Pada apa aku ada!


Semua yang lekat pada ku,

Dan ada di bawah kuasaku
Adalah milikku,
Yg bisa ada pd sukaku:
Kepada tubuh,
Kepada istriku,
Kepada anak,
Kepada muridku,
Kepada iblis,
Kepada hartaku, dll.
Bisa pada sukaku!

Semua yang dekat pada ku,
Tapi ada di atas kuasaku,
Adalah juga milikku,
Yg bisa ada pd hormatku:
Kepada roh,
Kepada bapakku,
Kepada cucu,
Kepada guruku,
Kepada Allah,
Kepada mimpiku, dll.
Bisa pada hormatku!

Pada apa aku ini ada,
Koq bisa memilah berkuasa?

Pada tubuh?
Yang bisa ada pada suka-sukaku?
Yg menyandang namaku dari dahulu?

Pada roh?
Yang bisa ada pada hormatku?
Yg menyandang namaku abadi nanti?

Pada apa aku ada sekarang ini… saat ini,
Selain pada jiwa sekarang ini … saat ini?

Emang,

Tadi aku tubuh,
Nanti aku roh,
Kini aku jiwa!

Aku bertumbuh,
Ke arah Dewa – sa,
Mendewa pd Yang Kuasa,
Menguasa pd yg tak berdewa.
Apa iya yah!
Hmm!

Salam Pikir Tiga!

Iklan

14 Tanggapan

  1. aku sedang berusaha mendewasakan diri…

  2. Aku adalah milik Nya, itu yang aku tahu… 😀
    emm…kang itmam ada disini jg… 😀

  3. Selamat mendewasakan diri!
    Semoga lekas dewa sa,
    Medewasakan yg lain!

    Salam!

  4. Selamat datang mahardhika!

    Ya!
    Semuanya adalah milik-Nya.
    Hampir semua kita tau itu milik-Nya.
    Yg tak tau selalu ingin memiliki semuanya!

    Salam!

  5. Assalaamu ‘alaikum

    Terima kasih telah melihat blog saya dan memberikan komentarnya.
    Tulisan itu adalah tulisan orang lain yang saya kutip. Tujuannya adalah membalas sikap kesewenang2an ‘kelompok wahaby’ yang sering mengkritik kelompok lain dan menganggap kelompok lain ‘salah’. Semacam shock therapy bahwa kelompok mereka pun ada cacatnya dan sewajarnya setiap individu dan kelompok pasti ada cacatnya kecuali mereka yang dijaga Allah.

    Untuk mengomentari tulisan pikir tiga : apakah kuku kita bukan milik kita? karena kita tidak bisa memerintahkan kuku kita untuk tidak terus tumbuh panjang. Apakah rambut kita bukan milik kita karena kita kita bisa melarang datangnya uban.

    Ya.. ya.. semua milik Allah bukan milik kita. Kita hanya diberi amanah untuk menjaga dan menggunakannya sesuai dengan apa yang Allah kehendaki.

    Pada saatnya DIA akan meminta pertanggungjawaban kita atas apa yang telah DIA amanahkan kepada kita… Takut… Karena DIA Maha Tahu, Maha Melihat, Maha Mendengar dan tidak bisa dibohongi…

  6. @Herry
    Mualaikum salam !
    &
    Salam Maya, tanpa -sari
    Maupun -pada atau -ngsari
    Maupun -ng terurai!

    Wahaby biarlah wahaby!

    Siapa yg suka mengkritik,
    Dan yg dikritik mencak-mencak,
    Maka kritik itu menjadi semangatnya.

    Siapa yg suka mengkritik,
    Dan yg dikritik geli-geli angat,
    Maka kritik itu melelahkannya,
    Kali! Coba deh!

    Salam Pikir Tiga!

  7. Salam maya juga

    tapi pengennya dengan rumantir.. Ngsari tampangnya ndeso dan yang ndeso itu banyak dicari sama bule-bule dan orang kaya.. Exotic katanya…

    Menanggapi kritik itu Buat menyenangkan saudara..

    Karena jika ada pengkritik lalu kritikannya kita cuekin, maka si pengkritik akan tambah DONGKOL, bisa kepikiran, stress, bahkan stroke…. dan cepet meninggal.

    Kritikan harus pandai2 kita saring.. Menjadi bahan instropeksi diri karena seringkali musuh itu lebih jujur dari sahabat.

  8. Hah!
    Rumantir!
    Aya aya wae!
    Ntar -sofa,
    Aya aya deui!

    Salam Maya Saja
    Kita singkat SMS
    Gitu lebih baik, kali

    Kritik itu ibarat kripik.
    Ribut di teling kita …groub..gruab ..groub!
    Sedap di telinga org … kraik …kraik …kraik!
    Bisa menyehatkan, kecuali yg telah lembab
    Pandai-pandailah menerima dan mengkritik.

    Salam Pikir Tiga!

  9. Pada apa aku ada?
    euleuh…….
    pada segumpal daging!!,

    yg jika dia itu kotor,
    maka kotorlah sepenuh dirimu,
    hingga kelak kau tercampak,
    dalam decak kehinaan,

    namun jika dia kau jaga bersih,
    maka teranglah sepanjang hidupmu,
    hingga kelak kau terhenyak,
    dalam decak kebahagiaan.

    pada hati kamu ada…
    akibat hati pula kamu tiada…
    maka, regepkeun senandung Aa..
    jagalah hati, jangan kau nodai…

    eng ing eeng…

    salam

  10. Kapal itu telah berlayar …
    Nu boga lalakon Nakhodanya.
    Yah! Eng ing eng … Tentu lah.

    Salam!

  11. Siapakah diri kita ini ???
    Sehingga dengan sombongnya selalu mengaku ngaku…
    Selalu merasa rasakan ya ya ya merasa…. segalanya

    Padahal semua sudah tertulis berjuta tahun yang lalu
    Kita ini cuma dagelan alias khayalanNYA
    Semua terjadi menurut alur cerita skenario DIA

    Semua hanya menuruti qudrat dan iradat NYA
    sehingga segala sesuatu hanya bisa terjadi karena ijinNYA
    tak ada peran kita disana dalam menentukan

    Itulah bagi yang mau berfikir tentang diri
    Akhirnya Mengerti sejatinya diri kita adalah…….
    yayaya… La Hwalla Walla Quwata……….

    Salam Sayang dalam ketiadaan

  12. @kangBoed

    Tanks!
    Salam sayang!

    Kita sedang bicara “Pada apa aku ada”.
    Bukan bicara, “Siapakah diri kita”,
    Plus kualitas-kualitasnya.

    Kita kudu lebih bisa menyelami diri sedalamnya,
    Dari pada bisa mempelajari Tuhan semesta,
    Sedang mendikte kita utk tetap sesuai Text.

    Salamaya Kang!

  13. jangan sampe lose control pada apa yg km kuasai!

    salam balik–apa aja! 😀

  14. Tanks for the warning!

    Salam!

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s