Tubuh, Jiwa dan Roh

TERTIGA

Katakan saja lah,
Tubuh jiwa dan roh itu adalah tertiga ku.
Pada mulanya tertiga adalah independen.

Tubuhku independen di benua bawah …bumi
Jiwaku independen di benua tengah …dunia.
Ruhku independen di benua atas ……langit.

Setelah mereka ada dalam ku (koq bisa),
Tertiga itu menjadi padu dan dependen,
Karna jika satu ngaco kacaulah semua!

Lihatlah,
Manusia tanpa tubuh disebut orang halus,
Manusia tanpa jiwa disebut orang gila.
Manusia tanpa roh disebut orang mati,

Lihat lagi lah,
Manusia dgn roh yang dobel disebut kesurupan,
Manusia dgn jiwa yang dobel disebut bencong,
Manusia dgn tubuh dobel disebut kembar siam.

Aya aya wae nya!

Salam Pikir Tiga!

Iklan

22 Tanggapan

  1. pak tertiga lucu
    salam tertiga
    jiwa tubuh roh dalam satu..,
    nambahin nih pak
    ibarat jari lima
    klo kurang namanya cacat
    klo kebanyakan namanya kelainan
    kya..,
    aya aya wae pisan ^_^

    • Aya-aya deui,
      Aya-aya wae!

      Jari adalah tubuh,
      Tubuh itu takdir! …
      Dia ringkih, adanya sementara, karnanya dia rewel.

      Roh itu takdir! …
      Dia kuat, keberadaanya selamanya, dia penurut.

      Jiwa itu bukan takdir! …
      Melainkan hal kesempurnaan yang mesti dimiliki.

      Salam Pikir Tiga!

  2. Aya aya wae…

    Tumbuhan hanya hidup dengan jasad (tubuh)
    Binatang hidup dengan jasad dan jiwa
    Manusia hidup dengan jasad, jiwa dan ruh

    Agar derajatnya naik, tumbuhan harus berjiwa
    Agar derajatnya naik, binatang harus memiliki ruh
    Agar derajatnya naik, manusia harus menghilangkan jasad dan jiwa (hawa nafsu)

    Manusia tanpa ruh adalah binatang
    Manusia tanpa ruh dan jiwa adalah tumbuhan
    Manusia tanpa jasad dan jiwa (hawa nafsu) adalah malaikat

    Salam

  3. Aya aya deui eta teh!
    Great! No kidding,
    But gavatar!

    Salam!

  4. Hmmm, lucu. TUBUH, JIWA, dan RUH: Pada bagian mana amanah perhambaan diterima? Pada bagian mana sifat asal bermula? Pada bagian mana yang harus menerima ke-fana-an? Pada bagian mana yang menghidupkan? Pada bagian mana yang sifatnya “mati” tapi “menghidupkan?” Pada bagian mana yang harus bersujud? Pada bagian mana yang meyakini “Nur Muhammad”? Pada bagian mana yang tidak ada harus ada? dan siapa diantara ketiganya yang patut menjadi “Imam bagi Diri?….ketika jiwa tak temukan jasad, pada apa ia harus bersemayam…, sedangkan ruh hakekatnya adalah “in-dependent”…, ketika ruh tak temukan “wujud”nya pada apa ia harus bersaksi———–[intermezo] Kata para tetua, “manusia diciptakan dari tanah, tanah adalah benda mati yang memiliki sifat meng-hidup-kan atas ijin Illahi,…hakekatnya tanah adalah benda mati yg memiliki sifat hidup, manusia mati di tanam di tanah, tanah mati ditanam di mana?

    Salut dan hormat buat Maren Kitatau” brother/sister???…

  5. Terima kasih, intsia!
    Aku baru sedang meyakini pilahan tiga bagian,
    Yaitu tubuh, jiwa dan roh secara serampangan,
    Yang pada hakekatnya bagian itu tak terpilah sungguh,
    Melainkan paduan atau senyawaan yg tak terurai begitu.
    Kau sudah bisa bertanya ke banyak bagian-bagian,
    Fungsi bagian-bagian dan perannya itu tampak ada pd mu.
    Please uraikan, diskusikan bagian-bagian itu di dunia maya ini,
    Satu-satu bagian,
    Agar semua ke bagian.
    Salam Pikir Tiga!

  6. @all
    Entahlah …!

    Tubuh, jiwa dan roh!

    Maren kita tau yg mana tubuh.
    Maren mule tau yg mana jiwa,
    Maren lon tau yg mana roh.

    Ada yang bilang tubuh itu bagian luar,
    Jiwa itu dalemannya, dan roh itu intinya,
    Digambar dgn tiga lingkaran sepusat.

    Aku gambar tiga-segitiga “sebangun” sepuncak,
    Warna-warnanya rgb puncaknya ke bawah,
    Gambar irisan putih itu lah roh itu … huhuhu!

    Kecil sih!
    Mungkin puncak kudu di atas alas di bawah.
    Entahlah …!

    Kutip dari:
    http://apasajalah.wordpress.com/2009/06/19/sekedar-renungan/

    Sekedar renungan menutup hari…….
    Berjalan dalam kesendirian serasa lama dan amat panjang dan kadang menakutkan. Berjalan dengan sahabat serasa singkat menyenangkan. Masalah bukan pada panjang pendeknya jalan, bukan pada lama dan singkatnya perjalanan, tetapi terletak pada konsentrasi pikiran kita.

    Pada saat kita jalan sendiri, konsentrasi kita hanya pada jalan, dan kesepian. Pada jalan bersama, konsentrasi kita terpecah pada banyak hal canda dan tawa serta pembicaraan membuat kita tidak lagi memperhatikan lamanya perjalanan. Sungguh luar biasa pikiran ini. Jadi bila anda sedang sendiri, sedang lemah, sedang patah semangat, maka carilah sahabat yang sesuai dalam perjalanan anda, maka hidupmu akan jauh lebih terasa segar dan semangat… dalam mengarungi samudera luas tak berbatas dalam perjalanan hidup yang panjang melelahkan.

    Carilah Perisai Diri

    Perisai diri bukan untuk peperangan,
    Juga bukan untuk membela diri,
    Apalagi tuk menutup diri.

    Perisai diri adalah menjaga diri
    Dari serangan dalam diri sendiri,
    Serangan api kebencian, kemarahan,
    Hawa nafsu, keserakahan dan kebodohan.

    Perisai diri mencegah ungkapan kejam,
    Perbuatan rendah dan pikiran kotor.

    Perisai diri membentengi pengaruh negatif
    Pengaruh yg masuk mengancam bathin.

    Perisai diri tidak membiarkan kita hancur.
    Tidak akan membuat kita lemah,

    Ia memberi pengharapan,
    Ia memberi arah kebahagian,
    Ia member cahaya kedamaian.

    Percayalah pada perisai,
    Benteng mampu menghadapi badai kehidupan.
    Tapi jangan buta hati utk kebaikan dan kebahagiaan.

    Perisai Diri

    Sejak jaman dahulu Perisai sangat dikenal dan dijadikan sebagai pelindung diri dalam setiap peperangan, terkadang ia begitu bermanfaat, tetapi dalam keadaan tertentu ia juga menjadi pengahalang untuk kebebasan bergerak.
    Jaman sekarang, sudah hampir tidak kelihatan perang dengan kekuatan fisik, semua mengunakan senjata militer dan kekuatan otak, tetapi peranan perisai juga masih sangat dibutuhkan dalam banyak hal… terutama utk Perisai Diri.
    Perisai Diri bukan perisai yang kelihatan, melainkan suatu kekuatan yang membentangi dan melapisi diri kita, perisai yang terbentuk karena kekuatan getaran cinta kasih dan kasih sayang yang meliputi kita dalam aura positif yang sangat luar biasa. Perisai Diri mengatasi waktu, jarak dan keadaan, memiliki kekuatan yang sangat dahsyat. Perisai Diri ini terdiri dari unsur kebijaksanaan, semangat, murah hati, dan kesabaran. Dengan lapisan yang terdiri dari lapisan kekuatan, ketegaran, ketanguhan, dan keuletan, ia akan melindungi dan menjaga kapan pun dan dimanapun kita berada. Setiap lapisan selalu membuat kita menjadi jauh lebih tegar dalam menghadapi semua persoalan hidup, mengisi hari-harimu semakin berwarna dan ceria.
    Perisai Diri tidak pernah berhenti melindungi, karena ia merupakan bagian dari dirimu, tetapi bila kau lengah dan terlena dengan kesombongan, keangkuhan, dan kemarahan maka perisai dirimu akan menipis dan mungkin akan hilang, sehingga sulit bagi kita menghindari serangan yang datang dari luar diri, dan terutama serangan yang datang dari dalam dirimu sendiri.

    Jadi,
    Perisai diri itu harus dari bahan yg kuat.
    Perisai diri itu harus dari golongan penurut.
    Perisai diri itu harus tanpa ongkos matsam-matsam.

    Wah!
    Siapa lagi dia selain roh kita sendiri?

    Roh adalah abadi,
    Roh adalah penurut,
    Roh tak perlu ongkos,

    Roh itu dahsyat.
    Hanya dengan roh dan kebenaran,
    Kita dapat berhubungan dgn Allah.

    Periksalah buah-buah roh kita,
    Supaya kita tak melulu kecewa,
    Dlm hidup yg fana ini!

    Bila rekaanku itu benar demikian,
    Maka gambar tadi hrs ku diperbaiki,
    Roh itu adalah inti sekaligus bungkus.

    Entahlah …!
    Gimana lagi aku menggambarkannya.

    Salam Pikir Tiga!

  7. Waduuuuuuh pertanyaan nya berat bangeeeet yaaaaa… hehehe..
    Tubuh adalah jasad
    Jiwa adalah sifat
    Roh itu suci bersih
    sepertinya Jiwa ini menjadi satu lahan perebutan antara jasad dan ruh.. karena jasad itu hancur ditelan bumi sedangkan ruh dan jiwa kekal abadi… tergantung jiwanya tersucikan ataulah tidak selama disini…
    Jasad ini terwakilkan dengan akal pikir… dan Ruh ini terpancar dalam hati nurani… sebagaimana sifat hati nurani yang jujur tiada akan bohong.. maka barang siapa hidupnya dipimpin oleh akal pikiran, angan angan dan nafsu maka ruh tersifati dengan kekotoran… sedangkan yang hidupnya dipimpin hati nurani… maka ruh tersifati kesucian… entahlaaaaah… karena dengan menapaki ruh inilah kita akan menemukan kesadaran diri sejati…
    waaaah.. menjelaskan bab ini rada rada sulit yaaa.. semoga kita bangkit dan terlahirlah bayi bayi ruh yang suci putih dan bersih… sebagai modal menapak disini… biarlah hati nurani menjadi raja dalam diri dan akal pikiran menjadi perdana menterinya…
    Salam Sayang
    Salam Taklim
    Salam Rindu.. untukmu.. 😆

  8. No comment,
    Setuju aku,
    Setujuan!

    Salam Cinta!

  9. hemmm sip
    sip
    sip
    dan sip

    salam damai semua

  10. Hmmm,
    Ruh itu sebenarnya suci.
    Ketika ia masuk dalam jasad, ia disebut nyawa
    Jasad yang bernyawa berarti hidup
    dan disitulah bersemayam jiwa, perpaduan nyawa, jasad dan kehidupan
    Jasad yang tidak hidup meskipun bernyawa adalah tak berjiwa ( gila )
    Jasad yang hidup mempunyai dosa
    Maka ketika nyawa meninggalkan jasad kelak
    Ia disebut arwah
    Karena arwah sudah mempunyai identitas ( panggilan )
    ketika ruh datang dan akhirnya meninggalkan jasad sebagai arwah
    Maka dia tidak suci lagi

    Sayangilah nyawamu, dengan menyayangi jiwamu, yaitu dengan hidup yang sebaik-baiknya hidup.
    Hiduplah dengan kekuatan terbesarmu untuk kebaikan, karena nyawa akan merasa sejuk tinggal di jasadmu ( umur panjang )
    Namun jika hidupmu untuk keburukan, maka jiwa akan panas, dan nyawa tak akan betah tinggal di dalamnya ( cepat mati )
    nyawa yang memaksakan diri keluar dari jasad orang yang buruk adalah menjadi arwah yang tidak diterima ‘di sana’ nanti ( arwah gentayangan )

    ah lain kali saja lengkapnya saya sharing, salam kebaikan dan cinta kasih buat semua.

    • @ratdew

      Lanjutkan dulu, dew, sharingnya!
      Ntar kita bahas tentang mati,
      Kontraskan dengan lahir, kemon!

      Salam Damai!

  11. hehehe… malahan nyang baik biasanya cepat di panggilnya yaaa… nyang jahat malah susah matinya.. gimana tuh mas dew
    Salam Sayang

    • @KangBoed

      Dan kenapa pelawak gampang mati?
      Bing Slamet, Benyamin S, S. Bagio,
      Taufik Savalas, Dono, Kasino, Basuki,
      Big Dicky lenong rumpi, dll. Periksa juga
      saudara, teman, kenalan yang lucu-lucu,
      Kali-kali sama gampangnya. Mati muda!

      Salam Damai!

  12. Huuh Aya-aya wae, lanjut ah
    lam kenal juga

  13. @PVie

    Salam kenal!
    Di aya-aya wae,
    Nu bocor-bocor alus

    Tank Vie, benang mu dah nyampe sini.
    Supaya yg bocor-bocor nyiprat sana,
    yg alus-alus mengibrit ke sini.

    Aku sedang memuis pengetahuan.
    Utamanya pengetahuan yg tak kutau.
    Kali ada guna, nggak pun tak apa lah.
    Trial and error!

    Liat-liat dulu lah.
    Berikut kutipanku
    Dr blog Kang Haniffa
    http://haniifa.wordpress.com/2009/07/03/logika-001-atau-100/#comment-2025

    Maren Kitatau said
    July 4, 2009 at 11:39 pm

    Ada lagi nih.
    Ini bukan mati-matikan.
    Ini tuh mati-matiku, tertiga.

    1 tubuh + 1 jiwa + 1 roh = 1 aku

    1 tubuh + 1 jiwa + 0 roh = 0 (wong mati)
    1 tubuh + 0 jiwa + 1 roh = 0 (wong edan)
    0 tubuh + 1 jiwa + 1 roh = 0 (wong alus)

    Kesimpulan:
    1 aku = 1 tubuh + 1 jiwa + 1 roh
    Tak kurang tak lebih!
    Pas gitu loh!

    Salam Damai!

    +++

    Dan lagi,
    Maren Kitatau said
    July 5, 2009 at 1:29 pm
    http://haniifa.wordpress.com/2009/07/03/logika-001-atau-100/#comment-2046

    @Kang Boed
    Hehehe! As yik … !
    Lagi matik-matikan sakedap!

    @Haniifa
    Kolo gitu aku ganti, ya!
    Dan ku coba elaborasi dikit lagi.

    DASARKU:
    1 tubuh = 1 tumbuhan
    1 tubuh + 1 jiwa = 1 hewan
    1 tubuh + 1 jiwa + 1 roh = 1 org

    PARADIGMA-1:
    1 tubuh + 1 jiwa + 0 roh = 1 wong mati
    1 tubuh + 0 jiwa + 1 roh = 1 wong edan
    0 tubuh + 1 jiwa + 1 roh = 1 wong alus

    PARADIGMA-2:
    1 tubuh + 1 jiwa + 2 roh = 1 org kesurupan
    1 tubuh + 2 jiwa + 1 roh = 1 orang bencong
    2 tubuh + 1 jiwa + 1 roh = 1 org kembar siam

    PARADIGMA-3:
    1 tubuh + 2 jiwa + 2 roh = 1 org bencong kesurupan
    2 tubuh + 1 jiwa + 2 roh = 1 org kembar siam kesurupan
    2 tubuh + 2 jiwa + 2 roh = 1 org benc.kemb.siam kesurupn

    Ehm!
    Kesimpulan:
    1 tubuh + 1 jiwa + 1 roh = 1 org
    Pas! Tak kurang tak lebih, Kang!

    Salam Pikir Tiga!

  14. konsep tertiga
    kalo memang konsep tertiga ini ditujukan untuk konsep kristen
    apakah yesus, Allah dan Roh kudus merupakan tepat jika dianalogikan sebagai roh, tubuh dan jiwa ???
    .
    apakah Perbdaan waktu, ruang dan kekuasaan apakh bisa disatukan ??

    http://advertiseofhope.wordpress.com/

  15. Hai Ad!
    Salam kenal!

    Kita konon dicipta sesuai gambaranNya.
    Yg namanya gambaran tentu tak sungguhan presisi.
    Hubungan yg lumayan ada di halaman Pak Bustaman Ismail:

    http://hbis.wordpress.com/2010/10/10/tinjauan-filsafat-terhadap-tiga-agama-samawi/

    Salam Damai!

  16. Untuk menjawab pertanyaan :
    “Gimana tuhan ada di mana-mana padahal Dia cuman satu?”
    Sifat Tuhan ,,,,
    -Tidak terpengaruh ruang dan waktu
    jika tuhan terpemgaruh ruang dan waktu berarti dia bisa menjadi tua dan dia berarti memiliki keterbatasan,,,,,,,,, Tuhan menciptakan ruang dan waktu,,,,,,,,,,,,,,,,,
    Tuhan bisa melihat semua gerak gerik manusia dengan mudah,,,,dimanapun dan kapanpun,,,,,,,karena dia tidak terjebak dalam ruang dan waktu,….
    dialah sang pemilik ruang dan waktu,,,,,,

    • Ya!
      C7 aku!
      Tuhan hrs terbebas dari ruang dan waktu. Dan, untuk belajar memahami atau merasakan atau mereka-reka kebebasan itu, maka aku mencoba melihatnya dari diriku, tertiga itu.

      Salam Damai!

  17. Saya merasa mual sampai ke ulu hati begitu melihat film ini.
    Tak tau apa yg harus dilakukan.. kecuali menyebarkan film ini ke seluruh dunia.

  18. Nya Bener Bae ???

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s