Pencerahan Lirik Tertiga!

Klik lirik “Tertiga” ini.

Pencerahanku:
Kata “tiga” adalah persangkaan tak esa.
Kata yg seolah harus selalu mati-matika-n,
Demi Ilmupasti tak boleh ada pada rohani!?

Awalan “ter” bisa berarti “tak sengaja”, …….. tersenggol.
Awalan “ter” bisa juga berarti “sangat”, …….. termuskil.
Awalan “ter” bisa juga berarti “keupayaan”, …… tersaji.

Tertiga boleh berarti
Upaya sangat tiga secara tak sengaja.

Upaya meniga, mungkin suatu keharusan  sesuai dgn yg ada.
Sangat tiga, berarti suatu presisi yg tak kurang dan tak lebih.
Tak sengaja meniga, berarti bukan untuk matematika.

Tertiga bisa jadi merupakan “totalitas” komponenku,
Komponen aku bangun dan komponen aku tidur!
Komponen itu adalah tubuh, jiwa dan roh.

Komponen tubuh kodratnya menuntut,
Komponen roh kodratnya menurut,
Komponen jiwa adalah pemecut.

Saat bangun, ada kesadaran jiwa pada tubuh;
Roh bagai tak ada tampak atau tak ada cerita.
Tubuh berkarya nyata beraksi merdeka.

Saat tidur ada ketidak sadaran jiwa pada tubuh.
Tubuh bagai tak tampak atau tak ada cerita.
Roh bagai beraksi dengan gambar-gambar,
Me-rewind hidup atau mem-forward-nya.

Jadi, inti lirik lagu tertiga adalah:
Aku (jiwa) dlm remang bersaksi,
Meliput aku (roh) dlm terang beraksi,
Kepada aku (tubuh) dlm bimbang berreaksi.
Reaksi itu kepada suka dan duka yg gamang!

Semua kejadian saat itu peranku.
Yang tunggal, yg berpesona tiga,
Yang bernuansa esa!

Aku bersaksi dengan jiwa,
Aku beraksi dalam roh,
Aku berreaksi pada tubuh.

Pantesan lah kita berkata “kami” ketika besaksi,
Pantesan juga kita berkata “aku” ketika beraksi,
Periksalah lagi kepantasan-kepantasan itu!

Apa itu kebetulan,
Atau itu lah pembetulan,
Atau itu betul-betul kebenaran!

Salam Pikir Tiga!
NB:
Ada di sini lagunya:
https://tertiga.wordpress.com/2009/02/16/lagu-tertigaalhambra/

Iklan

26 Tanggapan

  1. Sepi yah!
    Tak bergaung.

    Garing!
    Apa nendang?

  2. “Aku bersaksi dengan jiwa”,
    “Aku beraksi dalam roh”,
    “Aku berreaksi pada tubuh”.

    maka jelas lah….jiwa tidak bisa d katakan roh/tubuh , roh tidak bisa d katakan jiwa/ tubuh, dan tubuh pula tidak sama dengan jiwa roh…..

    ibarat rokok…

    kalau filter/saringan doang…g bisa d sebut rokok
    kalau cuma tembakau doang …g bisa d sebut rokok
    kalau cuman abu nya..g bisa d sebut rokok…

    ketiganya d gabungkan baru d sebut “rokok”

    jiwa bersaksi , roh beraksi ,tubuh bereaksi…..jadi satu ….”manusia”

    TUHAN/ALLAH…..siapa yang tahu??

    apa anda yakin tuhan mengharapkan tubuh?..apa anda yakin tuhan mengharapkan jiwa?, apa anda yakin tuhan mengharapkan ruh…bukankah tuhan pencipta semua itu..??

    beda dong pencipta dan yang tercipta….

    sepakat kang??

  3. Alhamdulillah!
    Akhirnya Kang Hamba datang juga.
    Tanks atas tanggapannya, Kang!

    Di sini,
    Aku tak niat mengupas Allah,
    Dan takkan mungkin terkupas.
    Biarlah Dia tempat kita berserah.

    Mari kita mengupas diri ini lah,
    Sampai tuntas tas tas tas…
    Sampai transparan ran ran…
    Tembus pandang dang dang,…….
    Walau ini pun tak mungkin!

    Bagaimana tanggapanmu ttg kepantasan-kepantasan itu:
    Kepantasan penggunaan kata “kami” dan
    Kepantasan penggunaan kata “aku”
    Silahkan, Kang!

    Salam Damai!

  4. @HAMBA ALLAH

    Tak apalah dibalik dulu!
    Kita emang harus rajin “trial and error”.
    Aku coba yah dibalik-balikin:

    Dengan ini bla bal bal
    telah tersusun peraturan dst
    ……………………….
    ……………………….
    ……………………….

    Jakarta, 14 Mei 2009
    Hormat aku?,
    – – – ttd
    (Maren Kitatau)

    Atawa yang begini nih:

    Aku yg bertanda tangan dibawah ini,
    bla bal bal dan bla bal bal
    ………………………………
    ………………………………
    ………………………………

    Jakarta, 14 Mei 2009
    Hormat aku?,
    – – – ttd
    (Maren Kitatau)


    Kedua surat-suratan di atas janggal atau bahkan nakal.
    Orang ini bagai tak sempurna atau ada yg mencuat sebelah,
    Bagai surat cinta berbirahi ego diri!

    Ada juga menyatakan dirnya dgn “Hormat Saya”.
    Saya, berasal dari hamba yg ber “sahaja”,
    Itu kurang sempurna, kurang nendang, lembek-dalem.
    Orang ber “sahaja” selalu kalah di dalam nego, keknya.

    Begitu pertimbanganku Kang.
    “Hormat Ogut atau Hormat Gue”
    Wah, lebih parah keknya.

    Your turn,
    Silahkan, Kang,
    Ide kepantasanmu.

    Salam Damai!

    • @Mba Fanya

      Ttg penggunaan kata “kami”,
      Pls baca artikelku yg di atas, dan
      Coba komenin responku kpd Hamba Allah.

      Salam Damai

  5. Ketika KITA bicara DIRI KITA yang TERDIRI atas TIGA –TUBUH, JIWA dan RUH– tak apalah, karena KITA … Hanya MANUSIA, tapi MENYAMAKAN DIRI KITA yang MANUSIA dengan TUHAN ? TUHAN ada TIGA ? Kenapa HARUS ALLAH BAPA, JESUS dan ROHUL KUDUS yang DIYAKINI ? Kenapa TIDAK BRAHMA, WISNU dan SYIWA saja ? Yang sudah JELAS pembagian kekuasaannya ? PENCIPTA – PEMELIHARA – PENGHANCUR ?

    Semua BENTUK GEOMETRI selalu ada PUSATNYA dan PUSATNYA SELALU DITENGAH … APAKAH ini KEBETULAN ? ELLIPS, OVAL, BOLA, LINGKARAN, PYRAMID KUBUS, EMPAT PERSEGI termasuk SEGITIGA –TRIANGLE– ? Selalu ada TITIK TENGAHNYA … Dan TITIK TERSEBUT SELALU SATU. Kenapa yach ?

  6. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh….

    Begini saja…
    kalau d balik bagaimana???
    1. Apakah pantas kata “Kami” di ganti dengan kata “Aku” ketika bersaksi..
    2.Apakah pantas kata “Aku” di ganti dengan kata “kami” ketika beraksi..

    Mungkin kita berpikiran sama…tolong di jabar kan….

    Wassalamualaikum warahmatullahiwabarakatuh..

  7. Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh..

    Mari sama-sama membuka diri…
    Biarlah sama-sama Tiada benci…
    Bertujuan Tak lain , selain instropeksi…
    Thanks ,,..ya…hati2 dan jaga diri…

    Wassalamualaikumwarahmatullahiwabarakatuh..

  8. @Hari

    Selamat datang Kang Hari!
    Lelah di nesia.wordpress.com
    Muter-muter terus-terus, kan?

    Mari kita periksa diri,
    Sebelum kita kembali,
    Pada-Nya!

    Ketika KITA bicara DIRI KITA yang TERDIRI atas TIGA –TUBUH, JIWA dan RUH– tak apalah,

    Apa maksud-mu “tak apa lah”, Kang?

    Sori Kang:
    Ku katakan mu dan ku,
    Kau dan aku; Efisien.

    karena KITA … Hanya MANUSIA,

    Apa pula maksudmu dgn “hanya”?

    tapi MENYAMAKAN DIRI KITA yang MANUSIA dengan TUHAN?

    Wah!
    Tiga kali sudah!
    Kliatannya perkakasmu,
    Melulu pengupas Tuhan, ya!

    TUHAN ada TIGA ?

    Kan?
    Aku tertiga “tak apa lah”
    Tuhan tertiga masalah.

    Kenapa HARUS ALLAH BAPA, JESUS dan ROHUL KUDUS yang DIYAKINI ?

    Bener!
    Bagai tak ada perkakas lain di dlm tempurung itu.
    Tertiga-ku “tak-apa-lah”, tertiga Allah bermasalah.

    Kenapa TIDAK BRAHMA, WISNU dan SYIWA saja ?
    Yang sudah JELAS pembagian kekuasaannya ?
    PENCIPTA – PEMELIHARA – PENGHANCUR ?

    Ia yah, kenapa eh kenapa?

    Akan kutanyakan pd-Nya utk mu,
    Bila aku duluan yang masuk Surga.

    Tapi bila kau duluan,
    Tolong tanya pd Abrahim,
    Gini, “Mengapa kau Poligamy?”

    Sori lagi kang:
    Diriku belum terkupas,
    Boro-boro ngupas Tuhan!

    Semua BENTUK GEOMETRI selalu ada PUSATNYA dan PUSATNYA SELALU DITENGAH … APAKAH ini KEBETULAN ? ELLIPS, OVAL, BOLA, LINGKARAN, PYRAMID KUBUS,

    EMPAT PERSEGI termasuk SEGITIGA –TRIANGLE– ? Selalu ada TITIK TENGAHNYA … Dan TITIK TERSEBUT SELALU SATU. Kenapa yach ?

    Nah!
    Yang ini mendingan, Kang
    Ilmu Pasti itu memuaskan jiwa.
    Hanya segitu.

    Omong-omong,
    Apakan “udel” adalah titik pusat kita? (puser).
    Kiri-kanan, muka-belakang, atas-bawah, sama?

    Salam Sayang Kang!

  9. Assalamualaikum warah matullahi wabarakatuh…

    Baiklah …biar cepat mudeng..

    kata “Aku”…
    Aku Mencintaimu..(Beraksi/Bersaksi)???

    Kata “Kami”…
    kami Mencintaimu..(Beraksi/Bersaksi)???

    Perumpaman tersebut hanya “kiasan” sedang menunjukkan( saksi) / melakukan (Aksi) sesuatu mengenai apa yang akan terjadi sesudah atau sebelumnya….

    Dibandingkan dengan ini :…

    Dengan ini ….( aksi )

    Aku yg bertanda tangan dibawah ini…. ( saksi )

    Saya Tarik kesimpulan “merendah akan dijatuhkan”
    Kata-kata yang tak perlu di perumpamakan..

    Contoh : Ok ..Saya bisa melakukan ( Bisa / tidak )?? dengan seperti ini ” saya akan melakukan semampu saya ” ( berusaha semaksimal mungkin )

    “kepantasan” terdapat dalam kelompok pengusahaan sesuatu..untuk ,menghasilkan suatu pemikiran tertentu…bukan kah tidak pantas kalu sebaliknya??

    Terima kasih…

    Wassalamualaikum warah matullahi wabarakatuh

  10. Okeh, Kang!

    Itu tergantung kebiasaan aja kali yah.
    Spt Akang lebih suka sebutan hamba Allah
    Dari pada sebutan anak-anak Allah, kan?

    Inti diskusi ini,
    Kami di situ adalah tunggal.
    Kami adalah tubuh, jiwa dan roh.
    Atau bisa juga gini:

    Kami adalah utk yg ber”satu”,
    Bersenyawa, sejiwa, sehaluan,
    Sebangsa, setanah air se-se lainnya.
    Se itu satu.

    Ttg kata “aku”,
    Langsung kliatan satu, cuma satu.
    Aku pantasnya ada pada jiwa, karna:

    Aku ini adalah sekarang,
    Aku nanti adalah roh,
    Aku tadi daging.

    Kami tubuh, jiwa dan roh.
    Aku ada di dalam kami
    Satu dari kami celaka,
    Celakalah semuanya.
    Satu dari kami tiada,
    Tiadalah semuanya.
    Kami menunggal.
    Tertiga!

    Kurasa Akang telah lebih sepakat,
    Dari pada Kang Hari spt masih rada.
    Mana Kang Hari yah!

    Salam Damai!

  11. Soal TERTIGA ini sebagai CONTOH yang ada di manusia, TUBUH, JIWA dan RUH yang bersenyawa menjadi SATU KESATUAN ? Ketika menjadi SATU itu muncullah sebuah NAMA ? Katakan : Maren Kitatau, HAMBA ALLAH, Hari atau SIAPAPUN ? Yang MEMBEDAKAN antara SATU dengan LAINNYA ? Kita TAHU , Siapa Maren Kitatau ? Kita TAHU, Siapa HAMBAH ALLAH ? Dan Kita juga TAHU, Siapa Hari ? Ada SATU IDENTITAS BARU atas TERTIGA itu ? Kita TIDAK bilang itu RUH-nya Maren Kitatau atau Ruh-nya HAMBA ALLAH atau Ruhnya Hari ? Tapi itulah Maren Kitatau, HAMBA ALLAH atau Hari ?

    Sama dengan TERTIGA yang jadi SATU –ALLAH BAPA, JESUS dan ROHUL KUDUS–, ketika jadi SATU ? Kenapa TIDAK ADA IDENTITAS BARU ? Tapi masih MERUJUK kesebelumnya ?

    Salam pikir bahwa 1 itu TERBESAR

  12. @Hari

    Selamat Sore Kang!
    Tanda tanyamu banyak amat.
    Kujawab sebisakulah, tak mutlak.

    Kutip:

    Soal TERTIGA ini sebagai CONTOH yang ada di manusia, TUBUH, JIWA dan RUH yang bersenyawa menjadi SATU KESATUAN ?

    Ya! Satu kesatuan!
    Aktivitasnya bisa dibedakan,
    Mis. ketika saat tidur vs saat bangun.

    Makanannya pun mudah dibedakan.
    Tugas-tugasnya kurasa beda,
    Fungsi masing-masing beda, dst.

    Kesatuan tiga gugus.
    Mirip dengan kesatuan
    Bumi, Manusia dan Tuhan.

    Ketika menjadi SATU itu muncullah sebuah NAMA ?
    Katakan : Maren Kitatau, HAMBA ALLAH, Hari atau SIAPAPUN ?
    Yang MEMBEDAKAN antara SATU dengan LAINNYA ?

    Bila kau emang segaris dgn Kang HAMBA.
    Itu bukan pertanyaan kita kali ini.
    Segalanya adalah beda, beda kita gede amat.

    Yang lebih penting dari mengetahui sebab beda itu,
    Adalah pengetahuan bagai mana melihat beda itu,
    Karena dari beda amat gede itu ada kemuliaan.

    Kita TAHU , Siapa Maren Kitatau ?
    Kita TAHU, Siapa HAMBAH ALLAH ?
    Kita juga TAHU, Siapa Hari ?

    Tahu adalah kemarin,
    Kemarin adalah daging.
    Bumi mudah diidentifikasi.

    Ada SATU IDENTITAS BARU atas TERTIGA itu ?

    Tertiga adalah
    Tubuh, jiwa dan roh.
    Bumi, manusia dan Tuhan,
    Bapa, Anak dan Roh Kudus.

    Satu dari tertiga tak ada,
    Percumalah semuanya.
    Kan?

    Tertiga bukan Hari, Hamba dan Maren.
    Identitas baru apa an maksudmu!

    Kita TIDAK bilang itu RUH-nya Maren Kitatau atau Ruh-nya HAMBA ALLAH atau Ruhnya Hari ?
    Tapi itulah Maren Kitatau, HAMBA ALLAH atau Hari ?

    Oh!
    Begitu maksudmu.

    Sama dengan TERTIGA yang jadi SATU –ALLAH BAPA, JESUS dan ROHUL KUDUS–, ketika jadi SATU ?
    Kenapa TIDAK ADA IDENTITAS BARU ?
    Tapi masih MERUJUK kesebelumnya ?

    Utk satu identitas kita hrs meng-identifikasinya,
    Kita harus punya standard-standard dunia,
    Kita harus punya definisi-definisi dunia.

    Hanya dgn begitu maka Allah menjadi ilmiah,
    Yang bersesuaian dgn parameter atau kehendak dunia.
    Sayang kurasa! Silahkan saja Kang! Aku belum pikir itu.

    Salam pikir bahwa 1 itu TERBESAR

    Wah! Terbesar atau paling besar, Kang!
    Silahkan uraikan! Aku belum denger.
    Satu adalah segalanya.

    Jika betul bahwa segalanya hanya ada satu pd satu ttk satu waktu,
    Maka kita adalah istimewa, bisa ada dua pd satu titik tubuhku pd satu waktu hidupku; Mimpi! Satu aku yg sedang menyaksi; Satu aku yg sedang beraksi. Aku tubuh tak ada ceritanya.

    Salam Pikir Tiga!

  13. He..he..he.. Geuning ngalilieur sorangannya?
    “Aku”….? kata Yus Badudu & KBBI sih jelas “kata ganti pertama” – TUNGGAL, sendirian… alias sorangan wae,
    sedangkan “Kami”… beliau bilang “kata ganti pertama” – JAMAK, tidak sendirian, gabungan, corporate …. alias babarengan jeung nu lian!.

    “babarengan jeung nu lian” (gabungan/corporate) bisa saja terdiri dari : AKU (dewek, sorangan) + KAMU (.. juga sendirian) + DIA (pasti hanya 1), atau ditambah dengan KALIAN (“kamu”+ kamu+kamu … sambil idungnya ditunjuk satu persatu biar gak keliru), atau MEREKA (“dia”+dia+dia+dia banyakan yg ngumpul disonoh …noh.!).

    Intinya, AKU, adalah SATU sosok dimana AKU pasti bukan KAMU; demikian pula KAMU jelas bukan AKU; terlebih lagi DIA, lha wong… berdirinya aja cukup jauh dari KITA (AKU dan KAMU) mustahil DIA itu identik dengan, AKU, KAMU maupun KITA!!!!!

    Salah satu bukti yg paling familiar karena fungsinya sbg unsur paling menentukan kehidupan segenap MAHLUK HIDUP bahwa SATU mustahil identik dgn TIGA bisa disimak dari keberadaan AIR, Hidrogen dan Oksigen.

    Air [1] adalah SATU WUJUD benda yg terdiri dari unsur-unsur gas H(idrogen) [2] dan gas O(ksigen) [3].

    Tatkala dua unsur gas diatas bersenyawa pd takaran tertentu (H2 + O1), maka fusi kedua gas tersebut berubah wujud menjadi AIR yg bentuk, sifat, karakter, peran dll-nya) sama sekali berbeda dengan bentuk, sifat, karakter, peran dll dari kedua unsur gas tsb!!!

    Semua mahluk hidup membutuhkan, mengenal dan senatiasa dipengaruhi kehidupannya oleh keberadaan Air.

    Jika karena satu dan lain hal AIR (H2O) tersebut terurai, maka seluruh mahluk hidup pasti bisa MENGIDENTIFIKASI bahwa: H(idrogen) pasti BUKAN AIR; O(ksigen) bukan AIR; dan Hidrogen juga BUKAN Oksigen. H dan O adalah DUA dzat yg mandiri dan tidak punya sangkut paut apapun satu sama lain.

    Dari fakta-fakta diatas, jelas bahwa :

    AKU bukan KAMU, bukan DIA dan bukan pula MEREKA.
    KAMI, adalah bukan kata penunjuk apalagi sebagai bukti bahwa KAMI adalah gabungan dari banyak AKU, gabungan dari banyak KAMU atau gabungan dari banyak DIA.

    Begitu!
    Semua ini akan sangat mudah dicerna oleh siapapun yg menggunakan akal sehatnya, buktinya bahkan Hewan dan Tumbuhan yang konon TIDAK DIBEKALI AKAL PIKIRAN, aware (engeuh… nyaho… atau ngarti) bahwa sampai kapanpun Air mustahil identik dengan gas Oksigen maupun Hidrogen…

    Salam damai..

  14. @Irawan

    Wuih!
    Hehe pisan komenna, euy!
    Teu hihi siga nu hiji tea.
    Brapo atuh, Kang!

    KutiP:

    Salah satu bukti yg paling familiar karena fungsinya sbg unsur paling menentukan kehidupan segenap MAHLUK HIDUP bahwa SATU mustahil identik dgn TIGA bisa disimak dari keberadaan AIR, Hidrogen dan Oksigen. Air [1] adalah SATU WUJUD benda yg terdiri dari unsur-unsur gas H(idrogen) [2] dan gas O(ksigen) [3]. Tatkala dua unsur gas diatas bersenyawa pd takaran tertentu (H2 + O1), maka fusi kedua gas tersebut berubah wujud menjadi AIR yg bentuk, sifat, karakter, peran dll-nya) sama sekali berbeda dengan bentuk, sifat, karakter, peran dll dari kedua unsur gas tsb!!!

    Yah! Memang!
    Aku mengerti pemikiranmu ttg benda-benda kongkrit itu.
    Masalah adalah bukan hanya tubuh, tapi jiwa, lalu roh,
    Lalu lagi hal interaksi dari tertiga itu.

    Tubuh atau benda kongktit mudah diidentifikasi dgn mata.
    Jiwa atau benda abstrak itu tak mudah diidentifikasi.
    Jiwa tumbuh dari insting primitif ke ego ke superego.

    Roh atau yg bukan benda, cukup kah dgn hanya reka-reka?
    Kureka-reka ada tiga roh: roh diri, roh jahat, Roh Kudus.
    Bila hebalikan hitam adalah putih, kebalikan kesurupan..?

    Semua ini akan sangat mudah dicerna oleh siapapun yg menggunakan akal sehatnya, buktinya bahkan Hewan dan Tumbuhan yang konon TIDAK DIBEKALI AKAL PIKIRAN, aware (engeuh… nyaho… atau ngarti) bahwa sampai kapanpun Air mustahil identik dengan gas Oksigen maupun Hidrogen…
    Salam damai..

    It is beyond science!
    Satu benda kongkrit; Tubuh +
    Satu benda abstrak; Jiwa.. +
    Satu bukan benda; Roh …. = Tiga-anu.

    Dari pd tiga-anu lebih baik lah “Mereka” itu “Aku”!
    Tertiga!…Please, do not use Yusbadududong,
    It is beyond science, but may be a piece of cake.

    Kita telah sedang berlatih kebenaran2 rasional.
    Kita pun sedang berlatih paham kotradiksinya,
    Hal Anomali dan hal-hal Paradoksal ada.

    Semoga latihan itu bisa dahsyat berguna,
    Berpengharapan mengerti hal irasional.
    Dari “Lihat dulu baru percaya!”
    Ke “Percaya dulu baru lihat!”

    Tanks for your great comment,
    Salam mu menyejukkan pula.
    Keun lieur tong rieut!

    Salam Pikir Tiga!

  15. Saat membahas atom, yang tergambar sekaligus adalah 2 hal :
    1. Membuat perbandingan antar atom dari berbagai unsur; dan
    2. Memecah bagian atom itu sendiri dan ketemu 3 (tiga) bagian; PROTON, ELEKTRON dan NEUTRON.

    U- point ke-2 ini, Apakah membandingkan PROTON, ELEKTRON dan NEUTRON ini BISA diacukan ke soal TRINITAS ? Kalau BOLEH … ? Maka 3 hal ini jelas BERBEDA tapi BERKOLABORASI SEDEMIKIAN RUPA sehingga MEMBENTUK ATOM. Inilah yang MEMBEDAKAN antara KONSEPSI TRINITAS –ALLAH BAPA, JESUS dan ROHUL KUDUS– dengan SEBUTAN ATOM. ATOM jelas merupakan SEBUTAN yang didalamnya ada 3 unit –substance–, PROTON, ELEKTRON dan NEUTRON, tapi TIDAK DISEBUT sebagai TRINITAS, sedangkan untuk TRINITAS TIDAK ADA SEBUTAN TUNGGALNYA ? Kenapa ? Terus terang … Ini SOAL HIDAYAH atau PETUNJUK dari yang EMPUNYA SEMESTA JAGAD RAYA ini …

    Kemudian AGAMA mana yang memberikan SEBUTAN TUNGGAL atas KONSEPSI ke MAHAANNYA … ? Hanya … dan hanya ISLAM … Dimana diberitahu bahwa nama TUHAN yang ESA … YANG MAHA … itu adalah ALLAH. Dan KEMUDIAN DIA memberitahukan BANYAK HAL …

    Persoalannya adalah BANYAK UMAT ISLAM … Yang JUSTRU JAUH dari AJARANNYA ? Kalau ini yang dijadikan ARGUMENTASI … Maka KEBENARAN itu NGGAK akan PERNAH KETEMU. Tapi kalau MEMPELAJARI LANGSUNG dari SUMBERNYA … QUR’AN saja dulu, maka BANYAK HAL akan MENGINSPIRASI …

  16. Selamat sore, Kang!

    Lama aku mengingatkan mu utk merespon,
    Akang asyik terus di http://www.nesia.worldpress.com
    Tanks for coming again!

    Kita maju aja trus tiga-tigaan.
    Tanpa mengabaikan poster yg lalu.
    Sradak-sruduk muter-lengser anteng!

    Yg lalu kukatakan perkakas akang pengupas Allah mulu,
    Padahal blogku hendak mengupas diri ini dulu lah.
    Tah, dari pada nggak ngerespon kucoba aja lah.

    Kutip:

    Apakah membandingkan PROTON, ELEKTRON dan NEUTRON ini BISA diacukan ke soal TRINITAS ?
    Kalau BOLEH … ? Maka 3 hal ini jelas BERBEDA

    Bila jauh bedanya, maka tak usah acukan ke Trinitas,
    Utk mengerti, tak usah via atom, via air, via telur dll.
    Via tertiga aja gimana, Kang!

    untuk TRINITAS TIDAK ADA SEBUTAN TUNGGALNYA ?

    Yg kata “Aku adalah Aku”?
    Adalah Allah Yang Maha Esa!

    Kemudian AGAMA mana yang memberikan SEBUTAN TUNGGAL atas KONSEPSI ke MAHAANNYA … ? Hanya … dan hanya ISLAM … Dimana diberitahu bahwa nama TUHAN yang ESA … YANG MAHA … itu adalah ALLAH. Dan KEMUDIAN DIA memberitahukan BANYAK HAL …

    Ya!
    Allah telah memberitahukan banyak hal dgn bahasa kita.
    Kita tentu akan kelenger bila digunakan bahasa Allah.
    Allah ngerti bahasa kita, kita belum ngerti bahasa-Nya..

    Bagi yg telah ngerti dikit kusebut anak-anak Allah
    Bagi kita yg masih cur kusebut anak-anak Dunia,
    Yg masih goyang berlatih menguasai tubuh sendiri,
    Yg masih menggaruk sebuah gatal dgn lima jari …
    Gak kena-kena!
    Menggrundel … nangis … “Oh Mama, Oh..Papa”

    Persoalannya adalah BANYAK UMAT ISLAM … Yang JUSTRU JAUH dari AJARANNYA ?

    Persoalan utamanya adalah (menurutku),
    Agama itu “diturunkan” utk dicintai,
    Nanti-nanti mencintai.

    Agamaku “dinaikkan” utk mencintai,
    Mencintai Manusia yg berdarah utk manusia,
    Nanti-nanti dicintai.

    Kalau ini yang dijadikan ARGUMENTASI … Maka KEBENARAN itu NGGAK akan PERNAH KETEMU.

    Kebenaran Illahi model apa yg nggak ketemu, Kang?
    Bila Tuhan menurunkan hujan dan curahan matahari
    Kepada orang-orang penghujat-Nya sekalipun
    Adalah merupakan kebenaran Illahi,
    Itu dulu aja!
    Habis waktumu hanya utk mencari-cari itu!
    Banyak kebenaran Illahi itu di depan hidung.

    Lihat dan sanggah artikelku yg lain,
    “Kebenaran ada pd tiga!”

    Tapi kalau MEMPELAJARI LANGSUNG dari SUMBERNYA …
    QUR’AN saja dulu, maka BANYAK HAL akan MENGINSPIRASI …

    Setuju, Kang!
    Dan inspirasi itu jangan lah dipendem tau tok,
    Curahkan lah praktekkan …menjadi rahmat!

    Tararengkyu, Kang!
    I am waiting…

    Salam Pikir Tiga!

  17. ok kang….

    saya kira persoalan ini sudah terselesaikan antara akang sama saya……..ternyata belum…hehehhehe…!!!
    begini saja …akang ajukan filosofi tentang tertiga apa ajah..insyallah saya koment…

  18. Lama tak kelihatan, Kang!
    Semoga sugeng selalu,
    Tanpa kurang!

    Semua posterku mengandung filosofi itu, Kang.
    Silahkan lah tanggapin yg menurut Akang beda,
    Agar perbedaan kita semakin amat gede sekali.

    Akang telah gunakan pandangan positif pd beda kita,
    Aku mencoba gunakan pandangan cinta pd beda kita.
    Lanjutkan lah, Kang! Jangan pikir ada persoalan di situ.

    Bila Akang mau rembuk pikir,
    Mari mulai pikirkan ttg bayi mimpi apa,
    Seperti yg pernah kutawarkan di nesia.
    https://tertiga.wordpress.com/2009/02/17/bayi-mimpi-apa/

    Monggo, Kang,
    I am waiting ….,
    And for Hari too!

    Salam!

  19. Begitu dalam proses INTERNALISASI TERTIGA itu pada AKANG ? Sehingga ketika diajak DISKUSI tentang hal yang SATU yang merupakan PRIMA CAUSA di eksistensi yang ada di SEMESTA ini ? Selalu kembali ke TERTIGA … Ada apa ya KANG ? Itu saja dulu KANG …

    • Kang Hari … damang …!
      Ah! Si Akang mah sukanya mengkontraskan wae!
      Tapi itu bagus, agar beda kita semakin gede amat.
      Kemuliaan hanya datang dari beda gede!

      Salam Berlanjut!

  20. Assalamualaikum warah matullahi wabarakatuh

    tertiga:
    Satu rusak, rusak lah semuanya.
    Satu sakit, sakit lah semuanya.
    Satu tiada, tiada semuanya,

    pencerahan ku :

    1+1+1=3

    sudah kujawab pada kemaluan kang…..

    3 bukan 1
    1 bagian dari 3

    bukankah begitu…??? atau sebalik nya.??

    Wassalamualaikumwarahmatullahi wabarakatuh….

    • Mualaikumsalam HAMBA!

      Persoalanmu masih yg lama, 1+1+1,
      Bila itu mengenakkanmu apa mau dikata.

      Hanya ceritaku:
      1 + 1 + 1 = ter3
      Ceritamu duniawi.

      Bila kau tau,
      satu rusak, rusak lah semuanya.
      Satu sakit, sakit lah semuanya.
      Satu tiada, tiada semuanya,

      Maka,
      1+1+0=0
      1+0+1=0
      0+1+1=0

      Satu tak ada maka nol, bukan dua!
      Cing cangkeling boleh nggak, Kang,
      Cerita kita dibegituin…!

      Salam Positip!

  21. Mualaikumsalam Kang HAMBA!
    Salam sejahtera bagi kita.
    Dan Kang Hari!

    saya sungguh tidak sanggup menjelaskan hal2 non duniawi kang….otak saya g nyampe….hanya pelajaran itu yang saya dapat kan…khusus nya tentang ketuhanan…ESA…
    saya sih g tau kalo yang laen..

    Pelan-pelan, Kang!
    Jangan maksa untuk sanggup,
    Hanya Dia yg dpt menyanggupkan kita.
    Bukan guru, bukan buku, tapi Dia langsung,
    Kepada pribadi, bukan kepada kelompok,
    Secara pribadi, bukan secara massal.

    Sing penting, tunjukkan kemauan.
    Kemauan itulah yg Dia perhatikan.
    Kitab hanya dasar, bukan tujuan.

    kalau akang mau membahas non duniawi ….saya g sanggup..saya acung i jempol….tapi dari mana akang bisa mendiktekan hal2 non duniawi??

    Kurang jelas kemauan Akang ini.
    Di satu sisi Akang tak sanggup,
    Di sisi lain Akang mendikte.

    Tertiga adalah hal duniawi,
    Trinitas adalah hal rohani,
    Yang mana Akang sanggup?

    yang saya tahu….
    1+1+1 =3
    dan ga mungkin.
    3+3+3=1

    Itulah yg duniawi.
    Yg rohani apa hrs itu?

    mau d bagi..d kali..d kurangi..d tambah hasil nya tetep…mustahil….
    jadi 3 bukan 1 dan 1 bukan 3….itu tentang ketuhanan…

    Ketuhanan itu rohani,
    Akang bilang tak sanggup.
    Rohani Akang duniawi jadinya.

    Nah, kalau bisa
    1+1+0=0,
    1+0+1=0,
    0+1+1=0,
    Terjemahkan aja
    1 = esa atau maha dan
    0 = tak esa atau tak mah.

    Lalu rumus rohani akang
    1 + 1 + 1 = esa + esa + esa = esa
    1 + 1 + 1 = maha + maha + maha = maha,
    Bagi dunia tak ada arti tiga maha atau tiga esa.
    Tertiga Akang bisa ngerti walau tak ada dlm kamus.
    Dgn begitu Akang bisa maklum kepadaku.
    Kuharap begitu lah bicara rohaniah!

    kalau saya kemukakan d atas pada nesia.worpres…percuma dan g akan ada yang jawab…karna itu pukulan besar bagi mereka….

    Ya! Itu berat dan tulalit!
    Rohani dipikirkan secara duniawi.
    Duniawi:”See and believing!”
    Surgawi: “Believe, you will see!”

    lha kemaren pada waktu saya bahas itungan d atas kan akang nyuruh saya kesini..( inget g? ) bagaimana 3 jadi 1 ? wah..pertanyaan berat dan g nalar bagi saya..

    Bagi dunia hal itu mustahil!
    Dunia hanya percaya mata tubuh,
    Tak percaya ada mata hati dan rohani.

    tapi khusus nya artikel akang kan tertiganya pada manusia…yang saya tangkap hanya pembagian dasar pada diri manusia…..bukankah begitu?? jadi bukan pada ketuhanan….

    Aku adalah duniawi, gampang.
    Tertigaku itu masih duniawi, gampang.
    Akang seharusnya lebih bisa mengupas aku yg satu,
    Dari pada Akang bias mengupas Allah Yang Maha Satu

    Tolong bedakan kata satu itu dgn Yang Maha Satu, Kang,
    Kecuali Akang mau paksakan juga bahwa satu = Maha Satu.
    Maha-Nya itu rohaniah, tak ada contoh yg memuaskan dunia.
    Satu-Nya itu pun rohaniah, bukan duniawi, atau matematika.

    yang saya tahu makhluk di dunia ada untuk d pelajari……

    Yah!
    Makluk pun memberi ajar kepada kita.
    Aku mahluk, member ajar tertiga pd Akang.

    Pelajaran itu bukan hanya pada Kitab,
    Tapi juga ada pada semesta ala ini.
    Crisye melagukannya dgn baik, dengarlah:

    Aku suka pada lagu sabda alam itu.
    Dengarkan kalimat “menyongsong fajar”
    Dan “bayu membangkit sukma”, rohaniah banget.

    Dari: “Cinta itu emang esa!”
    https://tertiga.wordpress.com/2009/06/09/cinta-sayang-suka/

    Kala nanti adalah rohaniah; Bangun lah, Sobat!
    Kala lalu adalah daging; Makanlah, kenyangkan dia!
    Dahulu kala pun air; Minumlah, hilangkan dahaganya!

    Kala kini mestinya hanya bicara cinta Allah Yang Esa,
    Menumbuhkan rohani abadi tak berkala sesuai cinta,
    Mendekat-dekat hingga berkehidupan dengan-Nya.
    Kemon!

    TUHAN ada untuk hari nanti..jadi otak saya tetep g nyampe….mbayangin aja g nyampe….apalagi menjabarkan…hehehhe…( maaf kalau mengkritik.. ).

    Tak apa, Kang!
    Kritik itu perlu, koq.
    Bayanganku begini,

    Allah Bapa adalah Allah yg akan kukenal oleh rohku,
    Allah masa depan yang memikat
    Allah Anak adalah Allah yg telah kukenal oleh jiwaku,
    Allah masa lalu yg melekat,
    Allah Roh Kudus adalah Allah yg sedang menemani diriku,
    Mengenali segala sesuatu, Ialah Allah masa kini.

    Yg hari nanti, akan ku kenal,
    Yg hari lalu, telah kukenal,
    Yg hari ini, sedang mengenalkan segala sesuatu.

    Gitu loh, Kang!

    Kau maklumkan lah aku,
    Beda kita hrs gede banget.
    Esa-ku beda gede dgn Esa-mu.

    Tertigaku hanyalah gambarannya.
    Gambaran itu hrs lebih mudah kau sanggah,
    Dari pada menyanggah yang sesengguhnya.

    saya masih g nyampe..bener putus akal & nalar…contoh :
    kalau yesus mati = Allah + bapa juga mati dong?
    hmmm….coba deh d jabarkan ajah tertiga ketuhanan nya..
    ntar tak coment….

    Nggak akan nyampe mikirin yg Illahi
    Dengan cara-cara duniawi, ya kan Kang?
    Karena pengetahuan kita terbatas …

    Bagiku mati itu bagai tidur, bagimu beda kali.
    Jesus bukan dari dunia ini, maka lebih beda lagi.
    Dia hrs begitu agar kita lebih percaya hidup kekal itu.

    Salam Damai!

    • Assalamualaikum warah matullahi wabarakatuh..

      @ maren kitatau..
      Alhamdulillah ….pembicaraan kita akhirnya semakin memanas….akan sedikit demi sedikit memberikan komentar yang menjelaskan…

      saya berkata…
      1.kalau akang mau membahas non duniawi ….saya g sanggup..

      2.saya acung i jempol….

      3.tapi dari mana akang bisa mendiktekan hal2 non duniawi??

      jawab :

      1.saya g sanggup
      2. saya memuji
      3. tolong d jelaskan

      rohani memang tidak dapat d terima akal…

      kalo pembahasan saya bukan hanya membahas duniawi akan tetapi menunjukkan pula ROHANI…

      kalo akang berpendapat gini..
      Tak apa, Kang!
      Kritik itu perlu, koq.
      Bayanganku begini,

      Allah:
      Bapa itu Tuhan hari nanti yg memikat, yg akan kukenal oleh rohku,
      Anak itu Tuhan hari lalu yg melekat, yg telah kukenal oleh jiwaku,
      Roh Kudus itu Tuhan hari ini yg sedang menemaniku mengenali sesuatu.

      Yg hari nanti, akan ku kenal,
      Yg hari lalu, telah kukenal,
      Yg hari ini, sedang menemani.

      Gitu loh, Kang!

      Kau maklumkan lah aku,
      Beda kita hrs gede banget.
      Esa-ku beda gede dgn Esa-mu.

      Tertigaku hanyalah gambarannya.
      Gambaran itu hrs lebih mudah kau sanggah,
      Dari pada menyanggah yang sesengguhnya.

      saya akan jawab dari qur’an yang mulia :

      1. surat an nisaa’ 4 :171

      ……… janganlah kamu mengatakan: “(Ilah itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Ilah Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara. (QS. 4:171)

      2. al maaidah 5:73

      Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwanya Allah salah satu dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Ilah (yang kelak berhak disembah) selain Ilah Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih. (QS. 5:73)

      jadi intinya : perkataan saya dan QUR’AN nyambung…satu bukan 3 dan 3 bukan 1….berarti juga bukan duniawi saja saya berkata…

      semoga hanya bayangan mu saja trinitas itu….

      Nggak akan nyampe mikirin yg Illahi
      Dengan cara-cara duniawi, ya kan Kang?

      jawab :

      dengan qur’an nyampe kang….lebih mulia mana syair chrisye atau QUR’AN

      Wassalamualaikum warahmatulahi wabarakatuh

  22. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..

    @ Maren Kitatau

    hehehe…

    saya sungguh tidak sanggup menjelaskan hal2 non duniawi kang….otak saya g nyampe….
    hanya pelajaran itu yang saya dapat kan…khusus nya tentang ketuhanan…ESA…
    saya sih g tau kalo yang laen..

    kalau akang mau membahas non duniawi ….saya g sanggup..saya acung i jempol….tapi dari mana akang bisa mendiktekan hal2 non duniawi??

    yang saya tahu….

    1+1+1 =3
    dan ga mungkin.
    3+3+3=1
    mau d bagi..d kali..d kurangi..d tambah hasil nya tetep…mustahil….

    jadi 3 bukan 1 dan 1 bukan 3….itu tentang ketuhanan…

    kalau saya kemukakan d atas pada nesia.worpres…percuma dan g akan ada yang jawab…karna itu pukulan besar bagi mereka….

    lha kemaren pada waktu saya bahas itungan d atas kan akang nyuruh saya kesini..( inget g? )

    bagaimana 3 jadi 1 ? wah..pertanyaan berat dan g nalar bagi saya..

    tapi khusus nya artikel akang kan tertiganya pada manusia…yang saya tangkap hanya pembagian dasar pada diri manusia…..bukankah begitu??

    jadi bukan pada ketuhanan….

    yang saya tahu makhluk di dunia ada untuk d pelajari……TUHAN ada untuk hari nanti..jadi otak saya tetep g nyampe….mbayangin aja g nyampe….apalagi menjabarkan…

    hehehhe…( maaf kalau mengkritik.. )

    saya masih g nyampe..bener putus akal & nalar…

    contoh :

    kalau yesus mati = Allah + bapa juga mati dong?

    hmmm….coba deh d jabarkan ajah tertiga ketuhanan nya..

    ntar tak coment….

    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh….

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s