Inspirasi (Sasie Kirana)!

Inspirasi ini karna Sasie Kirana yg tak kukenal itu telah pergi. Pantesan dia diem aja, berkali ku kunjungi blognya diem. Kuperkirakan dia seperti Agnes Monica lah utk memudahkanku. Detail info ada pada Nug, Ayah Mayanya, yg dipanggil Dad. http://tulisannugroho.wordpress.com/

Ketika itu dia mungkin sedang sakit, tapi masih tetap membagi cerita ceria kepada teman-teman lamanya. Sementara aku baru mau mengucap “Salam Maya” kepadanya, ingin berbagi cerita dan pengalaman bersama juga. Saat itu Dia baru saja menerbitkan artikelnya yg terbaru pd 3 April 2009, yg meminta kita berbagi inspirasi dan bersahabat di dunia maya yg sempit dan luas ini. Artikel diterbitkan selepas memperoleh penghargaan dari IBSN (Indonesian Beautiful Sharing Network) dari Nug, Ayah Mayanya itu. Hadiah itu memang pantas diberikan kepadanya dan disebut oleh pemberinya sebagai “Inspirational & Friendship Blog Award”.

Dgn separuh serius dan sedikit ingin ramai-ramai di blognya, aku separuh bercanda membagi inspirasi ttg cerita mengapa “Monyet bisa jatuh”. Motifku, jangan ia terlena dgn pujian dan sanjungan, walau mungkin dia lebih tau mengantisipasi kekhawatiranku.
Begini posterku padanya:

Maren Kitatau | April 3, 2009 at 5:55 pm
Salam Maya!

Aku mau bagi inspirasi dari monyet jatuh.
Tadi hal ini telah aku tuliskan somewhere.

… ternyata yang membuat monyet bisa jatuh
Bukan karena dia lapar dan atau ada angin kencang,
Tapi justru karena dia kenyang, angin sepoy-sepoy.

Ngantuk …! Seresek …! Gedebluk …! Jatuh lah.

Semula aku kaget,
Kemudian aku heran,
Dia kaget juga,
Tapi tidak heran …!
Ha ha ….
Dia segera memanjat.

Aku tak heran lagi sekarang.
Banyak pemimpin dan idola di pucuk sana
Gedebluk karena asyik sedap-sedapan.
Salam Pikir Tiga

Lalu segera kutambah,
Agar klop sbg inspirasi,

Maren Kitatau | April 3, 2009 at 5:59 pm
Maksudku,
Yg punya keahlian dan pegangan kuat pun bisa jatuh,
Apa lagi yg nggak punya pegangan apa-apa
Lebih gampang gedebluknya!
Salam Nambah!

Pujian dan sokongan terus mengalir kepada Sasie,
Mengacuhkan inspirasi monyetku yg kupikir lucu dan penting.
Lalu kuulangi lagi sari-sari monyet itu dua hari kemudian:


Maren Kitatau | April 5, 2009 at 8:15 am
Aku masih sering senyum
Membayangkan monyet jatuh itu.

Tupai jatuh ada peribahasanya,
Monyet jatuh pan belum ada.
Salam Pikir Pikir!

Curhatku ternyata gagal maning. Dicuekin oleh kelompok Sasie, dan Sasie justru menernerbitkan artikel baru “Catatan Tertinggal (6 April 2009). Pujian dan sokongan terus mengalir mengacuhkan inspirasi monyet jatuhku. Lalu aku keki dikit, dan juga jangan sampai Sasie jatuh sepoy-sepoy pikirku. Kutulis lagi yang itu-itu juga, berharap ada tanggapan atau kunjungan balasan:


Maren Kitatau | April 7, 2009 at 10:24 am
Ati-ati Sis!
Monyet jatuh tea …
Salaman!

Juga tak ada yg nyenggol,
Tak ada yg senyum,
Kunjungan pun tak berbalas,
Apa ada yg tak beres pada ku…?

Pada kunjungan ku yg selanjutnya aku bingung,
Semua pemujanya mengucap selamat jalan,
Kemana? Kupikir itu bercanda, karena Sasie pandai berkata.
Hampir aku bercanda lagi pd Sasie.

Lalu aku serius lagi ingin menyampaikan inspirasi dari wanita.
Kali ini yg paling serius dan aptudet ttg Susan Boyle:


Maren Kitatau | April 20, 2009 at 9:15 pm
THIS IS MY COMENT TO SUSAN BOYLE
(Perempuan ini sangat memberi inspirasi!)

Pada saat itu, hanya saat itu loh,
Semua kita ketawa dgn benar.
Ketawa yg bener bahagia.

Sabodo dibilang gila,
Bila ketawa sambil pilu,
Mentertawakan diri sendiri.

Hatiku penuh,
Pikiranku kosong,
Pada situasi itu.

Kuliat semua – mungkin juga dunia-
Mentertawakan diri sendiri.
Menyaksikan Susan kampungan itu
Memukau kita, utamanya Simon Cowell
Juri “sadis” the American Idol itu.

Perhatikan Simon dlm mengambil nafasnya.
Maksudku tarikan panjangnya di akhir 20 detik.
Perhatikan Piers Morgan menelan ludahnya,
Dan menopang dagunya dlm berkomentar,
Bersandar menyentak bembesarkan paru,
Sembari menarikan air yg tergenang
Yg hampir tumpaah dari matanya.

Berkali ku replay video ini,
Berkali pula aku ketawa lemes
Pada diri yang sempat sinis.

Walau demikian tetep awas,
Yang tadi itu selalu daging,
Yang nanti akan selalu roh.

Susan Boyle telah menginspirasi kita
Utk tidak selalu ber-underestimasi.
“In every thing I see,
I must see something good”

Salam!

Pls click to see Susan Boyle

Begitu hebat inspirasi itu,
Masih tak ada respon dari Sasie,
Pun dari para idolanya dan dan dan
Ternyata dia telah meninggal dunia
Pada tanggal 21 April 2009
Kangker ganas stadium 4B (kutip: Nug)

Berarti candaku semua diterima pd sakitnya
Sambil berbaring di atas tempat tidurnya.
Bersama Kangker yg sudah tak tertahankan
Menggerogoti tubuh Sasie ini…

Menurut email terakhir kpd Nug,
Yang dikirim oleh yg diamanahkan,
Saat itu adalah pengobatan terakhirnya
Karena biaya dan juga keteguhan hatinya
Yang telah berdamai dgn Ayah kandungnya.
Mungkin damai itu tak mau rusak lagi …
http://tulisannugroho.wordpress.com/2009/04/21/ibsn-surat-terakhir/

Semua pemujanya meratap sedih hingga kini, aku pun.
Lalu aku berpikir lagi sekarang ttg “tadi”,
Untuk apa kita bersedu,
Pd kepompong yg jadi debu,
Kupu-kupunya telah merdeka!

Kepada Sasie yg terhormat
Perjuanganmu telah tammat
Engkau telah menginspirasi kami
Engkau penuh membagi wana-warni
Tanpa pilih-pilih dan tanpa pamrih.
Damai telah kau peluk,
Pergilah-pergi dan …
Kubayangkan kini kematian itu
Seperti animasi ini,
Seperti syair-syairnya.
Seperti “Dust in the wind!”


I close my eyes
Only for a moment and the moment’s gone
All my dreams
Pass before my eyes a curiosity
Dust in the wind
All they are is dust in the wind

Same old song
Just a drop of water in an endless sea
All we do
Crumbles to the groun though we refuse to see
Dust in the wind
All we are is dust in the wii … nd
Ooh Hoho …

Now, don’t hang on
Nothing last forever but the eart and sky
It slips … away
And all your money won’t another minute buy
Dust in the wind
All we are is dust in the wind
Dust in the wind
Everything is dust in the wind.

Let us sing it for ourself!

Yah ya ya!
Semua kita bagai debu dalam angin.
Mengapa harus debu bila bisa menjadi angin?

Cukuplah kematian sebagai penasihat …(ungkap Sasie)
Agar arah pemikiran segaris “happy ending”,
Yakni mati keren!

Salam Inspiratif!

Iklan

32 Tanggapan

  1. Beberapa tulisan terakhir Sassie pun dilakukannya menggunakan notebook dari atas tempat tidurnya.

    Diantara perjuangan menahan sakit yang kadang membuatnya muntah darah dan pingsan, dia selalu berusaha menebarkan aura positif dan tak ingin menebar kesedihan. Pengakuannya tentang penyakitnya, benar2 dilakukannya diujung masa hidupnya dan setelah itu ia pun tetap mencoba memberi dan berbagi pada semua kita untuk bersemangat dan berani serta ikhlas menjalani kehidupan dan kematian. Sesuatu kontribusi yang sangat inspiratif dan luar biasa dari Sassie untuk kita semua…

    Salam inspiratif juga.. 🙂

  2. Subhanalloh…..

    *menitikkan air mata….

  3. salam pikir tiga…. sekarang uda jelas kn?? untuk itu sasie nya di mahapkan kn?? hehehe
    mungkin klo sy jadi sasie pasti bingung dengan canda’annya, sungguh bahasanya membutuhkan pemahaman yg cukup tinggi, sy aja kadang masi bingung?? hehehe…
    smg sasie mendapat tempat yg baik di sana, AMIN ^_^

  4. @Mas Nug
    Terimakasih atas informasi tambahannya,
    Sasie kini bebas dari derita
    Dan semangatnya masih tinggal pd kita.

    @shofiyah
    Salam jumpa dlm duka.
    Kalimatmu pendek selalu.
    Padahal tulisanmu-bagus-bagus.
    Pls tuangkan hal inspiratifmu disini, Mba!
    Sesekali!

    @mahardikha
    Semoga semakin tak bingung,
    Walau kadang aku pun bingung,
    Tak percaya pada tulisanku.

    Beriku inspirasi mati yg sangat dalam,
    Kuterjemahkan dari Bahasa Inggris.
    Mari kita bingung!

    ***
    Dari:The Prophet
    Oleh: Kahlil Gibran
    ***
    M A T I

    Kemudian Almitra berkata,
    “Kami minta sekarang tentang Mati”

    Dan Sang Nabi berkata:

    Kau akan tau rahasia mati.

    Tetapi bagaimana kau akan menemukannya selain
    kau cari di dalam hati kehidupan?

    Burung Hantu dgn mata-terikat malam
    adalah buta di dlm siang
    dan tak dapat mengagumi misteri cahaya.

    Jika kau sungguh ingin berpegang pd semangat kematian,
    bukalah hatimu lebar-lebar untuk tubuh kehidupan.

    Karena kehidupan dan kematian adalah satu,
    bahkan sungai dan laut pun adalah satu.

    Di kedalaman pengharapanmu dan gairahmu
    ada terbaring pengetahuan sunyi
    yang melampaui segala akal.

    Dan seperti bibit sedang bermimpi di bawah lapisan tanah,
    hatimu pun sedang bermimpi musim buah.

    Percayalah pd mimpi2 itu,
    karna di dalam mereka
    tersembunyi gerbang menuju kekekalan.

    Ketakutan-mu tentang mati ada,
    tapi hanya bagai kegelisahan se-org gembala
    ketika berdiri di depan raja
    yg akan menumpangkan tangan pd-nya
    utk suatu penghormatan.

    Adalah desir kuduk,
    bukankah kegirangan di dlm kegelisahan itu,
    bahwa dia akan memakai lencana raja?
    Bukankah ia lebih penuh pikir pd kegelisahannya?

    Karena apalah mati selain utk berdiri
    telanjang di angin, melebur di matahari?

    Dan apalah hembusan nafas terakhir itu,
    selain membebaskan jantung dr kerja tanpa lelah,
    bahwa nafas dapat bangkit dan mengembang
    dan mengapai Allah yg tak terhindarkan?

    Hanya dgn minum dari sungai ketenangan
    engkau dapat sungguh bernyanyi.

    Dan ketika telah tiba di puncak gunung,
    barulah engkau mulai memanjat.

    Dan ketika bumi menagih tubuhmu dibungkus erat,
    barulah engkau sungguh dapat menari.

    Salam!

  5. ummm..
    pengagum gibran rupanya..SAng nabi tea!
    pantess… ^_^

    KAdang kata tak perlu di ungkap pak maren bagi kaum hawa culup diam dan isak tangis maka orang sok teguh seperti pak maren pun bisa luluh…kan?? ^_^ (he he he )

    Salut dengan teman mayaku yang satu ini, dibalik keteguhannya tersimpan kelembutan hati abadi…

    *Ahh kangen dongeng kuda putih yang telah bawa mitrha ke lembah hina..ternyata*

  6. Soale kan,
    “In everything I see,
    I see something good”, gitu loh!

    Aku kagum juga pada mu.
    Taft and commited!
    Hanya soal salam:

    Kadang ada
    Kadang ngaco,
    Kadang separuh.

    Pekik Salam!

  7. Sasie telah memberikan nilai pada hidupnya tentang pelajaran hidup dan kehidupan…

    Kita hanya perlu untuk mau belajar…

  8. Kurasa,
    Bukan hanya perlu,
    Tapi hrs bisa lebih dari,
    Kan?

    Salam!

  9. G sngaja googling pake kata ‘inspirasi’ bisa nyampe k sini…
    Aq tau ama sasie dari my.opera skitaran awal tahun kmaren…
    G pernah nyangka klo almarhumah kena kanker…
    Trakhir dia muncul d opera buat kasih salam2 waktu idul fitri…
    Hmm…
    Kirana…

  10. Gelitik dari segmen “Monyet Jatuh”
    Mimpi apa monyet itu, yah?
    Tapi dia tidak heran.

    Anakku SD pernah jatuh dari tempat tidur,
    Dia segera terbangun lalu duduk garuk-garuk.
    Artinya dia bingung dan heran … koq jadinya begini! (Mungkin)
    Lalu dia naik, tidur lagi tanpa bisa di interogasi.

    Lama kemudian, ketika aku mencipta syair lagu “Tertiga”
    https://tertiga.wordpress.com/2009/02/16/tertiga-pesona-esa-saksi-aksi/
    Aku interogasi dia tentang mimpi-mimpinya.

    Tanyaku, “Pernah kah JC melihat dirimu sediri dalam mimpi?
    Lama dia berpikir mencari-cari mimpi-mimpinya yg berkesan,
    “Tak pernah!” Katanya singkat.
    “Kau tak pernah mimpi berlari dgn slow motion gituh,
    Atau mimpi memanjat pohon atau mimpi jatuh?” Sergahku lagi.
    “Oh! Ya! JC pernah mimpi manjat tebing es entah dimana itu,
    JC lihat teman-teman JC masih ada dibawah semua,
    Yang sebelah kanan ada orang yg sudah dekat JC,
    Lalu JC menambah langkah naik dgn mengayunkan apa tuh namanya palu kampak (Ice Axe) berkali-kali, dan sepatu yg ada duri-durinya itu (Crampon) JC tendang-tendangkan begini, lalu naik lagi, eh pas nyape atas banget esnya kurang kuat mungkin dan JC jatuh bersama bongkahan es itu dan terbangun. Eh, rupanya JC jatuh dari tempat tidur. Lantainya dingin sekali!”
    “JC pake baju apa waktu manjat tebing es itu!” Tanyaku ingin tau.
    “Rasanya JC pake …pake baju garis-garis biru yg …dst”,
    Banyak ditel yg dia jawab tegas dan beberapa tidak tau ditelnya.
    Entah apa lagi yg kupertanyakan padanya dan dia jawab yg dia alami.

    Sekarang aku tau:
    !. Dia pernah melihat dia di dalam mimpi.
    2. Tebing es itu Himalaya atau apa pun bisa saja didapat dari filem.
    3. Es itu mungkin lantai kamar dgn stelan suhu AC terrendah saat hujan.

    Yang ragu kutau:
    1. Saat kapan dia memulai bermimpi itu.
    – Apakah mulai sesaat sebelum jatuh
    – Atau sesaat setelah jatuh,
    – Atau sesaat sebelum menyentuh lantai dingin itu.

    2. Berapa detik kah kejadian itu?
    – Lebih dari satu detik?
    – Kurang dari satu detik?

    3. Kenapa dia bisa bercerita banyak sekali?

    akan berlanjut ..

  11. hmmmm..,

    *numpang ngomong itu doank*

    he he ^_^

    sudah sampaikah risalah ku pak maren??jadwal kajian itu lowhhh….

    • Aku kan sudah merdeka,
      Napa dijadwalin lagi, vee!

      Salam!

  12. Aku pernah mìmpi lari d rerumputan trz jatuh eh hbs jatuh d mimpi aku bangun..kayak bnr2 ngrasa jatuh..kyk nyata..,
    *skali2 dtg kaj dung pak 🙂

  13. Kurasa yang begitu bukan mimpi.
    Yang seperti itu ngantuk namanya.
    Kuliah tergopoh2 nyampe kelas ngantuk.
    Yang jatuh adalah pulpen yang bangun kau!
    Reply lagi lah “I Dream a Dream” supaya ahli hehehe!

    Salam!

  14. sebenarnya seh mau pamitan…shofiy pamit dulu yah..,pak maren!

    SEMANGAT!!!!!! ^_^

  15. Bade angkat kamana pamitan sagala!
    Aku-mu belum nyambung,
    Blogmu masih buka.

    Selamat apa yah!

  16. Pak maaf shofiy tidak mentolerir kata-kata yang kasar di blog shofiy.., jadi komentar antum saya hapus…,

    ummmm…,
    Aku ku biar aku yang tahu…, terimakasih atas semuanya pak maren.., salam buat JC juga.., eh JC umur berapa?? pasti lutu…

  17. Terima kasih kembali!, Mba!
    Maaf bila banyak kata yg menyinggung.
    Hapuslah dan Selamat berjuang!

    Semoga engkau lekas merdeka penuh nanti.
    Semua yg pahit anggap aja jamu kehidupan, ya.
    Semua yg manis jangan langsung telan, ati-ati!
    Itu saja!

    Salam Pikir Tiga!

  18. isinya bagus

  19. Tank!

    Apa produk asuransi terbaru,
    Mba, Bu, Pak, Sir, Kang, ahh!?

    Salam!

  20. Met malem @Maren Kitatau

    • Mualaikumsalam, Kang Haniif!
      Mangga calik, ngopi saudud!

      Salam Suka!

  21. Salam Kenal

    • @lovepassword

      Please come in, Love!
      I hope you not only love pasword,
      But also love komunitas dunia maya.

      Salam Kenal!

    • Love!

      Kemon dong Love …!
      Ntong nangtung ngagalantung wae,
      Siga “Met malam” nggak sempat ngudud!

      Aku punya mainan baru,
      Cermin kemaluan …hehehe!
      Kemon, opinimu!

      Salam Kenal Ulang Love!
      Salam Sayang Kang Haniif!

  22. Bagaimana kalo kita kenalan sekali lagi : SALAM KENAL Maren Kitatau. Hi hi hi.

    • Tak boros tuh!

      Aku Maren Kitatau,
      Jantan tidak betina tidak.
      Manusia lah!

      Salaman!

  23. Astaga kau jantan tidak betina tidak? Hik hik hik

    • Ku tau kau jantan.
      Bukan pejantan.
      Bukan aduan.

      Semoga aku benar.
      Heheh!

      Salam Sayang!

  24. […] NB: Fay sobat yg masih marah kepadaku. Karena aku terlalu menghinanya??? Aku sih sayang sip aja kepadanya! Sorry, Fay! You are in my prayer! https://tertiga.wordpress.com/2009/04/27/inspirasi-sasie-kirana/#comment-239 […]

  25. Kubaca ulang tulisan ini dan tulisan Sassie Kirana. Aku tak kenal siapa dia, tapi sama seperti kehilanganku pada mbah Marijan aku mendadak merasa kehilangan.

    Selamat Jalan Sassie… Semoga semua karyamu menginspirasi kita semua.

    • Begitulah, Brat!

      Kita pun tak kenal siapa Prita dan mana Buaya.
      Tapi dunia maya bisa menyatukan cita dan rasa.
      Dunia reka-reka, merasa-rasa, mejadi sempurna.

      Salam Dahsyat Brat!

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s