Kebenaran ada pd tiga!

Kebenaran demi kebenaran telah kita tapaki sejak SD hingga nanti. Semua pribadi-pribadi memiliki kebenaran dasar sendiri tentunya. Sebut saja kebenaran itu adalah kebenaran primitif. Kebenaran suami beda dgn kebenaran istri, beda dgn tetangga, dst. Banyak pribadi seolah merasa telah menemukan sebuah kebenaran hakiki. Banyak kebenaran yg seolah tahan uji seperti kebenaran pada dalil-dalil Fisika. Kebenaran alamiah bagai kebenaran murni yg tak terbantah, namun ternyata kebenaran-kebenaran itu pun masih terdapat banyak anomali, ada banyak paradoksal, ada banyak tak terteliti akal.

Kebenran demi kebenaran fisika terus diuji secara mikro dan secara makro ataupun secara tak terhingga. Kebenaran-kebenaran itu terus berubah sejalan dgn penemuan-penemuan alat uji yg baru. Kebenaran itu bertumbuh, bahkan jika kecepatan cahaya menjadi mudah diaplikasikan kelak, maka kebenaran Fisika klasik pd tumbang semua.

Kebenaran-kebenaran dunia tercatat dlm sejarah manusia.
Kebenaran-kebenaran ini memuat kebenaran lojik alamiah
Bercampur kebenaran-kebenaran spiritual rohaniah.

Kebenaran dunia anutan dari kebenaran-kebenaran kelompok,
Himpunan dari kebenaran-kebenaran pribadi menjadi kelompok,
Yaitu kebenaran pribadi yang bersesuaian antara satu sama lainnya.

Banyak kebenaran kelompok menjurus pd keserakahan duniawi.
Kebenaran seperti itu selalu terjungkal oleh kelompok lainnya,
Atau oleh bekas kelompoknya yg sangat setia dulunya.
Ketamakan pasti saling memakan diujung-nya.

Pertumpahan darah terjadi dimana-mana demi kelompok,
Atau demi mempertahankan kebenaran kerajaan-nya,
Atau demi penganugerahan kebenaran kuasa-nya,
Atau demi kebenaran kemerdekaan negara-nya.

Saat ini,
Kebenaran Negara adalah kebenaran kelompok kita yg termentok.
Utk negara, kebenaran pribadi kita atau kelompok kita
Harus sedikit dikorbankan demi kebenaran Negara kita.
Kita tidak bisa sembarang berkata,
“Ini tanah milik Allah!”,
Lalu kita bikin Ruko di atasnya! Wah!

Yg kita reka-reka sekarang bukanlah kedua kebenaran di atas,
Yaitu kebenaran pribadi atau pun kebenaran kelompok,
Melainkan-kebenaran Illahi, ya kan?

“Bila Allah memberikan curahan hujan dan matahari,
Walau kpd orang-orang yg membenci-Nya sekalipun”
Adalah merupakan salah satu kebenaran Illahi,
Maka kebenaran seperti ini lah yg perlu dihayati,
Kebenaran yang perlu diadopsi semaksimal bisa,
Yang tak perlu lagi harus ditegak-tegakkan lagi
Untuk menjadi rahmat bagi alam semesta!
Kan?

Di sinilah kita sering salah lingkuh,
Bahwa kebenaran yg hrs ditegagkan
Adalah kebenaran yg ada di atas kertas,
Kebenaran yg sesuai isi tempurung kepala,
Kebenaran yang pake logika-logika dunia,
Kebenaran yang harus masuk akal dan dalil!

Menurutku bukalah kebenaran yang demikian yang dimaksud,
Karena yang demikian itu terlalu cocok dgn kebenaran duniawi.
Bagi dunia, di atas kertas harus sama dlm hati boleh beda.
Bagi Allah, di atas kertas boleh beda dlm hati harus sama.

Ke dalam hati yg teduh lah Dia mau berkenan hadir,
Bukan ke dalam tempurung kepala yang penuh benar.
Kesimpulanku sementara ini adalah:

Ada Tiga Kebenaran,
Kebenaran pribadi,
Kebenaran kelompok,
Kebenaran Illahi.

Salam Pikir Tiga!

Iklan

99 Tanggapan

  1. salut dengan filosofinya.
    sangat menyentuh.

  2. Tanks Kel!

    Iyokan nan di urang,
    Lalukan nan di awak,
    Cenah!

    • Iyokan nan di urang,
      Lalukan nan di awak

      ini berkategori kebenaran pertama, Kebenaran pribadi , anda cari kawan, bila sudah kelompok, maka berkategori Kebenaran kelompok

      untuk keadaan pertama sebut sajalah egoisme, sentralistik – ini sama dengan individualisme biasa, sedangkan kategori kedua bisa disebut egoisme kelompok, bisanya terjadi pada kelompok yang memelihara ikatan primordial, seringkali berlebihan, eksklusif – polanya kira-kira sama dengan sosial-darwinisme.

  3. No subject, No punish, No. Causality it’s truth
    namanya juga proses jadi yo…. nggak ada yg bnr cm konsensus aja yang disepakati persama itu yang “benar”
    tertiga with emanation theory by aveccina

    salam kenal sob……..

  4. Salam Maya Sobat!

    Kita masih mereka-reka ttg kebenaran Illahi.
    Kebenaran mutlak hanya ada pada Allah YME.
    Sementara kita terus bergerak dari konsnsus ke
    Konsensus yang bertumbuh semakin mendekati-Nya
    Hingga kita dapat berkehidupan dengan-Nya!

    Salam Pikir Tiga!

  5. SSetuju..
    kebenaran mutlak hanya milik ALlah SWT

    Perenungan n filosof yang oke 🙂

  6. Kbenaran dtgna dr Allah..se7
    Kbnran indvidu&klmpok akn slaras dg kbnran mutlak jk mnusia mw kmbali pd tauhid yg murni
    Kholasta?

  7. Tanks ika!

    Okekan nan di urang,
    Lalukan nan di awak,
    Cenah!

    Salam Pikir Tiga!

  8. @Fiy

    Tanks oge!
    Kebenaran datangnya dari Allah.
    Kebenaran kita hrs mengacu pd-Nya.
    C7!

    Salam Pikir Tiga!

  9. Hmmm, tulisan yg sangat bermakna, jika terus diurai panjang utk mencari simpulnya.
    Sejatinya, kebenaran Illahi dan kebenaran Kelompok lahir dari pemahaman Hakaket Pribadi memahami Hakekat Kebenaran. Dimensi kebenaran kelompok, terbersit dari kompleksitas kebenaran individu-individu. Sedangkan kebenaran Illahi, lahir dari hakekat diri mengartikulasikan makna kehadiran Illahi dalam wujud sifat Illahi dan ciptaanNya.

  10. lalu kebenaran yang selanjutnya Apa?

  11. tiga kali koment

  12. tiga tiganya di moderasi

    salam kenal

  13. @intsia
    Salam Maya!
    Tanks atas apresiasinya.

    Bersamalah kita memaknai kebenaran Illahi itu,
    Pribadi lepas pribadi, kelompok lepas kelompok,
    Karena mungkin saja kebenaran itu tidak seragam.
    Dengan kata lain, bila ada ribuan jalan menuju Roma,
    Masak hanya satu jalan saja utk mendekat kepada-Nya!

    @Ilyas
    Salam Maya juga!
    Kebenaran selanjutnya adalah menjalaninya!
    Itu lebih benar dari pada hanya mengetahuinya.

    Salam Pikir Tiga!

  14. Assalamu’alaykum
    pak kebenaran pragmatis itu apa?!
    *Pusiiing pusiiing neh memaknainya* ^_^

  15. Mualaikum salam!

    Wah!
    Itu ranah filsafat kali yah!
    Kebenaran dgn bukan teory,
    Tapi pendekatan dari kerja, nyata.

    Salam!

  16. owwww gitu toh..,
    ueleh ueleh shofiy teh bodoh pak yah..,
    syukran kunjungannya ^^

  17. Wes!
    Aku juga masih bodoh loh!
    Tapi tiap orang gudang ilmu,
    Tak terkecuali tukang beling.

    Donwori!
    Bihepi aja!

    Menurutku,
    Untuk menjadi baik dan pinter dan berguna,
    Perlu banyak membaca dan banyak bekerja.
    Ada tiga “Buku Manual” penting bagi diri.

    Utk manual tubuh,
    Pelu buku Masak-memasak
    Hingga Kitab-kitab Kedokteran,

    Utk manual jiwa,
    Pelu buku Mewarnai Gambar
    Hiingga Kitab-kitab Filsafat.

    Utk manual roh:
    Pelu buku Belajar Bernyanyi
    Hingga Kitab Suci.

    Salam!

  18. Kebenaran…Cuma DIA..titik
    Kalau ada 3 kebenaran…itu bukan kebenaran…
    tapi dibenar2kan…
    Yg Benar…
    Yg Dibenarkan at dibolehkan benar..
    Beda…donk

    Pencipta
    Dicipta
    Beda donk…

    Pengada
    Diadakan

    Beda donk…

    Nggak mikir tiga…
    cuma ahad….
    Titik.

  19. Sampurasun…

    Ada 5 tingkatan kebenaran :
    1. Kebenaran yang sesat.
    2. Kebenaran yang palsu.
    3. Kebenaran yang dapat diterima oleh satu golongan saja.
    4. Kebenaran yang dapat diterima oleh semua golongan.
    5. Kebenaran sejati.

    Ada 3 tingkat keutamaan dalam bersikap :
    1. Baik, adalah sikap yang dilakukan dengan baik walaupun itu belum tentu benar.
    2. Bijaksana, adalah sikap disaat mana sesuatu yang dilakukan secara benar itu adalah kejahatan, dan disaat mana pula sesuatu yang dilakukan secara tidak benar itu adalah sebuah kebajikan.
    3. Bajiksana, adalah sikap yang dilakukan secara bijaksana dengan penuh keikhlasan dan ketulusan tanpa berharap pamrih.

    Nuhun…

  20. @Mahendra
    Sawangsulna, Kang!
    Terima kasih responnya.

    Kebenaran MENURUTMU ada lima tingkatan …
    Terkesan ada serial kemahiran dlm kebenaran.

    Menurutku,
    Boleh saja kebenaran yg sesat itu
    Kusebut kebenaran kelompok sesat,

    Boleh juga kebenaran yg palsu itu
    Kusebut kebenaran kelompok palsu,

    Demikian seterusnya dgn golongan lain
    Kurekeun sebagai kebenaran kelompok,

    Dan kebenaran kelompok terbesar bagi kita
    Adalah kebenaran negara,
    Yaitu himpunan dari berbagai bebenaran kelompok
    Atau kebenaran golongan yang ada di negara itu.

    Hal keutamaan,
    Bijaksana dan bajiksana!
    Boleh-boleh juga tuh!

    @Ayr
    Titik artinya berhenti, selesai?
    Silahkan pikir satu!

    Pikir satu lah untuk keimananmu,
    Pikir dua utk pengharapan,
    Pikir tiga utk kasih.

    Salam Pikir Tiga!

  21. mana ada 3 kebenaran.
    kebenaran yach kebenaran…
    bukan kebenaran embel2…
    kebenaran embel2 mach bukan kebenaran…

    ini lebih ngawur nich orang….
    1. Kebenaran yang sesat.
    2. Kebenaran yang palsu.
    3. Kebenaran yang dapat diterima oleh satu golongan saja.
    4. Kebenaran yang dapat diterima oleh semua golongan.
    5. Kebenaran sejati.

    udach jelas kebenaran bukan kesesatan.
    lach kok kebenaran palsu.
    kebenaran bisa diterima.nggak bisa diterima bukan kebenaran namanya.
    kebenaran sejati….
    kebenaran aja tanpa embel2…

    ALHAQQU MIRROBIKA>
    Kebenaran Hanya dari penciptamu.

    ALHAQ = ALLAH.
    TITIK tanpa koma

    Pikir AHAD….

  22. @Ary

    Kebenaranmu tak bisa kuterima,
    Kebenaranmu tetep kebenaran,
    Dan sebaliknya!

    Kaki terinjek langsung nonjok,
    Merupakan kebenaran tersendiri,
    Yang lajim pada kelompok binatang.

    Kita berharap kebenaran kita mendekati kebenaran sejati.
    Pengharapan adalah pikir dua, benar/salah, surga/neraka.
    Kau mengasihi aku, Allah mengasihimu, adalah pikir tiga.

    Gitu maksudku Bro!
    Bukan napa-napa!

    Salam!

  23. @maren
    avatarnya salah…
    itu segitiga dg empat segitiga didalamnya….
    kok empat….bukan tiga…

  24. @ Ayruel Chana
    Kebenaran memang kebenaran tanpa embel2…, tanpa harus mengatakan orang lain ngawur sekalipun memang ngawur…

    Kebenaran memang kebenaran tanpa embel2…, tanpa harus ditulis dengan bahasa Arab…

    Kebenaran memang kebenaran tanpa embel2…, tanpa harus bernafsu untuk merasa paling tahu tentang kebenaran…

    Kita hanyalah pencari kebenaran, karena sesungguhnya kebenaran hanya milik Illahi karena itu yang hakiki.

  25. @Ayr
    Wah ternyata kau jeli juga,
    Kau melihat empat segitiga
    Di dalam sebuah segi tiga.

    Itu bukan avatar,
    Katanya gavatar,
    Mana yg benar?

    Kita mulai aja
    Dari yg kecil2
    Kebenaran itu!

    Salam Maya!

  26. @esa

    Cool lebih benar
    Dari pada hot
    Pada hati.

    Salam Maya!

  27. gak usah mikir soal kebenaran boss,
    ngomongin soal mikir dulu…

  28. Maksudmu gimana Coy!
    Apa beda mikir dan nggak mikir,
    Gitu?

    Salam!

  29. waduch…gimana sich nich..

    anyone said:
    …tanpa harus mengatakan orang lain ngawur sekalipun memang ngawur…

    resp:
    so orang ngawur dipanggilnya orang hebat?
    apa jadinya dunia…..???

    anyone said:
    Kebenaran memang kebenaran tanpa embel2…, tanpa harus ditulis dengan bahasa Arab…

    Resp:
    brarti bukan bahaa arab saja…seluruh bahasa…so pakai mimik,,wach itu masih bahasa,,pakai..tangan..wach apa gunanya mulut,,pakai apa donk….???

    anyone said:
    Kebenaran memang kebenaran tanpa embel2…, tanpa harus bernafsu untuk merasa paling tahu tentang kebenaran…

    resp:
    nggak ada keinginan menyatakan kebenaran or mengungkapkan kebenaran,,wach kebenaran disimpan didalam lemari atau didalam kulkas..???

    anyone said:
    Kita hanyalah pencari kebenaran, karena sesungguhnya kebenaran hanya milik Illahi karena itu yang hakiki.

    resp:
    pencari: maksudnya tanpa yg tertulis diatas:
    1.memisah/memilah yg ngawur
    2.bahasa arab khususnya seluruh bahasa umumnya
    3.keinginan/nafsu mencari kebenaran

    waduch …bang maren gimana nich???

  30. Begini!
    Banyak kebenaran yang tidak baik.
    Banyak kebaikan yang tidak benar.

    Baik dan benar pun sebenarnya tidak cukup,
    Tapi harus juga ditambahkan “memerdekakan”.
    Begitu menurutku, Sobat!

    Salam Pikir Tiga!

  31. contoh kebaikan yg tak benar,,,(menurut manusia)..adalah memberi belanja anak sd 1 juta sehari…gitu yach…kalo itu mach bukan kebenaran itu mach kesesatan…atau juga jalan penyesatan…atau juga mendiddik anak menjadi royal de ell ell dech…
    mungkin contoh kebenaran tidak baik begini menurut manusia…. :
    Membantu si miskin dgn sumbangan….
    kalo sumbangan bertujuan untuk memotivasi si miskin untuk bisa maju…mach sah2 saja…tapi kalo bertujuan membuat si miskin agar malas..itu lain soal…

  32. yg namanya kebenaran itu dach mencakup semuanya…
    baik,bagus,merdeka,dll

  33. gezzzzz
    vee teh jadi binun

    ahh makan bakso ajah,,, sambil nonton:
    Derrida awan levi Strauss sapa yang menang,,
    hihi
    *kaburrrr

  34. @Ayr

    Bagiku,
    Baik itu bernuansa tubuh,
    Benar itu bernuansa jiwa,
    Merdeka itu bernuansa roh.

    Salam!

  35. @shofi

    Ya ya ya!
    Bakso itu konsumsi tubuh,
    Nonton konsumsi jiwa,
    Hiber kebiasaan roh!
    He he he!

    Salam Pikir Tiga

  36. Halo Maren, saya sudah klik beberapa posting… masih belum ngerti blog ini mau membahas topik apa? Maksudnya tiga-tigaan (berpikir tiga, salam tertiga dll) ini apa ya?

    apa aja asal tiga? donat juga boleh gitu?

  37. Hi, illuminationis! (elnya dua yah)
    Selamat datang di tertiga.

    Ya!
    Kita boleh bicara apa saja koq.
    Tidak harus yang tiga-tigaan
    Donat yg kau suka juga boleh
    Kali aja donat itu keren.
    Silahkan!

    Salam!

  38. Salam untuk semuanya,
    Kebenaran hanyalah satu…
    selain dari pada itu,…hanyalah pembenaran …

    wassalam………..

  39. Hi, boni!
    Aku pikir kau tak mau datang lagi.

    kau selalu bilang “Kebenatan hanyalah satu …”
    Berkali-kali kau tuliskan itu tanpa penjelasan.
    Seolah kau sedang dipaksa ngaku dua, tiga dll
    Jelaskan lah maksudmu!

    Aku berharap komenmu pd posterku yg terbaru.
    Kita tidak perlu gunakan definisi kebenaran,
    Jika itu mengganggumu berdiskusi.
    Gunakan kebetulan atau apa saja.

    Salam!

  40. hohoho..maren maren..

    blog pada umumnya dan artikel ini pada khususnya yg kamu bikin ni mang oke punya..

    bisa bikin orang2 saling berdebat
    membicarakan sesuatu yang sangat rawan..

    semoga kita semua semakin mencapai ke pemahaman yang lebih baik.

    Berkah dalem!

  41. @Bagoes
    Tanks apresiasinya!

    Kerawanan itu tergantung kita melihatnya.
    Mata kita sering kali menipu.
    Semoga semua memahaminya.

    Salam Berkah!

  42. Bagiku,
    Baik itu bernuansa tubuh,
    Benar itu bernuansa jiwa,
    Merdeka itu bernuansa roh.

    resp:
    hhhh..jiwa kan roh……
    sama wa’e…

  43. Bagiku, mereka beda.
    Bagimu, mereka sama.

    Menurutku,
    Memang ada “jiwaberoh”,
    Semacam hantu yg suka nakut-nakutin
    Dan konon bisa dibotolin, bisa surep dll.

    Dan ada “rohberjiwa”,
    Yg tak bisa diapain-apain lagi,
    Sajen pun tak suka.

    Begitu caranya,
    Bila menurutmu,
    Mereka sama wa’e.

    Salam!

  44. @ maren

    resp anda : kau selalu bilang “Kebenaran hanyalah satu …”
    Berkali-kali kau tuliskan itu tanpa penjelasan.
    Seolah kau sedang dipaksa ngaku dua, tiga dll
    Jelaskan lah maksudmu!

    Resp saya : benar aku bilang “Kebenaran hanyalah satu”
    perlukah saya menjelaskan apa itu kebenaran ?
    Dimana engkau lihat tulisan ku bernada paksaan.
    Memangnya kebenaran mempunyai arti lain,tapi kalau kau mau penjelasan,inilah penjelasan ku :”bahwa sesuatu yang dianggap benar dari masing orang dsb,itulah yang disebut dengar Pembenaran,sedangkan kebenaran adalah suatu hal yang benar setelah melalui proses penjelasan yang tak terbantahkan ,itulah kebenaran atau pembenaran2 yang di akui itu,setelah melalui proses pengujian dan sebagainya tidak terbantahkan lagi itulah disebut dengan kebenaran.

    wassallam

  45. @maren
    walech…kagak nyambung

    Bahasa lain jiwa itu adalah roh
    atau makna ruh=jiwa
    atau begini …
    bahasa arabnya = arruhhu….ruh
    bahasa indonesianya = jiwa

  46. @boni

    Hi, Bro!
    Terima kasih mau mampir lagi.
    Tinggal bang WEDUL tak mampir-mampir.
    Semoga dia lagi sibuk sekali.

    Aku tak memaksamu utk merubah kebenaranmu, Bro.
    Di sini kita tidak sedang fokus pada kebenaran Illahi.
    Pada kelompok semut ada nilai-nilai kebenaran bagi mereka.
    Pada kambing atau pada harimau ada kebenaran kelompoknya.
    Pada saat ini kebenaran entah yg mana yg kau pertikaikan.
    Seolah berdosa bila tidak melakukan kebenaran yg entah mana.

    Bila hal kebenaran Illahi, aku mah masih buta ttg kebenaran itu.
    Apakah kau tau percis kebenaran-kebenaran Illahi itu?
    Bila podo wae lebih baik kita tidak uderestimate.

    Aku melakukan pengamatan di “Apa ada yg tak ada!”
    Kutip lah mana yang tidak benar menurutmu.
    Tinggalkan dulu definisi kebenaran bakumu bentar.
    Mana yg mengandung kesalahan di artikel itu.
    Kesalahan Maya apa kesalahan Nyata?
    Yo, pindah ke poster sana!

    Salam Damai!

  47. @Ayruel

    Penjelasanku di atas mungkin utk hal kematian.
    Yang cinta kesumat dunia kusebut “jiwaberoh”.
    Yang cinta kesumat surga kusebut “rohberjiwa”.

    Di sini beda gede kehidupan kita, Fren!
    Aku terdiri dari tubuh, jiwa dan roh
    Ku uraikan tubuh, jiwa dan roh sejak awal blog.

    Kau terdiri dari tubuh dan jiwa/roh.
    Kau samakan roh dan jiwa segampang bahasa Arab.
    Pls tambahin alasanmu dari serapan-serapan pribadimu.
    Kecuali kau orang Arab.

    Salam Damai!

  48. @maren
    resp anda : Di sini kita tidak sedang fokus pada kebenaran Illahi.
    Resp saya : loch dari mana anda menyimpulkan bahwa saya sedang berbicara kebenaran Illahi…? apakah proses pembenaran untuk menjadi kebenaran yang saya kemukakan di atas tadi,hanya berlaku untuk mencari kebenaran Illahi saja ? bukankah semua pembenaran itu harus dibuktikan.ingat semua tanpa terkecuali.., apakah kebenaran yang di bilang orang anda anggap benar,tanpa harus anda periksa atau proses terlebih dahulu kebenarannya ? kalau itu yang anda maksudkan bukankah saya sudah katakan itu bukanlah kebenaran,tapi pembenaran.
    Selanjutnya saya tidak akan mengomentari hal yang anda kemukan selanjutnya,karena prosesnya itu muncul,disebabkan anda beranggapan bahwa saya sementara berfokus pada kebenaran Illahi

  49. @boni

    Baik lah bon!
    Bila ribet menggunakan kata kebenaran atau pembenaan, gunakanlah kata kesalahan atau penyalahan pada poster yg kumaksud, “Apa ada yg tak ada!”. Silahkan!

    Salam Damai!

  50. hik…..kalau kematian sudah datang…..
    yg tinggal apa saja…
    yg hilang apa…
    ??????????????

  51. @Ayrul

    Jadi gimana, Fren?
    Apakah betul itu beda gede kita?
    Kau tubu dan jiwa/roh, aku tubuh, jiwa dan roh.
    Eh, boni nang di, Frend!

    Salam!

  52. hik …kalau nyawa atau jiwa bukan roh…
    kok jiwa ada pada orang mati?hhhh..baru denger kalo orang mati itu masih ada jiwanya…..
    >>>???

  53. ada yang liat orang mati berjiwa???

  54. ikut ngerame-in…..aaahh,
    satuju lah sama kang Boni, dimana-mana juga kebenaran mah cuma satu… “kebenaran” selebihnya adalah konsensus.
    kalo kebeneran (kebetulan)?, …..itu banyaaak….
    kenapa kebenaran cuma satu ? karena yg bakal menguji dan mengukur kebenaran adalah Hakim yang satu.
    itulah jaminan kepastian hukum.

    memang, jika hakimnya ada 3 tidak tertutup kemungkinan akan menghasilkan 3 kebenaran yg berbeda-beda. mudah-mudahan manusia tidak bingung dibuatnya dan moga-moga saah satu diantaranya ada yg bertindak sbg “hakim ketua” sehingga hakim-hakim lain ‘ga saling ngotot membenarkan bahwa kebenarannyalah yang sebenar-benarnya benar. tuh khan bule aja… bingung….!

    salam

  55. @all
    Boni mana yah!

    Irwan ikut ngeramein kebenaran.
    Aku ngajak boni gunakan kata kesalahan,
    Ayrul nemu kesalahan itu, “kebenaran mesti diliat”
    Bangkai tak mungkin berjiwa, roh berjiwa, jiwa beroh?

    Rame dah!

    Salam!

  56. @all

    Tinggal WEDUL yg belum sempat-sempat ngomen.
    Aku masih berharap komentarnya;
    Terutama pd poster “Apa ada yg tak ada!”

    Salam!

  57. @Irawan Danuningrat

    memang, jika hakimnya ada 3 tidak tertutup
    kemungkinan akan menghasilkan 3 kebenaran
    yg beda-beda. mudah-mudahan manusia tidak
    bingung dibuatnya dan moga-moga saah satu
    diantaranya ada yg bertindak sbg “hakim ketua”
    sehingga hakim-hakim lain ‘ga saling ngotot
    membenarkan bahwa kebenarannyalah yang
    sebenar-benarnya benar. tul khan
    bule aja… bingung….!

    salam

    Emang agak membingungkan.
    Terlebih jika kita melihat hakim yg di ujung doang.
    Bila ttg “keputusan” yg kau maksud,
    Segala yg kuputuskan adalah tunggal,
    Keputusan tubuhku, jiwaku dan rohku,
    Aku, aku, aku juga ketiga mereka itu,
    Tak lain tak bukan dan tak ada yg walk out!

    Kepentingan tubuh,
    Beda dengan kepentingan jiwa,
    Beda dengan kepentingan roh,

    Kepentingan tubuh adalah kebaikan,
    Kepentingan jiwa adalah kebenaran,
    Kepentingan ror adalah kemerdekaan.

    Apa pun pertentangan yg kau maksud,
    Keputusan 3 hakim (ku) adalah tunggal,
    Dan terlaksana.

    Ini andai ku yg sederhana.
    Bayangkan pertentangan keputusan pada
    Tubuh yg lapar saat jiwa pun sedang lapar …

    Salam Pikir Tiga!
    NB:
    Eh, WEDUL nag ndi ya Fren!

  58. tambah lagi satu kebenaran,tidak hanya manusia yang benar,
    tapi ada juga “kebenaran ke-binatang-an”

    **salam kriput**

    • Yah!
      Kebenaran kelompok Zebra
      Beda dengan kelompok Buaya.
      Kelompok kita berdasarkan cinta
      Kelompok mereka perut, kan put?

      Salam!

  59. maaf yah,baru bisa balik lagi nih..lagi sedikit sibuk ngurusin galon,abis dari pabrik blum nyampe-nyampe.

    SETuju!!!
    kalau binatang,benar dalam urusan cinta berbulu nafsu,dan hanya mementingkan perut,perut dan perut.

  60. No Problem, Put.
    Kebenaran kelompok itu macemcem,
    Ada berdasar perut,
    Ada berdasar mata,
    Ada berdasar hati, dll

    Salam.

  61. hahaha.. sama persis.. kebenaran hakiki.. kebenaran ILLAHI hanya ada pada jiwa jiwa yang merdeka.. telanjang.. botol kosong.. yang tak pernah merasakan isinya.. hanya sebuah alat.. sebuah Dharma.. itulah hidup.. semakin hiduuup.. bertambah hiduuup… Hidup dalam Hiduuuup..
    Salam Sayang
    Salam Rindu untukmu.. 😆

  62. Ya!
    Kurasa pun begitu, Kang!

    Hanya cara dan titik pandang yg tampak beda.
    Ada yg memandang dgn satu cara dan dari satu titik saja.
    Ada juga yg doyan memandang segalanya dgn tiga dimensi.
    Mungkin begitu, loh!

    Salam Damai!

  63. hehehe… yayaya… sebenarnya saya lebih senang berkata selama masih diributkan itu adalah pembenaran demi pembenaran karena kebenaran itu hanya satu.. dan terbit dari jiwa jiwa yang tercerahkan manusia manusia yang merdeka… insan kamil… dan pada intinya ya sama saja… podo bae..
    Salam Sayang
    Salam Kangen

  64. Aku lebih setuju yg itu,
    Kebenaran hanya satu,
    Pada intinya podo bae.

    Salam Akur!

  65. Kemaren Maren Keren!
    Sekarang Maren Duren Keren Beken!

    Satu sudah benar pasti satu!
    Benar sudah satu pasti benar!

    Yang jelas satu bukan dua bukan tiga!
    Tapi satu tambah satu bisa jadi tiga belas!
    Ingat keluarga besar yang anaknya sebelas!

    Bisa juga satu tambah satu malah jadi nol!
    Naik sepeda ketabrak bus nomor 74 yang di atas itu!

    Salam tujuh puluh empat kali Tiga!
    Hasile embuh sak-karepmu.

    *kayaknya saya makin sableng kalau masuk blog ini*
    *halah… mesti segera cuci otak nih pake tiga botol*

  66. Wah!
    Mas Lambang tak lapang kali ini.

    Ku katakan, “Kebenaran ada pada tiga”
    Mereka katakan, “Kebenaran hanya satu”
    Mas Lambang, “Satu sudah benar pasti satu!”

    Aneh …!
    Aku nawar, “Kebenaran itu menyatu!”
    Apa itu akan bisa menambah sableng?

    @all
    Do we know what is the truth?
    Do we really do the truly truth?
    Fighting for loving …?
    Then be a cat!

    Salam Damai!

  67. huuuuwaaaakakakak..
    dunia bentuk.. ada benar dan salah
    dunia makna.. ada benar lan pener
    ooooooooo.. kalau di jumlah jadi tiga yaaaaa..
    Salam Sayang

    *nyengir keledai* :mrgreen:

    • @KangBoed

      Dari pada kebenaran hanya ada satu,
      Mending ada kebenaran hanya pada Allah,
      Agar kita lanjut menapaki kebenaran2 itu,
      Okeh?

      Salam hangat!

  68. Duh! Salah persepsi….

    Dikatakan, “Aku tak lapang kali ini”
    Padahal aku selalu lapang tiga kali

    Lapang di bagian atas, pikiran!
    Lapang di bagian tengah, perkataan!
    Lapang di bagian bawah, perbuatan!

    Tri Kaya Parisudha
    Tiga petunjuk kebenaran
    Berpikir, berkata dan berbuat yang baik dan benar!

    Salam Tri Kaya!

    Sableng itu hanya ungkapan pendek untuk menggantikan “Mindset saya harus diubah dari kemapanan yang ada agar selaras dengan yang tertulis di blog ini”

    I really don’t want to be a cat because it always seeking for a rat…. not love!

    Salam Damai Selalu!

    • @Lambang

      Wah!
      Berarti aku salah persepsi,
      Walau ada emergency cuci-cuci,
      Padahal kau punya lapang tiga kali,
      Pikiran, perkataan, dan perbuatan; Tri Kaya.

      Ku coba kombinasikan itu pd:
      Kebenaran bagi tubuhku adalah kebaikan,
      Kebenaran bagi jiwaku adalah kemuliaan,
      Kebenaran bagi rohku adalah kemerdekaan.

      Tanks for your honesty,
      May God be glorify through you!
      And GBU always!

      Salam Tri Kaya!

  69. Kutip:

    gak usah mikir soal kebenaran boss,
    ngomongin soal mikir dulu…
    kopi cina – Maret 25, 2009 at 10:42 e

    Yeah!
    Nggak usah mikir soal kebenaran,
    Pikir lah soal kesempurnaan, gituh?
    Mari Berpikir Timur dulu, Boss!

    Salam Damai!

  70. Hmmm…
    Sound’s like Trinity..
    Am I Right..??

    Gak setuju ah..

    Iyokan nan di urang, lalukan na di awak..
    Satuju kalau nan iko mah..

    • Iyes, yua rait iko teh!
      Iyokan nan di urang,
      Lalukan nan di awak!

      Salam at Dam ai!

    • beda dikit,
      trinity – berkonotasi percaya kepada tiga oknum, sedangkan diskusinya adalah soal sistematika bahwa kita ingin menilai yang namanya benar dikategori menurut :
      1 benar menurut pribadi, artinya kita menilai
      masing2 pribadi punya kebenaran sendiri2
      boleh sama boleh tidak.
      2 benar menurut kelompok,artinya kita menilai
      masing2 kelompok punya kebenarannya
      sendiri2,boleh sama boleh tidak,pilih mana
      suka.
      3 kebenaran Ilahiah, artinya kita menilai ada
      eksistensi ilhiah, firmannya adalah benar,
      kitabnya benar.

      dalam melakukan penilaian itu, kita terpisah dari apa yang kita nilai – ini untuk menjaga objektivitas, tetapi dalam hal ini kita tidak melihat hierarki kebenarannya, artinya manakah yang paling benar diantara ketiganya?

  71. Selamat datang Lae Zul!

    Mengapa kita perlu mencari kebenaran, dan
    Kebenaran macam mana yg dicari koq sampai mati?
    Kebenaran, kan datang dari yang maha benar, yg Illahi.

    Kebenaran pribadi itu seperti pd kanak-kanak, sederhana, alami.
    Kebenaran kelompok seperti pd orang dewasa, runyam, duniawi.
    Kebenaran Illahi itu seperti pd orang-tua, tak memihak, surgawi.

    Kebenaran pribadi bersenyerah kepada kebenaran kelompok.
    Kebenaran kelompok bersenyerah kepada kebenaran Illahi.
    Kebenaran Illahi diserahkan kepada pribadi yg berterima.

    Begitu menurutku! Muter dia, hidup dan bertumbuh.
    Ke Surga nggak boleh robongan, kan? Kudu pribadi,
    Pribadi tangguh yg menjadi rahmat lil alamin, keknya.

    Gimana, Lae!
    Menurut mu!

    Salam Damai!

    • Kita nggak perlu lagi menyalahkan Singa makan Zebra,
      Pun mengutuk hidung belang makan rumput tetangga,
      Karna semua kejadian itu diakibatkan dosa manusia.

      Salam Damai!

  72. yg 3 itu kan hasil kategorisasi nya, alias produk pikir sejauh rentang pemahaman anda ttg “kebenaran” sbg “objek analisis”.
    tp kalo “kebenaran itu sendiri” (sbg subjek), tetaplah “satu” adanya..
    mmg sih, “kebenaran” terasa mengalami pemuaian or perubahan “bobot” & “makna” bersama berjalannya waktu dan peristiwa..
    tp yg sebenarnya “memuai” or “berubah” atau bahkan “menjadi berbeda” adalah: “pemahaman kita ttg kebenaran”, terutama bila ia dikaitkan dgn yg namanya “kepentingan”..
    sedangkan “kebenaran itu sendiri”, ia tetap sbg dirinya, ya “kebenaran” itulah..
    karena tdk ada yg namanya “kebenaran” bila msh ada “yg lebih benar” ataupun “yg kurang benar”.
    “kebenaran” adalah “kebenaran tanpa embel2”, yg dipersyarati dgn tanpa hadirnya “kebenaran lain”.

  73. Hi, bon!
    Terima kasih atas tanggapannya.
    Semua kita masih mereka-reka saja.

    yg 3 itu kan hasil kategorisasi nya, alias produk pikir sejauh rentang pemahaman anda ttg “kebenaran” sbg “objek analisis”.tp kalo “kebenaran itu sendiri” (sbg subjek), tetaplah “satu” adanya..

    Sisimatika perputaran itu adalah pemahaman kita,
    Kecuali kau lebih paham pelurusan kebenaran yg tanpa embel2,
    Yang “satu” adanya, yang tanpa kepentingan apa-apa.

    mmg sih, “kebenaran” terasa mengalami pemuaian or perubahan “bobot” & “makna” bersama berjalannya waktu dan peristiwa..tp yg sebenarnya “memuai” or “berubah” atau bahkan “menjadi berbeda” adalah: “pemahaman kita ttg kebenaran”, terutama bila ia dikaitkan dgn yg namanya “kepentingan”..sedangkan “kebenaran itu sendiri”, ia tetap sbg dirinya, ya “kebenaran” itulah..
    karena tdk ada yg namanya “kebenaran” bila msh ada “yg lebih benar” ataupun “yg kurang benar”.
    “kebenaran” adalah “kebenaran tanpa embel2″, yg dipersyarati dgn tanpa hadirnya “kebenaran lain”.

    Biar lah begitu dulu adanya!
    Kurasa, kemuliaan kebenaran itu akan mengerucut seperti menjadi “satu” nantinya. Biarkan lah kebenaran itu berubah memuai menggelembung bahkan menjadi berbeda dan menyimpang jauh, karena dgn semakin jauh perbedaan dan persimpangan itu maka semakin tampak lah kemuliaan yg satu dan jelas ketidak muliaan lainnya.

    Aku suka pd kebenaran pribadi yg sederhana dan alami. Aku sayang pd kebenaran kelompok yg rumit menghidupkan pikir duniawi. Aku cinta pd kebenaran Illahi, suatu kebenaran akhir yg tak mimihak, surgawi.

    Salam Damai!

    • “… Kebenaran pribadi bersenyerah kepada kebenaran kelompok.
      Kebenaran kelompok bersenyerah kepada kebenaran Illahi.
      Kebenaran Illahi diserahkan kepada pribadi yg berterima….”

      “tradisi pikir” kita mmg terbiasa mempertentangkan “definisi”, dan sering menomorduakan “esensi”.

      jd misalnya begini:

      si budi berambut keriting dan menyadari bahwa dirinya berambut kriwil (kebenaran pribadi).
      teman2nya memanggil budi si kribo (kebenaran kelompok).
      Tuhan memang menganugerahi budi rambut yg ikal (kebenaran Ilahi).

      so, what’s the problem? itu cuma “satu” kebenaran kan..

      apakah kalo misalnya si budi “membohongi diri” dgn menyangkal ikal2 rambutnya, lantas teman2nya akan memanggilnya “si rambut ijuk”?

      apakah kalo misalnya teman2 budi memanggilnya “si jabrik” lantas budi percaya bahwa dirinya berambut lurus?

      apakah kalo si budi sekaligus teman2 budi “bersepakat” bahwa rambut ikal budi adalah lurus adanya, lantas merubah kebenaran bahwa dia terlahir kriwil?

      itu kan cuma persepsi manusia ttg kebenaran, dan persepsi takkan merubah atau membedakan “bobot & nilai” kebenaran itu sendiri.

      karena “kebenaran” takkan berubah menjadi “ketakbenaran” hanya semata2 lantaran si penerimanya tak mengakuinya sbg kebenaran.

      betapapun ia disangkal, ia tetaplah kebenaran.

  74. Sejauh ini kita masih tetap bicara kebenaran manusia dgn berbagai persepsinya, kan bon?. Kebenaran mutlak ada pd Tuhan saja, sementara kita hanya mereka-reka saja, mendekat-dekatkan diri sesuai dgn dugaan kebenaranNya.

    Kutulis di atas:
    “Bila Allah memberikan curahan hujan dan matahari, walau kpd orang-orang yg membenci-Nya sekalipun” adalah merupakan salah satu kebenaran Illahi, maka kebenaran yg seperti ini lah yg perlu dihayati, kebenaran yang perlu diadopsi semaksimal bisa, yang tak perlu lagi harus diakui atau diperdebatkan atau ditegak-tegakkan, kan?
    Tapi bila hal seperti itu bukan lah jenis kebenaran Illahi, maka kita menjadi tertantang untuk memikirkannya lagi lebih dalam dan lebih jauh untuk melebih-yakinkan diri atau untuk segera menimpang. Begitu aja kurasa!

    Salam Damai!

    • ya gitu deh Mar..
      kita mmg cuma bisa menjangkau sejauh penalaran dan pemahaman kita (yg teramat terbatas ini)..

      mudah2an hidayah, rahmat dan barokah-Nya senantiasa menyertai kita semua. amien.

      • Kurasa,
        Keterbatasan penalaran dan pemahaman kita itu ditentukan oleh keterbatasan kata-kata dan bahasa. Semakin kaya bahasa semakin kaya pikiran. Dan sebaliknya, semakin miskin bahasa semakin kerdil pemikiran. Kurasa itu benar.

        Jadi, marilah kita selalu membangun komunikasi yg baik agar senantiasa kita mencari-cari kata dan cara yg baru dan yg lebih baru lagi utk membuka cakrawala pikir agar kita tidak menjadi pandir, mono tone, menyerah kaku pd yg baku. Semua harus berubah. Tidak ada yg tinggal tetap selain firmanNya.

        Terima kasih bonK!

        Salam Damai!

  75. setuju,
    tapi kan kebenaran Ilahiyah, hanya dapat berterima dengan keimanan, kepercayaan, keyakinan, nalar (kombinasi logika dan rasa).

    bila itu diterima hanya dengan logika telanjang, tentu tidak banyak manusia yang pernah jumpa dengan ke-Ilahiyah-an, gairah spiritualisme – bahkan banyak yang tersesat kearah mistisisme.

    • Seperti pendapatku sebelumnya, Lae!
      Kebenaran itu tak datang dgn garis lurus.
      Dia datang dan pergi muter bertumbuh ke dalam.

      Kebenaran tidak menular.
      Kebenaran itu bukan dicangkok.
      Kebenaran itu anugerah Tuhan.

      Yes!
      Perlu kombinasi logika dan rasa.
      Iman, pengharapan dan kasih.

      Semua kudu dimulai dgn iman
      Dilanjutkan dgn kata pengharapan.
      Diakhiri dgn berlaku kasih, teladan Illahiah.

      Salam Damai!

  76. Dlm hal iman pun aku pernah tulis di sini:
    http://www.kangboed.com/iman-dan-percaya¬¬-kepadanya.html/comment-page-2#comment-17912
    Maren Kitatau: 15-Jul-2009 at 05:52

    Ketika kanak kita percaya apa kata Bapak-ibu.
    Ketika dewasa kita percaya apa kata Guru-guru.
    Ketika tua kita mereka-reka semua kata dgn iman.

    Jadi,
    Ketika kanak iman itu ada di mulut dari telinga.
    Semakin dewa sa iman itu numbuh ke otak dari baca.
    Semakin tua iman itu:
    – Rembes ke hati-terdalam,
    – Mencar ke rasa-terluar,
    – Berkesadaran metacognition.

    Begitulah menurutku,
    Pertumbuhan percaya itu
    Menjadi iman kpd Tuhan.

    Iman yang bertumbuh
    Mendatangkan perubahan
    Menuju ke kesempurnaan.

    Salam Damai!

  77. Filosofi tentang kebenaran yang memiliki dasar…

    Saya tak pernah ribut mencari siapa yang benar dan siapa yang salah, karena kita punya cara pandang terhadap sesuatu memang berbeda-beda, yang jelas kalau bicara tentang negara kita “kekerasan” atau “tindakan anarkis lainnya” harusnya menjadi mutlak salah!

    Kenapa? Jawabannya nggak perlu kan kita jadi korban kekerasan atau tindakan anarkis mereka?

    Hanya pendapat seorang pembelajar saja 🙂

    Thanks for this thoughtful article 🙂

  78. @PB
    Tanks for everything!

    … kita punya cara pandang terhadap sesuatu memang berbeda-beda,

    Hanya dgn perbedaan
    Maka akan ada aliran
    Menghidupkan.

    Mis:
    Perbedaan temperatur udara untuk aliran angin.
    Perbedaan tinggi permukaan air utk aliran sungai.
    Perbedaan platform utk aliran massa, agama, politik.

    Jika semua beda dipandang dari cinta
    Maka beda-gede pun tak berbahaya.
    Malah mencerdaskan, menghidupkan.

    Tanpa perbedaan.
    Semua menggenang,
    Mapan lalu membusuk.

    “kekerasan” atau “tindakan anarkis lainnya” harusnya menjadi mutlak salah!

    Ya! Anarkisme mutlak salah!
    Karena Allah mengasihi kehidupan, kebalikannya tentulah Setan, atau yg berkedok. yg gemar kepada kematian atau kebinasaan.

    Hal berdarah-darah harusnya udah selesai dari dulu karna cara itu tak menghasilkan apa-apa, selain mata-ganti mata gigi-ganti-gigi. Pekerjaan itu kerap dilakukan oleh orang-orang yg penuh khawatir kepada kelangsungan kehidupannya atau kerohaniannya. Dari dulu orang gemar saling bunuh demi ego-kebenaran pribadi yg hendak menjadi superego-kebenaran kelompoknya, kali. Maka, raja atau pemimpinnya pun lebih suka melihat orang-orangnya menggenang utk mudah dialirkan sesuka kebenarannya tentu.

    Padahal kebenaran itu bukan barang mati, kan?
    Kebenaran pribadi bersenyerah kepada kebenaran kelompok. Kebenaran kelompok bersenyerah kepada kebenaran Illahi. Kebenaran Illahi diserahkan kepada pribadi yang berterima.

    Begitu menurutku pembelajaran kebenaran itu. Muter dia karena selalu beda-beda terus sehingga terus mengalir, bertumbuh, mencerdaskan, menghidupkan.

    NB:
    Otak kita baru 10% yg ketauan fungsinya.

    Salam Damai Toss!

  79. Test format:
    https://nesia.wordpress.com/2007/05/22/karena-tuhan-itu-tak-ada-maka-janganlah-berbuat-dosa/#more-78

    Kutip:
    Boleh tak setuju dengan penggagas absurditas ini. Namun setidaknya, ada satu sindiran Albert lainnya yang semestinya kita jadikan renungan. Katanya, dan saya setuju, di permukaan bumi ini, kita lebih sering menemukan konflik antarsesama orang beriman, baik yang beda agama maupun satu agama namun lain sekte, dibanding konflik antara orang beriman dengan yang atheis. Tidakkah itu sangat aneh?

    Begitu asyiknya orang-orang beriman ini dengan perasaan paling benarnya itu, sehingga mereka lupa, “musuh” mereka sesungguhnya adalah orang-orang yang tak mengakui Tuhan.
    Konflik itu bisa sekadar debat panas di ruang-ruang obrol (chat room), sampai pembantaian buas di arena perang “suci”. Sekali lagi bukankah ini aneh?
    ===

    Kata Albert Camus:
    1. If God exists, all depends on him
    and we can do nothing against his will.

    2. If he does not exist,
    everything depends on us.

    Artinya;
    Jika percaya pd 1 atau 2, atau pd ke-2-nya
    Maka istilah dosa takkan bermakna apa2
    Harakiri dpt menjadi hak pun kewajiban

    Jika cinta:
    Kesumat pd no.1 saja itu menjadikan wayang takdir,
    Kesumat pd no.2 saja itu akan menjadi peran barbar,
    Kesumat pd ke-2-nya tak akan menjadikan apa2.

    Spt babi dan monyet tidak peduli mau jadi apa.
    Bagi mereka istilah dosa tak bermakna apa2.
    Harta-tahta-wanita = perut-taring-betina.

    Aku percaya:
    Allah berkuasa menciptakan manusia segambar dgn-Nya.
    Manusia pun mencipta robot sbg proyeksi gambar dirinya:
    Ia mampu mengolah data materil spt pd babi dan monyet,
    Tapi tak kuasa mengolah data moril spt pd manusia rohani.

    Apa bisa dipikir dan diaplikasikan bahan baku-pikir-moril itu,
    Supaya kelak robot itu biasa “mencinta atau pun membenci”
    Bisa menghidupkan/bunuh diri tanpa disain iming2 pencipta.

    Emang,
    Manusia mule bangga menjadi tuhan2-an dgn maha2-an.
    Tapi mengapa ada manusia minta bunuh diri adalah hak?
    Apa dia lebih suka jadi setan2-an ketimbang tuhan2-an?
    Berhak merusak yg dibangun atau mematikan yg hidup?

    Jadi menurutku ini benar:
    “If God exists, all depends on him
    and we can do nothing against his will.”
    Benar! Jika manusia itu dominan tubuh

    Ini pun benar juga:
    “If he does not exist,
    everything depends on us.”
    Benar! Jika manusia itu dominan jiwa

    Padahal, kita itu tubuh, jiwa dan roh.
    Jadi, janganlah kamu menyangka,
    bahwa Kitab Suci tanpa alasan berkata:
    “Roh yg ditempatkan Allah di dlm diri kita,
    diingini-Nya dengan cemburu!” [Yak. 4:5].

    Latihan jasmani sedikit saja gunanya,
    tetapi latihan rohani berguna dlm segala hal, sebab
    mengandung janji utk hidup masa kini dan yg akan datang.

    Kecelakaan latihan itu kerap ada pd pd org2 yg ngaku beriman.
    Yg “beriman” mengaku-aku telah tau jalan kebenaran yg lurus
    Ahteis tak mau jadi sparing partner latihan jalan rohani ini.

    Maka sindiran Albert Camus itu wajar:
    Kita lebih sering menemukan konflik antar sesama org beriman,
    Baik yg beda agama maupun yg satu agama namun lain sekte,
    Dibanding konflik antara org yg beriman vs yg atheis.

    Yg Atheis tidak memerlukan latihan kebenaran rohani.
    Yg “beriman” spt wajib menelusuri kebenaran macam itu,
    Tapi kebenaran macam mana yg dicari2, koq sampai mati2?

    Salam Damai!

    • “Kita lebih sering menemukan konflik antar sesama org beriman,
      Baik yg beda agama maupun satu agama namun lain sekte,
      Dibanding konflik antara org beriman dgn yg atheis.”

      setiap konflik terjadi
      bukan karena iman dan atheis
      melainkan semata karena
      adanya cinta dan benci

      tabik!

      • Ya!
        Kerja yg berlawanan itulah konflik
        Antara memuja vs menista itu konflik
        Spt mencinta vs membenci adalah konflik

        Lalu, Tan!
        Mengapa cinta itu jatuh, mis.jatuh-cinta
        Mengapa benci itu naik, mis.naik-pitam?
        Aneh bila dikata naik-cinta / jatuh-pitam!

        Salam Damai!

      • Lalu, Tan!
        Mengapa cinta itu jatuh, mis.jatuh-cinta
        Mengapa benci itu naik, mis.naik-pitam?

        Jatuh, artinya ke bawah, merendah, ke fitrah
        Naik, artinya ke atas, merasa kuasa

        jatuh hati, egonya disimpan di dasar
        naik pitam, egonya melambung lewati nalar

        Jatuh Bangun? itu mah Kristina…..qiqiqi

      • Kerja yg berlawanan itulah konflik
        +++++

        ah….masak iya sih Om?
        kayaknya ga selalu yg berlawanan itu konflik,
        terkadang berlawanan itu malah sinergis …..
        Bukankah yg memberi sama yg menerima, itu bersinergi.
        Begitu pula penyuap sama penerima gratifikasi
        dlm kasus lain,
        kutub negatif justru bersinergis dgn positif
        dan kutub positif berkonflik dgn kutub positif

        eh….tapi sekarang khan era LGBT ya….
        positip lengket sama postitip
        negatip asyik sama negatip

        hadeeehhhh……

      • Kerja yg berlawanan itulah konflik
        +++++
        FC: ah….masak iya sih Om?
        MK: Iya!

        FC: kayaknya ga selalu yg berlawanan itu konflik,
        MK: Yg nggak berlawanan itu selaras namanya!

        FC: terkadang berlawanan itu malah sinergis …..
        MK: Ya! Membuat hidup!
        Konflik yg kecil itu menghidupkan
        Konflik yg besar itu namanya konslet

        FC: Bukankah yg memberi sama yg menerima, itu bersinergi.
        Begitu pula penyuap sama penerima gratifikasi
        dlm kasus lain,
        kutub negatif justru bersinergis dgn positif
        dan kutub positif berkonflik dgn kutub positif

        MK: Ya! Kita pernah diskusikan beda2 itu di gait:
        https://tertiga.wordpress.com/tertiga-guide-tubuh-jiwa-roh/#comment-2380

        FC: hadeeehhhh……
        MK: Pelan-pelan, Tan!

        Salam Damai!



  80. Utk kebenaran macam itu,
    Maka kemanusiaan hrs menjadi sangat penting di atas agama,
    Karena kita telah lelah mati2an mencari kebenaran utk menang,
    Dah tahu, bw Tuhan mencari umat utk tenang, bukan utk perang.

    Kemaren kita tau:
    – Kalah jadi abu
    – Menang jadi arang
    – Kayu bakar jadi habis

    Apa enak?

    Tapi sekarang kita lupa:
    Teror malah berpencar ke seluruh mana2
    Mesin2 perang malah berkumpul di Syria

    Apa nikmat?

    Lebih sedap sisa waktu ini memerangi diri sendiri
    Perang antar keinginan tubuh vs keinginan rohani
    Antara mamuliakan diri vs menyangkal diri sendiri

    Antara menghindari beban vs memikul salib sendiri
    Antara jalan di jalan bernikmat vs jalan yg berhikmat
    Dgn komando jiwa yg berpengalaman terhadap iota dosa

    Semoga jiwa menang
    Merdeka bahagia
    Salam Damai!

    • “Lebih sedap sisa waktu ini memerangi diri sendiri
      Perang antar keinginan tubuh vs keinginan rohani”

      +++++

      Betul, Nabi Muhammad SAW bersabda:

      أَفْضَلُ الْجِهَادِ أَنْ يُجَاهَدَ الرَّجُلُ نَفْسَهَ وَ هَوَاهُ

      (Jihad yang paling utama adalah seseorang berjihad [berjuang] melawan dirinya dan hawa nafsunya).

      Diriwayatkan oleh Ibnu An-Najjar dari Abu Dzarr Radhiyallahu anhu. Juga diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dan Ad-Dailami. Hadits ini juga dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Shahih Al-Jami’ush-Shaghîr, no 1099.

      Sumber: almanhaj.or.id/5063-melawan-hawa-nafsu-jihad-terbesar.html

      • Ada dua jenis pandang pd manusia.

        Pandangan atheis:
        Pd dasarnya manusia itu baik,
        tapi dimungkinkan berbuat jahat.

        Pandangan agamis:
        Pd dasarnya manusia itu jahat,
        tapi dimungkinkan berbuat baik.

        Jadi betul sabda Muhammad itu:
        Jihad paling utama adalah
        berjuang melawan dirinya.

        Salam Damai!

  81. @fanya cinthya – Januari 12, 2017

    Mengapa cinta itu jatuh, mis.jatuh-cinta
    Mengapa benci itu naik, mis.naik-pitam?
    +++++++
    FC: Jatuh, artinya ke bawah, merendah, ke fitrah
    Naik, artinya ke atas, merasa kuasa

    jatuh hati, egonya disimpan di dasar
    naik pitam, egonya melambung lewati nalar

    MK: Keren juga tuh, ide mu Tan! Dan lagi:
    Cinta itu bermula dari Allah, dari atas ke kita (buah2 roh)
    Benci itu bermula dari Iblis, dari bawah ke kita (buah2 daging)

    xxxxxxx
    From fanya cinthya on (2/2) Mati
    – Januari 12, 2017 pada 13:39 e

    Ku yakin, Allah akan tetap geram kpd Adam yg melanggar perintah-Nya, walau semua materi Taman Eden diserahkan kembali oleh Adam kpd Allah, ya, kan?
    +++++++
    FC: sangat tidak setuju!

    MK: Loh! Lalu, kemana Taman Eden itu?
    Mengapa kini kita ada di Kebon Edan!

    FC: Allah-ku bukan Sang Pendendam.
    Dia Maha Pemaaf dan Pengampun

    MK: Ya! Karna …
    Yg terbesar dari Allah itu ialah kasih
    Dosa sebesar apa pun harus diampuni-Nya,
    Agar manusia menjadi suci di Surga yg suci.

    Bagai mana cara kita menjadi suci?
    Hal surgawi itu beda dari hal duniawi.
    Jika hal itu sama, manusia bisa jadi suci

    Yakinlah, Tan!
    Cara itu bukan bisa dgn rekayasa manusia.
    Bukan cukup dgn nyembah-nyembah & minta ampun2
    Tak bisa dgn kekayaan duniawi atau kehebatan mandiri

    Apa bisa dgn mengakui kehebatan kitab suci?
    Dan atau dgn menjalankan 10 perintah Allah?
    Kurasa tak lah! Tak ada manusia mampu suci.

    Satu saja larangan kpd Adam & Hawa, mereka gagal.
    Apa dgn me-ribu halangan kpd kita bisa selamat?
    Jika bisa, keselamatan itu hanya rupa ecek2.

    Percayalah!
    Keselamatan adalah anugerah Tuhan
    Karena kasih-Nya Dia turun [Yoh.3:16]
    Menyelamatkan kita manusia pendosa ini.

    Dia membawa Allah kpd manusia
    Utk membawa manusia kpd Allah

    FC: bukan pura-pura memaafkan
    dan suka mendendam

    MK: Bukan!
    Dia sungguh memaafkan org yg bersalah kpd-Nya.
    Kita pun diajarkan hal yg sama spt pd Mat.6.12, dan
    Kasihilah musuh-mu dan berdoa-lah bagi mereka Mat.5.44

    FC: Luar biasa bukan?
    MK: Ya! Luar biasa!
    Yesus menyelamatkan kita
    Yg tak percaya pasti binasa!

    (Itu Yoh.3:16 lagi)

    Salam Damai!

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s