(2/2) Mati

September 1, 2010 - 87 Tanggapan

Harimau mati meninggalkan belang,
Gajah mati meninggalkan gading,
Orang mati meninggalkan ………?

Kemarenan teman muslimku berkata keras melalui maik Jumat, bahwa setiap orang mati meninggalkan sedikitnya tiga hal:
1. Keluarga; 2. Harta; 3. Amal Soleh.

-
-
Cek :
1. Meninggalkan keluarga:
Memang betul, jika tidak meninggalkan keluarga, maka orang akan tanda tanya terus ttg  siapa dia, dari mana asalnya, mana sanak saudaranya. Bila tak ada maka disimpukan saja sebagai org yg tak waras atau tak lengkap (not all there). Biasanya tiga decakan cukup utk berbela sungkawa sekenanya bagai kpd binatang mati !

2. Meniggalkan harta :
Barang kali hal ini salah, jika harta harus dapat dikonversikan ke uang, karena ada saja orang mati yg tidak punya harta selain sampah atau malah punya utang yg lebih besar dari pada hartanya, yg berarti dia tidak meninggalkan harta. Mungkin orang  akan misu-misu karena bakalan nggak terbayar utang si mati, atau malah utangnya niban ke keluarganya yg hrs mempertanggungjawabi utangnya itu.

3. Meninggalkan amal Soleh:
Barang kali ini betul, jika kejahatan juga bisa termasuk amal soleh yang nilainya negatip. Artinya, apapun perlakuannya adalah amal soleh. Besar-kecil atau positip-negatip dapat dikenakan kepada amal soleh itu. Jika tidak bisa demikian berarti bisa ada orang mati tanpa meninggalkan amal soleh.

Lalu usulku gini kepadanya :
Orang mati seharusnya (bukan sedikitnya) meninggalkan hanya 3 hal:

1. Keluarga – atau silsilah keturunan, saudara dekat/jauh/pernah dll.
2. Nama – atau atas nama, cv, profil, porto folio,  hutang piutang, dll.
3. Dampak – atau aksi/reaksi spirit. Bisa jadi warga sekitarnya spontan happi karena biang reseh telah mati. Atau sebaliknya, tetangga itu bersedih mengenang jasanya yg tak terkira bagi lingkungan. Dia dipuja, dirindukan dan diteladani menjadi contoh.

Kukroscek :
1. Keluarga itu cantolan tubuh.
2. Nama adalah kreasi jiwa
3. Dampak adalah aksi roh

Jika satu dari tiga hal itu tak ada,
Maka semuanya menjadi percuma.
Itu mati bagai binatang saja jadinya.

Usulku di atas tidak bisa diterima oleh temanku itu. Dia mengatakan bahwa paket itu tidak bisa diubah saenake, karena hal itu adalah kalimat paten dari saudar … (aku lupa tokohnya)

Salam Pikir Tiga!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.