Berpikir atau berakal atau …

Aku pernah liat filem dokumenter di tp, segerombol burung Sea Gull sedang bertelur di rerumputan sekitar pantai berpasir. Seekor induk Sea Gull mengerami tiga butir telur. Pagi itu menetas satu, Iduknya girang lalu terbang mencari ikan segar utk diri telah menahan lapar dan utk anaknya yg baru nongol. Sebelum Induk itu kembali kesarang , telur kedua menetas. Adiknya ini sama besarnya dgn yg menetas tadi, sama juga coraknya dan suaranya. Pengamat memberi tanda beda warna dgn StabiloBoss pada sisi sayap anak-anak itu. Induk yg sedang girang itu tiba dgn penuh makanan diparuhnya. Anak no.1 diberi makan terlebih dahulu, sisa makanan diberikan kepada anak.no2. Selalu begitu, hari kedua, urutan pemberian makanan itu juga demikian, anak no.1 diberi makan terlebih dahulu lalu sisa makanan dlm tembolok diberikan kepada anak.no2.

Di pagi hari ke tiga lahirlah anak no.3, si Bungsu, saat Ibunya pergi lama – mungkin ngerumpi dulu dgn nelayan – mencari teri di pantai. Ibu yg girang itu tiba dgn lebih penuh makanan di mulutnya. Anak no.1 diberi makan terlebih dahulu, anak no.2 diberi makan kemudian dan sisanya tidak ada untuk si Bungsu. Si Bungsu tak makan hari itu, mungkin karena si Ibu salah itung atau si abangan-nya terlalu rakus dan deras pertumbuhanya. Ke esokan harinya sistem distribusi ransum itu pun begitu juga, sama, selalu si abangan duluan secara urut seolah tau kode warna yg diberikan peneliti. Hari itu si Bungsu hanya kebagian kuahnya doang beberapa leleran lender teri, kuah tanpa ikan. Dia terus menangis mangap-mangap sementara abangannya telah nyenyak tidur. Anak no.3 tak makan juga hari itu, walau dia meregangkan lehernya paling panjang, walau dia telah berupaya mangap paling lebar, walau dia telah jinjit paling tinggi di tepi sarang. Begitu seterusnya, si Bungsu itu hanya beroleh lelehan lender dan mungkin ludah doang dari paruh Ibunya. Sedih aku melihanya, kasihan aku mendengar jeritnya, tapi Ibunya tetep tak mikir apa-apa kletannya, entah lah. Memprihatinkan.

Di pagi hari ke tiga atau empat kali, rupanya si Bungsu tak kuat lagi berupaya sia-sia. Si Bungsu itu keluar meninggalkan abangannya “gontai” secara ragu-ragu, dia tak lagi berharap menanti Ibunya tiba membawa teri utk nya; Dia langkah tiga langkah ke luar balik lagi ragu. Si Bungsu itu ngider kesana kemari mencoba mencari Induk yg mau merawatnya atau membaginya makanan. Di sekitar saranng itu banyak Sea Gull lain yg sedang mengerami telurnya. Si Bungsu mendekat sarang lain, tapi diusir oleh Induk yg sedang mengerami. Di usir di sini, diusir di sana, dipelototin di sana-sini, linglung dan lapar mencari Induk Semang yg rela pada nya. Setelah capek, si Bungsu mojok agak di belakang sarang yg sedang dierami. Sempat di pelototin si pemilik sarang sebentar, lalu dibiarin karena mungkin itu bukan ancaman dan juga males menoleh kebelakang terus mungkin. Saat induk itu pergi terbang mencari ikan karena ada satu telurnya yg baru menetas, si Bungsu berani mendekat ke pinggir sarang itu, lalu masuk meyakinkan dirinya bahwa dia adalah anggota di dalam sarang itu. Berhasil!!! Ya! Ketika Induk pemilik sarang itu datang dgn ikan di paruhnya, maka yg diberi makan terlebih dahulu adalah dia, si Bungsu itu, yg bagai si abangan diperlakukan oleh pemilik sarang. Sisa makanan diberikan kepada anak kandungnya. Dst, selamat lah dia!

Ajaib! Pikirku.

Apa ada yg dibicarakan kawanan Sea Gull ini kepada kita. Apakah anak burung umur tiga hari telah dapat menggunakan akalnya secara maksimum utk hidup? Apakah ibu kandungnya — sejauh kira-kira 3 meter dari anak itu — tidak merasa malu melihat ibu semang? Apakah ibu semang itu memuji akal si Bungsu itu lalu menjadikannya anak kandung?
TAU-ah gelap!
Kulihat semuanya fain-fain saja, damai gitu loh, tak ada masalah.
Tampaknya si Bungsu ingin hidup.
Tampaknya si Bungsu ingin selamat.
Tampaknya si Bungsu “Trial and error”

Salam Damai!

Iklan

66 Tanggapan

  1. wah kebagian pertamanya nih…
    selamat hari minggu mas MK
    entar tak baca dulu

  2. salam damai selalu
    dan saya telah merdeka dari hati yang tidak merdeka
    upaya dan daya tiada upaya
    semuanya telah aku bebesakan
    mudah-mudahan menjadi lempeng abadi.

    Mas MK..
    cm intermezo aja.. cerita diatas tetang kasih sayangkah?
    soalnya ada sebuah keluarga yang pilih kasih anak terus yang tidak dikasih sayng cr perhatian gt?
    lha kemarin tepat di depan kantor ada orang bunuh diri terjun dari lantai 4 gara-gara mempelajari ilmu Islam..
    piye mas???

    • Salam kenal, mas batjoe
      salam damai.

      • salam kenal juga mas ..
        but mana blognya mas biar tak kunjungin…

      • Belum punya blog sudah menghujat,
        Kata bung MK,
        Apalagi sudah punya?
        Hehehe.
        Saya nggak pintar nulis, mas Batjoe,
        isi benak ndak pernah tertuang dengan baik.

        Btw, punya hobby mancing gak, mas?
        biar mancing kita di manggar, dimana saja.
        Salam

      • lho ayao mas, balikpapan tho.. kapan mau mancing hubungan saya di blognya batjoe…
        biar rame-rame sama adik saya yang juga jago mancing..
        kalau dilaut rada bising, kenapa ndak didanau aja lebih enak dan fres…

        kalau gitu tulisannya dibuat di blog saya aja mas sebagai koment atau apalah yang penting berguna, khan sayang ilmu yang berguna untuk sesama tidak di manfaatin.

        ayo mas berkunjung..

  3. Yihaaa! Postingan baru. Gitchu dong.

    Menurutku, su bungsu kesana kemari itu cukup menggunakan naluri saja. Bukan akal atau pikiran. Sama seperti seekor anjing yang mengibaskan ekornya ketika tahu tuannya akan datang. Padal si tuan masih 2 km dari rumah.
    Ada juga film seekor monyet yang mencuci dulu butiran jagung yang dilemparkan ke tepi pantai sebelum dimakan. Kalau si monyet ini lebih kearah tuntunan dari si emaknya. Emaknya begitu maka anaknya ngikut. Yang jadi soal, emaknya tahu dari mana harus begitu? Mungkin juga niru orang yang memberikan contoh.
    Tapi yang jelas, dari berbagai literatur naluri mereka jauh lebih besar dari akal, walaupun dalam kasus tertentu, ada seekor simpanse yang bisa mengalahkan seorang mahasiswa dalam uji kecepatan asosiasi.

    Salam Pikir!

    • Simpansenya mungkin mahasiswi, mas Lambang.
      Hehehe, saya hanya bercanda

      salam kenal dalam canda.

      • Salam kenal kembali mas haha.

    • Anehnya,
      Ada Ibu menyusui anak babi.
      Ada induk-ayam beranak meri.
      Fain kutengok!

      Salam!

  4. aha! postingan baru

    jadi teringat saya anak mbontot…hiks…semuanya serba bekas…baju bekas punya kakak…………ya itulah hukum alam,semua itu keseimbangan, yg kuat akan mengalahkan yg lemah, tapi yg lemah tidak selamanya lemah, adakalanya yg kuat menjadi lemah begitu juga sebaliknya, daripada menjadi yg kuat tau yg lemah…enakan jadi penonton habis itu jadi komentator…ibarat kata komentator bola punya segudang teori, apabila pemain A tidak becu maka bisa seenaknya dcemooh oleh si komentator….tapi begitu si komentator disuruh maen bola…..jangankan mencetak gol…wong berlari setengah lapangan saja dah ngos2an……… :mrgreen:

    • Yang kuat vs yang lemah rasanya ngak perlu ada, ya!
      Cos yg terkuat di antara tubuh itu justru yg terlemah.
      Nafas!

      Apa lah guna otot kawat, tulang besi, leher beton,
      Muka tembok, kepala batu pun ambruk tanpa-nya.
      Nafas!

      Apa pula lah guna otot berbulu tampan perkasa.
      Dan guna otak encer luber cemerlang tanpa-nya.
      Nafas!

      Salam Setengah Lapangan!

      • Adakalanya otot kawat, tulang besi, leher beton bertulang untuk mempertahankan nafas.
        Otak enlucem, juga.
        entahlah, si bungsu anak seagull tidak banyak cengkunek,
        saat dia jadi mamak mengabaikan anak kegitanya,
        bukan karena teringat ibunya yang mengabaikannya.
        menjadi ibu semang bukan karena mengalami anak semang?

        salam fain2

  5. Alam punya hukumnya sendiri termasuk cara alam memberi penghidupan. Orang tua manusia mungkin dipakai alam untuk menghidupi manusia. Bagi makhluk lain, mungkin penghidupan bukan dari orang tua, tetapi yang jelas masing2 menerima penghidupannya lengkap dengan kebaikan dan penderitaannya. Hi Hi Hi

    • Hukum yg pertama dan utama, kasihi Tuhan-mu.
      Hukum ke dua yg sama dengan itu, kasihi manusia.
      Hukum ketiga yg sangat penting ialah hukum alam.

      Bisa jadi begitu, LOP!

      Salah satu tiga hukum itu diremehkan,
      Maka cilaka dua belas lah kita! Hehe!
      Gitu kali, ya!

      Salam Cinta!

  6. @Joe

    Ini ada sedikit punya Dorothy.
    Mungkin dpt diambil beberapa:

    ANAK SELALU BELAJAR DARI KELUARGA

    Bila anak dibesarkan dalam suasana penuh kritik,
    ia belajar mencela.

    – Bila anak dibesarkan dalam suasana penuh permusuhan,
    – ia belajar melawan.

    Bila anak dibesarkan dalam suasana penuh ketakutan,
    ia belajar gelisah.

    – Bila anak dibesarkan dalam rasa aman
    – ia belajar percaya diri.

    Bila anak dibesarkan dalam suasana penuh ejekan,
    ia belajar mencibir.

    – Bila anak dibesarkan dlm suasana miskin, penuh rasa malu,
    – ia belajar untuk merasa bersalah.

    Bila anak dibesarkan dalam suasana penuh kecemburuan,
    ia belajar iri hati.

    – Bila anak dibesarkan dalam semangat jiwa besar,
    – ia belajar untuk percaya diri.

    Bila anak dibesarkan dalam suasana penuh toleransi,
    ia belajar setia dan sabar.

    – Bila anak dibesarkan dlm suasana menerima apa adanya,
    – ia belajar mencintai.

    Bila anak dibesarkan dalam suasana penuh kerukunan,
    ia belajar patuh.

    – Bila anak dibesarkan dalam suasana penuh keadilan,
    – ia belajar bermurah hati.

    Bila anak dibesarkan dalam suasana penuh kejujuran,
    ia belajar kebenaran.

    – Bila anak dibesarkan dalam suasana penuh kasih,
    – ia belajar menyayangi dan mema’afkan.

    Bila anak dibesarkan dalam suasana penuh persahabatan,
    ia belajar TAU bahwa dunia adalah tempat untuk belajar.

    – Jika kamu belajar dalam ketentraman,
    – anak-anakmu akan belajar dalam ketenangan batin.

    Kurasa,
    Dorothy tau juga ini, kali:

    Anak tangsi ngak pernah ulang-tahun.
    Selalu keliru melangkah entah mengapa,
    Selalu beroleh firman yg lurus-tajam-terpercaya.

    Putri keraton selalu ulang tahun.
    Pada saat keliru ucap atau tindak,
    Selalu beroleh firman lembut meliuk.

    Bila anak tangsi kawin dengan putri keraton,
    Ibarat landak di gunung ular di laut bertemu di kuali,
    Anaknya bejajar menjadi kawat berduri, kali! Hehehe!

    Hah!
    Soal mati kilat depan kantor,
    Ku rasa tak bisa dgn satu pendapat.
    Kerja itu adalah himpunan pat-gulipat,
    Kali berhubungan dgn “bila anak” yg tadi.
    Bila anak dibesarkan dalam suasana penuh ketakutan,
    ia belajar gelisah.

    Sorry, Joe!
    Kita perlu mundur ke belakang dari mati.
    Ke kanak, muda, dewasa, lalu mati keren.
    Bung Lambang terus menghujat blog ku ini,
    Kang Tono bahkan hh yg tak berblog pun hajat, hehe.

    Salam Damai!

    • siip mas MK..
      makasih terus memberi tanpa meminta kembali..
      bung-bung yang diatas adalah orang-orang yang mumpuni..
      kritik. canda dan tak nyambungya bisa membuat hatiku jujur dan itu membuat anak-anakku menjadi anak-anak yang benar..

      doakan begitu bung-bungku buat anak-anakku..
      semoga cuma Allah yang bisa membalas.

      salam jujur dan benar@@@

    • Duh, saya menjadi tertuduh penghujatan.
      Padahal maksudku baik loh,
      Hanya menyarankan ganti themes,
      Biar avatar muncul di kiri atau kanan.
      Juga biar tamu tahu mana artikel terakhir.

      Oh, ya atu lagi saranku dulu.
      Kenapa ga buat artikel tapi menebar puisi.
      Tak pepet-pepet biar buat artikel.
      Toh akhirnya buat juga yang ini.
      Jadi hujatanku berbuah hasil toh.

      Salam Ganti Themes!

      • Tanks berat Brath,
        Atas segala sesuatunya.
        Aku senangnya walking,
        Blog ini hanya pijakan
        Supaya jangan dikira hantu, hehe!

        Ini blog pertama,
        Blog ke dua mungkin bagusan.
        Blog ke tiga harus yg paling bagus.
        Kayak Bunga Lambang lah nantinya.

        Terima kasih again!

  7. aha akang!
    posting terus
    kebut benjut
    tiap hari per post
    biar rame
    gunakan imajinasimu
    biar ngawur yg penting bermutu

    salam benjut :mrgreen:

    • KangTono dah pake dua avatar nih.
      Ayo Bung MK, buat tiga atau sepuluh avatar.
      Biar pusing sendiri… hihihi….

    • Yes Brath!

      Semua kita memerlukan perubahan.
      KangTon berubah sejak tawanya kali, hehe.
      Kini tawanya bernada wellcome, loh! Oho oho!

      Salam Welleh!

  8. Kang MK,
    jangan tiap hari per post lah,
    ntar waktuku habis diblognya akang,
    kapan lagi ke blog mas batjoe?
    Salam hehehe.

    • disini juga enak kok mas hh..
      adem dan banyak sekali masukan…
      ndak tahulah sepertinya enak aja kalau dari rumah ngelompatin pager rumahnya mas MK
      hehehehehehe
      apa kabarnya mas MK?

    • katanya ngajak mancing…
      ayo kapan mumpung saya belum ke kalimantan barat…
      biasa densus 88 ada yang perlu dibenahi dan semoga masih bisa ketemu bung-bung yang baik hati semuanya.
      semoga…

  9. Yang kekgimana sih berpikir itu.
    Yang kekgimana pula berakal itu.
    Keknya podo wae ngandelin dodol.

    Mungkin berpikir itu lurus-lurus tegang.
    Mungkin berakal itu belok-belok riang.
    Si Bungsu melakukan “trial and error”.
    Tul tak tuh ta ieuh bah!

    Salam Mikir!

    • hahahahaha
      ndak ngerti mas MK akunya…
      hehehehe
      emang dodol kok akunya
      salam kangen dengan kalimat-kalimat yang belum juga aku temukan titik terangnya…
      ajarin mas MK

      • Ah!
        Itu pertanyaan kita bersama, Joe!
        Aku pun nda ngerti mengapa gitu.
        Kuliat si Bungsu ingin idup, ingin selamat.
        Itu aja! Makanya kliatan dia cobain-cobain.

        Salam!

  10. Ngintip lagi ah..

  11. Mungkin,
    Soal hidup mungkin cukup instring.
    Soal selamat mungkin perlu akal-budi.
    Soal hidup selamat abadi mungkin perlu Tuhan!

    Coba intip lagi LOP!

    • Tak intip juga ah…

      Ternyata masih ada yang kurang tepat.
      Selamat tidak selamanya perlu akal-budi.
      Kalau ada gempa, semua burung terbang cari si selamet. Padahal sudah dibuktikan burung yang paling keren pun ga punya akal-budi.

      Kalau chimpanze atau dophin atau kakatua mungkin. Akal mereka paling tinggi diantara rekan se hutan.

      Salam Pusing!

      • siapa yang chimpanze?
        siapa yang dophin?
        dan siapa yang kakatua?

        lha piye jangankan mereka mas lambang, wong ada sebagian ustad dan ulama aja kalau ada gempa lari padahal setiap hari meyakini bahwa hidup dan matinya hanya untuk Allah..

        kalau begini piye mas???
        (nyoba ilmu sedkiti-sedikit hehehehe)
        tapi tetap kabuurrrrr…..

      • Oh, kalau itu berarti bahwa ustadz dan ulama itu masih belum sampai ke tingkatan advanced. Baru menyentuh kulit luarnya saja.
        *emang ada kulit dalem?*

        Kalau saya, pasti ikutan lari…

    • Ya, mungkin tak sepenunya benar!

      Tapi klo ada binatang yg akalnya paling tinggi,
      Maka sebaiknya ada lah yg akalnya paling rendah,
      Kita letakkan aja Si Bungsu ada di antara ekstim itu
      Gimana, Bung!

      Salam!

  12. terlalu dini utk menarik kesimpulan dari sebuah kasus dari sejenis hewan diantara kasus yg tak terhingga banyaknya dari milyaran (anggap saja segitu) spesis. itu akan jadi kesimpulan trial and error juga!

  13. @yusuf

    Maksudmu simpul yg mana yg terlalu dini ditarik, yus! Aku hanya baru nyobain meletakkan akal si Bungsu diantara binatang berakal ekktrim tinggi dan berakal ekstrim rendah, karena dibawah ekstrim rendah sebut saja akar, bukan akal, yaitu pd tanaman. Itu rekaanku!

    Entahlah, let´s try the error!

    Salam Error!

  14. Maren Kitatau – kau dapat salam dari Mas Pambudi Nugroho. Katanya aku disuruh nggodain kamu. Nggodain saja kok nggodain kamu, mendingan nggodain jande sebelah. Ha Ha Ha ( mringis mode on ).

    Pa Kabar Maren? piye kabare.

    • Very well thank you!

      LOP, kau koq balik lagi jadi tukang goda!
      Kau kan tau aku mulai kuat digoda-gado.
      Cinta dibales gombal pun mule bisa siul-siul!
      Koq!

      My Best Regard!

      • Bung Maren yang berbahagia,

        Tiga Cinta adalah tiga toples gula-gula.
        Setiap saat kita menikmati manisnya.

        Kita dapat mengambilnya kapan kita mau, bahkan membagikan kpd orang lain.

        Namun, jika kita hanya mengambilnya tanpa mengisinya kembali, bukankah toples itu akan kosong?….atau kita biarkan kosong karena gigi kita mulai sakit karena banyak gula?

        Jadi yang salah gula apa toplesnya ya??
        (ngomong opo toh aku..mumet aku)

      • Widihh! Bung Pam!

        Gimana responnya, ya.
        Toplesnya ngiat-ngait ke cinta.
        Boleh lah kurespon di art cinta dah!
        Ntar!

        Salam Merdeka!

      • Yang salah ya yang makan. Siapa suruh makannya cepet kalo. Belum sampe diisi yang habis terus 🙂

      • Toples kalau ditambahin satu s lagi bisa punya makna yang berbeda.
        Yang jelas kalau toples (plus s) jenis ini tidak akan merusak gigi.

      • Kok tahu kalo nggak merusak gigi 🙂

  15. tapi bener juga mas MK lebih baik godain jande sebelah rumah hahahahahahahah
    becanda mas MK……

    ada errornya juga ya…

    wah padahal saya belum nemukan titik terangnya lho mas kok udah pad error nih….

    salam kangen mas MK

    • LOP tuh akalnya berlebih,
      LOP tuh doyan becekan.
      Ati-ati kecipratan diairin.

      Salam Luv!

  16. mantap..salam kenal

    • Salam maya, Adi!
      Semoga blogmu berjaya.
      Nanti aku mampir!

      Salam Damai!

  17. otak adalah alatnya
    akal adalah jiwanya
    pikir adalah prosesnya
    perbuatan adalah hasilnya
    siapa yg berbuat
    pasti harus tanggung jawab
    apabila tidak bertanggung jawab
    maka gebukin rame2
    salah sendiri anaknya pak haji diembat
    tapi bukan saya lho :mrgreen:

    • Kleatannya KangTon suka balap.
      Nikungnya itu loh, dari otak ke pak haji.
      Cepat sekali! Hehe!

      Soal otak,
      Aku setuju aja sama KangTon.
      Mungkin semua binatang punya otak.
      Bedanya, mereka tidak punya bahasa,
      Sehingga akalnya tidak merdeka spt kita.

      Salam Kosmis!

      • Katanya primata akan berkumpul sesuai dengan jenisnya masing-masing.

        Kalau manusia, sama juga, ngumpul sesuai spek-nya.

        Yang nggilani, yang bocor alus, yang bikin puisi muyeng-muyeng, yang berimajinasi suka nikung…. pasti ngumpul dengan yang sejenis.

        Adem katanya… atau klop… mungkin karena enerjinya mudah bersinerji menjadi energi drink pake es batu.

        Salam Kismis!

      • Keknya spek manusia yg ngumpul itu ditentukan oleh bahasa, kalau kita mau mengacu ke kosmis-kosmisan hehe! Berarti speknya adalah pikiran, bukan akal, bukan jenis, bukan wajah, bukan tubuh lah, tapi jiwa dan ruh.

        Salam Kosmis!

  18. Kupertegas lagi bedanya!
    Ada pikir tiga dari KangTono:
    m4stono – Oktober 16, 2009 at 00:08

    otak adalah alatnya
    akal adalah jiwanya
    pikir adalah prosesnya …

    Kalau aku konsekwen maka jadi gini:
    Si Otak itu bagai tubuh, sifatnya sementara.
    Posisinya penuntut yg alamiah.

    Si Akal bagai jiwa, sifatnya emosional.
    Posisinya pemicu yg proporsional.

    Si Pikir itu adalah rohnya, sifatnya abadi.
    Posisinya penurut dan idealis.

    Katakan lah:
    Si Pikir itu pennyaksi pererungan jauh yg ideal (kosmis).
    Si Akal itu pengaksi peraihan yg proporsional (duniawi).

    Si Pikir itu meneng lurus jauh tegang.
    Si Akal itu slenge’n belok-belok riang.

    Si Otak punya keinginan primitif natural
    Si Pikir itu punya keinginan ideal supernatural.
    Si Akal itu adalah pewujudan realiat normal.

    Si Otak punya keinginan alamiah yg sedap-sedap sekejap.
    Si Pikir punya keinginan rohaniah yg muskil-muskil abadi.
    Si Akal mengoes-goes belok-belok, eh ke rumah Pak Haji.
    Hihi! Ehm! Lupa!

    @Lamb
    Bila tanganku kesundut rokok,
    Atau ada batuk dekat telingaku,
    Kopi di tangan bisa tumpah-tumpah,
    Demi mencari slamat di dunia ini.

    Yes! Bung!
    Itu aksi Si Otak-tubuh, bukan aksi akal atau pikir,
    Si Otak-tubuh ada keinginan primitif utk selamat.
    Percis seperti burung Bung Lambang terbang.
    Percis seperti cacing digaremin geol-geol! He!

    Salam Cing!

    • Aku banyak belajar dari angka 3

      Ada Tiga kriteria Otak ,
      1. Otak mencari keunikan
      2. Otak mencari sesuatu yg terjadi secara simultan
      3. Otak mencari konsistensi

      Ada 3 pula dibenakku :
      Kita adalah apa yg dipikirkan,
      Kita semua bangkit dengan pikiran,
      Dengan pikiran, kita membuat dunia,

      kalau mau jujur, yang menghambat kita bukanlah orang2 disekitar kita, tapi justru pikiran-pikiran kita sendiri, setiap saat kita diperdaya oleh pikiran2 seolah-olah itu benar adanya , padahal keliru.

      Banyak burung beterbangan diatas kepala kita, kita tidak bisa mengambil peluit, meniupnya keras2 dan melarang para burung yg melintas diatas kepala kita.Tapi, bisa tidaknya burung2 itu bersarang diatas kepala kita, kitalah yg menentukannya. Atau kita pilih terlebih dahulu burung apa yg terbang diatas kepala kita itu ? nuri atau burung Garuda…hahaha

      Tuhan memberkati engkau Bung Maren..

      • Terima kasih Bung Pam!

        Memang betul, pernah kita suka berpikir yg boten-boten, sehingga yg boten-boten itu lah yg melilit akal-pikir kita muter-muter tak jauh. Ya, mirip lah dgn taxi kosong yg sedang mencari muatan! Bagai di rem-digas, direm-digas lagi, lalu bolak-belok secara duga-duga dan setop pun suka-suka. Hah!

        God bless you!

  19. otak adalah alatnya
    akal adalah jiwanya
    pikir adalah prosesnya
    perbuatan adalah hasilnya
    mata adalah sudut pandangnya
    hati adalah cintanya
    perut adalah tenaganya
    burung adalah hasratnya
    kaki adalah langkahnya
    langkah kaki mengikuti hasratnya
    hasrat si burung nakal
    didorong oleh perut kenyang
    sudut pandang tertuju pada kecantikannya
    maka hati berkata cinta
    pikir menjadi tergoda
    akal jadi hilang
    si cantik pun digoda
    dengan kata kata nakal
    “cah ayu….turu yuk” :mrgreen:

    we lha dadi kumpulane wong bocor alus kabeh 😆

    • Wellah!
      Kan Ton belok maning.

      Begini akibat kebanyakan pikir.
      Pikir tiga lebih sederhana.
      Kebanyakan pikir mubajir!

      Keknya Ngatemin nih.
      Ngajak dring-dring, tah!

      Salam Cing!

  20. @ Maren Kitatatau : Wah jangan ngambek dong. Hi Hi Hi. Tuh komentarmu sudah kubales dengan sukses di blogku.

    Alamax…alamax …
    Sorri di sosor meri deh.
    Sorri Sorry

    SALAM

  21. Oh, Oom MK bisa juga ngambek toh…. 🙂

    • gara2 burung :mrgreen: sori MK cuman intermezo

  22. Haiyiah!
    Dikonek-kone bisa konek juga je!
    Ku bilang “Merdeka” dari sabar menunggu respon di blog LOP dibilang ngambek oleh LOP. Ku bilang “burung lambang terbang insting” dibilang ngambek juga oleh KangTon. Hah! Bisa oge je!

    Salam Intermezo!

  23. saya pilh trial and error sajalah.
    tampaknya si anak sudah belajar cukup banyak dlm kekesalannya.
    salam.

    • Yes, Bun!
      Kita itu sedang trial and error! Kurasa kita akan selalu begitu kepada semua misteri. Misteri otak, misteri pikir dan akal. Segala sesuatu Semua yg tampaknya sudah terbukti dgn pasti-pasti selalu membosankan dan itu bukan ranah rohani tentunya.

      Salam Damai!

  24. Aku nggak tau,
    Apa kita pd haha-haha apa tak,
    Ketika komen kita renang-renangkan

    Membaca komen mule dari awal, hh
    Nggak nyampe ½ jam otak tumpah, ful
    Heran kok kita bisa begitu mengemaskan.
    Berat-berat erat.

    Salam Mas Brat Lambang
    Brat Ton, Luv, Batjoe
    Pambudi and Lae hh
    Dlll (dan lain-lain-lah)

    Salam Kosmis

    • Ah kebetulan ada salam terbaca yang berasal dari Bung Maren.
      Main2lah ke tempat penulisan saya yang baru, ada di facebook dan ada pulak di facebook group. Kalau yang facebook tinggal klik foto PP itu. Kalau yang group bisa masuk ke sini.

      http://www.facebook.com/groups/kajianfilsafat

      • Waduh Bro Lamb!
        Sobat lama yg smart dan ceria.
        Sori banget, Bro aku tak punya fb.
        Dulu punya lalu lupa p.w, lalu males.

        Yeah!
        Salam Damai saja!

  25. bagus sekali dan menandakan bahwa hidup yang sebenarnya itu tidak ada batasan!!

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s