(2/3) Berpikir lintas mata telinga

Konsumsi jiwa adalah nyata,
Pencerna utama adalah mata.
Bagi jiwa: “See and believing”.

Konsumsi roh adalah maya,
Pencerna utama adalah telinga.
Bagi roh, “Believe and you will see”.

Dulu ada kutengok penelitian klasik di TV, satu kelas anak-anak TK dibagi dua kelompok, satu kelompok Cingcau dan satu kelompok Cendol (sori, bukan bunga-bungaan). Anak kelompok Cingcau dibawa kesatu ruangan dan disajikan dongeng perkara-perkara sekitar tubuh, perkaitan alam, tumbuhan dan binatang. Mereka bagai belajar berpikir melalui suara Ibu Guru yg lembut masuk ke telinga dikonversi menjadi gambar-gambar di matanya. Mereka penuh riang penuh senyum penuh tawa bersama dlm mendengarkan apa-apa yg bersesuaian dgn peng-alam-an emosi harian mereka. Telinga itu telah menyerap pelajaran nyata dari gambar maya.

Murid kelompok Cendol dibawa ke ruang lain, disugukkan filem pendek bisu, lucu penuh tawa, karena di dalam filem itu ada Ibu Guru mereka yg sedang beraksi dgn raut wajah emosi thp sebuah boneka angin,  boneka besar setinggi mereka. Boneka itu ditonjok jengkang tapi bangun lagi, ditendang jengkang lalu bangun juga dan selalu bangun tegak berdiri seperti semula walau dicampakkan ke mana pun. Bisa demikian karena ada pemberat cembung di bagian dasar boneka itu. Mereka melihat bagai mana Ibu Gurunya beraksi kesal geleng-geleng kepala berekpresi lelah. Murid kelompok Cendol tertawa riang dan turut gemes ingin membantu. Mereka bagai belajar berpikir melalui gambar wajah Ibu Guru yg merengut. Gambar itu masuk melalui mata dikonversi menjadi jeritan suara di telinga mereka. Mata telah menyerap pelajaran nyata dari gambar nyata.

Tujuh menit kemudian ke dua kelompok tadi dibawa masuk ke ruang khusus bermain. Di ruang itu tersedia aneka macam mainan anak-anak. Nah, di sini langsung terlihat efek perlakuan yg baru saja diterima tadi. Murid kelompok Cingcau bermain dgn mainan mobil-mobilan atau kereta-keretaan atau boneka barbie dll. Beberapa boneka angin yg juga terdapat di situ hanya mereka sentuh sekedarnya dan ada yg  merabanya aja; Goyang, udah. Boneka itu terlalu besar, susah dimainkan, pikirnya kali.

Kontras dgn kelompok Cingcau, mayoritas anak kelompok Cendol langsung fokus kepada boneka-boneka angin itu. Mereka menonjok boneka itu hingga jengkang, lau menendangnya, merebahkannya,  dan ada yg mendudukinya mengeroyoknya dgn dua orang agar boneka tidak dapat berdiri lagi. Ada juga yg membantu  menggetok kepala boneka itu dgn palu plastic atau dgn mainan yg spontan terjangkau di sekitar boneka yg sedang didudukinya itu.  Ruar biasa, pikirku! Betapa dahsyat pembelajaran mata itu; Utamanya perkembang-biakan  agresifitas!

Begitulah kontrasnya perbedaan penyerapan pembelajaran antara pembelajaran  lintas telinga dan pembelajaran  lintas mata, yaitu pembelajaran maya dan pembelajaran nyata. Kurasa, pesan pelajaran itu bersumber  dan terpancar dari wajah Ibu Guru mereka. Wajah itu lah fokus pembelajaran mereka. Wajah itu lah sebagai data utama yg masuk lintas telinga atau masuk lintas mata menuju pikiran si anak.

Metoda ajar dapat saja dibalik. Misalnya, pembelajaran yg keras-keras pejal kaku itu dilakukan melalu suara spt sering ada pd khotbah-khotbah berang dgn wajah meringis dan melotot. Hasilnya mirip dgn aksi sobat-sobatku dulu ketika kanak. Dia menceriterakan siksa kubur kepadaku dgn bumbu-bumbu serem yg kebangetan. Ceritanya seolah mengada-ada dan tak terbantahkan. Kurasa ceritanya itu melebihi dari apa yg dia dengar dari Gurunya atau dari Kakaknya. Yg ginian ini diturun-temurun kayaknya dan dikembangbiakkan kadang hingga dewasa, baik secara sadar ataupun secara pingsan. Mungkin hal itu bertujuan utk segera menyolehkan si anak, kali. Aku pernah membaca cerita komiknya ttg siksa kubur itu sekali saja ketika kanak dan pernah melirik sinetronnya sekilas aja saat dewasa. Dalam hatiku, mubajir mengamatinya, pikiranku bisa mandul lama-lama!

Salam Damai!

Iklan

68 Tanggapan

  1. Siksa kubur ya memang ada tapi kalau kita berlaku baik selama di dunia, Tuhan tidak akan memberi siksa kubur.

    Lama tak berkunjung, masih ingat saya si fietria.

    • Hi, Fit!
      Aku masih inget, klo nggak salah gavatarmu pertama adalah burung yg kukomenin itu, ya! Wah, sekarang telah menjelma menjadi bidadari tampaknya, atau …?

      Ya, siksa kubur itu pembelajaran lintas telinga. Siksa itu bisa jadi ada jika dipikirin terus. Derita dunia itu juga begitu. Pikirkan lah dgn serius dan katakan dengan sungguh-sungguh, maka segala sesuatunya bisa menjadi, termasuk sisksa kubur itu. Kali begitu, Fit!

      Salam Damai!

  2. Ada reward ada punishment. Ada yang fokus melihat ke reward ada yang fokus menghindari punishment.
    Dalam banyak hal : Bagaimanapun aku lebih setuju kalo fokus mesti lebih besar ke target ketimbang menghindari sesuatu.

    • Brilliant thinking, Bro!
      Fokus itu yg paling penting.
      Fokus lah pd targer bukan pd penakutan.

      Salam Damai!

  3. bila saya beteriak keras kepada teman pekerja saya tapi mereka pada ngeri dan takut kepada saya ..Why???
    apakah hatinya yang ciut atau telinganya yang mau mendengar tapi tidak berani membantah??

    ehm bagaimana mas MK .. mohon alasannya???

    • Kurasa teriakanmu itu adalah menjernihkan gambar-gambar SOP atau Job Description yg telah disepakati mereka sebelumnya.

      Lain halnya jika teriakan itu ngawur, seperti penakutan yg tak beralasan, maka itu akan menutup sel-sel otak, bahkan hingga mandul, kali.
      Ehm, entah lah!

      Salam Damai!

  4. jangankan dua kelompak besar sprti yang mas MK paparkan diatas bisa berbeda jalan kelaurnya..
    my boy and girl me juga selalu merasakan “tidak adil” bila salah satu tidak mendapatkan kasih sayang padahal mereka berlainan jenis kelamin….
    apapah hati itu yg mulai terbentuk menjadi emosi jiwa-jiwa mereka????

    • Tentang anak, kau baca aja sekali lagi bahwa “Anak selalu belajar dari keluarga”. Jangan pikirin soal adil, lebih baik pikirin soal damai, karena damai bisa mununjukkan keadilan, sementara adil itu banyak kali cengkuneknya. Sip, lah!
      https://tertiga.wordpress.com/2009/10/10/anak-berpikir-berakal/#comment-1073

      Salam Damai Lagi!

      • ok mas MK aku dah balik-balik ke link yang dimaksud dan itupn yang dulu ditujuan kepadaku juga…

        damai???
        mereka masih butuh materi jugakan mas MK??? karena yang saya rasakan mereka inginnya cuma senang, bahagia tanpa ada batasan dan nasehat…
        bila nasehat walapun halus yang kita berikan ttp saja mereka acuh tak acuh ataukah ada yang salah pada diriku??

        jujur saya sangat menyayangin boy m girl me? segalanya sudah saya berikan termasuk cara berpikir dan damai itu???
        please sekali lagi berikan pencerahan pada diriku hehehehehe????

      • Aku tak punya resep yg mujarab, Joe!
        Pilih aja didikan apa yg baik dari org tua kita dulu, itu saja terapkan. Yg penting menurutku jangan sampai anak bisa menjengkal pikiran kita. Artinya kita mudah ditebaknya. Kendali hrs tetep ada pd kita sebelum mereka mandiri. Entah lah!

        Salam Damai!

  5. maka dari itu berpikirlah bahwa semua itu adalah kenikmatan, hanya kadar kenikmatannya saja yg bisa bertambah atau berkurang tiap saatnya

    • Kenikmatan itu beda-beda kadarnya atau jenisnya, ya.
      Tapi aku belum ngerti betul kenikmatan itu. Aku belum bisa menggunakan kata itu secara enteng, Kang. Bagai mana suatu kenikmatan bisa ditambahkan bila kenikmatan itu kuterjemahkan sbg “sedap-sedapan” misalnya. Pls!

      Pengharapan yg terkabulkan adalah nikmat, yg tertunda kurang nikmat, yg dibatalkan tak nikmat. Apa demikian nikmat itu, Kang!

      Salam Damai!

  6. biasanya digaji 10 jt tiba2 digaji 4 jt merasa tidak nikmat karena melihat yg 10 jt itu, coba kalo gaji 4 jt tapi melihat yg digaji 400rb maka akan nikmat….bekerjalah tanpa pamrih maka akan nikmat sedangkan gaji itukan cuman bonus….bekerja demi duit ato karena hobby…..pilih salah satu…hihihi

    • jadi bila kenikmatan itu beramsusi harga dan materi mungkin akan banyak yang tidak nikmat mas ton…
      kalau kenikmatan didasarin karean ihlas dan bkerja karena kesenagan mungkin bisa……

    • Yes, Kang!
      Bekerja tanpa pamrih adalah nikmat itu, kali. Nikmat yg tak bisa berkurang atau bertambah. Gaji atau hasil adalah konsekwensi dari kerja. Itu pasti. Itu tak perlu dipikirin agar nikmat tetap nikmat. Gitu kali!

      Jika seseorang menyuruhmu berjalan satu mil, jalan lah bersamanya dua mil, maka kau tak mungkin di PHK paling duluan, hehe!
      Yes! Tanpa pamrih!

      Salam Damai!

  7. iya dulu waktu SD juga pernah baca komik pendek tentang neraka yg digambar ada yg dipotong lidahnya, dipotong anunya, kepalanya pecah dsb, kadang juga pendidikan yg agak keras sadis juga bisa ditanamkan asal waktu dan caranya tepat, tapi ya tetep aja porsi terbesarnya di kasih sayang itu sendiri………

    lha sekarang malah sinetron2 sekarang tidak mendidik, contoh : jakarta digambarkan sbg kota yg asik2 aja…peyempuannya cantik2, lakinya ganteng2 kaya lagi dan mudah nyari kerjaan…nyatanya… :mrgreen: ….seringnya terjadi pertengkaran pake mata melotot, intrik meracuni supaya bisa dapet warisan harta, perebutan laki2, wanita berjilbab yg selalu berperan baik dan teraniaya…pingin liat sekali2 berjilbab tapi licik dan jahat :mrgreen:

    • Al Qur’an jelas-jelas menyebutkan “sesungguhnya sebaik-baiknya pakaian adalah pakain taqwa”(ingat diserukan kepada bani Adam, artinya seluruh manusia.)
      😀

      • Met Malem, Kang Han!

        Takwa! Yes!

        Dimulai dgn mencintai ciptaan,
        Hingga mencintai Penciptanya,
        Maka bener kita berbaju takwa.

        Salam Damai!

    • Kutip:

      iya dulu waktu SD juga pernah baca komik pendek tentang neraka yg digambar ada yg dipotong lidahnya, dipotong anunya, kepalanya pecah dsb, kadang juga pendidikan yg agak keras sadis juga bisa ditanamkan asal waktu dan caranya tepat, tapi ya tetep aja porsi terbesarnya di kasih sayang itu sendiri………

      Iyes, waktunya kurang tepat menurutku. Seorang anak, belum begitu paham dgn aturan-aturan keluarga, apa lagi aturan masyarakat, hukum adat, negara, dunia, dan boro-boro bisa segera paham hukum-hukum Tuhan. Wwah!

      lha sekarang malah sinetron2 sekarang tidak mendidik, contoh : jakarta digambarkan sbg kota yg asik2 aja…peyempuannya cantik2, lakinya ganteng2 kaya lagi dan mudah nyari kerjaan…nyatanya… ….seringnya terjadi pertengkaran pake mata melotot, intrik meracuni supaya bisa dapet warisan harta, perebutan laki2,

      Ini tantangan. Keasyikan-keasyikan sesaat, berupa tawaran iklan nikmat kilat. Iklan surgawi menjadi terpinggirkan. Ada baiknya lingkungan kita itu dijadikan laboratorium hidup. Banyak keluarga yg tampak asyik-asyik aja, ideal dan berkecukupan, spt keluarga artis atau keluarga pejabat, ternyata berantakan juga.

      Kalau kaya itu paling enak setelah miskin, sehat itu paling enak setelah sakit, kenyang itu paling enak setelah lapar, terangnya lampu pun enak banget setelah listrik hidup, dst, maka hidup pun tentu kudu paling enak setelah mati. Semua kebalikannya tentu nggak enak tenan!

      Salam Damai!

  8. — telinga, mata,, atau indera yang lain.. bisa 1 hati dan 1 keputusan tidak pak. MK..?! (*aku sendiri masih bertanya, dan mencoba menyatukan segala indera*)

    • Aku belum ngerti yg kau maksud menyatukan segala indera. Konon seluruh indera ada sebelas, lima indera sensor, lima indera gerak, satu indra kendali. Dan, apa pula yg dimaksud dgn istilah populernya indera ke-6. Entah lah!

      Di artikelku itu indera mata dan telinga hanya reka-rekaan lintas pikirku saja, iN. Menurutku, semua indera menyerap data dan semua data adalah utk pertumbuhan diri, baik utk pertumbuhan tubuh, jiwa dan rohani.

      Sebagian data serapan disikapi oleh tubuh secara insting primitif saja, sebagian lagi disikapi dgn akal, yaitu himpunan pengalaman penanggulangan data alam primitive itu dgn himpunan pengalaman penanggulangan data alam pikir. Data lain yg belum pernah tertanggulangi secra baik dan nyaman akan bersarang di hati. Data itu lah yg memerlukan daya pikir yg menjauh dari diri dan mendalam tanpa dasar.

      Dua bagian data pertama mengajari kita utk sekedar bisa bertahan hidup dan bisa ngeles selamat. Data yg bersarang di hati itu lah yg akan mendorong dan merubah kita kearah hidup yg ideal selamat yg abadi atau malah utk segera meledak kearah hancur mati binasa. Baru segitu pengertianku ttg data hati.

      Jadi, menurutku,
      Data pikir dominan ada pada hati,
      Data akal dominan ada pada otak,
      Data lainnya dominan pada tubuh,

      Semua data itu diamini diri sbg satu keputusan,
      Walau ditangani oleh tiga kendali, kali!
      Beg itu menurutku, iN!

      Salam Damai!

  9. Met Pagi @Om. :mrgreen:

  10. malem mas MK…
    tidak menentu cuaca balikpapan tiba panas tiba hujan
    kepala jadi tiba sakit tiba rusak
    terlalu memikirkan mana baik dan mana buruk
    menjadikan satu jiwa masih terkejar untuk kebebasan

    • A good try!

      Diri ini memang harus terus bertumbuh,
      Berubah menjadi lebih baik senantiasa baru.

      Ubah lah susunan kata secara tak biasa.
      Atau ubah lah kata bisa menjadi luar biasa.
      Perubahan itu kadang lebih nendang, loh keknya..

      Salam Damai!

  11. @Maren

    Dua isotop yg berlainan jenis tlah engkau paparkan dgn baik.

    Tapi ketahuilah mata d telingah lebih fokus mana?

    Yg perlu engkau garisbawahi adalah dua panca indra ini tdk bisa fokus dlm waktu bersamaan. Ibarat mata kamera. Kamera tdk bisa fokus dgn dua objek dlm satuan waktu. Nah rancangan panca indra juga begitu itulah sebabnya manusia akan memejamkan matanya ketika diraba.

    Ku tunggu

    • ehmmm…
      sebuah kalimat buatmu mas MK yang perlu diserna dan diberi tunggu jawabnya..

      salam tunggu jawabnya hehehehee

    • Hai, Blue!

      Kambuh lagi tabiat manismu.
      I learn a lot from you.
      Thanks for coming!

      Mata dan telinga.
      Fokus mana.

      Serasa terlalu kasar yg hendak terlihat mata pergi
      Dan terlalu lembut yg terdengar telinga datang
      Optimis dan pesimis silih berganti di hati

      Haus pada bayangan sejati,
      Mata mencari bukti saksi di belakang.

      Mual pada getaran resonansi,
      Telinga menanti bukti bisik dari atas.

      Fokus itu ada pada lensa mata.
      Peka itu ada pada gendang telinga.
      Keduanya adalah kendali pikir kita.

      Apa yg kita lihat hendak lah terdengar
      Apa yg kita dengar hendak lah terlihat.
      Tidak harus ada interlocking diantaranya

      Kunanti Damai mu!

      @Joe
      Utang jawabmu, loh!

  12. Woww…Luar biasa analisa percobaannya… 😉

    Memang harus ada yang diubah dech dalam sistem pembelajaran kita,.

    • Owh iya, Blog ANda saya tambahkan di Blogroll saya, Terima kasih

      • Yes Boc!
        Silahkan di link!
        Kita pun hrs berterima kasih bila semakin banyak orang yg mau membangun cintanya, bukan malah menjatuhkannya dgn gampang.

        Salam Damai!

      • Kutip:
        Memang harus ada yang diubah dech dalam sistem pembelajaran kita,.

        Yes Boc!
        Hari ini banyak terbaca kata “ubah”. Satu dari Lambang, satu kpd Joe dan satu dari mu.

        Aku senang akan perubahan dan memang itu kodrat kita juga. Dunia pun terus berubah. Tidak oleh manusia alam akan mengubahnya.

        Jadi benar, sistem pendidikan ini pun harus kita ubah.Jangan sampai alam yg mengubah dunia, tapi dunia lah yg mengubah alam menjadi lebih baik dan bersahabat dgn kita.

        Salam Damai!

  13. Avatar pertamaku memang gambar burung. Saya tidak tahu maknanya, karena yang membuat adalah mas Lambang.

    • Ah1 Soal yg pertama itu aku sudah tau!
      Yg menarik adalah gavatarmu yg terkini.
      Menarik kutengok; Plis dong ah!

      Salam Sayang!

  14. minggu pagi ttp beraktifitas..
    mana kutunggu versi ketiganya jangan kelamaan ntar jadi bosen lho hehehehhee
    becanda mmg membebaskan semua penat…

    • Jadi gimana, Joe, jawabmu!
      Atau buat aja alasan singkat lah.
      Atau kau masih mengolahnya juga?

      Kunanti Damaimu,
      Selamat Hari Minggu!

      • yap aku masih ingat tapi tunguuhlah masih kusenng hati nih bukan karena jatuh cinta lagi tapi karena kutelah bebas tanpa belenggu masa lalu…

        entahlah kudapat dari mana perasaaan itu yg pasti aku merdeka setelah merdeka…

        salam damai ku untuk masku MK….

  15. Kalau email yang ini, menarik tidak? 😆

    update dong ah..

    • Fit, ah, kao!
      Plis dong ah!
      Gavatarmu!!!

    • Hihi…
      Plis dong ah!

  16. mengapa kita diberi dua mata?? karena utk bisa melihat dari dua sisi yg berbeda….dunia-akherat, surga-neraka, aku-engkau….

    mengapa kita diberi dua telinga?? karena utk bisa mendengarkan dari dua dunia……luar-dalam, lahir-bathin, nyata-gaib, baik-jahat…..

    mengapa kita diberi dua tangan?? utk bisa memegang gayung satunya nyebokin ketika be’ol :mrgreen: …..tangan kanan memegang cangkir kopi, yg kiri memegang rokok, matanya melotot memandang monitor membales komeng2 nakal, kupingnya disumpel headphone ndengerin mp3 bajakan…. :mrgreen:

    • Ada nggak yg jual moniror Braile, Mas!
      Yg kaler gituh! Heheh!

      Salam luar-dalem!

    • Mengapa kita hanya diberi satu hati?
      Agar tidak mendua.
      Mengapa kita hanya diberi satu kelamin?
      Agar tidak mendua. :mrgreen:

      Ngga kebayang juga kalau ada dua kelamin, satu di bawah satu di leher… 🙂

      • Huahahahaha …!

        Dasa Muka …
        Pelamin ke-11-an
        Hehe!

        Ya!
        Ada satu hati
        Bila patah jadi dua
        Satu pd cinta satu pd benci
        Pd patahannya itu loh, ada apa
        Mungkin kah gergaji apa duri melati

        Salam!

      • @Mas Lambang
        Jari manis bisa mampu pakai cincin 4 sekaligus lho. 😀

      • Soal ke arah bawah Kang Han ini paling cepet tanggap, euy! Komenin sesekali isi artikelnya kek, Kang! Hehe!
        Biar puguh!

        Selamat Pagi Kang!

      • Hahaha … urusan bawah mah memang asik untuk dibicaraken.. :mrgreen:

        Soal komen artikel, rasanyah dah komen tuh.

        Salam.

      • Yg asyik-asyik itu biasa enak-enak.
        Yg enak-enak lama-lama bikin pusing.
        Yg pusing-pusing lama-lama asyik dan enak

        Harapan sih begitu.
        Entah lah!
        Salam Damai Kang!

  17. Mata dan telinga, sangat sensitif untuk menyerap segala sesuatu.apa yg dlihat dan didengar, itu yg menggerakkan hati dan pikiran. Dan sudut pandang seseorang, punya perbedaan masing2…

    Itu sebabnya, anak2 sanagat terpengaruh oleh lingkungan dan orang2 sekitarnya

    Salam sinting!!!

    • Hi Zul!

      Syairmu ke Mba aubre megang banger tuh.
      Poles dikit lagi jadi dah “Cinta yg Sinting”
      Kemon euy!

      Salam Damai!

  18. Nama-ku Chris,
    Umur-ku tiga tahun,
    Mata-ku bengkak…
    Aku tidak bisa melihat.

    Aku pasti anak yg bodoh,
    Aku pasti anak yg nakal,
    Apalagi yg dapat membuat,
    Ayahku menjadi marah.

    Aku berharap, keadaanku lebih baik,
    Aku berharap, aku tidak jelek,
    Jadi mungkin ibu-ku,
    Akan tetap mau memeluk-ku.

    Aku tidak bisa melakukan kesalahan,
    Aku tidak diperbolehkan bicara sama sekali,
    Atau..Aku akan dikurung ,
    Sepanjang hari.

    Ketika aku bangun,
    Aku sendirian,
    Rumah ini sangat gelap,
    Keluarga-ku tidak ada dirumah.

    Ketika ibu-ku pulang ke rumah,
    Aku mencoba untuk menjadi baik,
    Jadi aku mungkin hanya mendapatkan,
    Satu cambukan dimalam hari.

    Aku barusan mendengar suara mobil,
    Ayahku baru pulang,
    Dari Diskotik….
    Aku mendengar sumpah serapahnya,

    Nama-ku dipanggilnya,
    Aku menekan diriku sendiri,
    Merapat kedinding.
    Aku mencoba untuk sembunyi,

    Dari mata jahatnya,
    Aku sangat ketakutan sekarang,
    Aku mulai menangis.
    Dia menemukan-ku sedang menangis,

    Memanggilku dengan kata-kata buruk,
    Dia mengatakan kalau semua itu adalah kesalahan-ku,
    Atas penderitaannya dikantor.
    Dia menamparku dan memukulku,

    Dan berteriak lebih banyak lagi kepada-ku,
    Akhirnya aku dapat bebas,
    Dan lari menuju kepintu.
    Dia sudah mengunci pintunya,

    Aku mulai berteriak histeris,
    Dia menarik-ku dan melemparkan-ku,
    Pada dinding kamar yang keras.
    Aku jatuh kelantai,

    Dengan tulang yang patah,
    Dan ayahku masih melanjutkannya,
    Dengan lebih banyak lagi kata kata kotor yang diucapkan.
    “Maafkan Aku, Ayah” teriak-ku,

    Tetapi itu sudah sangat terlambat,
    Wajahnya sudah berubah,
    Menjadi bentuk yang tidak bisa terbayangkan.
    Penderitaan dan rasa sakit,
    Lagi dan lagi…

    Oh Tuhan, berikan belas kasihan-Mu,
    Oh..Biarlah ini cepat berlalu.
    Dan akhirnya Diapun berhenti,
    Dan menuju ke pintu kamar,

    Ketika aku terbaring disana, tanpa bisa bergerak,
    Tergeletak dilantai.
    Nama-ku Chris,
    Umur-ku tiga tahun,
    MalaM ini ayahku,
    Membunuh-ku.

    Salam bahagia Bung Maren, thanks atas undangannya utk lomba puisi di blog Bung Abdul cholik….kalo sempat sy akan berpartisipasi, ditengah padatnya latihan pementasan teater kami menjelang natal ini bung maren…..

    • Wahhh!
      Cara menulis pelit pun ternyata bisa nendang juga, euy! Semogalah kau sempat ikut berpartisipasi, Bro! Bung zul pun keknya mulai pikir-pikir parti si pasi itu. Tapi dahulukan lah yg utama, terlebih menjelang Natal ini.
      God bless you, Bro!

      Salam Damai!

  19. lanjtukan mas MK…
    tarik bang….

    • Ayo, Joe! Tuangkan pengalamanmu. di kesimpulan “Berpikir lintas mata telinga (3/3) ini. Mana yg tidak atau kurang sesuai menurutmu.

      Salam Damai!

  20. apa yang dilihat menimbulkan kekaguman
    saat mendengar penjelasannya tentangnya
    kekaguman berhenti dibelenggu persepsi

    • Yes, Tom!
      Sudah terlalu banyak sejarah kekaguman.
      Semua telah teronggok menjadi pelajaran.
      Koq kuasa Dunia masih tetep diidamkan?

      Salam Damai!

  21. yes Bung Maren tentang kuasa dunia aku ada puisinya
    silakan simak & moga mudeng basa Jawa :

    Gebyaring jagad pindha manising madu
    Amung samudana nulya aywa den pepetri
    Mukti wibawa amung sesinglon
    Regeding kalbu getering nafsu
    Kabeh wus kapupu
    Sayekti sanes ingkang sejati

    • Wah, Mas Tom, aku nggak mudeng tenan tuh!
      Artinya: …?
      Nggak mungkin, artinya (By: m4stono on 8 December 2009 at 23:30): mas batjoe yg ganteng sendiri se kalimantan sedang rindu berat….kira2 itu intinya…hihihihihi
      Kan?

      Pls artiken!

  22. Mataku tak dapat melihat,terkena radiasi matahari
    kupingku tuli,karena ibu sering memarahiku.
    Aku bersukur,karena hati masih dapat melihat,akalku masih mampu menalar.
    Tanpa mata,hati dan akalku dapat melukiskan wajah marah ibu.
    Tanpa telinga,hati dan akalku dapat membedakan, mana suara ibuku dan mana suara Arielpeterpan group band kesayanganku.
    ‘dalam imajinasi doang’.

    • Beng!
      Aku juga nggak bisa bayangkan mana yg paling nggak enak antara kehilangan penglihatan atauwa kehilangan pendengaran.
      Menurutmu sama saja?

      Salam!

  23. Jelas aku lebih sayang mata.
    karena mata lebih banyak manpaatnya,daripada telinga.
    gak tau juga kalau kelelawar,coz kelelawar lebih banyak mengandalkan gelombang suara tuk cari makan.
    yang jelas kita bukan kelelawar.

    • Bagai mana kau menyimpulkan, atau apa saja pengalamanmu atau apa setahu mu bahwa mata lebih banyak manfaatnya dari pada telinga, Beng!

      Salam Damai!

  24. Karena di depan rumah banyak kendaraan lululalang.

    • Miskin kali pengalaman mata mu, Beng!
      Yg lalu lalang mah sambil merem juga dapet.
      Bahkan kendaraan ujur juga dapet tanpa mata,
      Kecuali kau mementingkan kelirnya.
      Cing perkaya lah pengalamanmu, Beng!

      Salam!

  25. Sembarangan…!
    mau kena tilang ape di lampu merah.!!
    kenapa orang bisu pasti tuli ?

    • Loh! Kok malah belok ke soal bisu,
      Bukannya perkuat di mata, Beng!
      Peng-alam-an mu koq yg dibahas.

      Salam!

  26. Karena kita manusia,
    mata,telinga,hidung,lidah,bahkan kulit.
    daya tangkap mata lebih tepat,jelas,vokus dan cepat seperti cahaya.
    sementara telinga,melalui gelombang suara,lebih lambat dan tidak bisa mendeteksi benda diam.
    Mata dengan kulit
    kuping dengan mulut
    semua di kontrol sama otak,mungkin hati sebagai penentu kebijakan,di saat otak lagi bingung.
    ada lagi gerak replek.

  27. menarik. ini kunjungan pertama nih. salam kenal y, sy suka artikel pendidikan ky gitu

    • Salam kenal Ras!
      Artikelku cukup mendidik.
      Mari perbanyak hal-hal mendidik
      Masih banyak hal anyar dari dlm kita.

      Wellcome aboard!

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s