Apa bayi mimpi!

Bayi dominan tubuh,
Bayi berinsting primitif,
Bayi belum berego-superego!

Perhatikan bayi yg sedang tidur lelap di kala berkejut,
Perhatikanlah juga bayi yg sedang tidur lelap di kala bersedih,
Perhatikan jugalah bayi sedang tidur lelap itu di kala bersenyum.

Perhatikan lah,
Maksudku raut wajah, gerak, air mata, mimik, suara, dll.
Ada beda nyata di kala berkejut, bersedih dan bersenyum,
Mustahil kita mengetahui gerangan apa ada dalam alamnya,
Selain satu pasti ada bahwa yang patut dipercaya “ada”.
Mustahil juga lah bayi itu sedang bersandiwara, ya kan?

Kuperhatikan,
Anjingku juga demikian; Aya-aya wae, pikirku!
Tapi dia tidak bisa bersenyum di kala tidur.

Dan bungaku begitu juga,
Tapi dia hanya bisa berkejut;
Terdahsyat jam satu dini hari;
Jam pertumbuhan tercepat.

Jadi, bila kuperhatikan dalam segala hal,
Secara micro ato secara nano dgn pikir tiga,
Maka semakin “aya aya wae” yang perlu bagi diri.

Berpikir menerawang dengan kaca-mata Yang Maha Kuasa,
Kita tak bisa melihat apa-apa selain “Bim sala bim biasa lalu ada”,
Ada tragedi dunia di belakang sejarah manusia dan ada di depannya.

Aku percaya, manusia diciptakan sempurna.
Dalam kita ada tubuh, ada jiwa, ada roh,
Dalam anjing ada tubuh ada jiwa,
Dalam bunga ada tubuh tok,
Begitu lah dominannya,
Kurasa!

Salam Pikir Tiga!

Iklan

29 Tanggapan

  1. Ya, aku juga percaya manusia diciptakan sempurna. Sayangnya, manusia itu sendiri yang menurunkan derajatnya sampai ke tingkat di bawah binatang.

  2. Terima kasih atas responnya!
    Kita telah menyadari bahwa jiwa mampu mengarahkan diri pada kesempurnaan hidup, walau sungguh mustahil mencapai kesempurnaan itu tanpa campur tangan yg Maha Sempurna. Utk menanmbah keyakinan kita pd kesempurnaan itu lah aku sedang mencari tau mengapa bayi itu bisa-bisanya terkejut di kala tisur, tersenyum di kala tidur dan tersedu di kala tidur.
    Sampai sekarang belum ada jawaban yg rada meyakinkan, walau reka-rekaanku telah ada. Bersama lah kita mencari-cari musababnya agar kita tau yg mana fitrah kita dari yg tiga itu.

    Selamat Mencari Diri!

  3. Bayi dominan tubuh,
    Bayi berinsting primitif,
    Bayi belum berego-superego!

    bayi…bayi…..murni dan kosong…:)

    • Salammu mana, Mas!
      Mualaikumsalam lah …

      Mas!
      Dari pada telur dan ayam diributkan mana,
      Mending bayi kita perbincangkan bisik-bisik,
      Okeh?

      Salam Positip!

      • Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

        salam wajib hanya 1 x ajah kang…
        kan akang juga tahu itu pada ajaran akang..

        hehehhe

        terserah ajah deh….pokoke mantab…

        Wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh..

      • Oo gitu!
        Mualaikumsalam ..!

        Jadi gimana, kang!
        Sumbanglah sedikit pemikiranmu,
        Mengapa bayi itu melakukan tiga hal mimpi,
        Atau itu bukan mimpi?

        Selamat Ancer-ancer!

  4. Brat Lambang semestinya sudah di sini.
    Entah lah dia malu-malu atau tak mau tau.

    Hi!
    Brat Lambang!
    Aku menantimu,
    Tga kali pusing!

  5. Assalamaulaikumwarahmatullahi wabarakatuh

    Maaf kang..saya tidak membaca TULISAN akang tentang tiga hal mimpi pada bayi…atau mungkin saya yang buta….
    jadi bagaimana saya bisa mengkomentarinya…
    kalau tidak akang bacakan…

    kalau saya ancer-ancer yang tetep ngambang kang….
    saya g tau aq bayi mikir apa…
    apalagi mikir bayi itu….
    di bolak balik masih tetep “murni dan kosong”…

    Wassalamualaikun warahmatullahi wabarakatuh

    • Tulisanku baru ada segitu!
      Apa yang bisa kau komentari,
      Komentarilah! … Beda raut wajah misalnya.
      Ada kuamati bedanya dgn anjing dan bunga.

      Salam Damai!

  6. @Kang Maren Kitatau
    Saya suka baca-baca juga seeh artikel sampean, tapi jarang komen soalnya urusan sastra sayah…. gimana gituh 😀

    Salam, Haniifa.

    • Kang Haniifa yg baik!

      Donwori bihepi! Kata kuncinya adalah “kali”!
      Kau tak harus menanggapi serius bersastra.
      Lihat komen-komen HAMBA ALLAH bersahaja.

      Sayang dia tidak mau bertanya untuk ingin tau,
      Tapi bertanya utk salah-benar/benar-salah aja.
      Itu tentu melelahkan dan bubajir ujungnya.

      Perkara rohaniah hanya roh yg bisa maklum.
      Jiwa hanya paling banter ancer-ancer.
      Tak lebih, kecuali jiwa telah sempurna,
      “Kali”.

      Salam Damai and Kemon!

      • Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

        @ Maren Kitatau

        Hehehehe

        Apa yang perlu saya ketahui kang…?
        Apa ” sayang” ku memang ada padamu..?
        Tolong Tunjukkan…

        Wassalamualaikum warahmatullahiwabarakatuh

  7. @HAMBA ALLAH
    Mualaikum salam!

    Hmhm! Kedengaran juga ..
    Padahal aku bisik-biski dgn Haniifa.

    Kang:
    1. Gimana blogmu sudah.
    2. Kau tak tau apa yg perlu kau tau dari ku… atau tak ada.
    3. “Sayang” bagiku jika kau anggap aku tak berilmu bagimu.
    4. Tunjukkanku: Kau tak mau tau apa cermin rohaniku, selain mau tau mengapa selalu “1+1+1=1”, yg semestinya “3”.

    Segitu dulu, Kang!

    Salam Kangen Positip!

  8. 1. belum kang
    2.aq sedang mencari tau ..dengan bertanya tentunya
    3.terlalu sayang jika engkau merendah…atau minder?
    4. itulah yang kucari…maukah engkau bahas lagi? jangan takut guling2 karna kotor…karena pada kotor ada belajar..bukan kotoran,..kan?

  9. Ahh!

    1. Kalo dah kelar, aku mau coba guling-guling nanti,
    Moga aku berani pusing, Kang. Upayakan lah, Kang!

    2. Bertanyalah pd ku, kali aku tau apa yg kau tak tau.
    Setiap orang adalah gudang ilmu, kurasa.

    3. Mungkin dari Minder jalannya ke Low Profile, entah lah!
    Semua jalan akan kutempuh, termasuk jalan guling-guling.

    4. Mari kita bahas.
    Lekas-lekas lah bikin arenanya! CU

    Salam Damai!

  10. nah..
    itu yang kusuka kang…
    menantang ….
    berani menghadapi kenyataan…
    jangan merasa bisa…tapi bisalah merasa..

    mantab…
    tunggu kabar dariku…
    jangan selalu bertanya…
    ntar malah males bikinnya..hehehe

    2x seminngu mungkin cukup

  11. Kau tau yg ku mau!
    Jangan hanya pada kenyataan berani,
    Apalah takut pada kemayaan duniawi?

    Kemon!
    I will question your blog
    One river per week, inaf!

    Salam Damai!

  12. Hehehe.. tangis bayi pertama keluar adalah pertanda FITRAH DIRI.. jempol di genggam membukitikan keDIAManNYA
    Salam Sayang

    • Bagiku, senyumnya yg fitrah diri,
      Tangisnya sedang kurek-reka,
      Kejutnya pun demikian.

      Menurutku,
      Ketiga “Spontanitas” bayi itu,
      Tidak jauh dari bumi, dunia dan akhirat.

      Salam Damai!

  13. […] Lih: Bayi mimpi apa! […]

  14. Aku mau komentar apa yah? Aku cuma bingung saja kau itu pengamat kehidupan atau tukang ronda. Sempat-sempatnya kau tengah malah keluar mengamati tanaman ? Hik hik hik. Kau amati bayi, kau amati anjing, kau amati bunga malam-malam. Kalo kau bukan manusia sableng pasti kau itu bener-bener manusia yang penuh antusias. He he he.

    Tapi aku setuju kalimatmu : Ada sesuatu yang dipercaya ” Ada”

    SALAM

  15. Love!

    Mencintai pencipta kudu suka dulu pd ciptaannya, kan?
    Aneh mencintai Allah tanpa menyayangi ciptaan-Nya.
    Kalau bukan aneh berarti tumben … ujug2 nyembah!

    Salam Damai

  16. Apakah karena kita mencintai Allah maka kita mencintai ciptaanNya , atau dengan mencintai ciptaanNya kita sebenarnya mencintai Allah ? Hik hik hik

    SALAM SALAM

    • @LOP

      Rupanya ada respon/tanyaan lama di sini.
      Sorry aku tidak segera melihat atau meresponnya.
      Kita tau lah cinta itu tak akan bisa ujug-ujuk, kan?
      Cinta itu selalu dimulai dari suka, sayang baru cinta.

      Salam Damai!

  17. .Pada dasarnya bayi itu adalah kecambah,dikala kecambah itu kekurangan air ya pasti menunduk layu,tapi kalo kebanyakan jga.

    Sama halnya bayi,waktu siang dia berpikir sedih,pasti layu dimalamnya,ntah nangis ataupun gmna.

    Tapi saya,kurang tahu perbedaan raut muka,karena saya ga punya bayi.Alias belum nikah.

    Bayi menggambarkan sifat kita dimasa muda.Kenapa?Karena Allah maha pengasih…

    Bagaimana menyikapi dunia bayi?Ya dengan cara mereka,seperti halnya manusia dewasa,yg haruz kita hadapi seperti itu juga.Bayi pun bisa berpikir,menganalisa,bertindak,mengikuti dan menjalankan,karena pada saat itulah kebiasaan (sang ibu,bapak,atau keluarga,terutama lingkungan) menjadi pupuk/pondasi dasar sang bayi.

    Hanya sedikit yg bsa saya deskripsikan,kalau ada salah kata,mohon direvisi.

    Oh ya salam kenal.

    Saya ada beberapa rencana untuk membuat satu komunitas.Tapi saya butuh orang lain juga.Saya harap anda mau ikut dan bergabung.

    Untuk Indonesia Lebih Baik

    salam perubahan.

    • Tanks, dji! Atas komentarnya.
      Perhatikan lah bayimu kelak.
      Yg mana fitrah kita sesungguhnya:
      – Berkejut
      – Bersedu
      – Bersenyum

      Salam Pertumbuhan!
      NB:
      Silahkan rencanakn komunitas itu.

  18. bgus artikal anda

    • Aku udah balas kunjungan mu ini.
      Bahasamu bagus-bagus semua, idenya juga.
      Mari terus kita belajar mencipta, minimal kata.

      Selamat Datang Cip!

  19. Apa bayi sudah bisa belajar bohong?
    Dia merengek-rengek ternyata lapar, lalu disusui, diem.
    Dia merengek lagi ternyata popoknya basah, ganti, diem.

    Jika dia merengek-rengek lagi
    Bukan karena lapar, bukan karna basah
    Ternyata dia ingin ditemani bahkan ingin digendong.
    Apa rengekan itu bohong, atau sedang belajar bohong?

    Salam Damai!

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s