Berpikir Timur!

Ku perhatikan banyak sekali,
Bahwa Timur lebih mundur,
Bahwa Barat lebih maju!

Aku sepakat bahwa merantau adalah penting sbg upaya pengembangan diri dan mutlak bagi pengembangan pengetahuan dan kehidupan. Tak heran jika supir Medan tadi itu nyupir sampai merantau ke Timur sana. Tapi napa ke Timur?

Yah, emang alam ini mengandung banyak sabda, sabda pembelajaran dan sabda pengetahuan, maka dari itu pernah ada anjuran, “pergilah ke Cina (Timur)” … sana. Anjuran ini cukup populer, tapi hangat-hangat (ehm) ayam dan diterjemahkan sebagai pegilah melaju jauh ketimbang harus pergi beneran ke Cina yg sedikit azan-nya, temboknya tinggi-tinggi, besar-besar dan panjang-panjang dan pula banyak babinya, dan ke arah Timur lagi, heheh. Mungkin bangsa yg paling banyak merantau dan surpaip adalah bangsa Jahudi, kali, makanya mereka pd cerdas dan pinter. Sayang mereka pd sombong dan keras kepala banget!

Mungkin benar bahwa wilayah Timur Tengah sana adalah pusat perserakan manusia modern, tempat Sem, Ham dan Jafet anak-anak Nuh berasal, tempat agama-agama Samawi bepangkal, tempat pergolakan kehidupan yg mendunia hingga saat ini berawal. Bila benar begitu, ada apa ke arah Timur sini, sehingga bangsa di sini berkonotasi mundur dan ada apa ke arah Barat sana sehingga bangsa di sana dikata maju? Mungkin kah bahwa perantau yg mengarah ke Timur sini adalah migrasi pecundang dan perantau yg mengarah ke Barat sana adalah migrasi petualang? Coba saja kita banding-bandingkan antara Barat apa pun dgn Timur apa pun dalam soal apa pun. Mulai saja dgn membandingkan kondisi kehidupannya atau ekonominya, olah raganya, keseniannya, dll. antara:

Indonesia Barat – Indonesia Timur
Kalimantan Barat – Kalimantan Timur
Sumatera Barat – Sumatera Timur
NTB – NTT
Jawa Barat (+DKI) – Jawa Timur
Jakarta Barat – Jakarta Timur
Kapuas Barat – Kapuas Timur
Eropa Barat – Eropa Timur
Jerman Barat – Jerman Timur
India Barat – India Timur
Malaysia Barat – Malaysia Timur
Taiwan Barat – Taiwan Timur
London Barat – London Timur
Dst, pd kondisi lingkungan kita, kali.

Perhatikanlah perkembangan SDM-nya,
Bahkan juga pada flora
Dan faunanya.

Suatu waktu kami pernah jalan-jalan di Timur Indonesia ditemani oleh seorang Brimob yg pernah bertugas di Unit K-9, Satwa Polri, Kelapa Dua-Jakarta. Ketika itu kami sedang sama-sama mengagumi kekayaan sumberdaya alam Timur Indonesia yg luar biasa itu. Kepadanya juga aku bercerita ttg pergerakan pergolakan kehidupan Timur dan Barat seperti garis besarku di atas. Dia kebanyakan manggut-manggut saja, tapi ketika aku separuh bertanya kepadanya,
“Kenapa, ya, semakin ke Timur bangsa kita ini koq semakin lemah SDM-nya, dan susah ngaturnya …!”

Dia spontan berseru cukup keras dan serius bersemangat,
“Butuuul Bapaaa, bukan hanya orangnya yg susah diatur, anjingnya pun tak bisa saya latih! Saya juga heran, saya empat tahun melatih anjing di Kelapa Dua dulu. Saya sudah sering mengeluh dan sudah tiga kali minta kepada Komandan supaya tolong kirim anjing Jawa; Wehh … Komandan malah ngomel-ngomel pd saya, dia bilang, anjing itu dimana-mana sama saja! Achhh! Ta’ tau dia!” Kami pun ketawa sedalam-dalamnya … Ikut heran … Koq sebegitunya?

“Di sini pun ada Beo, Bapaaa!” Lanjutnya.
“Beo nya persis Beo Nias; Tak ada beda! Tapi herannya, Beo di sini tidak mao bunyi, tak bisa bersiul, Achh! Matilahku!” Dia jamah jidatnya, “plak”, terdengar! Aku pun geleng kepala tak ngerti.

Ceritra teman satu lain lagi.
Saat acara kebersamaan, mereka bermaksud utk bergembira-ria bersama. Teman satu itu sudah menulis dan mengkopi beberapa lagu rakyat yg lajim seperti lagu “Rasa Sayang” utk dinyanyikan bersama-sama hadirin. Tiba pada lagu “Apuse … kokon dao”, mereka protes, “Bapaaa usah lagukan lagu itu! Yg itu, itu lagu Serui itu Bapaaa …”, ya udah, dari pada nanti mereka bentrok … Delete! Coba sampai sebegitunya!

Kami banyak bicara soal SDA dan SDM, ketika kutanyakan soal SDS yg tak kutau, dia pun menggeleng tidak tau. Ya, udah! Aku hanya menduga-duga bahwa animisme atau penyembah berhala masih banyak bertahan di pedalaman. Asal tau aja, menurut penelitian BBC, jumlah bahasa yg ada di Papua mencapai 1000 bahasa yg tak berkorelasi secara genetik. Wuich!

Ada apa di Timur!
Kuperhatikan banyak,

Bahwa ke Timur itu mundur,
Bagai gencar mencari pagi,
Menyambut terang Matahari!

Bahwa ke Barat itu maju,
Bagai melaju mengejar siang,
Menambat  terang Matahari?

Apakah semua dampak itu merupakan suatu kebetulan atau memang ada suatu keharusan atau ada sesuatu lain yg utama di situ yg belum terungkap bagi kita utk dibicarakan dan diungkap. Aku blon tau percis yg mana yg menuju ke kesempurnaan dan yg mana yg menuju ke taksempurnaan atau mungkin kah kombinasinya? Mungkin kah selanjutnya kita tidak perlu lagi berpikir keras tentang benar atau salah, tidak perlu lagi kelahi membenarkan atau menyalahkan. Lebih penting dari benar-salah adalah soal kesempurnaan dan ketaksempurnaan diri kita masing-masing. Kriterianya? Ya, Rahmat lil alamin lah, kali!
Tapi, bagai mana mereka dapat berpikir menuju ke luar sana, berpikir kosmis metacognition, sementara kesadaran sederhana masih dominan mengikat diri pada buminya saja?
Bahasa?
Entah lah!

Salam Pikir Tiga!

Iklan

125 Tanggapan

  1. Saya tertarik dengan komandan yang minta gukguk Jawa itu.
    Apa bener gukguk Irian lebih bodoh dari gukguk Jawa kitu? Atau gukguk Sumatera lebih hebat dari gukguk Jawa?
    Menarik juga untuk dikaji. Jangan-jangan ada hubungan dengan makanan dan perilaku majikannya.

    Salam Auwooo!

    • Yah, Komandan itu sama herannya dgn kita, nggak percaya gukguk NKRI bisa beda-beda begitu jauhnya. Klo dibandingkan dgn Herder Jerman, ya ok lah, kan. Tapi klo soal burungnya, burung Timur banyak yg cantik-cantik bulunya tapi bunyinya tak ada yg merdu. Gimana pula tuh!

      Salam!

  2. Kalau menurut saya sih, kenapa Timur (khususnya Indonesia, bukan Jepang lho) kurang maju dibanding Barat, karena bangsa Indonesia ini adalah bangsa yang pemaaf.

    Kalau ada anak buah yang salah besar, it’s okelah, dikursuskan biar pinter, ngga perlu dipecat.

    Kalau ada pejabat udah jelas-jelas korupsi, it’s okelah, yang kebagian kan juga banyak, jadi dimaklumi saja.

    Kalau ada negara lain (Malay) yang melecehkan Indonesia, it’s okelah, kita kan jauh lebih hebat dari mereka, buat apa meladeni bangsa yang masih uncivilized kaya gitu.

    Kalau ada negara Barat yang jauh lebih maju, it’s okelah, walaupun mereka maju tapi norma kesusilaan dan kebudayaan kita jauh lebih tinggi dari mereka.

    Kalau ada PLN yang semena-mena matikan listrik, it’s okelah, listrik kita ini kan paling murah sedunia, jadi wajarlah kalau tidak bisa di maintain dengan baik.

    Kalau ada sistim perbankan yang ngga realtime online antara ATM dan Credit Card, it’s okelah, gini aja juga udah cukup melayani para nasabah. Ngga banyak koq yang complain tentang sistim online yang ternyata offline ini.

    Jadi, supaya bisa maju, janganlah jadi bangsa pemaaf, tapi jadilah bangsa yang saklek, disiplin dan taat aturan. Dijamin bisa maju. Oh ya, jangan lupa hilangkan pagar pembatas diri yang bersumber pada faith and dogmatic learn.

    Salam Majulah Indonesia!

    • Persempit aja dulu antara Jakarta Barat dgn Jakarta Timur, atau antara Bekasi Barat dgn Bekasi Timur gitu. Mengapa Barat dan Timur selalu begitu? Atau Bung Lamb tidak merasa ada begitunya?

      Salam!

      • Bener juga tuh.

        Jakarta Barat banyak dihuni etnis tertentu. Yang kaya-kaya dan bebas aturan. Ternyata memang lebih modern dan maju.

        Bekasi Barat juga gitu. Karena lebih dekat ke Jakarta, penghuninya juga lebih mapan dan lebih maju.

        Kenapa kitu? Fenomena yang bagus untuk dipelajari!

        Apa karena di Timur merasa hari masih pagi sehingga bisa santai-santai.
        Sedangkan di Barat merasa bahwa hari sudah menjelang maghrib, jadi harus segera mengejar semua keterlambatan.

        Barangkali!

      • Dari mana Kang Maren tau aku tinggal di Jaarta Barat? Hehehe.

        salam barat

      • @hh

        Pan Lae bilang tak suka tinggal di tanah garapan; Gerah walau murah kata Lae! Hehehe!

        Salam Gerah!

    • aku juga setuju mas lambang.
      bangsa ini lemah karena dari kita sendirinya yang lemah.
      dan buat mas MK bener mas makin kedalam pedalaman ke arah timur ketimur-timuran kalimantan banyak sekali orang yang maih atheis tapi kenapa mereka lebih “hebat” dalam kepercayaan ketimbang kita yang jelas-jelas di KTP bertulisakan ISALAM?

      aneh tapi kenyataan itu ada dan saya pernah melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana mereka berbuat sesuatu yang ganjil dimata saya.

      • Atheisme beda dari Animisme, Joe!

        Apa mungkin setelah Animisme menipis di Timur sini, maka Atheisme menebal di Barat sana? Gejalanya sih ada!

        Salam Monotheis!

  3. hahaha menarik juga bung tahu maren

    mimang arah migrasi kita manusia itu ketimur, ndak tahu kenapa yah….jangankan manusia wong aliran sungai aja pastti mengarah ketimur kok…..kalo dulu sebelum bencana maha dahsyat pembalikan kutub katanya…arah sungai kebarat…dan mungkin juga pada waktu itu manusia bermigrasi kebarat…..kalo orang jawa bilang timur itu wetan asal kata dari wiwitan ato asal usulnya……

    kalo urusan anjing itu mah keknya menuruti tingkah manusia yg disekelilingnya….kalo orang indo timur…maap2 aja yah…kebanyakan memang ngeyel dan susah diatur, sedangkan orang jawa itu kebanyakan penurut dan tanpa pamrih dan juga nrimo…dibayar sukur gak dibayar gak papa…hahahahahah….mangkanya orang2 jawa byk yg diakali trutama oleh kumpeni….tapi kalo menghadapi orang2 yg ngeyel bin ajaib maka kumpeni pake jurus adu domba dan dipanas panasin supaya gak mau kalah dgn seterunya………..hhmmmm

    sebenarnya mo mbahas gravatar lagi tapi gak jadi ntar disembur lagi…hihihihihi :mrgreen:

    • hahaha menarik juga bung tahu maren

      Hah!
      Itu bisa-bisaku aja, Kang!
      Klo emang menarik aku akan ulur…

      mimang arah migrasi kita manusia itu ketimur, ndak tahu kenapa yah….

      Asumsiku:
      1. Mengejar Matahari
      2. Pecundang cari-cari garapan
      3. Tak mungkin menggelinding dgn sendirinya

      jangankan manusia wong aliran sungai aja pastti mengarah ketimur kok…..kalo dulu sebelum bencana maha dahsyat pembalikan kutub katanya…arah sungai kebarat…dan mungkin juga pada waktu itu manusia bermigrasi kebarat…..kalo orang jawa bilang timur itu wetan asal kata dari wiwitan ato asal usulnya……

      Aku nda tau blas soal sungai dan asal usul wiwitan!
      Tapi soal arus laut emang berhubungan dgn rotasi bumi!

      kalo urusan anjing itu mah keknya menuruti tingkah manusia yg disekelilingnya….

      Brimob itu udah mengupayakan segawonnya disapih sedini mungkin. Katanya supaya tidak keturaran otak induknya. Tetetp ajah!

      kalo orang indon timur…maap2 aja yah…kebanyakan memang ngeyel dan susah diatur,

      Ini lah yg sedang kita perbincangkan, mengapa. Kurasa berkaitan dgn keterbatasan bahasa, lalu menjadi keterbatasan pikir dan pengetahuan, kemudian akalnya menjadi dangkal-dangkal. Gimana, Kang!

      sedangkan orang jawa itu kebanyakan penurut dan tanpa pamrih dan juga nrimo…dibayar sukur gak dibayar gak papa…hahahahahah

      Seandainya tidak ada yg memperkenalkan uang sedari dulu kepada kita, mungkin kita masih seperti Jawa itu, yak! Kech kech …kek!

      mangkanya orang2 jawa byk yg diakali trutama oleh kumpeni….tapi kalo menghadapi orang2 yg ngeyel bin ajaib maka kumpeni pake jurus adu domba dan dipanas panasin supaya gak mau kalah dgn seterunya………..hhmmmm

      Harusnya dari dulu kita menetapkan mata uang sendiri, yak!
      Misalnya “Ketumbar” dan atawa “Kemiri”. 1 Gulden = 5 Ketumbar = 2 Kemiri, gitu misalnya.
      Tapi karena kita gampang di iming-iming kaya, maka kita diajarin berkemun ria, luas-luas kitu.

      sebenarnya mo mbahas gravatar lagi tapi gak jadi ntar disembur lagi…hihihihihi

      Hah!
      Kang Tono nih alus banget brasaannya.
      Tebelin dikit dah tuh muka pake bedak.

      Oo! Pantes!
      Gavatarnya dah berubah, ya!
      Jelasin dong Kang!

      Salam Menarik!

      • ooo ini gravatarku itu raksasa kumbokarno………dia itu satria sejati walopun tubuhnya raksasa, dia berperang demi membela negaranya bukan membela kakaknya rahwana…………..

        mungkin kalo org indo timur itu ngeyel udah dari sononya yah…hihihihi…pernah ad temen cerita kalo org irian itu suka meludah/buang sirih sembarangan, bahkan tidak peduli dilantai sebersih apapun……………..padahal kalo menurut saya kearifan lokal di indo timur itu gak kalah lho dgn yg dijawa….tapi ya sutra lah……tapi kok kebanyakan yg jadi pengacara orang batak yah….padahal orang2 indo timur itu gak kalah ngeyelnya lho….hihihihihi…walopun gak semua sih…..

      • Loh!
        Gravatar yg subuh tadi dikemanain kang. Yg ini kan tadinya dah masuk kotak, kok ditancepin lagi?

        Pembelaan Kumbokarno itu kesatria banget, ya. Tubuhnya aja yg keduniaan banget, banyak makan biaya lemak. Boleh dipikir bagai Batak gendut pembela kebenaran tertuduh huhuk!

        Salam Pembelaan!

  4. Dan,
    Ai di sebelah timur.

    • Apa an tuh hh!

      • Ia memasang kemahnya dengan Betel di sebelah barat dan Ai di sebelah timur.

        salam pikir timur

      • Yes!
        Mungkin kudu dari Timur juga kita dapat dgn jelas dan lebih greget memandang Nya ya, seperti ahli bintang itu!

        My ai di is mk, hh!
        Hehehe!

        Salam Timur!

      • o, really? Good ai di.

      • Sound it worth from east to west, from south to north.

  5. Kalau SDM saya tahu.
    Kalau SDA dan SDS apaan sih?

    • Biasa!
      Pikir tiga!
      Alam, Manusia dan Tuhan!
      SDA, SDM dan SDS ssst!

      Salam Tahu!

  6. Hi Hi Hi. Dari Timur terbitnya terang.

    Tetapi kayaknya sekarang matahari sudah bergerak ke Barat. Itu saja saya rasa. He he he.

    Kayaknya dulu dari Sejarah : Dulu yang maju itu peradapan Timur : India, China, termasuk Boroburudr kita, Mongol , Majapahit.

    Sekarang ya berhubung matahari sudah naik di atas kepala terus ke Barat ya di Barat lebih terang. 😀

    SALAM Para juragan

    • kan, kembali lagi mataharinya ke timur (hehehe, istilah matahari bergerak berkeliling tetap aja kita pake ya).
      salam

    • Kita sederhanakan aja dulu!
      Jerman Timur – Jerman Barat misalnya.
      Afrika Timur – Afrika Barat juga ada begitunya.
      Nanti-nanti kita ke Sebelum Masehihihi

      I love you LOP!

  7. Saking seringnya hidup dalam “kebiasaan”, sampe2 kita mengira bahwa matahari itu terbit dari timur…dan terbenam di ujung barat… Padahal matahari kan gak kemana-mana yaaa…. Lha wong kita yg muter2, kok yg lain yg dibilang jalan2…hehehe *aku barusan ngomong apa to yaaa…..??*

    • Kalo itu mah kami2 ini cuma sekedar memakai bahasa sehari-hari. 🙂

    • Boleh aja kita bilang Bumi itu terus menerus menggelinding ke Timur. Yang pusing pada jongkok ato merangkak, yang girang pada main sirkus.

      Salam Biasa Aja!

  8. mungkin agak diseriusin dikit kali ya…
    orang tua saya adalah ABRI yang bermuara di AMUNTAI KAL-SEL terus merambat karir ke JA-BAR (siliwangi) dan berhenti total berkarier di ABRI saat di KALTIM jadi ada benernya juga wilayah TIMUR tempat berhentinya sesuatu tapi….
    masih ada bangsa yang tidak pandang bulu antara BARAT dan TIMUR yaitu orang C**A mereka hidup dimana aja baik dipelesok barat maupun pelosok timur.
    bagaimana mereka bisa hidup dengan begitu yakinnya tanpa lihat barat dan timur?
    apakah kita perlu belajar dari mereka ataukah kita yang memang mundur teratur?
    Bagaimana mas MK?
    jadi mistri yang sampai sekarang belum dapat dipecahkan?
    kalau hemat, bangsa ini udah terlalu hemat!
    pelit, apalagi! sudah teramat pelitnya!

    ah… kok jadi mikiran bangsa ya padahal mikiran anak-anak untuk makan saja harus pontang-panting kepala jadi kaki, kakai jadi kepala…

    • Mas Batjoe,
      Keknya bangsa kita ngga pelit deh. Karena negara memang udah melarat, jadi mau royal gimana lagi?
      Yang ngga beres sebetulnya para pengambil keputusan yang di atas sana. Mereka seharusnya mendata kembali, Indonesia ini punya potensi apa sih… Perkebunan, kelautan, pertanian, home industri? Nah, harusnya rencana pembangunan itu di-sinkronkan dengan potensi bangsa. Contoh paling gampang misalnya gini: Negara membuat penelitian tanaman buah apa yang cocok di Indonesia ini. Mau dengan rekayasa genetik atau cara biasa silahkan…
      Lalu bibit unggul itu diwajibkan tanam bagi pemilik tanah lebih dari 10.000 m2. Kalau pemilik tanah tidak ada dana, hak kelola dipinjam oleh negara dan negara menawarkan hak kelola itu kepada para pemodal. Seolah tanah disewakan kepada para pemodal dan dijamin oleh negara.
      Negara kemudian membentuk Dewan Pegawas Tanaman Buah untuk mengawasi pelaksanaannya. Diharapkan kita bisa bersaing dengan Thailand atau Bangkok itu yang buah-buahannya sangat terkenal di Indonesia. Pepaya Bangkok, Durian Bangkok, Jambu Bangkok dll serba Bangkok.

      Salam Bangkok!

      • ada benernya juga sih mas lambang pengambil keputusan diataslah yang haruslah lebih tahu bagaimana harusnya bangsa ini berjalan.
        jangan hal tentang tanaman mas…. tentang perbedaan beragama saja masih sering guletan apalagi yang aliran keras malah bisa lebih galak ketimbang pemerintah. Tapi beneran kok mas bila kita ngurus KTP aja bila ada uang maka bisa lebih cepet.
        di kantor kecamatan tertulis Rp.500.000 (jadi satu hari) yang rp. 20.000 (jadinya dua minggu) ini saja pemerintah mengajarkan ketiksetaraan bagaimana kang masku?
        saya butuh diskusi yang lebih baik lagi nih mas untuk bekal presentasi ke jakarta nantinya…

      • Kalo saya sih Patenisasi ( maksudku paten2 gitu bukan mateni ) jangan sampai dibenturken dengan kearifan lokal.
        Revolusi hijau itu kelihatannya baik tetapi faktanya bikin penyakit.
        Ideku sih nggak harus satu bibit harus dibuat sedemikian rupa sampai hebat sak Indonesia bahkan sak dunia. Nggak perlu itu. Kelarangen tur marahi penyakit monopoli bibit.

        Mendingan bibit yang apik ditandur di A, ya tandurlah di A, yang cocok di B ya tandur di B. Lha petani bisa diberdayakan , nggak harus bisanya mung disuruh beli bibit terus dengan dalih standarisasi padahal mung nggak sugih produsen bibit.

        Lha jeleknya lagi gara2 keseragaman bibit itu nantinya endingnya justru merusak keanekaragaman hayati kita, kekayaan plasma nutfah ilang pelan2. Lha wong semuanya nandur bibit SUPERMAN seragam semua.

        Tak garuk-garuk sik…Aku mau ngomong opo yo ???

      • ya..ya..yaa bener juga mas LOP..
        tapi tetap saya berpandangan bahwa antara yang diatas dan dibawah bisa sejalan seiring dan bangsa ini emang perlu punya visi yang jelas agar antara barat dan timur seimbang.

        masalah bibit saya pikir petani lebih pinter dari para pemerintah bahkan tahu bibit ini ocock ditaman di tanah yang mana sekarang pemerintahaanya yang harusnya bisa sadar bahwa mereka jangan bisanya “nyulasin” para petani…
        kasihan mas..

        gini-gini walaupun tinggal di kota Balikpapan, ibu masih punya sawah di jogja tepatnya di daerah bantul desa piring bahkan pakde-pakde saya masih petani asli…

        saya cm ndak senang aja dengan pemerintahan yang visinya ngak jelas untuk petani!!!

        salam visi

      • Yg ngajarin kita bertani beneran ya Blanda itu kurasa. Di mana-mana Blanda pd bikin perkebuanan yg sangat luas-luas. Jawa- jawa ditransmigrasikan sa’ gamelannya, sa’ ketopraknya dan sa’ wayang-wayang kulitnya supaya betah. Maka sukses! Walau brasa nyeri tapi masih ada aja yg kelakar merindukan penjajah itu … “Kapan lah Merdeka ini berakhir!!!”Hohoho!

        Sekarang yg ditiru itu ya sa’ ingenya aja.
        Yang paling diinget ya kengeriannya itu.
        Lalu, mungpung Jawa masih tanpa pamrih,
        Mari kita buka lahan sejuta hektarrrrrrh.
        Soal metodanya mbuh lah, sulit!
        Sing penting, pembukuan proyek rapih,
        Itu berarti suksesssst, sukses ABS,
        Yg kerap lebih kejam dari Blanda eta.

        Salam Sedih Lah!

      • Petani itu yah, setahuku, kalo menjual bibit hasil panenannya bisa ditangkep polisi. Mengapa ? Dalihnya biar bibit itu standard. Nggak bisa sembarangan kamu jualan bibit bahkan meskipun yang beli tetangga sebelah. Teorinya sih katanya untuk melindungi petani.

        Akibatnya bibit yang beredar kebanyakan yah memang dari produsen bibit. Biarpun tetangga punya bibit ya tetap beli lagi beli lagi . Ada yang dari Indonesia tetapi kebanyakan impor dan impor lagi.

        Lha yang namanya bibit itu yah, produsennya ya nggak bego. Bibit bisa mengahasilkan buah yang enak, tetapi buah itu dimandulken sehingga tidak bisa menghasilkan bibit yang baik. Kalopun ada yang nekad mencoba menanam bibit hasil kebon dalam kasus buah tertentu endingnya tanaman nggak bisa besar.

        Jadi produsen bibit terlindungi dari dua sisi agar petani tidak bisa membuat bibit sendiri. Pertama : Dari sisi aturan dengan dalaih standariasi. Kedua : Produsen itu sendiri sengaja membuat bibit hanya persatu periode tanam biasanya. Lha setelah panan ya mesti beli bibit baru lagi dari produsennya.

        Lha situasi semacam inilah yang terjadi tetapi konon dalihnya untuk melindungi petani. 😀

      • Wah! Kliatannya kita mulai berpikir lebih baik dan serius. Tak pernah LOP seserius ini. Tak pernah LOP sepanjang ini pikirannya. Biasanya selalu akal-akal yg dikedepankan.

        Semua memang kudu berobah. Berobah ke arah sumbu-sumbu yg ada. Bagai mana mungkin kita bisa merobah petani ke arah positip jika pertumbuhan kita ke arah negatip, kan?

        Yes!
        Kita banyak melihan petani menjadi bulan-bulanan. Dibulan-bulanin oleh oknum dan oleh Bulan itu sendiri. Di bulan-bulanin juga oleh konsep, oleh gagasan, ide, oleh kuasa, dll, yg semua ujung bulan itu minta “makan”.

        Ya, makan!
        Makanan tubuh itu cukup tiga piring sehari, tapi makanan jiwa kek pingin tiga jagat sehidup. Ini penyakitnya, bahwa kebahagian disangka ditentukan oleh berapa besar yg dpt kita raup dari dunia ini, padahal kebahagian itu sangat ditentukan oleh berapa sedikit yg kita butuhkan dari dunia ini.

        Salam Bravo!

    • @Joe

      Cina adalah negara tua yg besar yg punya moto pikir :
      “Bila Timur masih gelap, Barat masih menyala; Bila malam jatuh di Selatan, siang merekah di Utara; Oleh karena itu kau tak perlu cemas tentang apakah ada ruang yg cukup untuk bergerak!”

      Nah, kita!
      Urusan agama kita itu nomer yahud,
      Urusan umat kita itu nomer duhay.
      Kita selalu mengutamakan textual,
      Bukan kepada hal-hal yg aktual
      Atau kepada hal-hal yg mutual.
      Kali loh!

      Salam Pandang Bulu!

    • Setuju sama mas LP soal bibit itu. Maksute ya emang gitu. Bukan sak Indonesia disuruh nanem pisang atau jagung. Negara yang buat penelitian tentang itu. Terus tanah yang nganggur (lebih dari 10.000 m2 dan ngga dimanfaatkan) harus boleh disewa oleh negara. Nah, para pemodal dikasih tuh proposal tentang tanaman berbagai jenis untuk berbagai wilayah.
      Kalau ada penduduk yang mau modalin sendiri, silahkan. Bibit di support oleh negara, dan pemasaran juga diambil alih negara. Pemasaran ditawarkan lagi ke para pemodal yang mau. Tapi harus diawasi jangan sampai seperti BULOG atau BPPC yang menekan harga.

      Kalau kata mas Batjoe bahwa petani-petani kita itu pinter, saya enda setuju. Mereka hanya menang pengalaman, tapi enda pinter. Mana berani mereka menanam sesuatu yang belum pernah ditanam di daerahnya? Padahal kalau dibantu negara, bisa saja muncul kesimpulan bahwa di Dieng itu cocok ditanami anggur misalnya.

    • Lanjut lagi….
      Terus ide kita kembangkan ke kerajinan daerah. Coba kita amati, souvenir-souvenir yang ada di berbagai daerah di Indonesia ini. Rata-rata tampilannya ndeso dan penyedihkan. Kenapa ngga dibuat yang terkesan agak eksklusif, pakai acrylic misalnya, atau pakai garis-garis kuningan atau lainnya dah…
      Lalu jenis kerajinannya. Kalau dari Tasik, pasti topi, tiker, kelom atau cabe merah besar. Ndeso banget khan? Mestinya negara ikut memikirkan kira-kira souvenir apa yang cocok buat para wisatawan. Lha kalau bawa cabe kayu merah itu naik pesawat kan mubasir banget. Souvenir itu terlalu besar dan ngga praktis untuk dimasukkan koper.

    • Lanjut ke ide lain lagi.

      Dulu saya pernah ke Bogor, dan menemukan ada penduduk yang kerjanya memasangkan anak retsleting ke induknya. Dia menjadi partner dari industri restleting YKK.

      Nah ini sebetulnya ide yang bagus. Bapak Angkat – Anak Angkat. Ini yang membuat negara Taiwan menjadi besar.

      Semua orang di Taiwan terlibat dalam proses industri. Ada rakyat yang kerjanya hanya bagian packaging. Ada yang bagian labelling. Ada yang bagian testing. Semua itu ngga perlu keahlian khusus (maksute orang bodo juga bisa ngerjain).

      Tapi pemerintah melaksanakan aturan Bapak Angkat – Anak Angkat itu dengan tegas. Kalau ada industri yang menolak, langsung ditutup.

      Seandainya itu bisa terjadi di Indonesia……

      • Indonesia harusnya meniru China dalam pengembangan Industri Kecil Menengah & Industri Rumah Tangganya, perlu diciptakan Klaster industri dimana ada Industri Inti yang menampung hasil produksi dari IKM tsb

    • Lanjut lagi ke ide ke 4 dan terakhir untuk sesi ini.

      Tentang retailer raksasa.
      Dulu, Makro hanya boleh di pinggiran kota, yaitu di Kampung Rambutan, Ciputat dan Bekasi Barat. Hypermart sempat hanya boleh di Karawaci. Tapi Carrefour, boleh dimana-mana, bahkan ada dua Carrefour di tengah kota yang jaraknya hanya sekitar 200 meter. Carrefour Cempaka Putih dan Carrefour Cempaka Mas. Hypermart akhirnya diijinkan masuk kota juga. Di Semanggi Plaza dan satu lagi lupa namanya. Kenapa Makro ngga boleh ikutan? Padahal produk yang dijual juga sama jenisnya. Ada yang salah? Jelas ada. Mungkin setorannya kurang besar. Dan pemilik Makro adalah orang Belanda yang biasanya agak idealis dalam berbisnis. Makanya jarang ada perusahaan Belanda yang maju, kecuali VOC, KLM, Van Houten dan Holland Bakery. Embuh lainnya apa lagi.

      Wish ah, capek juga nulis empat komen panjang-panjang.

      • gila idenya kenpa ndak jadi mentri mas lambang hehehehhee

        setuju bukat-bulat…

        salam untuk semuanya yang mmebrikan ide yang cemerlang semoga didenger sama mentri pertanian agar timur, selatan, barat dan utara seimbang..

        salam……

      • daripada ngurusin makro & carefour bagi saya lebih baik membangun pasar tradisonal yang modern dalam penataan & kebersihannya 😀

      • Gimana tuh, Bung Lamb, usulan Bung Tom! Keknya bagai malu kita tradisionil terus. Padahal tak ada yg salah menjadi tradisionil, ya!

        @bajoe

        Tiga Buaya Deptan ketangkep kemarin. Buaya itu pemakan Traktor 2006. Sisanya 1.06 miliar rp.

        Apa Menterinya nggak tau ada punya buaya, atau buayanya yg siluman banget.

        Cheer up, Mas!

    • Hi, Brat!
      Gud idea,
      Good job!

      Tapi?
      Klo bertani mungkin nggak perlu diajarin lah. Alam pasti mengajari mereka. Di ajarin dagang mungkin perlu. Kita itu bangsa yg latah keknya. Sekilas pandang kasus Bunga Gelombang Cinta yg wuihhh banget! Ada dua tiga yg kutengok beternak gelombang itu walau di kolongnya jembutan. Banyak tabloid bunga dibaca. Latah? Akal? Atau emang ada kepentingan, uang?

      Tapi ya itu tadi, apa daya, manusia kita orangnya begitu gemar tanpa pamrih, ngarepin mukjijat mulu kali ya, atau kebanyakan makan wayang, entah lah; Tak cocok dagang, pasti merugi. Yg cocok ya spt Cina, mungkin karna dia lah yg menciptakan uang logam itu dulunya, lalu mereka dikelola oleh kumpeni sbg kolektor bumi Ibu Pertiwi ini. Kita memelas, belum bisa mencipta apa-apa, selain masih sibuk memeriksa text, adu riwayat dan laga lengking diri itu saja.

      Apa daya? Daya adalah laju usaha!
      Daya apa yg kita pernah miliki, usaha apa yg pernah tak merugi, sumber daya apa yg adalah merupakan berkat bagi Bumi Indonesia yg diberikan oleh Tuhan Yg Maha Esa? Mari berpikir Timur!

      Salam Apa Daya!

  9. salut artikel yang sarat teka-teki dan penjabaran komentar yang sangat variatif…

    salam damai mas MK

  10. salam kenal kunjungan perdana. hm! timur kok bisa mundur ya. apa gara2 baratnya maju x hehe

    • Salam kenal, Ud!
      Aku dah kenal keknya,
      Yg suka garuk kepala, kan?

      Salam Damai!

  11. halloooo.
    mas MK mana nih…?
    masih tidurkah… ?
    salam kangen dengan teka-teki kata-katanya…

  12. Padahal zaman dulu yg maju justru yg serab dr timur ta Mas, seperti kerajaan Persia,kerajaan Mongolia, china juga termasuk di indonesia,Majapahit.
    ada apa ya ? (lho kok balik nanya ?)
    salam.

    • Ya, Bunda!
      Kita sama sedang bertanya ada apa.
      Yg jelas terasa Bumi semakin kecil.
      Dan cuman satu.

      Salam Hormat!

  13. malem tengah malem mas MK?
    lagi tidur ya?
    atau banyak kerjaan ya?

  14. Wuoi!
    Mari Berpikir Timur, woi!
    Wuoi! Jangan tidur aja, dong!

    Salam Membangun Timur!

  15. Weleh, baru bangun malah teriak-teriak.
    Kemana aja beberapa hari ini?

    Salam Mampir Subuh-Subuh!

    • Aha! My Brath Lamb!
      Aku baru cari makan secukupnya.
      Yah, makanan tubuh tentunya.

      Salam Subuh!

      • nah gitu dong…
        kan rame jadinya….

        appan tuh makanan tubuh mas MK?

      • Ikut rombongan intelejen kah?
        Bagi-bagi dong rahasia negaranya….

      • intelejen opo tho?
        rahasia negara apaan ..
        saya bertanya makanan tubuh itu apa?

        masa ilmu ndak dibagi-bagi entar ditanya sama yang PUNYA NAFAS kaya apa njawabnya?

      • Hihihi… maksute Kang MK itu keknya ikut rombongan intelejen…
        Suka jalan-jalan ke berbagai pelosok…

      • Wah, Joe & Brath!
        Makanan tubuh koq ditanya,
        Tanya kek makanan jiwa ato roh.

        Pan, semua dah ada di daftar isi:
        https://tertiga.wordpress.com/2009/02/19/makanan-pertumbuhan-tertiga/
        Tengok lah!

        Salam Tahu!

      • Mas Batjoe,
        makanan tubuh itu antara lain singkong atuh, juragan.

  16. Salam Mampir Tengah Malam!

    Waktunya merenungkan kembali.
    Apa yang sudah dijalani hari ini.
    Adakah yang lebih baik?
    Atau malah membuat kerusakan?
    Simpan di database akal.
    Buat referensi hari esok.
    Mudah-mudahan referensi makin lengkap.
    Sehingga buah pikiran menjadi terkontrol.
    Akibatnya tindakan pun ikut terkontrol.

    Salam Lanjut!

    • Sip lah Brath!
      Nasihat yg bagus,
      Utk kita lebih mulia!

      Salam Damai!

    • wah kalau tengah malem mas lambang ndak bocor alus ya..

      kata-katanya muantepezzzzz

      mas MK juga sering ngajarin makan roh dan jiwa heheheheheee….

      tadi dempet ke blognya mas Toga… welehweleh ternyata perang urat syaraf juga di sana mas MK..

      nah kalau kita ikutan disana digiles abis hehehehe

  17. hujan ternyata jam 4 dini hari……
    bagaimana pun dunia ini tempat berpijak sementara untuk melonjakan bathin ketempat yang lebih baik.
    masalahanya adalah zahir dan bathin tak pernah seimbang. bagaimana pula roh dan jiwa bisa termakan oleh tubuh…

    makasih mas MK atas petuahnya dan juga sahabat disini…

  18. Mengapa tidak berpikir juga Utara Selatan ? 😀

    • lagi ribut TIMUR dan BARAT kali mas
      dan lagian UTARA dan SELATAN jarang dibahas ndak tahu ya kenapa???

      yang saya tahu malah antar gang kampung lebih seru kali hihihihihi

  19. Di Utara hanya ada Arctic, Alaska, Canada, Greenland dan beruang kutub.
    Di Selatan hanya ada Antartic, suku Eskimo, penguin dan anjing laut.
    Karena luas areanya sangat kecil, penduduknya sedikit dan banyak mamalia-nya, makanya Utara Selatan enda masuk itungan. Barangkali….

    • Jangan begitu dong, Brat!
      Klo LOP mau masukin, ya masukin aja.
      Kali antara Utara vs Selatan ada gituan juga?

      Aku pingin tau juga perbandingan berat penduduk antara belahan utara dan belahan selatan khatulistiwa. Apakan Selatan lebih berat dari pada Utara, seperti halnya Timur dari Barat?

      Pls LOP, idenya cempungin!
      Semoga Selatan tak ada begitunya,
      Seperti Timur sudah begitu adanya.

      Bila Selatan ada juga begitunya,
      Maka Tenggara kena dua kali begitu!
      Ya, kita-kita ini lah yg begitu itu!

      Salam Begitu LOP!

      • Barangkali juga….

      • siapa sih yg nentuin barat timur???…batesnya apa ya, kalo dikutub mana ada barat ama timur…..yg ada utara kalo dikutub selatan dan selatan kalo dikutub utara………….sama aja kalo diri sendiri…yg ada aku dan engkau, ya sama dia lah…walopun dia itu maksudnya membicarakan pihak lain tapi tidak kepada yg bersangkutan…………..padahal hakekat terdalamnya adalah semuanya Aku….tapi kalo sudah ngaku aku maka Aku jadi Engkau……………….hihihihihihi bocor alus kabeh….termasuk aku 8: :mrgreen:

      • Iya pula!
        Siapa yg nentuin kita Timur mereka Barat?
        Aku pernah liat peta yg membingungkan sesaat. Australia di taruh di atas khatulistiwa, wahh, maka Bumi kudu menggelinding ke Barat agar matahari berselancar dari kiri ke kanan, kan?
        Semua jadi harus dibalikin atau gampangnya kaki ditaruh di atas dan kepala di bawah, lalu petanya dilihat melalui cermin agar kiri menjadi kanan dan kanan jadi kiri.
        Ah! Pusing Kang! Anggap aja timur barat itu spt halnya aliran listrik dari positip ke negaip, walau elektron itu sungguh mengalir dari negatip ke positip. Sejauh kita konsisten maka hasil perhitungan akan sama, Timur dan negative hanya penanda kurasa.

        Tapi klo aku masih pusing juga dgn teori listrik itu, kita gunakan aja yg sederhana kang lah. Misalnya kiri-kanan sebagai ganti timur-barat dan maju-mundur sebagai ganti utara selatan, lalu kemudian naik -turun sebagai ganti zenith dan antizenit.
        Itu lah xyz kita kitu, KangTon!

        Salam Coba!

      • dulu katanya orang2 yunani kuno melihat peta itu terbalik….kan kalo sekarang utara yg diatas, sedangkan selatan dibawah, sedangkan yunani dulu melihat peta selatan diatas………..saya juga bingung definisi kanan itu apa dan kiri itu apa…..dan definisi atas dan bawah itu apa………..mungkin yg paling mendekati adalah atas itu langit, atas itu kepala…tapi kalo berdiri dengan tangan maka itu tidak berlaku lagi dan juga atas di indo dengan atas di amrik berlawanan karena amrik itu terletak dibalik indo………………dan juga kanan kiri, kanan itu apa…..lalu siapa yg membuat kesimpulan bahwa sisi kanan itu kebaikan, sedangkan kiri itu jelek……………….

        salam mumet………..

      • Dari pada kita sibuk mencari siapa bikin Timur dan “kanan”, gimana klo kita gunakan sumbu xyz saja, Kang. Sumbu mana aja boleh yg ke langit, lainya ngikut, itungannya sama koq!

        Titik origin adalah kita,
        Aku atau kau boleh aja.

        Salam xyz!

    • Mikirnya gak usah jauh2 ? Mengapa Ratu Laut Selatan lebih terkenal dari Ratu Laut Utara ? 🙂

      Mengapa Selatan bergemuruh, Utara kalem ? 🙂

      • Nggak usah jauh2,
        Satu2 aja lah LOP.

        Tapi Pantura lebih terkenal dari Pantlatan. Dan dari Jawa ke Utara ramai kehidupan, dari Jawa keselatan bablas ke Antartika.

        Cing!

  20. Saya bingung mau berkomentar apa, saya tidak terlalu tertarik membicarakan timur-barat ataupun utara-selatan. saya kira semuanya ada hikmah mengapa begitu baik secara sadar diketahui atau tidak.

    • Hi, Deka!
      Carilah yg menarik dari “Isi” rumahku ini.
      Kali ada, tidak pun tak apa lah!

      Ya, Timur pasti ada hikmahnya, pasti ada kelebihannya dst. Sebenarnya yg sering dikeluhkan kita-kita ini adalah soal keadilan duniawi saja kurasa, Seolah “Buanh semangka berdaun sirih” itu mujizat yg tak benar dan tak adil … hehe!

      Salam Damai!

  21. ngucapain subuhan aja mas MK dan salam buat semuanya semoga tetap semangat walaupun keadilan timur belum terpenuhi….

    • Selamat pagi, BJ!
      Link mu blum juga berfungsi.
      Aku blum pernah baca alasannya,
      Napa, ya?

      Salam Link!

      • nah itu dia mas MK aku juga bingung mau naruh link dimana di rumah ini padahal ditempat saya udah saya link Blog MK ini.

        saya bener2 ndak tahu tapi saya akan pelajarin dan kalau bisa dibantu mas..

        heheheh oonnya ketahuan lagi. salam sore

      • hai teman-teman mai yuk di sini..
        asyik juga lho
        https://tertiga.wordpress.com/2009/02/19/makanan-pertumbuhan-tertiga/

  22. Salam Takzim
    Mengujungi sahabat di sore hari dengan tetap tiada bosan berdo’a semoga engkau tetap berada dalam keranda kebahagiaan bersama keluarga tercinta
    Salam Takzim Batavusqu

    • Terima kasih, Kang Bat!
      Selamat datang di Berpikir Timur.
      Kita lagi muter-muter cari hikmah.

      Salam Damai!

  23. yang baru mas MK…
    perlu pencerahan lagi nih…

    • Aku lagi mikir bukan hanya baru, Joe, tapi yg bisa nyambung atau yg bisa disambung-sambungin.

      Salam Merdeka!

  24. memakai sumbu x y z memang membantu, tapi mengapa kok dinamakan xyz bukannya malah abc yg lebih familiar, ada setasiun tipi ABC, kecap ABC, saos ABC, batre ABC, bahkan pilihan jawaban soal juga ABC…ndak ada XYZ :mrgreen:

    nah balik lagi ke timur……….kalo prinsipnya orang eropa/barat…time is money…waktu adalah uang, jadi mereka menganggap denyut kehidupan sehari harinya adalah uang, sedangkan agak ketimur sedikit di arab menganggap waktu adalah pedang apabila tidak dimanfaatkan maka seperti pedang yg melibas, dijawa waktu adalah batara kala yg harus diruwat supaya konsep waktu yg keliru itu bisa diperbaiki, konsep waktu yg keliru itu yg merugi, hari esok sama/lebih buruk dari hari sekarang maka itulah yg merugi…….dari sini kita bisa tarik benang merah bahwa semakin ketimur maka akan punya prinsip filosofi waktu yg semakin baik, nah maka berlomba lombalah didalam menyongsong matahari terbit di timur…….

    salam batara kala :mrgreen:

    • Heheh!
      Ya, lebih baik balik lagi Timur.
      ABC lebih tokcer dari pd xyz,

      Iyokan nan di urang lalukan nan di awak,
      Lalu ketemulah Sang Dewa Batara Kala,
      Bahwa waktu adalah anugerah Tuhan.
      Yang jangan di sia-siakan sikit pun.

      Dari responmu kusimpulkan bahwa Ke Timur, bisa berarti karna tak kuat berkutat dgn para hamba “time is money.” Bisa juga berarti tak kuat melihat kelebat libasan-libasan pedang, juga ke Timur itu bisa berarti mencari tanah garapan yg lebih murah atau tanah yg belum atau tak bertuan utk ditinggali dgn tenang semedi dua medi, bersembahyang dan merenungkan: “Kapan Tuhan datang.”

      Salam Batara!

  25. salam dari timur mas MK…
    kelihatannya makin panjang nih timurnya tapi perlu juga sih kita kebarat ngelihat-lihat sipa tahu ada yang bisa diambil hikmahnya….

    salam tengah malem mas MK….

    • Timur itu sebenarnya adalah bangsa tanpa pamrih, tapi sering rada sinis melihat Barat dgn berbagai kemilaunya entah mengapa. Apa kita harus ikutan rebutan Dunia. Apa tak cukup dgn merawat yg ada

      Barat telah girang dalam bertualang di Timur ini. Kita rada garing bila bertualang ke Timur Indonesia sana. Maka apa boleh buat, harta karun yg ada di Timur itu bagai dipersilahkan kembali kpd Barat: “Ambil lah tapi bagi dikit”.
      Hoho!

      Salam Damai!

  26. Salam dari perantau batak ke timur, emang sih kelihatannya secara umum perbedaan SDm itu semakin ke timur semakin berkurang…
    ya banyak faktor yg bisa dikaji sh, mulai faktor ekonomi, pembangunan yg tdk merata… banyaklah… termasuk sifat dan budaya setempat…

    • Horas Lae!
      Gimana Timur? So hujan?
      Terus lah berjuang Lae. Setiap kekurangan pasti ada kelebihannya. Carilah kelebihannya itu, Lae!

      Salam Rantau!

  27. jaman dulu timur adalah pusat peradaban, lama kelamaan orang2 yg malas lalu pergi ke barat dengan harapan paling terakhir mendapatkan cahaya matahari, maka dari itu orang2 barat bangunnya pada kesiangan, sekolah aja masuknya jam 9……..

    dulu saya punya tetangga non muslim yg begitu adzan subuh langsung bangun beraktivitas didapur dan membangunkan anak2nya….malah bagi saya yg muslim sendiri kalah pagi bangunnya dibanding tetangga saya tsb…. :mrgreen:

    • Konon Cina telah beradab sejak 10.000 tahun Sebelum Masehi. Dinasti Jepang sampai sekarang sudah yg ke 120-an masih terus langgeng terjaga. Apa yg demikian itu karena mereka tidak banyak matsam-matsamnya?

      Yg kita bincangkan ini mungkin khusus pada problematik sebaran agama Samawi saja, yg suka matsam-matsam kutengok!

      Salam!

      • itu karena di cina banyak yg vegetarian, sebenarnya daging itu kotoran, kalau kita makan daging babi maka kelakuan kita semakin lama bisa seperti babi, sedangkan orang2 timur tengah sangat suka daging kambing/onta yg panas sehingga emosi mereka juga tinggi dan libido nya juga………….maka kita bolehlah makan daging tapi jgn banyak2 ntar bisa stir oke :mrgreen:

        kalau umat agama2 samawi itu kebanyakan salah paham akan ajaran agamanya sendiri sehingga terjadi penyalah gunaan agama dan pelembagaan agama, sehingga kerusakan dunia saat ini karena ulah para umat2 agama samawi itulah………

        sedangkan agama2 brahmic/india dan dari cina itu lebih mengedepankan ajarannya ketimbang lembaganya, sehingga lebih luwes ajarannya …..ada pepatah “menjadi buddhis itu tidak harus beragama budha” sedangkan kalo agama samawi….harus baca syahadat lah…harus dibaptis lah utk masuk ke agamanya…………..padahal sebenarnya ndak begitu2 amat

      • pepatah “menjadi buddhis itu tidak harus beragama budha”

        ==> Masih mendingan , dalam Zen Buddhisme malah ada yang ngomong gini :

        Kalo kamu bertemu Buddha bunuhlah Buddha

        Atau lebih kejem lagi ada seorang Master Buddha yang ngomong gini : Buddha itu seperti WC Umum.

        Waktu tak post di blog Buddha, mereka juga ngamuk-ngamuk maksudku ngedumel ngomel 🙂 . Saya malah dianggap menghina. Padahal menghina apanya : Lha wong aku copy paste sak judul-judulnya tak tulis. Itu ajaran Master Buddha terkenal .Mungkin maksudnya supaya Jangan melekat gitu mungkin.

        Jadi ngamuk2 itu selain terkait dengan ajaran mungkin juga terkait dengan otak masing2 yah…? Intinya pada cara menafsirkan.

  28. Salam wahai sahabatku yg banyak kamu tau

    Kalo menurutku sih… untuk kemajuan bangsa ini, jangan terlampau banyak korupsi, jangan terlampau mementingkan suatu kepentingan golongan, agama dan kesukuan.. jangan ini, jangan itu dan yang penting jangan macam-macam …. hehehe…

    oke .. bro
    salam salam salam

    • Hahahaahahhha,,,,,,,Lae Robinson.
      Justru terlalu banyak jangan itu jangan ini, akhirnya jadi ‘menjangan1’ dan “menjangan2”; Liar.

      salam daun salam

    • Benul, Lae!
      Bangsa ini suka matsam-matsam saza. Bangsa ini belum bisa merubah makna satu matsam. Bangsa baru bisa-bisanya merubah kata atawa nama. Merubah yg bagus jadi jelek, yg jelek jadi bagus. Ada di sini:
      http://islamabangan.wordpress.com/2009/10/13/blog-celebration-artikel-ke-100/#comment-2379

      Merubah-rubah nama, kita itu paling hebat. Mungkin baru sampai di situ bisa-bisaannya. SMA diubah jadi SMUN (supaya bermutu?), ujian masuk perguruang tinggi keknya tiap taun berganti istilah (supaya terjamin?). Penjara dialusin jadi Lembaga Pemasyarakatan (supaya tak memalukan?), harga-harga pd naik dialusin dgn “menyesuaikan” (supaya nggak kaget?), ABRI menjadi TNI (ahh matsam-matsam saza lah!). Banyak lagi hal yg boten-boten dipikirin sipolisiti spt hari kejepit hamper jadi “Harpitnas”.

      Banyak kita yang geregetan liat matsam-matsam lenggak-lenggok reformasi bangsa ini. Sebenarnya reformasi itu bergerak karena muak menghirup uap korupsi. Tapi setelah Reformasi disilahkan bergerak, ehh, yg diuyak-uyak koq nama-nama di atas. Seolah hal itu adalah utama supaya keren. Bahkan kata WTS pun dibagusin menjadi PSK, sementara KPK baru belakangan ditukang-tukangin sepantas pro-kontra dan yg sekarang diuyak-uyak pula supaya mandul dul dul dul.

      Wuelehhh banget …kan, Lae?

      Sai selamat ma si neger-neger i!
      Ta pabereng-bereng ma sampe dimana mereka para terhormat itu bersungguh-sungguh menguras Negara ini. Kita udah kadung tanpa pamrih. Sai selamat ma si neger-neger i.

      Salam Damai!

      • Berarti mengurus negara= menguras negara, ya!
        Benar benar Liar dan Liar (who tells lies).

        salam liar

      • Benul juga, Lae!

        Mengurus itu bukan lah menguras.
        Mengurus itu kudu sampe kurus
        Pengurusnya yg hrs sampe kurus,

        Jadi,
        Pengurus negara … ahh bahasaku ini…
        Negara pula yg dikurusin si Pengurus!
        Ah!

        Say horas ma!

      • Ah!, bahasamu itu akang,
        itu ber-erti negara ini gemuk? Have/has everything but….pelaksanaan fatsal 33?
        Apakah menggemukkan diri dengan mi-liar-an diatas kekurusan diri lain, hanya di Timur?

      • Kurasa begitulah tafsirannya, Lae!
        Yg menjamin alakadar Patsal 33 adalah mereka,
        Pengurus Negara itu, makanya negara jadi kurus

        Salam Si Neger!

  29. kalo saya, salam kenal aja deh…
    makasih udah mampir di blog saya 🙂

    • Salam kenal, de!
      Mari kita mengenal Timur!

      Salam!

  30. RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA”.. untuk
    MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA
    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
    I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll

    • Betul tuh KangBoed!

      Raih lah Jatidiri.
      Apa guna meraih dunia,
      Jika jatidiri menjadi sirna?

      Teng Peri Mats!

  31. Hahahaha Matahari sekarang dah terbalik semuanya.. Terbit di BARAT dan Terbenam dui TIMUR

  32. Kayanya TIMUR benar benar tenggelam dan semua maunya barat mulu

    • Yah!
      Keknya kita akan hanya muter-muter atau hanya mondar-mandir jika hanya memikirkan raihan Timur raihan Barat, raihan Utara atawa raihan Selatan.

      Seperti di atas kukatakan,
      Apa lah guna meraih dunia,
      Jika jatidiri menjadi sirna?

      Salam Damai!

  33. Mampir dulu, liat-liat themes-nya udah diganti apa belon…

    • Maren Kitatau itu tipe cowok setia Mas Lambang 🙂

  34. Haiyahhh! My Brat!

    Aku itu rasanya tidak sedang bocor alus,
    Napa kau nawar-nawat agar ditambal?
    Mas LOP bener, aku sedang setia!

    Salam Damai!

    • kalo sedang setia berarti pernah sedang tidak setia dunk…………kaaabuuuuurrrrrrrrrrrrrr

      • Hallah!
        Saat engmosi kesetiaaniku kadang kabur,
        Maksudku bukan mabur tapi burem, ehm!
        Ngatemin maning dah, buntutnya!

        Salam Dunk!

  35. udah seratus tuh mas MK ayolah lanjut ke barat sedikit sipa tahu ada cerita menarik..

    dan saya aneh aja kenapa barat selalu saja ambil-mbail bagian juga ke timur dan sekarang timur udah mulai ikut-ikutan pola barat… hehehehehee

    slmat malam masku.. kabarnya fain?

    salam-salam sambil ngopi…

    • Sementara ini aku sedang fokus berpikir ke titik orijinnya dulu utk tau mengapa kita koq berpikir dan berakal rada cetek-cetek begini.

      Titik “o” itu adalah diri ini sendiri,
      Diri yang belon juga mandiri ini,
      Diri yang ngkali dini-nya salah.

      Mungkin lebih baik begitu, Joe,
      Dari pada tak henti-henti menyalahkan Barat
      Atau selalu menyalahkan apa pun di luar diri.

      Salam Seruput!

  36. Komen udah 114 biji.
    Artikel baru belum ada.
    Urutan artikel masih belum diperjelas.
    Themes masih belum diganti juga.

    Soal lima, salah tiga, nilai C minus.
    Harap segera lapor ke pembimbing.

    Salam Her Lagi!

    • Hehehe!

      Artikel baru sudah ada.
      Urutan artikel sedang ku susu n di “Ïsi”.
      “Bus-tua” sedang sipoles-poles di bengkel.
      Nanti aku lapor ke pembimbing.

      Salam C!

  37. Whuuiiihhh…asyik juga ngobrol disini…
    Tapi…
    Pikir Satu…mau komeng, blm ada ide,
    Pikir Dua…bingung mau komeng apa,
    Pikir Tiga…huuuaaahemmm…ngantuk,

    Salam…ngkrr..zzz..ngkrr..zzz..ngkrr..zzz

    • Kang samin mo mule dari pikir nol, keknya.
      Kejar lah mimpi-mimpi kita itu Kang!
      Bangun lah segra klo udah dapet!
      Hehe!

      Salam Damai!

  38. Hehehe… koq bisa ya bung Maren mengatakan Timur lebih mundur, Barat lebih maju……. padahal pada hakekatnya “timur” – “barat” itu ….tiada dan yang ada hanyalah …… “garis” pemisah yg dapat diciptakan oleh siapapun berdasarkan interpretasi masing-masing. Lihat saja, kata orang di Jakarta – Surabaya ada di sebelah timur, sementara bagi orang di Papua, Surabaya yakin berada di sebelah barat….. Atau coba kita “terbang” ke luar Orbit, dimanakah letaknya Timur? dimana posisi Barat?…..
    Menurut hemat saya, sesungguhnya Timur-Barat maupun Utara-Selatan itu TIADA, yang ada hanyalah RUANG (space) yang diciptakan Tuhan untuk kita isi dengan takwa dan syukur pada-Nya. Ruang tersebut adalah “ruang’ di dalam hati, pikiran maupun lingkup sosial dan spatial disekitar kita. Dari situ dilihat sejauh mana upaya seseorang untuk lebih “menyatu” dengan Dia yang sesungguhnya hadir begitu dekat dan lekat dengan diri kita.
    Salam

    • Hi! Irawan!
      Dah lama tak mampir, Kang Ir.
      Terakhir di Kebenaran ada pd tiga.
      Pertama di ruang Poligami Kang Han
      Kemon, Kang!
      Kang Ayrul, Kang Boni, Kang Wedul dll.

      Hehehe… koq bisa ya bung Maren mengatakan Timur lebih mundur, Barat lebih maju…….
      padahal pada hakekatnya “timur” – “barat” itu ….tiada dan yang ada hanyalah …… “garis” pemisah yg dapat diciptakan oleh siapapun berdasarkan interpretasi masing-masing.

      Ah! Itu mah bisa-bisa ku aja, Ir!
      Supaya kliatan fungsi “garis pemisah” yg dapat kita ciptakan itu. Kita harus terus menggali dan memilah hingga nemu kemuliaan demi kemuliaan.

      Lihat saja, kata orang di Jakarta – Surabaya ada di sebelah timur, sementara bagi orang di Papua, Surabaya yakin berada di sebelah barat….. Atau coba kita “terbang” ke luar Orbit, dimanakah letaknya Timur? dimana posisi Barat?…..

      Ya!
      Sama ketika kita bercermin datar.
      Tangan kanan jadi kiri, atas bawah pun bisa kebalik jika cerminnya cembung atau cekung.

      Mata emang gampang ketipu,
      Dan gampang disulapin.
      Matahari terbit katanya.
      Di Timur …

      Menurut hemat saya, sesungguhnya Timur-Barat maupun Utara-Selatan itu TIADA, yang ada hanyalah RUANG (space) yang diciptakan Tuhan untuk kita isi dengan takwa dan syukur pada-Nya. Ruang tersebut adalah “ruang’ di dalam hati, pikiran maupun lingkup sosial dan spatial disekitar kita. Dari situ dilihat sejauh mana upaya seseorang untuk lebih “menyatu” dengan Dia yang sesungguhnya hadir begitu dekat dan lekat dengan diri kita.
      Salam

      Terima kasih, Kang Ir!
      Menurut ku tak ada yg TIADA. Semua boleh ada tanpa kecuali. Tugas kita adalah memilah-milah yg ada dgn “garis”. Entah lah kalo kita hrs ada pd “garis” itu sungguh agar mudah mengerti hal baik, benar dan merdeka.

      Salam Garis!

  39. Bagaimana kalo dibikin sekalian negara indonesia barat dan negara indonesia timur, korea juga ada korea utara dan korea selatan, supaya ada persaingan ketat dan saling maju bersama.

    • Boleh-boleh saja dibikin begitu, Jab. Makanya sekarang semua daerah pada merongrong minta pemekaran supaya pemimpin tambah banyak. Sekarang tiap hari ada Pilkada bahkan sepertinya ngada-ngada, hasilnya belum ada juga tuh, malah tambah runyam kutengok.

      Menurutku, Timur itu memerlukan kekayaan bahasa dus kekayaan pikiran. Emang mereka itu cepet sih ngomongnya, tapi itu-itu aja kata-katanya. Jadi, perlu ada guru yg baik ke sana yg gajinya bila perlu 10 kali lipat gaji guru Indonesia Barat. Kali kudu begitu!

      Salam Damai!

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s