(1/2) Mati

Mati adalah anugerah!

On death, grace does not destroy but it purifies, moderates and regulates natural affection.

Lalu, mengapa orang paling banyak mati pada hari Senin, dan orang-orang soleh paling banyak matinya pada hari Jumat?
Hayooo!

Tapi, aku tak tahu bulan apa paling banyak orang mati,
Dan jam berapa yang paling banyak itu?
Lalu, kayak gimana mati yang paling enak,
Dan kayak gimana pula mati yang paling keren,
Apakah mati itu sama saja, kapan dan dimana pun?
Ah…!

Kita bisa saja merenungkan kematian berdasarkan waktu seperti di atas. Kita bisa juga merenungkan kematian itu berdasarkan ruang atau tempatnya, spt mati di kamar mandi, di rumah sakit, atau di lapangan, dll. Kita pun bisa juga merenungkan kematian itu berdasarkan kejadiannya spt mati kesetrum, kelelep, atau ketembak, dll.

Lalu, jika kita bisa merekap waktu, ruang dan kejadian mati,
Rekap yang kek gimana yang paling keren utk diancer-ancer?
Ah…! Aya aya wae!

Kalau boleh memohon umur panjang,
Boleh dong kita menggeser mati,
Sedikit ke waktu yg lain, heheh!

Salam Pikir Tiga!

Iklan

45 Tanggapan

  1. tadi pagi juga tetangga saya ada yg meninggal, apa bener paling banyak memang hari senin? gak menyadarinya..
    renungan yang bagus.. tentang Mati
    salam..

    • Secara statistik emang begitu, Senen.
      Barang kali ada juga tuh korelasinya dgn keluhan pabrikan kendaraan bermotor yg kubaca di suatu majalah, bahwa mobil buatan hari Senen adalah yg paling banyak dikomplen, mobil buatan hari Jumat adalah yg paling sedikit dikomlen oleh konsumen, mengapa?
      Jumat. Entahlah!

      Salam Damai!

  2. blog-e manteB sederhana cool 😀

    • Mas hm, jelasin dong gavatarnya!
      Aku ikut sedih melihatnya,
      Gimana tuh!

      Salam!

  3. Pa kabar Maren, lama tak jumpo

    • Saya mah gud-gud aje, lop!
      Ayo kita keliaran jauh ke depan.
      Ke kemaren cemen, ke besok hunouw.

      Salam Damai LOP!

  4. Setelah melihat…saya berpikir…

    Saya PIKIR itu Bus…MATI… tapi…..
    Saya PIKIR itu Bus…bertambah PANJANG…
    terakhir…
    Saya PIKIR apakah ini termasuk…
    MATI DALAM HIDUP(mati sakjeroning urip)

    Salam…PIKIR TIGA

    • Hehehe!
      Kang Samin sedang pikir tiga
      Kepada bus yg bertambah panjang?
      Ah! Itu mah sedang didaur ulang kali oleh alam
      Makanya bus itu akan terus melar melebar hehe!

      Pikir satu adalah sama dgn keharusan,
      Keharusan berarti tak ada jalan lain,
      Tak ada jalan lain sama dgn mati!
      Mati adalah keharusan itu.

      Lalu, “mati dalah hidup”?
      Apa ini kiasan utk orang yg rohnya tipis?
      Bila ada “mati dalam hidup” kudu ada “hidup diluar mati”
      Balansingnya kan, Kang!

      Salam Damai!

  5. Whaaahhh…

    …Bila ada “mati dalam hidup” kudu ada “hidup diluar mati”…
    “Setelah AKU mati”.., barulah “aku hidup diluar AKU”…
    Balansing…balansing…ya..ya..

    Macam mana Pikir-3 bisa balansing lae?!?
    Mustinya Pikir-8…baru ada balansing… OK!?!

    Salam…Balansing

    • Gini Kang!
      Balansing itu pikir dua,
      Keseimbangan aksi-reaksi.

      Pikir dua adalah keabadian.
      Ada hidup ada mati, dalam dan luar,
      Siang-malam, nagis-ketawa, timur-barat, dll.

      Pikir tiga bukan hanya balansing Kang!
      Pikir tiga itu mungkin juga rotating kurasa,
      Menggelinding berputar pd kehidupan 3-poros.

      Keseimbangannya,
      Pajang poros x-y-z kudu sama.
      Bila tidak maka bola menjadi gepeng.
      Main bola lebih asyik dari mainin ban mobil, hh

      Menurutku,
      Pikir satu itu adalah ke kematian,
      Pikir dua adalah ke keabadian,
      Pikir tiga adalah ke kehidupan.

      Kelebihan pikir mubajir,
      Tak berpikir itu pandir,
      Pikir-8 sulap kali Kang, hh

      Salam Damai!

  6. Salam mati. .eh salah Salam damai. :mrgreen:

  7. Banyak orang mati hari Senin, kurasa karena ada motto “I hate Monday”.
    Banyak solihin mati hari Jum’at, kurasa karena banyak ceramah yang membuat orang refleksi diri, ngenes dan akhirnya layu.
    Kalau di Jakarta keknya malam Tahun Baru lebih banyak yang mati dibanding hari kalender lain.

    • Banyak orang mati hari Senin,
      Kurasa karena ada motto “I hate Monday”.

      Atau mungkin juga kebalik Brat,
      Karna banyak “Dead Line” Senen,
      Maka menjadi “I hate Monday!”
      Lalu matilah dia!

      Banyak solihin mati hari Jum’at, kurasa karena banyak ceramah yang membuat orang refleksi diri, ngenes dan akhirnya layu.

      Itu bukan statistik resmi,
      Ini hanya statistik pribadi.
      Hari paskah pun di-jumat-kan.

      Kalau di Jakarta keknya malam Tahun Baru lebih banyak yang mati dibanding hari kalender lain.

      Kira-kira penyebabnya Brat?

      Tapi untuk bulan yg banyak matinya keknya pd bulan puasa kali ya, karna kecelakaan mudik ugal-ugalan banyak duit, kekurang hati-hatian karna perut kosong, bahkan karna stres nggak punya duit lalu dotkom. Aku belum bisa pasti itu, tapi statistik kejahatan biasanya naik-tajam di situ.

      Salam Damai!

  8. mati sakjroning urip, urip sakjroning pati……….milih mana? wis ah mbuh pening kepalaku…..hihi :mrgreen:

    • Hehehe … pening! Dipilih aja dipilih Brad,
      Ditimbang-timbang hingga tak bimbang.
      Gavatarnya migran lagi ato lagi migren? hh

      Setiap suku, atau bangsa, dan semua agama
      Selalu mengingatkan hal mati.
      Hidup kita tak abadi di bumi.

      Hidup itu pendek.
      Bertumbuhlah,
      Atau matilah,
      Malah.

      Salam Damai!

  9. momento mori itu abad kegelapan atau pencerahan.. Ingat akan mati membuat kita cerah atau malah suram ? Tergantung orangnya kali yee ^_^

    • Memento mori,
      Adalah prase Latin yg dpt diterjemahkan sebagai:
      “Ingatlah, kau adalah manusia biasa yg bisa mati,”
      “Ingatlah, kau akan mati,”
      “Ingatlah, kau pasti mati,”
      “Ingatlah hari kematianmu”.

      Ingat akan mati membuat kita cerah atau malah suram ?

      Kalo tiap jam akan suram,
      Kalo tiap Senen, mungkin cerah,
      Kalo tiap gajian jarang bisa mengingatnya, hh
      Kali juga ni yee!

      Salam Damai!

      • kayaknyakalodari sejarah jaman2 itu adalah jaman suram peradapan, mungkin ingetnya malah tiap detik… Tetapi tidak diseimbangkan sama lainnya…

      • Bisa jadi begitu LOP!

        Tapi jaman terus berlalu.
        Kematian tetap menunggu,
        Udah bagus kalo ingat tiap Sabtu, hh!

        Salam Damai!

  10. …”Hari paskah pun di-jumat-kan”…

    Kesimpulanku…mulai Minggu sampai Sabath…
    Setiap ada yang mati pasti di-JUMAT-kan…

    Tapi…
    Menyongsong Hari PROKLAMASI-RI,
    Mengenang para PAHLAWAN YG GUGUR/MATI

    Bila ada luang waktu maupun hati
    Mampirlah kesini
    Ada sedikit “MAKLOEMAT” disini
    http://sikapsamin.wordpress.com/

    • Kesimpulanku…mulai Minggu sampai Sabath…
      Setiap ada yang mati pasti di-JUMAT-kan…

      Hehehe!
      Mungkin bagi mereka yg numpang keren,
      Kapanpun matinya kuburnya Jumat ajah hh

      Bila ada luang waktu maupun hati
      Mampirlah kesini
      Ada sedikit “MAKLOEMAT” disini

      Aku sudah dua mampir ke sana
      Ke dua-duanya dimoderasi
      Makloemat itu kumakloemi.

      Salam Damai!

  11. Yang jelas banyak yang mati itu saat di Rumah Sakit, harinya juga tidak jelas :mrgreen:

    • Hai, Kang Han!
      Apa khabar hari ini.
      Moga baik adanya.

      Di perkotaan mayoritas mati di Rumah Sakit.
      Di pedesaan mayoritas mati di rumah kali.
      Mana yang lebih banyak aku blon tau.
      Tapi kita sedang mengancer mati-keren

      Salam Damai!

      • Puji syukur kepada Allah, sayah baik-baik sajah… smoga sebaliknya juga demikian.

        Kalau diberita seehh, sepengetahuan sayah waktu bencana Tsunami Aceh terbanyak yang mati.

        Kalau di Al Kitab mungkin bencana kaum Nabi Nuh a.s, yang terbanyak… baik dikota maupun di desa… bahakan yang di hutan belantara :mrgreen:

      • Ya!
        Itu mati sekejap namanya!
        Mungkin juga mati borongan.

        Tsunami 2004 menelan korban 230.000 org.
        Bom Nagasaki dan Hiroshima 140.000 org.
        Peristiwa WTC 2001 hampir 3000 org.

        Rasanya mati kayak gitu tak keren Kang.
        Sama aja dgn mati kesamber petir kali.
        Sedikit lebih baik dari bunuh diri, hehe!

        Salam Damai!

      • @Mas Maren
        Sedikit koreksi…
        Peristiwa WTC tidak ada yang mati @Mas, itu hanya propaganda USA sebagai pembenaran tindakannya pada negera-negara penghasil minyak bumi…. including er-i :mrgreen:

      • Entahlah Kang!
        Knapa kita itu koq mudah ditipu.
        Knapa kita itu koq mudah diadu.

        Minyak, oh, minyak; Hitamnya.
        Lekas-lekaslah habis kau nyak
        Agar kami lekas mikir Matahari yg baik.

        Salam Damai!

  12. @ Maren Kitatau

    ke MATI an adalah awal tunas mengenal kebenaran hidup. Hidup yg benar adalah hidup yg mematikan nafsu kedagingan. Sehingga melalui kematian daging semua laku dan roh kita akan seturut dan sederajat dgn hukum Sang Kebenaran itu.

    Salam kasih ma bere !!

    • Terima kasih Lang!
      Ya, kurasa betul tuh!
      Kematian adalah awal kebenaran hidup.
      Hidup yg benar tanpa nafsu kedagingan.
      Hidup yg benar tanpa makan-makan

      Secara empiris pun,
      Temen Muslimku bilang gini:

      Kaya yg paling enak itu setelah miskin.
      Kenyang yg paling enak itu setelah lapar.
      Terang yg paling enak pun setelah gelap.
      Jika itu diterus-terus gituin, maka:
      Hidup yg paling enak pun hrs lah setelah mati.
      Kebalikan dari semua itu ya, paling nggak enak.

      Salam Damai Lang!

      • Bah…pening kepalaku mengikuti khotbah yang terakhir ini…
        Hidup itu apa/bagaimana?
        Mati itu apa/bagaimana?
        Kebenaran apakah = Kebetulan… ?!?

        Untung ingat kata-kata kakek aku…
        “janganlah terlalu pusing thd ‘cakap’, ‘kata-kata’ maupun ‘huruf-huruf’…

        Karena hanya satu-huruf pun, itu sebenarnya hanyalah…berhala
        Mendengar itu aku diam ternganga

        Salam…TERNGANGA TANPA KATA

      • Hai Mas Sam!
        Namamu tak ngeling tuh, mati …itam gitu.
        Pls, idupin supaya mudah aku ke gubugmu.

        Bah…pening kepalaku mengikuti khotbah yang terakhir ini…
        Hidup itu apa/bagaimana?
        Mati itu apa/bagaimana?

        Hidup itu rumit bah,
        Mati lebih rumit,
        Hahah!

        Mengapa ada istilah mati, ya!
        Mati angin, mati langkah,
        Mati kutu, mati lampu,
        Setengah mati, apa pula tuh?
        Apa setengah mati = pingsan?

        Keknya pernyataan mati itu masih dominan ditentuin logika fisik aja. Kalao udah abis batrenya ya mati sendiri, nggak gerak lagi. nggak fungsi. Jan-jan karna batrenya lepas, ato nggak konek, ato kebalik, karatan dll.

        Apa iya mati itu artinya diam saja?
        Apa mati bukan berarti selesai?
        Atau itu adalah ronde pertama?

        Karna ronde ke-2. alam masih mendaur tubuh kita, Teman masih membincangkan jiwa kita ato dampak karya-karya perbuatan kita. Dampak itu kudu ada, jika tidak, ya ayam sayur. Dan kurasa, kudu ada juga ronde-3, Tuhan nanti memposisikan kita sbg roh yg berjiwa atau jiwa yg beroh … hohoho!
        Tertiga lagi!

        Kebenaran apakah = Kebetulan… ?!?

        Benul juga tuh!
        Keterangan bisa berarti silau.
        Kelewatan berarti terlewat atau kebangetan.

        Untung ingat kata-kata kakek aku…
        “janganlah terlalu pusing thd ‘cakap’, ‘kata-kata’ maupun ‘huruf-huruf’…
        Karena hanya satu-huruf pun, itu sebenarnya hanyalah…berhala
        Mendengar itu aku diam ternganga
        Salam…TERNGANGA TANPA KATA

        Widih!
        Aku pun ternganga,
        Tak ada yg tercipta dari nganga.

        Salam Damai!

  13. @Maren

    Jumat sore orang sudah mulai berpikiran rilex dan libur, maka berkarya juga susah….
    Sabtu libur, acara senang-senang didimulai
    Minggu libuuuur lagi, tidak cukup bersenang-senang di Sabtu yang pannnjaaang, maka minggu juga dipakai sampai larut…sekali lagi bersenang-senang…

    Senin? waddddduh kerja, …..tunggu beberapa saat, MATI deh

    ehehe

    • Horas Lae!

      Hehehe! Bisa aja begitu Lae!
      Jumat pagi giat setengah hari,
      Jumat sore siul-siul heppi.

      Sabtu pagi bersiasat heppi,
      Sabtu siang heppi-heppi,
      Sabtu malam pun Minggu heppi.

      Heppi udah jadi standar.
      Tak bisa ditawar-tawar,
      Justru harus diumbar-umbar.

      Dgn terpaksa, demi menjaga citra, banyak yg hrs tutupi-tutupi pada Jumat, Sabtu, Minggu. Senin bagai urusan belakang, dan semoga “tak ada”.

      Padahal Senin ada “Dead Line”
      Degdeganlah pd pembukuan,
      Lalu … matilah!

      Mungkin itu ada korelasinya dgn,
      Kenapa pelawak gampang mati?

      Benyamin, Bagio, Iskak, Edy Sud, Ateng, Basuki, Big Dicky Lenong Rumpi, Taufik Savalas, Dono, Kasino, Gepeng, Darto Helm, Us Us, yg terbaru Kholik (pelogat Tegal), dan yg paling baru Kang Ibing, semua telah meninggalkan dunia kita. Usia mereka dirata-rata sekitar limpul kurasa. Kuperiksa familiku yg suka ngebanyol lucu-lucu pada cepet mati juga ternyata. Teman-teman atau kenalan teman yg lucu juga begitu, cepet matinya!
      Ah! Tak taulah aku mengapa!

      Apakah karena para pelawak itu sering meniadakan diri (spt pd Jumat, Sabtu, Minggu) sehingga gampang tiada? Artinya mereka tak sudi berduka. Mungkin duka selalu disepelekan walau sedang terbeban berat. Apakah mereka kurang serius dlm hidup? Apa mereka selalu tetap berusaha memenuhi pengharapan lingkungannya agar selalu tertawa bahagia pd setiap kehadirannya? Atau malah disaat mereka benar-benar berduka tak ada orang yg percaya, tak ada orang yg mau manghiburnya, malah dukanya ditertawakan orang sehingga beban duka itu dobel gitu? Lalu streslah, lalu matilah?
      Atau, aku salah duga! Entahlah!

      Salam Damai!

      • @Maren

        Jumat pulang jam empat
        Sabtu berpesta sampai keteter makan tidur tak sempat
        Minggu, pesta minded masih mencari tempat
        Senin…. napas tersendat-sendat…
        itulah kenapa manusia rohiah lebih mampu bertahan dalam menghadapi pat gulipat…

        salam damai juga

  14. Aku cukup rajin ke rumah keluarga yg berduka dan hingga mengantar jenajah ke kuburan. Sering aku bertanya pendapat-pendapat penggali kubur ttg hari apa yg paling banyak orang mati. Biasanya mereka bersiskusi sebentar, geleng-geleng ragu, lalu, “Entah lah Pak, kayaknya di kuburan Kristen ini hari apapun mereka mati, dikuburnya hari Jumat!

    Ehm! Pikirku dlm hati,
    Kayak numpang keren.
    Entahlah!

    Salam Damai!

    • Untungnya orang Islam, kalau hari jum’at pergi shalat jum’at di masjid… bukannyah dikubur 😀 😆

  15. Kucoba berpuisi…
    Tentang MATI ini…

    Sekian puluh hari telah terlewati…
    Sekian puluh tetamu hadir disini…
    Akupun telah beberapa kali…

    Bagaimana rencana pemakaman nanti…
    Kelihatannya belum pasti…

    Kalau begitu aku sementara…undur diri
    Salam Damai…

    • Ya ya ya, Mas Sam!

      Rencana pemakaman Mati (2/2) hari ini.
      Puisimu merongrong aku membuat mati
      Tak seperti Brat Lamb yang “Apdet dong!”

      Salam Manis!

  16. Saudaraku Maren terkasih …

    Kematian adalah ketakutan utama umat manusia sejak jatuh ke dalam DOSA. Secara rohani walau sebagian umat manusia menolaknya tetapi kematian sekarang bukan lagi ketakutan bagi umat manusia bagi yg menyandarkan harapan dan impian dalam SANG PENAKLUK KEMATIAN itu.
    Hanya di luar DIA lah, berlaku lagu di bawah

    Tu dia ho dung mate ho ..
    Alusi au alusi au …

    Kematian adalah monumen kita yg pernah hidup di dunia ini bagi yg menyerahkan akhir hidupnya bg ANAK ALLAH itu (titik)
    Salam kasih

  17. Salam Kasih!
    Semoga tetap baik adanya.

    Saudaraku Maren terkasih …
    Kematian adalah ketakutan utama umat manusia sejak jatuh ke dalam DOSA.

    Tul tuh, Lang!
    Kematian hrs lah rohaniah,
    Lahir kita mah alamiah.

    Mungkin,
    Hanya yg rohaninya tipis,
    Atau yg rohnya adalah jiwa
    Kematian itu membingungkan.

    Secara rohani walau sebagian umat manusia menolaknya tetapi kematian sekarang bukan lagi ketakutan bagi umat manusia bagi yg menyandarkan harapan dan impian dalam SANG PENAKLUK KEMATIAN itu.

    Ya, Dia lah contoh mati keren itu, Lang!
    — Mati yg bisa diancer waktunya,
    — Mati yg bisa diancer tempatnya,
    — Mati yg berdampak memerdekakan.

    Dari Dia-lah kita tau percis,
    Bahwa maut dapat ditaklukkan,
    Bahwa mati adalah awal hidup kekal.

    Kematian adalah monumen kita yg pernah hidup di dunia ini bagi yg menyerahkan akhir hidupnya bg ANAK ALLAH itu (titik)
    Salam kasih

    Semoga monumen itu memicu kita,
    Meneladani kasih pengampunan-Nya,
    Melayakkan kita menjadi anak-anak Allah.

    Terima kasih, Lang! GBU!

  18. Kematian bisa datang kapan saja. Orang, baik atau tidak, bisa meninggal hari Senin, Jumat, atau kapan saja.

    Orang yang baik meninggal dalam keadaan beriman dan meninggalkan amal saleh ( perbuatan yang baik ) selama hidupnya.

    Momento mori !

    Terima kasih.

    • Ya!
      Kematian kita bisa datang kapan saja, di mana saja, dan bagai mana saja. Mati karena bencana alam keknya kurang keren, gitu loh Kang.
      Mati di mana, kapan dan bagaimana yg keren mungkin ide atau renungan kita beda-beda. Boleh jadi ada yg perlu dihindari atau diteladani.
      Gitu maksudku, ecek-eceknya.

      Salam Damai!

  19. mau dong kalo bisa menggeser mati. pasti aku mengganti waktu yang sia-sia di hari kemarin 🙂

    • Hi! LST!
      Bukan Landing Ship Tank
      Tapi Let’s Share Together, hehe!

      Yes!
      Tentu kita punya banyak kesia-siaan pd kemarin.
      Dan kita ingin punya banyak kegunaan pd nanti.
      Tapi sayang, kemarin dan nanti bukan kuasa kita. Kemarin dan nanti nggak bisa digeser-geser, paling bisa ditonton-tonton sampai capek dan percuma. Yg kita bisa miliki haya sekarang, yg nyata, yg utk berguna atau sia-sia maning, hehe!

      Terima kasih Tuhan,
      Kau masih memberi kami “sekarang”
      Yo, berjaga-jagalah!

      Salam Damai!

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s