Rohani

O, Tuhan!
Di manakah wajah-Mu,
Bagaimana aku bisa mengenal-Mu,
Aku ingin berkehidupan dengan Mu.

Amin!

27 Tanggapan

  1. O,Tuhan ! ~~~ Ya Allah~~~
    Di manakah wajah-Mu,~~~ Wajah Allah adalah alam semesta dengan segala ciptaannya~~~~
    Bagaimana aku bisa mengenal-Mu,~~~Pelajari Agama Allah yang benar~~~~
    Sementara aku mau berkehidupan dengan Mu.~~~Amalkan Ajaran Allah itu~~~
    Amin!~~~ Alhamdulillahirabbil’alamin~~~~

  2. Great analogy!

    Bila segalanya berunsur dari Allah,
    Maka menjadi rahmat bagi semesta alam,
    Adalah jalan terdekat berkehidupan dgn-Nya!

    Salam Pikir Tiga

  3. biggest analogy.!

    “Segala sesuatu bukan unsur Allah,tapi hasil ciptaan Allah,
    Maka seharusnya hidup dan mati kita Hanyalah untuk Allah,
    Dengan jalan MenDekatkan diri kita Kepada yang menciptakan kita semua,Yaitu Allah Swt,
    Insaya’Allah,Rahmat Tercurah kepada Kita semua !”

    ”Salam dari Yang ingin menjadi sahabat dan saudaramu !”

  4. Terima kasih, Sobat!
    Semoga masing-masing kita tercerahkan,
    Baik dlm bersahabat maupun bersaudara,
    Bahkan berseteru di atas kertas maya ini.

    Ya! Kita betul!
    Segala sesuatu adalah ciptaan Allah.
    Tak ada sesuatu yang bukan milik Dia.
    Tak ada sesuatu yang bukan dari Dia.
    Tak kita pun, adalah kesatuan Dia.

    Bila ada sesuatu di luar Dia,
    Hrs ada pencipta lain dan ada ciptaan lain,
    Agar ada unsur lain bukan dari atau utk Dia.

    Gitu loh maksudku, Sobat!

    Demikian juga bumi merupakan kesatuan-Nya,
    Karna satu saja dari gugusan itu tak ada,
    Yaitu Bumi, Manusia dan Allah,
    Maka sia-sia lah segala yg ada.
    Percuma ada Surga percuma Nabi,
    Jika gugusan itu ompong.

    Bumi, manusia dan Tuhan,
    Bagai tubuh, jiwa dan roh,
    Bagai tertiga juga!

    Satu saja tak ada percumalah semuanya.
    Begitulah unsur kesatuan gugusan utuh,
    Tidak ompong, tapi mungkin timpang.

    Dalam mendekatkan diri kepada pencipta,
    Baiklah dimulai dari mengenal ciptaannya,
    Mengagumi, menyayangi, lalu ingin meneladaninya…

    Tumben rasanya,
    Jika kita ngotot ingin mendekat kepada seorang pencipta,
    Sementara ciptaan orang itu tak kita kagumi tak kita sayangi.

    Ada pada posterku,
    “Tertiga berkata-kata”,
    Pencuatan kata-katanya berurutan tubuh, jiwa dan roh.

    Bila itu benar, kurasa baik, maka:
    Tertiga berpikir dan berbuat pun hrs berurutan.
    Tertiga belajar dan bekerja pun hrs berurutan.
    Lihat juga urutan “Makanan pertumbuhan tertiga” itu,
    Semua berurutan secara proporsional:
    Porsi tubuh, porsi jiwa, porsi rohaniah.
    Porsi kanak, porsi muda, posi dewa sa.
    Demikian!

    Salam Pikir Tiga

  5. ” ! ”

    Sebagai manusia yang menyadari kebesaran Tuhan,
    Kita jangan lupa ciptaan Tuhan ada yang harus di nikmati dan Ada yang harus tidak dinikmati,Intinya yang dinikmati maupun yang tidak di nikmati merupakan ujian bagi kita.
    Jangan terlanjur berfilosofi,karena dengan filosofi semuanya akan menjadi indah dan baik,tapi kalau kita mampu menjalankan Ajaran Allah,yang baik dan buruk kita bisa bedakan,itulah inti “Mengagumi Ciptaan Allah”

    “Salam penuh persahabatan dan persaudaraan”

  6. Terima kasih, Sobat!

    Semoga masing-masing kita tercerahkan,
    Baik dlm bersahabat maupun persaudaraan,
    Bahkan dlm perseteru di atas kertas maya ini.

    Kau sudah sampai pada “Mengagumi Ciptaan Allah”.
    Setelah kagum kenal, setelah kenal baru sayang.
    Menyayangi ciptaan Allah termasuk merawatnya.

    Setelah itulah kita baru mendalami hingga rinci, mili, mikro dst.
    Bisa demikian diawali dgn filosofi-filosofi, adu bacot ttg ciptaan. Mereka inilah yang kini bisa dan biasa menikmati elektron menari.

    Kita malah adu bacot ttg Penciptanya!
    Masih kanak ngegas di perseneleng lima,
    Rusak … mogok … kebakaran,
    Siram … kebanjiran … sedot salam pikir tiga!

  7. Salam penuh persahabatan dan persaudaraan

    Buat saya, kita tidak sedang adu bacot tentang Pencipta !
    Tapi kita sedang berdialog tentang kebesaran Allah yang maha Pencipta,…!
    Dan buat saya itu lebih baik untuk membuat kita dan semuanya,selalu mengingat Allah.! sehingga walaupun kita masi kanakan Dalam soal ini,tapi mungkin ini suatu cara untuk membuat kita cepat dewasa pada soal ini.

    ” Berkaryalah terus dengan blogmu,jayakan blog dengan salam pikir tiga,dan buatlah artikel-artikel yang selalu menarik untuk menambah pengetahuan kami di segala bidang dengan salam pikir tiga_mu ”

    wassalam

  8. Salam Maya, Bon!

    Tank you berat, Brother!
    Langka aku mendapat salam,
    Terlebih dari “my enemy in law”,

    Terima kasih atas support mu,
    Menjayakan pikiran-pikiran terbaru,
    Bukan menumpahkan segala buku, tapi lubuk.

    Salam Pikir Tiga!

  9. wajah tuhan memang ada dimana – mana

  10. Setuju, Ron!
    Wajah tuhan ada di mana-mana!
    Tak terkecuali pd elektron yang menari!

    Carilah terlebih dahulu,
    Kerajaan Allah dan KebenaranNya,
    Semuanya akan ditambahkan kepadamu!

    Salam!

  11. bagus sekali isi blognya.

  12. Kau pun bisa berbuat yg bagus-bagus,
    Tapi sebagus apa pun yg terlihat mata,
    Lebih bagus yg terlihat hati!

    Salam Maya!

  13. Jika kau ingin mengenal Tuhanmu makan kenalilah siapa dirimu sebenarnya…
    Bila hati tidak dikenal oleh manusia,maka manusia tidak mengenal dirinya.

    Begitu pula, apabila manusia tidak mengenal dirinya, maka ia tidak akan mengenal akan Tuhanya.

    Dan barang siapa tidak mengenal hatinya,maka ia lebih baik tidak mengenal lagi akan lainya, karena kebanyakan manusia, tidak mengetahui hatinya dan dirinya sendiri.

  14. Setuju banget dgn mu, Kang avies!
    Selamat datang, selamat nimbrung
    Berbagi pikir mendekat pada-Nya.

    Aku setuju dgn pendapat Akang,
    Kenalilah diri sekujurnya hingga maklum.

    Bohong aku mengenal Pencipta,
    Jika tak mengenal ciptaan-Nya.

    Bohong aku mengenal Pencipta,
    Jika tak menyayangi ciptaan-Nya.

    Bohong aku mengenal Pencipta,
    Jika tak merawat ciptaan-Nya.

    Segalanya adalah ciptaan-Nya.
    Yg terdekat dengan ku adalah aku.

    Jadi,
    Mulailah dgn mengenali diri, sayangi dan rawat.
    Kemudian dgn ciptaan lainnya yg ada di sekitar kita
    Kemudian lagi dgn ciptaan lainnya di luar kitar kita.

    Sekali lagi,
    Anda benar!

    Salam Maya!

  15. Dengan beriman dan percaya kepada NYA kita bisa menemukan DIA.

    Mengakui dan Meyakini DIA yg berada jauh di luar jangkauan kita adalah sebuah Karunia.

    Persekutuan dengan TUHAN membuat jerih payah kita tidak sia – sia.

    pun…

    Banyak hal yang dapat kita capai dengan 1 jam bersama DIA, daripada Seumur Hidup Tanpa-NYA.

    Salam,

  16. Yes!

    Bahkan Dia yg akan menemui kita
    Bila kita sungguh sayang padaNya,
    Kan?

    Salam Damai!

  17. ahhhh Alloh itu di langit
    itu adalah tauhid
    biar ga nyut nyut
    ^_^

  18. He … he … he!
    Dia tak terhingga,
    Di langit yang biru.

    Di langit pun Engkau, ya Tuhan,
    Tak lah jauh bagi yg memanggilMu.
    Di urat leher pun Engkau, ya Tuhan,
    Tak lah kau dengar teriakan pembenciMu.

    Tengok lah kami, ya Tuhan,
    Yg kerap mengandalkan Engkau
    Dalam bersahabat di dunia maya ini.

    Ajari kami berbicara, bercengkrama.
    Ajari kami menulis dan membaca,
    Ajari kami mencari kata!

    Amin!

  19. Diberkatilah kamu oleh YHWH yang menjadikan langit dan bumi
    Langit itu langit kepunyaan YHWH, dan bumi itu telah diberikan kepada anak-anak manusia
    Bukan orang-orang mati akan memuji-muji YHWH dan bukan semua orang yang turun ke tempat sunyi, tetap kita yang hidup yang akan memuji YHWH sekarang ini dan sampai selama-lamanya.

    • Tanks deardo!
      YHWH adalah Tuhanku juga,
      Tuhan masa depan!

      Salam Damai!

  20. Dibalik wajahmu Mas Maren kulihat wajahNYA tersenyum mesra
    Dibalik setiap hadirmu kurasakan DIA lembut menyapa KU..
    Sungguh yang ada hanya AKU.. AKU yang meliputi semua ketiadaan

    Salam Sayang
    Salam Kangen
    Salam Rindu.. dariKU.. UntukKU.. dan bagiKU..

  21. Ohh!

    Kang Boed!
    Cheer up!

    Itu adalah cinta.
    Cinta itu utk cinta.
    Semoga Allah tidak memalingkan wajah-Nya dari mu.

    Amin!

  22. @Kang Boed

    Oh!
    Aku inget lagi kata-katamu:
    “…mereka berebut kulit dan kehilangan dagingnya…”
    http://kangboed.wordpress.com/2009/06/24/kekasihku-1/#comment-2804
    Salah kukutip menjadi: “Kulit makan isi”

    Lalu ku tawarkan ke tubuh, jiwa dan roh,
    Terbayang aku beringas ini sebuah salak.
    Item bersuri sangar.

    Cangkang berduri bagai tubuhku,
    Isi yg bercita rasa adalah jiwaku,
    Biji yg angel adalah rohku.

    Yang dibuang kelobang sampah
    Adalah salak yang tak manfaat,
    Yang diabadikan dikebuh subur
    Adalah salak sedap bermanfaat.
    Isinya bermanfaat dimakan orang,
    Ato biji yg memakan isi utk abadi.

    Bagi konsumen, isinya.
    Bagi produsen, bijinya.

    Manusia lah konsumen kita,
    Tuhan adalah produsen kita.
    Jadi, jadilah salak yang manfaat.

    Perbaiki umpamaku ini jika salah(k)!

    Aku-mu bagai isinya ke konsumen,
    Biji-mu itu untuk produsen Kebun Eden
    Kulit-mu tak hrs tampan ke Taman Edan,
    Kan?

    Salam Damai Sobat!

  23. Huuuuuuuwaaaaaakaakakak makane saya dulu sempet bingung.. hehehe.. kalau begini bener.. saya tambah sedikit saja.. yaaaa.. *NArsies ON*..
    si A pesek mangga pake pisau dari kiri.. si B dari kanan.. si C dari tengah.. akhirnya mereka meributkannya dan saling kukuh.. A paling top.. B paling top.. C paling mantabs.. datang si D dengan tenangnya memakan isinya yang manis.. eee.. ternyata bel masuk kelas berbunyi.. istirahat sudah selesai.. akhirnya hanya D saja yang memakan mangga..
    hik.. hik.. hiiik..
    itulah yang sekarang sedang terjadi
    Salam Sayang

  24. Hahaha!

    Mirip dgn seorang makan nangka,
    Tiga orang bicara getah yg kena,
    Nyampe rumah dimarah Ibunya!

    Salam Damai!

  25. subhanallah………
    singkat tapi sangat mengena…

  26. Pernah Rasulullah diberitahu apabila ada yg bertanya dimanakah Tuhan, maka jawabnya adalah :” Tuhan itu dekat, lebih dekat dr urat lehermu ”.
    Salam.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s