Mendengar untuk belajar berkata,
Melihat adalah utk belajar bekerja.
Mendengar dan melihat belajar berpikir.
Bicara adalah awal berpikir
Berpikir adalah awal bekerja
Bekerja adalah awal menjadi
JADI LAH RAHMATILALAMIN
…
Semua kata itu bergambar, semua gambar pun berkata.
Data kata masuk lintas telinga, data gambar masuk lintas mata.
Lalu-lintas kata dan gambar itu lah yg membuat kita bisa bicara.
Mendengar selintas terlihat sekilas.
Ilustrasi bagus kureka dari Fay yg ceria,
Seorang sobat perempuan yg tak lebih.
Mungkin saat itu,
Dia sangat lelah karna bergadang bukan berdagang,
Tapi karna berdendang dalam tulisan artikel gadang,
Walau besoknya adalah kuliah kejam menghadang.
Pagi itu dia separuh berlari menuju ke ruang kuliah.
Duduk anggun senyum pipit mulai ngantuk slowli banget.
Masih terdengar suara penuturan kelopak mata telah tutup.
Tiba-tiba suara …
“Fayyyy, houy!!!” Namanya bergaung di ruang lintas telinga.
Telihat selintas dirinya jatuh di tengah tanah lapang rumput.
Kaget lah!
Yang mengaum itu adalah Dosen yg jatuh itu ialah pulpen.
Fay rada nunduk mengatur ulang senyum pipitnya yg rusak.
Malu lah kan? Ya, lah tentu!
Demikian lah tragedi selintas Fay
Pada selintas dengar selintas lihat.
On time in her.
Mendengar itu lebih dulu bisa dari pada melihat.
Melihat itu lebih dulu habis dari pada mendengar.
Tapi mereka maya tak ada habis-habisnya, keknya.
Mereka abadi di Surga pun juga di Neraka.
Gambar-gambar itu mulai ada.
Suara-suara itu mulai dengar.
Dari data mata data telinga.
Demikian pun kita pasti lah punya data peng-alam-an yg memalukan.
Bercermin lah sering agar kita tidak malu nanti ketika menutup-mata,
Mati keren maksudku.
Kesimpulan sementara
Berpikir lintas mata telinga 1-3:
Mata dan telinga adalah perangkat input data.
Data mata dan data telinga itu kompatebel.
Tidak hrs ada interlocking.
Data bisa masuk dari mana saja ke diri ini.
Tapi tak semua data menjadi data pikir.
Kecuali bila telah biasa dipaksa mikir.
Itulah guna sekolah atau merantau.
Mata dan telinga selalu fokus dan peka.
Terlatih paksa berpikir data.
Wajah adalah sumber pembelajaran tau kita.
Gambar dan kata adalah getar pancaran data.
Resonansi hati menyimpan data sahih.
Data trengginas tersimpan di dlm otak.
Data primitif terserap di kitaran kulit.
Bole juga gini simpulnya:
— Data Illahi tersimpan di hati
— Data duniawi tersimpan di otak
— Data alami tersimpan di kulit
Gitu kali pasnya!
Demikian, sobat.
Berpikir lah untuk menjadi.
Itu lah kesimpulan seri berpikir kita.
Mungkin ada guna, semoga lah ada.
Demi menuju gerbang keabadian
Penglihatan dan pendengaran.
Salam Damai!
NB:
Fay sobat yg masih marah kepadaku.
Karena aku terlalu menghinanya???
Aku sih sayang sip aja kepadanya!
Sorry, Fay! You are in my prayer!
http://tertiga.wordpress.com/2009/04/27/inspirasi-sasie-kirana/#comment-239








