun dari Bapa yang menciptakan semua terang di langit, tetapi Ia tidak pernah berubah seperti terang itu. Ia tetap sama.

        Manusia datang dari Allah, bukan dari belah batu….
        itu sebabnya agama mengatakan bhw
        Pada dasarnya manusia itu baik

        “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”. (at-Tin: 4)

        “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. (al-Baqarah: 30)

        Mustahil manusia diangkat sebagai Khalifah di muka bumi, jika manusia itu dasarnya jahat……

        But, anyway….whatever you say lah Om.

        Salam

    • FC: Dasar rujukannya apa Om?

      MK: Dasarnya dosa, Tan!
      Karena dosa maka ada Kitab,
      Karena kitab maka ada agama.

      Maka yg agamis mengatakan itu.
      Manusia sudah tidak mampu jadi baik.
      Sungguh Allah tidak ingin pendosa binasa,
      Maka diturunkan-Nya firman, jadilah agama.

      Yg agamis mengatakan itu
      Yg atheis mamandang sebaliknya.
      Gitu, Tan! Jangan kebalik,

      Berserahlah.agar bisa menjadi baik,
      Pemberontakan menghasilkan sebaliknya.
      Kuubah dikit:

      Agamis memandang:
      Menjadi kodratnya manusia itu jahat,
      Tapi masih dimungkinkan berbuat baik.

      Karena manusia itu kodratnya jadi jahat, maka turun firman
      Yakobus 1:17 Semua yang baik datang dari Allah. Dan setiap pemberian yang sempurna datang dari Dia. Pemberian yang baik itu turun dari Bapa yang menciptakan semua terang di langit, tetapi Ia tidak pernah berubah seperti terang itu. Ia tetap sama.

      “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”. (at-Tin: 4)

      “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. (al-Baqarah: 30)

      Segala firman diturunkan dan di Kitab-kan,
      Agar manusia dimungkinkan berbuat baik
      Begitu Tan, maka adalah yg agamis.

      Salam Damai!

      • Pula,
        Yg atheis tak peduli dgn dosa
        Every thing is boleh-baik-baik saja
        Sing penting tak nabrak hukum dunia

        Mereka tak butuh bujukan Tuhan (ayat2).
        Kemuliaan hidup bukan suatu pilihan.
        Karena segalanya hrs bisa ditakar.

        Salam Damai!

  11. @CM
    (sambungan …)

    CM: Jadi bertobatlah dgn sungguh2 sebelum anda mati sia2
    karna sudah meremehkan ALLAH dgn pikiran anda,
    padahal ALLAH yg memiliki segalanya termasuk pikiran anda.

    MK: Ya! Apa yg menurut kita baik, belum tentu baik di mata Allah
    Apa yg menurut kita benar itu, belum tentu benar di hadapan Allah
    Bertobatlah dan minta hikmat-Nya utk menguliti duniawi kita

    Elia telah merasa melakukan yg benar di mata Allah, tapi ia ketakutan
    Izebel merasa allahnya telah di-olok2 maka Elia hrs digolok-golok
    Elia ingin bertobat lalu menyerahkan nyawanya kpd-Nya

    Penjelasan-ku utk 1 Raja-raja 19:1-18
    Pd saat itu Israel sudah terpecah dua karena perang saudara sepeninggal raja Salomo. Israel bagian utara tetap disebut Israel atau kerap disebut Samaria (10 marga) dan bagian Selatan kerap disebut Yudea (2 marga). Pd peristiwa ini sedang terjadi lagi perang saudara di Israel itu, yaitu antara pengikut raja Ahab yg banyak dgn pengikut nabi Elia yg sedikit. Israel sedang kemarau panjang, 3-thn tak turun hujan. Elia menyetop hujan itu [1Raj.17:1 dan 18:1].

    Raja Ahab dan ratu Izebel istrinya, putri raja Sidon-Fenisia itu, adalah penyembah berhala, penyembah Dewa Baal, yaitu allah penduduk asli tanah Kanaan. Dlm kisah ini baru saja terjadi banjir sungguh darah mengalir di sungai Kison. Darah itu darah penyembelihan semua nabi2 palsu dan ahli2 sihir yg dikelola oleh istana raja. Mereka dibunuh dgn ganas oleh Elia setelah mereka kalah adu bukti kuasa illahi di kaki gunung Karmel [1Raj.18]. Elia sangat cepat merasa berhasil, merasa segera jadi pahlawan yg akan dgn mudah memulihkan kembali keimanan bangsa Israel itu kpd Allah yg benar. Ahab turut menyaksikan kedahsyatan mujijat itu dan menerima kekalahan Dewa Baal dan hujan pun telah diturunkan Allah via Elia. Tapi sialnya Izebel, ratu Israel yg sebel, tidak terima akan fakta surgawi itu dan merasa terhina nabi2 istana disembelih begitu saja oleh “gembel” Elia. Tambah lagi, raja Ahab karakternya memang lemah, (DKI), [1Raj.21], sejak awal ia membiarkan istrinya menyembah Dewa Baal, bahkan dia ikut2an, maka dia tak berkutik meghadapi kemarahan sang ratu yg rajin merawat nabi2-istana. Maka terjadilah ketegangan dawai jiwa dlm Elia spt fragmen berikut ini.

    Ay.1-2
    Ketika Ahab memberitahukan kpd Izebel segala yg dilakukan Elia dan perihal Elia membunuh semua nabi itu dgn pedang, maka Izebel menyuruh se-org suruhan mengatakan kpd Elia: “Beginilah kiranya para allah menghukum aku, bahkan lebih lagi dr pd itu, jika besok kira2 pd waktu ini aku tidak membuat nyawamu sama spt nyawa salah se-org dr mereka itu.”

    Frasa “Beginilah kiranya…” itu biasanya dikatakan sambil meragakan sesuatu yg dipatahkan atau diremukkan, mis.spt daun dan atau ranting kering, dll. Itu budaya ujuk marah yg luar biasa, mengajak adu nyawa, spt pd film koboy yg selalu ditentukan dulu waktu dan tempat adu-dor-nya. [spt.1Sam.25:22].

    Ay.3
    Maka takutlah ia, lalu bangkit dan pergi menyelamatkan nyawanya; dan setelah sampai ke Bersyeba, yg termasuk wilayah Yehuda, ia meninggalkan bujangnya di sana.

    Elia jadi keder, ternyata sembelihannya itu tak mempan menyulut rohani bangsa, hujan yg telah turun pun tak menggembirakan seluruh rakyat. Nyatanya tidak ada yg peduli kpd hidupnya. Malah berbalik jadi dia merasa terancam dan ketakutan disembelih atau bahkan lebih dari itu, berarti dicincang oleh Izebel. Dia tau, bw takut mengandung hukuman, dan hukum melahirkan ketakutan. Elia merasa salah menghukum, sehingga ketakutan kpd Allah. Kurasa dia bukan hanya takut kpd Izebel dan masyarakat saja, sebab ada keraguan kebenaran atau mungkin kesalahan yg tak tertutupinya, sebab, pikirnya:

    1. Allah yg melahirkan hukum Taurat sbg penuntun hidup bangsa, apa boleh melanggar Titah-6, kpd para pelanggar Titah-1?
    2. Izebel adalah permaisuri raja yg syah, mungkinkah dibunuh dgn syah karena menyembah Baal?
    3. Elia manusia biasa, masih terngiang ditelinganya suara desis darah dari ratusan nabi2 palsu yg disembelihnya di Sungai Kison. Mungkin saja ada temannya atau semarganya atau penjilat yg hanya ikut jadi nabi2-an utk sekedar makan. Mungkin juga masih serasa terdengar teriakan “tolong, atau ampun” dr mereka, dll. Fakta yg ada adalah bahwa para penembak misterius pun (“petrus” jaman Suharto)banyak yg stress bahkan gila setelah melaksanakan tugasnya.

    Maka Elia membangun pengembaraan mencari hidayah, mencari solusi, menghimpun inspirasi keselamatan diri, mencari jalan yg lurus utk tobat, atau menanti mujijat yg kerap terjadi dlm perjalanan hidupnya. Dia pernah makan dr segenggam tepung yg tak habis2 punya janda miskin, pernah diberi makan oleh burung Gagak Hitam yg serem. Elia lalu bangkit, berjalan selama kira2 seminggu jalan kaki ke kota paling selatan, Bersyeba. Berdialog sendirian sepanjang jalan, dialog antara tubuh-jiwa dan rohnya terhadap pandangan Allah-nya. Dia tinggalkan asistennya di Bersyaba, agar dialog makin fokus, makin runcing mendekati hilang, dan elegan juga, pikirnya, jika dia hrs mati di padang belantara, jadi spt Musa yg tidak diketahui sebab kematiannya dan di mana kuburannya.

    Ay.4
    Tetapi ia sendiri masuk ke padang gurun sehari perjalanan jauhnya, lalu duduk di bawah sebuah pohon arar. Kemudian ia ingin mati, katanya: “Cukuplah itu! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik dr pd nenek moyangku,.”

    Pengembaraan dilanjutkan lebih jauh, pastilah makin ke-Selatan yg makin sepi, ke gurun pasir Negev, lalu capek, bekal tentu sudah habis. “It is enought!”, katanya. Dia telah merasa gagal, tidak bisa lagi lebih besar dr pd moyangnya, Musa. Tekadnya sudah bulat utk mati saja, pensiun dini. Karna Elia masih setia kpd Tuhan, maka dia bermaksud ingin menyerahkan nyawanya. “Ambillah nyawaku!”, katanya, dari pd diambil Izebel, pikirnya. Itulah inti doa-nya, walau tadinya dia ingin lebih besar dari pd Musa.

    Ay.5-6
    Sesudah itu ia berbaring dan tidur di bawah pohon arar itu. Tetapi tiba2 se-org malaikat menyentuh dia serta berkata kpd-nya: “Bangunlah, makanlah!” Ketika ia melihat sekitarnya, maka pd sebelah kepalanya ada roti bakar, dan sebuah kendi berisi air. Lalu ia makan dan minum, kemudian berbaring pula.

    Mujijat itu nyata, Allah penuh belas kasihan, Elia ditenangkan, diberi minum dan roti bakar oleh malaikan-Nya. Setelah makan dibiarkan tidur kembali. Jadi tidak mungkin Allah membiarkan hambanya yg setia mati lapar. Tidak mungkin Allah tidak mendengar seluruh keluh dialognya, keinginannya, dan obsesinya, walau belum semua keluhan dikatakannya, tapi Allah maha mendengar! Allah Maha peduli! Tapi Elia masih lemas, mungkin roti bakar belum menjadi enerji, maka ia tidur lagi bagai tidak peduli atau ingin mati saja dari pada di cincang aparat istana kerajaan.

    Ay.7-8
    Tetapi malaikat TUHAN datang utk kedua kalinya dan menyentuh dia serta berkata: “Bangunlah, makanlah! Sebab kalau tidak, perjalananmu nanti terlalu jauh bagimu.” Maka bangunlah ia, lalu makan dan minum, dan oleh kekuatan makanan itu ia berjalan 40 hari 40 malam lamanya sampai ke gunung Allah, yakni gunung Horeb.

    Kembali Tuhan menenangkan, menguatkan dan menyemangati Elia. Kitatau, bahwa ia tidak ingin mati lagi, sebab dia telah makan roti dua kali. Lebih dari itu Tuhan tahu, dia ingin makanan rohani di gunung Allah, tempat di mana Allah mengikat janji dgn bangsa Israel ketika hijrah dr Mesir yg dipimpin Musa. Dua kali Elia dibangunkan, dua kali diberi makan, dibujuk spy segera jalan dgn kekuatan itu. Apakah jika hrs tiga kali (full tank?), maka jalan perngembaraan Elia akan menjadi terlalu jauh? Pd peta, normalnya mak.20 hari perjalanan bisa sampai ke ujung semenanjung Sinai. Apa jika dibangunkan tiga kali (tiga roti) perjalanannya menjadi 60 hari? Ah! Entahlah, apa mungkin maksudnya jangan ber-sungut2, spt bangsa Israel ketika hijrah dari Mesir 40 thn lamanya mereka terputer-puter digurun pasir hingga sisa dua org saja kelahiran Mesir yg masuk ke tanah Kanaan, yg lain mati semua di padang pasir. Musa pun, ketika sendirian keluar dr Mesir karna suatu kasus, entah berapa lama di gurun ini sebelum akhirnya dikuatkan oleh Allah di gunung Horeb utk membawa bangsa-Nya hijrah dr Mesir.

    Yesus mungkin tidak menapaki jejak pengembaraan itu, tapi jejak lintas lurusnya mungki ada saja yg berimpit ketika Yesus menyingkir ke Mesir bersama org-tua-nya pd jaman Herodes membunuh anak2 di Yudea. Jika ditarik jejak garis lurus itu antara tiga titik: Antara Bersyeba-Horeb-Mesir, maka terbangun satu segi-tiga yg sudut puncaknya di bawah. Maka luas segi-tiga itulah luas padang belantara pasir pengembaraan.

    Ay.9-10
    Di sana masuklah ia ke dlm sebuah gua dan bermalam di situ. Maka firman TUHAN datang kpd-nya, demikian: “Apakahkerjamudisini,haiElia?“Jawabnya: “Aku bekerja segiat-giatnya bagi TUHAN, Allah semesta alam, karena org Israel meninggalkan perjanjian-Mu, meruntuhkan mezbah2-Mu dan membunuh nabi2-Mu dgn pedang; hanya aku seorg dirilah yg masih hidup dan mereka ingin mencabut nyawaku.”

    Elia sudah merobah keinginannya yg semula bulat ingin mati saja, kini
    Ditanya, “Apa kerjamu di sini”, dijawab “Aku kerja di sana ngeri kali!’
    Tersirat, bw ke sini mau naik banding, agar perbuatannya dibela

    Ay.11-12
    Lalu firman-Nya: “Keluarlah dan berdiri di atas gunung itu di hadapan TUHAN!” Maka TUHAN lalu! Angin besar dan kuat, yg membelah gunung-gunung dan memecahkan bukit-bukit batu, mendahului TUHAN. Tetapi tidak ada TUHAN dlm angin itu. Dan sesudah angin itu datanglah gempa. Tetapi tidak ada TUHAN dlm gempa itu.Dan sesudah gempa itu datanglah api. Tetapi tidak ada TUHAN dlm api itu. Dan sesudah api itu datanglah bunyi angin sepoi-sepoi basa.

    Tanda2 kedatangan kuasa Allah kpd Elia spt juga kpd Musa spt juga pd hr Pentakosta, selalu tampak ada energi perusak alam yg dahsyat dr-Nya, spt angin kencang membelah gunung memecah bukit, gempa, men-jilat2, dll. Tanda2 kedatangan Yesus yg kedua kalinya pun akan demikian, spt ketika Dia mati dan ketika bangkit diawali dgn gempa. Saat angin sepoi-sepoi basa Allah hadir dan berfirman kpd Elia. Spt di taman Eden pun[Kej.3:8], pd waktu hari sejuk Allah mendekati Adam dan Hawa yg bersembunyi ketakutan karna dosa.

    Ay.13-14
    Segera sesudah Elia mendengarnya, ia menyelubungi mukanya dgn jubahnya, lalu pergi ke luar dan berdiri di pintu gua itu. Maka datanglah suara kpd-nya yg berbunyi: “Apakah kerjamu di sini, hai Elia?”Jawabnya: “Aku bekerja segiat-giatnya bagi TUHAN, Allah semesta alam, karena org Israel meninggalkan perjanjian-Mu, meruntuhkan mezbah-mezbah-Mu dan membunuh nabi-nabi-Mu dgn pedang; hanya aku seorg dirilah yg masih hidup, dan mereka ingin mencabut nyawaku.”

    Sekali lagi pertanyaan yg sama dgn jawaban yg sama pula, mengapa? Apakhah ini bagai “Pass Words”, atau mungkin konfirmasi cek & recek pernyataannya. Atau apakah ini spt kpd Petrus yg menyangkal tiga kali, maka hrs ditanya kesetiaannya tiga kali juga oleh Yesus, agar mantap. Bisa jadi Tuhan menginterogasi Elia sekali lagi, agar keinginannya yg terdalam nimbul, bw dia sesungguhnya masih sungguh setia dan ingin banding, bukan ingin mati atau tak peduli lagi. Dua kali Elia ditanya, dua kali juga Elia menyiratkan banding, agar ia bisa lebih besar dr pdMusa, ingin membereskan rohani bangsa, ingin melenyapkan berhala dan seluruh penyembah2nya. Alibi-nya: “Semua nabi-Mu dibunuh, tinggal akulah yg hidup”, artinya, “Legalkanlah dulu kemauanku itu, menghabisi penyembah Baal demi kebesaran-Mu!”

    Ay.15-17
    Firman TUHAN kpdnya: “Pergilah, kembalilah ke jalanmu, melalui padang gurun ke Damsyik (red: melingkar/tak via Israel), dan setelah engkau sampai, engkau hrs mengurapi Hazael menjadi raja atas Aram (red:Syria/seteru Israel). Juga Yehu, cucu Nimsi, hrs-lah kauurapi menjadi raja atas Israel, dan Elisa bin Safat, dari Abel-Mehola, hrs kauurapi menjadi nabi menggantikan engkau. Maka siapa yg terluput dr pedang Hazael akan dibunuh oleh Yehu; dan siapa yg terluput dr pedang Yehu akan dibunuh oleh Elisa.

    Firman-Nya: “Pergilah, kembalilah ke jalanmu …”, itu berarti bandingnya dikabulkan dan pd akhirnya memang dialah yg terbesar dari semua yg pernah dilahirkan perempuan, bw Elia adalah Yohanes Pembabtis [Mat.11:11-14+2Raj 2:11] yg menyiapkan jalan bagi Yesus dan mati dipenggal juga pd akhirnya.

    Setelah missi Elia itu terlaksana maka bencana pembunuhan di Israel itu menjadi sangat mengerikan. Nabi Elisa, penggantinya, biar botak, ganas juga [2Raj.2:24]. Yehu paling ganas menyembelih anan raja [2Raj.10:7]. Elisa pun menangis melihat malapetaka yg hrs terjadi oleh Hazael [2Raj.8:12].

    Ay.18
    Tetapi Aku akan meninggalkan tujuh ribu org di Israel, yakni semua orgyg tidak sujud menyembah Baal dan yg mulutnya tidak mencium dia.”

    Dari seluruh keturunan 10 marga Israel hanya sisa 7000 org yg masih setia kpd Allah. Artinya, tak sampai 1000 org per marga dan mungkin itu pun mayoritas marga Levi, bukan dr 10 marga itu. Tapi cara Elia itu pun pd akhirnya tak menyelesaikan apa2, sebab seratus-an thn kemudian bangsa ini ditawan dan dibuang ke Asyria dan sekarang ke 10-marga itu dianggap hilang (Yesus menyebutnya sbg domba2 yg hilang, Mat.15:24). Hanya keturunan Yehuda, yakni Yahudi yg eksis sekarang di Israel sejak 1948 merdeka. Yahudi pun mengalami pembuangan ke Babilonia selama 70 thn. Saat ini, di kaki gunung Karmel itu ada Pusat Agama Baha’i (asli Iran) dan “Our Lady of Mount Carmel” (sekte Katolik)

    Aplikasi:
    Seberapa jauh pergumulan hidup kita, seberapa beratpun keputusasaan kita, tapi kita hrs tetap setia kpd Tuhan. Dia akan menyertai kita, menasehati, menuntun, menguatkan. Jangan ber-sungut2, tetaplah tabah dan jangan takut [1Yoh 4:18] Di dlm kasih tidak ada ketakutan: kasih yg sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dlm kasih.

    Tuhan adalah penghibur yg setia;
    Segala permintaan kita dipertimbangkannya dgn baik,bahkan permintaan yg kurang baikpun spt dipersilahkan coba asal demi kesetiaan kpd Tuhan. Kita hrs bertanggung jawab thp apa yg telah kita janjikan di hadapan Tuhan, baik janji dlm rumah tangga, maupun janji dalam tugas2 seharian. Allah tidak mengharapkan kita utk hrs berhasil, tapi Allah sangat mengharapkan kita utk tetap setia kpd-Nya.

    Salam Damai!

    NB:
    Puncak segi tiga terbalik itu menarik,
    Sebab beberapa abad kemudian Yesus mengundang Musa dan Elia
    Bercakap2 di atas gunung yg tinggi disaksikan oleh Petrus, Yohanes dan Yakobus
    [Mat.17:1-3].

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s