(2/2) Mati


Harimau mati ninggalin belang,
Gajah mati meninggalkan gading,
Orang mati meninggalkan apa-yah?

Kemarenan teman muslimku omong keras melalui maik Jumat, bahwa setiap org mati meninggalkan minimal tiga hal:
1. Keluarga; 2. Harta; 3. Amal Soleh.



Cek :
1. Meninggalkan keluarga:
Memang betul, jika tidak meninggalkan keluarga, maka orang akan tanda tanya terus ttg  siapa dia, dari mana asalnya, mana sanak saudaranya. Bila tak ada maka disimpukan saja sebagai org yg tak waras atau tak lengkap (not all there). Biasanya tiga decakan cukup utk berbela sungkawa sekenanya bagai kpd binatang mati !

2. Meniggalkan harta :
Barang kali hal ini salah, jika harta harus dapat dikonversikan ke uang, karena ada saja orang mati yg tidak punya harta selain sampah atau malah punya utang yg lebih besar dari pada hartanya, yg berarti dia tidak meninggalkan harta. Mungkin orang  akan misu-misu karena bakalan nggak terbayar utang si mati, atau malah utangnya niban ke keluarganya yg hrs mempertanggungjawabi utangnya itu.

3. Meninggalkan amal Soleh:
Barang kali ini betul, jika kejahatan juga bisa termasuk amal soleh yang nilainya negatip. Artinya, apapun perlakuannya adalah amal soleh. Besar-kecil atau positip-negatip dapat dikenakan kepada amal soleh itu. Jika tidak bisa demikian berarti bisa ada orang mati tanpa meninggalkan amal soleh.

Lalu usulku gini kepadanya :
Org mati seharusnya, bukan minimal,
Tapi meninggalkan hanya 3 hal saja:

1. Keluarga – atau silsilah, origin.
Saudara dekat/jauh/pernah dll.

2. Nama – atau atas nama, cv, profil
Porto folio,  hutang piutang, dll.

3. Dampak – atau aksi/reaksi, spiritual.
Bisa jadi warga sekitarnya spontan heppi karena biang reseh telah mati. Atau sebaliknya, tetangga itu malah sedih mengenang jasanya yg tak terkira bagi lingkungan. Dia dipuja, dirindukan dan diteladani.

Kukroscek :
1. Keluarga itu cantolan tubuh.
2. Nama adalah kreasi jiwa.
3. Dampak ialah aksi roh.

Jika satu dari tiga hal itu tak ada,
Maka semuanya menjadi percuma sia2.
Itu mati bagai binatang saja.

Usulku di atas tidak bisa diterima oleh temanku itu. Dia mengatakan bahwa paket itu tidak bisa diubah saenake, karena hal itu adalah kalimat paten dari saudara … (ah, aku lupa tokohnya).

Salam Pikir Tiga!

Iklan

134 Tanggapan

  1. Wooo…yang kemarin iti ternyata baru 1/2-MATI ya?!

    Ok…menurut saya, tentang 3-hal menyangkut orang MATI, baik versi temen muslim maupun versi mas MK, ke-dua2nya bisa di-satu-kan. Ini sdh berlaku umum sudah sejak lama sekali, bahkan pasti sejak saya blm lahir serta sejak Bahasa-Indonesia baru lahir…
    Jadi maksud saya bisa di-satu-kan tadi, adalah : Orang MATI…”MENINGGALKAN DUNIA” ttk hbs

    (kalau di Medan : bbuuaahhh…macam mana pulak kau…hanya mau nulis meninggalkan dunia, berrr-putar2 dulu dari Sabang sampai Merauke)…hehehe

    Salam…DUNIA

    • Hehe!
      Yg kemarin itu pingsan
      Yg sekarang beneran hh

      Dan yes,
      Yg leres-leres itu meninggal dunia.
      Yg masih bisa dibotolin namanya tewas.
      Ya mati tidak hidup tidak namanya dot kom, kali.
      hh

      Salam Dot!

    • lama tidak di update ya Bog nya

  2. Orang mati itu meninggalkan hidup… Lha hidup yang ditinggalkan kan hidupnya sebelum mati.

    • Hi, LOP!
      Pan, di 1/2 Mati udah ku bilang:

      Sehat paling enak setelah sakit
      Kenyang paling enak setelah lapar
      Hidup pun paling enak setelah mati, hh

      Salam Shaum!

      • ah betul sekali,makanya rasa syukur itu baru bisa muncul setelah diambil dan diberikan ganti yg lebih baik.

        sebagaimana para nabi ,ada yg melaparkan diri sehari dan mengenyangkan diri sehari,maka saat lapar dia merasakan susahnya orang lain dan prihatin,lalu bersabar,kemudian di hari lain jadi bersyukur karena nikmat yg diberikan Allah kepadanya 🙂

      • @didot

        Aku pun setuju, Dot!
        Suka-duka dipakai-Nya
        Utk pertumbuhan rohani kita.

        Salam Damai!

  3. kirain 2/2 mati = 1 mati.. hehehe
    tepat 1 dari 3 mati, tetap saja mati…

    sebab ada yang rohnya sudah mati sejahk dahulu tubuhnya hidup…

    sampai jiwanyapun hanya berbau kematian sebab 1/3 dari entitasnya sudah berbau kematian…walau 1/3 lagi, tubuhnya bergerak-gerak…

    menarik-menarik

    • Ya!
      Ada aja yg begitu,
      Yg kejang-kejang tapi idup,
      Yg idupnya dominan mematikan.

      Tapi, mungkin cara mati pun ada tiga,
      – Mati yg alami: sakit, tua, kena petir, banjir.
      – Mati yg duniawi: kesetrum, ketabrak, ketonjok.
      – Mati yg rohani: martir.

      Salam Damai!

  4. blue suka sama postingan ini
    salam hangat dari blue

  5. salam IDU FITRI mas MK –
    saya setuju, kok mas dengan pandangan yg ini:
    1. Keluarga itu cantolan tubuh.
    2. Nama adalah kreasi jiwa
    3. Dampak adalah aksi roh

    • Salam Damai In!
      Kurasa hal itu baik utk dipikirkan dan direnungkan.
      Mungkin ada yg lebih baik lagi jika terus dipikirin.
      Apa pun itu ialah utk memperbaiki diri tentu.

      Salam Idul Fitri!

  6. selamat pagi kang..
    kalo menurut saya orang mati ya..

    meninggalkan apa yg harus ditinggalkan
    membawa apa yang harus dibawa
    menuju ke tempat yang harus dituju

    • Selamat sore Kang Nap!
      Pemikiran di blogmu bagus, euy.
      Aku C7 dgn yg ada di kematianmu nanti!

      Ada yg ditinggalkan,
      Ada yg dibawa,
      Ada yg dituju.

      Yg tertinggalkan, ya itu tadi,
      Keluarga, nama dan dampak.
      Tubuh akan dibangkitkan nanti.

      Yg terbawa adalah jiwa dan roh,
      Bawa data rupa jiwa-beroh atau roh-berjiwa.
      Yg berkesumat dunia atawa kesumat surga.

      Yg dituju adalah akhirat,
      Menanti surga atawa neraka.
      Gitu kali, Kang! Pls tambah-kurangin!

      Salam Damai!

      • ya kang, ini yg saya kamsud 😀

        menurut saya kematian adalah akhir dari yang lalu dan awal dari yang baru. karena dari paham yg saya temukan ada 3 fase kehidupan manusia

        pra-kehidupan — wkt masih berbentuk janin
        kehidupan — dari lahir hingga mati
        setelah kehidupan — kehidupan setelah mati/akherat

        maaf kang, kalo mungkin pemikiran saya dirasa ngaco.. piss

      • Yes!
        Setuju lagi aku, Kang!

        Kematian itu akhir yg lalu
        Kematian itu awal yg baru
        Jadi, kematian bukan berenti.

        Dan fase kehidupan pun gitu, kal;i.
        Yg kemarin, yg sekarang dan yg nanti
        Apa nanti ada tiga: Surga, neraka, akherat?

        Entahlah!

        Salam Damai!

      • wah, saya sepaham nih sama pembicaraan ini.. 🙂
        – hidup ada karena adanya kematian
        – begitu pun kematian ada karena adanya kehidupan..

        -salam-

  7. Aku pikir paling akhir,

    Merujuk pada mutiara kata…
    Dan fenomena yg sekarang ada…

    Bolehkah aku gabungkan begini :

    gajah mati meninggalkan gading,
    harimau mati meninggalkan belang,
    manusia mati meninggalkan “gading-belang”…

    maksudnya…meninggalkan harta-kekayaan berlimpah ruah…namun belang-belang…

    apa kata dunia..?!?

    • Ha ha ha ha! Hu hu hu hu!
      Ehm! Gading belang ya.
      Bukan gading yg tak retak.

      Kita tunggu apa kata dunia!

  8. Kalau gak salah begini bunyi haditsnya. Kalau manusia mati terputus segala amalnya kecuali 3. 1) Doa (Anak) Keluarga 2) Harta yang disumbangkan untuk kebaikan 3) Perbuatan yang baik. Ada orang yang bilang gini: “Perbutan baik itu seperti energi. Ada hukum kekalan energi. ORang yang terus menerus menyebarkan energi baik dan positif, ketika dia berpindah tempat (mati), energi baik itu akan tetap bersamanya dan membawa balasan yang baik juga. Salam kenal juga.

    • Oh! Gitu bunyinya!
      Ya, yg seperti itulah yg ku elaborasi utk tertigaku. Mungkin ada guna, nggak pun tak apa-apa.

      Salam Damai!

    • Setuju ^.^

  9. ada satu lagi kayaknya: orang mati meninggalkan dunia…. muahahahahaha™

    • Heheh!
      Orang yg meninggalkan dunia, ya di ke bumi kan,
      Orang yg berpulang (Cina) di ke langit kan, ya.
      Apa yg tewas yg gentayangan di dunia?

      Salam Manis Gen!

  10. Orang mati meninggalkan kenangan yang sudah final version, tidak bisa di-edit atau ditambahin. Kenangan yang lama-lama akan memudar seiring dengan waktu.

    • Hi Brat!
      Welcome again!

      Betul tuh! Kalo dah mati ya udah. Tak bisa diedit-edit atau diupgrade atau dimbus-mbus supaya nyemplung ke Surga. Tak! Siapa yg ngembus org terakhir, kan?

      Salam Damai!

      • Hey Guyz, tuh, jawaban mu sudah ku jawab kembali!
        Kini tinggal kau merenungkannya dengan baik-baik!
        Ingatlah hidup ini cuman satu kali, manfa’atkanlah dengan baik!

        Salam, Websitedada!

      • Tanks Kang Dada!
        Mari kita manfaatkan hidup ini menuju kehidupan yg selama-lamanya setelah hidup yg sekali ini.

        Kita kudu terus berpikir tanpa lelah tanpa henti.
        Berpikir adalah awal utk bekerja,
        Bekerja adalah awal utk menjadi.
        Menjadi lah! Menjadi rahmat lil alamin.

        Salam Pikir Tiga!

  11. Selamat sore…
    Manusia mati meninggalkan jasadnya.
    Salam

    • Hehe!
      Meninggalkan jasad
      Dan jasa-jasa, kali.

      Wellcome Aboard ESD!

      • Guyz, sudah ku balas jawaban mu!

        Marilah kita mencari kebenaran bersama-sama.

        Kita mencari segala jawaban menurut akal sehat and kepercayaan!

        Salam, Dada Chandra Ramadhan!

    • Manusia mati meninggalkan apaan, yua?…

  12. Apakah anda orang Sunda?…

    Kalau memang anda adalah orang Sunda, coba apakah yang dimaksud dengan “E(Sensor/W)EAN”?…

    • Guyz, telah ku jawab jawaban mu yang terbaru, tinggal anda merespon kembali.

      Tapi mungkin posting komentar takutnya sudah penuh, maka anda bisa mencari tempat diskusi yang lain!

      Salam, Dada Chandra Ramadhan!

      • Tanks Kang!

        Aku sudah respon sebisaku, tiga dulu.
        Dan kita sedang menguji segala sesuatu.
        Semoga pembesaran beda kita tetap dlm damai.

        Salam Damai!

  13. sekali lagi..
    manusia mati meninggalkan status pesbuk yang tidak di update :p

    piss kang, ditunggu artikel barunya…

    • Heheh!

      Yayaya!
      Lama aku tak meng-update artikelku.
      Okdeh aku mau coba update.
      Dikomenin ya, duga-duga aja.

      Salam Damai!

  14. mat malam kitatau udah lama aku nggak kesini. apa kabar?

    • Hai Blue!
      My old enemy in law!

      Khabarku baek-baek aja.
      Lama betul kita tak jumpa
      Moga dah nambah siar syairmu.

      Salam Damai!

  15. unik postingannya!
    saya suka

    ~rully

    • Tanks apresiasinya Rull.
      Aku belum sempat balas kunjung.
      Tapi aku pasti ke blogmu nanti!

      Salam Damai!

  16. Baiklah aku akan buat syair untukmu:

    Berjalan jauh dari tempatmu
    jejak yang engkau tinggalkan bicara
    satu persatu menghitung
    tinggalkan sebuah pesan

    telah lama jejak yang pertama engkau tinggalkan
    bahkan engkau tidak tahu dimana….
    dan yang terakhirpun engkau lupa
    Ketika batu nisan itu diukir dengan namamu
    baru engkau ingat semuanya….

  17. @ Maren

    heheheh….ternyata kamu pinter juga
    SALAM DAMAI JUGA

    • Ah!
      Itu bisa-bisaku aja, Blue.
      Semua orang pati berbisa,
      Eh, maksudku, ada bisanya.

      Lah … bisa salah maksud juga tuh,
      Kalo bisa itu bisa ular yg mematikan.
      Salam damai saja lah!

  18. Salam kenal Gan…

    apa yang harus diketahui, difahami dan di yakini adalah bahwa segala yang hidup akan mati.
    dan kita sedang berjalan menuju kematian itu…

    • Ya, salam kenal, Gan!

      Betul,
      Keknya semua kita dah tau pasti
      Berjalan menuju ke kematian.
      Semoga mati kita bisa keren.

      Salam Damai!

  19. serem ah… ngomong mati2-an 😀
    btw ditunggu kunjungan baliknya ya bos 🙂

    • Share aja yg ecek-ecek dulu, Kang.
      Supaya nggak serem, gitu, hehe.
      Ok, aku segera share di blogmu.

      Salam Damai!

  20. amal sholeh ya artinya amal baik..
    sholeh itu sendiri serapan dari bahasa Arab yang artnya baik.
    tapi ada kemungkinan juga ada defisit amal shaleh,
    alias negatif nilainya..

  21. 1 September…….(2/2)Mati,

    September lewat…1/3 ;
    Oktober lewat……..2/3 ;
    Nopember lewat….3/3 ;

    Masuk Desember, counting menuju 4/3..???
    Aku khawatir…
    Bangkit lagi….jadi Zombie……

    Hiiiii…ooosssrrraaammm

  22. kang ditunggu artikel barunya.. hahaha

  23. Iya…betul, maksudnya ditunggu artikel barunya

    Tapi ada yg lebih utama, buat MK sahabatku,
    …memasuki Desember berati mulai counting 4/3, berarti sudah keluar dari Formasi-3/3, alias “Dalihan Na Tolu”…yang konon ‘disakralkan’
    Sekedar mengingatkan seorang sahabat…

    Begitu maksudnya…he he he

    Salam…Damai

    • @Sobat samin

      Aha…!
      Komenmu “Lisoi-lisoi” juga euy!
      Tanks for remining me,
      Bikin “Mati 3/3”, hehe.

      @Kang Napy
      Sabar ya,
      Aku lagi mikir Mati 3/3, hahah!

      Peace on earth!

  24. Orang mati pastinya meninggalkan nama, harta dan amal sholeh. Harta kalau menurut pendapat saya adalah anak-anak yang sholehah dan sholeh yang bisa mendo’akan dia dan terus membawa kebaikan keluarga….itulah harta!

    • Tapi kalau jenis anak durhaka?
      Kayak si Malinkundang?
      Hayooh!

      Salam Damai!

  25. Whoouh..! Ada mati-mati-an,rupanya disini.
    Salam

    • Hehe Ibeng!
      Aku sedang mati-matian nyari mati keren.
      Bantuin dong!

      Salam Damai!

  26. Udah jadi zombie keknya…..blm update2…..(kaya yang rajin update aja)

  27. Kudu diapdet ya!
    Sabar ya PB!
    Aku lagi ngumpulin contoh2 mati keren masa kini.
    Maksudku mati keren yg moderen yg tak menzobi.
    Apa ada ya!

    Salam Damai!

    • IYA.. udah nunggu tulisan selanjutnya nih.. 🙂

      • Sabarin In!

        Tapi matinya William Wallace kemarin di TV
        dlm pelem “The Brave Heart” keren kurasa.
        Beda rasanya dgn mati kena cunami.

        Entahlah!

        Salam Damai!

  28. Ooo…Mati tapi masih semangat berbalas komen

    Mungkin ini yang oleh leluhur dikatakan :
    “Mati Selagi Hidup” (jw: Mati Sakjroning Urip)

    Salam…Mati-matian

    • Hehe! Mati Sakjroning Urip
      Bisa jadi itu adalah belajar mati.
      Kalo udah mati nggak bisa belajar lagi.
      hh

      Salam Damai Kang!

  29. @ Maren

    Kalau di dunianya miskin,buat makan saja senen-kamis.
    Bagaimana bisa mati kereen…oey..yang ada di lempar ke laut atau di buang ke tempat pembakaran sampah.
    Salam-salim..

    • Ibeng!
      Bisa jadi kalau di dunianya miskin,buat makan saja senen-kamis, di akheratnya selalu jumat-sabtu ngak perlu makan-makan segala rupa.

      Tapi …yaitu tadi, kudu mati keren dulu.
      Simiskin pun berhak untuk mati-keren.
      Baik di TPA atau pun di Laut. hh

      Salam Damai!

  30. matinya udah lama ini ternyata….masih belum apdet ?

    • Hehe, matinya udah lama emang.
      Mikirin mati emang kudu lama-lama.
      Pun ku apdet, ya, Mati (3/3)-lah nanti.

      Moga aku belum mati mikirinnya.

      Salam Damai Cah!

  31. Datang buat nengokin Zombie keren 😆

    Salam damai pula Saudaraku, smeoga kita menjadi harta yang berharga untuk orang tua, kaum dan agama kita 🙂 [baca:bermanfaat]

  32. @ maren

    Ayam tiren,juga keren oey..

    Salam-salaman

    • Yes @PB!
      Hrs bermanfaat!

      Kita hrs bermanfaat dilahirkan ke dunia ini.
      Ayam tiren pun hrs bermanfaat mis. utk Buaya.
      Kulit Buaya tiren emang keren utk bikin tas, Beng!

      Sasalaman!

  33. kalo orangnya belang ya, meninggalkan belang juga, hehe

    • O io sinande-nande
      Kuciang balang baranak balang.
      Keknya gitu deh cocoknya! Mati pun gitu!

      Salam Damai!

  34. kenapa poin ke-2 (harta) disalahin, bang? harta di sini bukan cuma mobil, rumah, tanah saja. pemikiran juga harta. selama orang hidup di dunia, seenggak-enggaknya dia pernah berpikir atau menginspirasi orang lain. lalu, kalau ditanya gelandangan hartanya apa? aku jawab: keberadaan dirinya di dunia. wakwakwak… ngaco.com

    salam dombret!

    • Sorry aku telat ngerespon!

      Poin ke-2 meninggalkan harta.
      Kukatakan “barangkali salah”, karena meninggalkan “Nama” lebih mewakili harta itu (kreasi jiwa) spt harta. Setiap manusia kudu punya nama dan nama itu bisa harum atau jelek oleh karena hartanya ataupun oleh lainnya.

      Salam Anget!

  35. Semua bisa aja menafsirkan apa yang ditinggalakan orang mati,
    Tapi Intinya semua pasti mati,
    mungkin yg paling diingat namanya doank,
    barang kali karena di tulis di batu nisan itu ya….???

    Salam Sahabat !

    • Ya! Sob!
      Semua kita selalu mencoba hingga terlatih mengabadikan segala apa saja yg menjadi “milik” kita, atau segala yg ada di bawah kuasa kita.

      Nama yg telah meninggalpun dicoba-abadikan dgn diukir di batu nisan yg keras. Raja-raja Mesir juga melakukan itu.

      Latihan mengabadikan itu mungkin perlu hingga nanti kita sadar bahwa hanya roh kita lah yg abadi, abadi di Surga atau abadi di Neraka. Begitu kali, Sobat!

      Salam!

  36. malam mas , pa kabar.. lama tak berkunjung..
    bis tak jua berlalu hahahhahaa

    • Wah!
      Dah lama banget tak jumpa, ya.
      Aku masih sibuk-sibuk gitulah, Jo!

      Hehe! Bis itu tak jua berlalu.
      Memang, Jo, bis itu sedang uzur
      Bukan sedang parkir cari penumpang.

      Salam Damai

  37. selamat malem maren …pa kabar…lama tak jumpo …^_^…malam juga om batjoe…^_^

    • Selamat berakhir pekan LOP!
      Semoga masih ada pekan depan,
      Pekan-pekan utk perbaikan diri kita!

      Salam Damai!

  38. Hari_mau mati (sore) meninggalkan siang.
    Hari_ mau hujan sediakan payung,
    Hari_mau kemarau sediakan drum.

    Apa kabar kamerad?
    Very long time not see you, Mr.

    salam hari

    • Aih aih Lae hh dah lama di sini.

      Sorri Amigos, aku lagi asyik raun-raund bersama Hari.
      Tengoklah sini: hbis.wordpress.com/2010/10/10/tinjauan-filsafat-terhadap-tiga-agama-samawi/#comment-2575

      Airnya turun tidak terkira,
      Coba tengok daun dan ranting
      Pohon dan kebun basah semua
      Seger.

      Salam Damai!

      • Monsieur Maren,
        good, good,
        raun raunnya sangat HARI,
        halus, asri, ringkas, integrity

        salam tiga

      • Ha ha ha! Hari:
        Halus, asri, ringkas, integrity
        Bisa jadi begitu yah, Kedan!

        Salam Pikir Tiga!
        Horas tolu hali!

      • Ahaaaa, ada kata Kedan
        Komandan edankah?
        Saya juga sedang berselancar di http://vilaputih.wordpress.com/2011/02/19/penyesalan-yudas-kegembiraan-kristen/
        sila berkunjung.
        salam

  39. makasih infonya yaaa…salam persahabatan

  40. Halo pak Maren Kitatau, apa kabar? sila datang berselancar di blognya xucinxgaronx. http://xucinxgaronx.wordpress.com/2011/11/08/yesus-mati-disalib/#comment-1282

  41. Kunjungan balasan. Broo.
    Usulku di atas tidak bisa diterimamenawar oleh temanku itu. Dia mengatakan bahwa paket itu tidak bisa diubah saenake, karena hal itu adalah kalimat paten dari saudar … (aku lupa tokohnya)
    Allah memasang harga mati kayak Supermarket yang ga bisa di tawar karena hati mereka memang tawar dan sekeras batu. Tapi Allah bisa diajak tawar menawar kayak dipasar tradisional bagi mreka yang mengunakan akal, budi, dan hati nurani. Bila Allah memang tidak bisa tawar menawar mengapa pula masih menurunkan orang-orang yang disebut nabi. mungin ibrahim dan musa sudah cukup selanjutnya mereka diberi se[asukan algojo untuk menghukum.
    Jadi berbahagialah mereka yang masih memiliki akal,budi, dan hati nurani.
    Agama hanyalah selang-selang infus yang memberikan nutrisi agar hati nurani tidak mati. Tapi naifnyabila Agama justru membunuh hati nurani

  42. setuju kang,, harus meliputi 3 hal yang sepeerti ente bilang dalam postingan ini,,

    • Siplah Bro!
      Tiga hal itu pun bisa dituker/ditawar,
      Itu bukan harga mati, itu harga menghidupkan.

      Salam Damai!

  43. dan pada akhirnya kita semua akan kembali berpisah dari jasad yang kita banggakan ini. hidup sehat dan barokallah.. 😀

  44. inalilahi wainailaihi rajiun
    asalnya dari allah kembali pulang pun ke allah swt

    • Ya! Jel!

      Yg asalnya dari benua bawah ke bawah
      Yg asalnya dari benua atas ke atas
      Yg asalnya dari benua tengah?
      ha …
      Ya nungkin tergantung dia:
      Dia berserah apa serakah
      Jika dia berserah kepada Allah
      Jika dia serakah ke dalam bumi
      Kali!

      Salam Damai!

  45. Assalaamu’alaikum wr.wb, Maren Kitatau…

    perbincangan menarik dan menginspirasikan apakah yang kita tinggal setelah mati. Nabi menjelaskan, orang yang tidak solat itu, seharusnya ditalkinkan kerana jiwanya sudah mati. Mudahan kita mati dengan husnul khatimah. Aamiin.

    Salam kenal dan sejahtera dari Sarikei, Sarawak. 🙂

    • Terimakasih!
      Bunda telah mampir!

      Banyak yg perlu diperbincangkan
      Dari mulai lahir hingga kita mati
      Melulu rekaan yg merdeka,
      Tak jauh dari firman-Nya.
      Semoga!

      Salam Damai!

      • Assalaamu’alaikum wr.wb, Maren Kitatau…

        Kematian itu pasti dan semua makhluk melaluinya baik yang bernyawa ciptaan Allah atau kaku buatan manusia. Kerana manusia belum tahu akibat dan sakitnya kematian kerana belum melaluinya, maka segelintir manusia yang sombong dengan kuasa dan harta sudah tidak segan silu berleluasa “mematikan” orang lain yang sepatutnya itu menjadi kerja Tuhan yang telah menciptanya.

        Kisah Firaun, Namrud, Haman dan Karun selalu dijadikan contoh oleh Allah kerana keingkaran dan kesombongan mereka dengan harta yang dimiliki sedangkan mereka tahu mereka adalah manusia lemah yang tidak berdaya. namun kerana sombong dan angkuh dengan sedikit harta yang dikurniakan, mereka rabun mata dan hilang nilai kehambaan.

        Jadilah seperti Nabu Sulaiman yang dikurniakan kekayaan yang tiada taranya di kalangan manusia tetapi imannya semakin teguh dan ampuh. Bahkah Rasulullah SAW sendiri di antara hamba Allah yang kaya jika baginda mahu memilihnya teta[i baginda SAW lebih senang hidup dalam sederhana dan menjadi panutan indah para umatnya di kemudian hari.

        Mudahan kita selalu mensyukuri nikmat Allah. Aamiin.
        Salam sejahtera dari Sarikei, Sarawak.

      • Mualaikum salam, Bunda!
        Maaf responku terlambat!

        Ya, kematian itu pasti,
        Sepasti kita mahu menawarnya kerana ngeri.
        Tapi orang kaya seolah-olah bisa beli umur,
        Maka dirinya hampir tidak peduli hal mati.

        Di sini kami sharing ttg nyawa:
        https://tertiga.wordpress.com/tertiga-guide-tubuh-jiwa-roh/#comment-2383

        Kematian berlaku kepada sesiapa saja.
        Kemarin kita tahu ada 700-an orang mati di Mina
        Minggu lalu ada 100-an orang mati tertimpa crane.

        Seperti apa mati yang paling enak, ya Bun!
        Mati di kayu salib pasti lah tidak enak,
        Mati seperti Musa yang tak tau kuburnya?
        Entah lah!

        On death,
        grace does not destroy but it purifies,
        moderates and regulates natural affection.
        Semoga kita selalu mensyukuri segala hal.

        Salam Damai!

  46. Assalaamu’alaikum wr.wb, mas Maren Kitatau….

    Ucapan takziah juga kepada jemaah haji Indonesia yang terlibat dalam dua musibah dahsyat pada musim haji tahun ini. Demikianlah Allah SWT mengambil dengan mudah hamba-NYA melalui pelbagai cara sebagai menggambarkan betapa lemahnya manusia dan betapa kuatnya Allah Penguasa sekalian alam. Apa pun jenis kematiannya tidak ada yang menyenangkan. Hatta menyebut perkataan mati sahaja kita sudah ngeri dan nyeri. Mudahan kita mati dalam keadaan beriman dan diredhai di sisi-Nya.

    Salam sejahtera dari Sarikei, Sarawak.

    • Mualaikum salam, Bunda Siti….

      Memang,
      Kematian seharusnya tidaklah mengerikan lagi, jika memang sesungguhnya ada kebangkitan, dan memang sesungguhnya kita akan jumpa dengan Tuhan.

      Jika memang sungguh demikian, seperti apa yang telah diragakan oleh kematian Yesus dan kebangkitan-Nya, berarti kematian itu hanya merupakan jembatan jumpa dengan-Nya.

      Jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita pun akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya.

      Salam Damai!

      • Assalaamu’alaikum wr.wb…..

        Kelahiran kita sekali, kehiduoan dua kali, kematian sekali, kebangkitan sekali. begitulah pentas kehidupan manusia yang menjadi sunnatullah. Mudahan kematian kita diredhai-NYA. Aamiin.

        Salam Maal Hijrah 1437 Maren.

      • Mualaikum salam Bunda!

        Ya! Kematian itu pikir satu
        Pengharapan itu pikir dua
        Kasih adalah pikir tiga.

        Memento mori!
        Kiranya Tuhan senantiasa mengingatkan kita
        utk menyiapkan diri sebelum ajal terjadi.

        Salam Damai!

  47. salam Pikir Tiga

    1. yang hidup pasti mati
    2. yang mati mempertanggung jawabkan amalnya
    3. Salam Blog walking

    • Ya!
      Segalanya pasti binasa
      Kecuali nyawa atau aruwah.

      Nyawa itu duduk manis.
      Aruwah gentayangan, heh!

      Salam Damai!

  48. Ayooo blognya di update


    • Aku lagi blog walking,
      Rasanya lebih penting hehe!
      Walau rada pusing-pusing juga.

      Salam Damai!

  49. Nice posting mas

  50. Karena hidup di dunia ini bagaikan panggung sandiwara…

    • Cocok dgn pikiran Ahmad Albar dong……….:D
      kata fanya sih hidup bagaikan jahit baju, mesti punya bahannya, punya alat jahitnya, punya ilmunya, punya pola dan ukurannya, musti sesuai fungsi dan tujuannya….gicu loh…

      • Suci ning guno
        Gapuro ning Gusti
        Begitu, kan, Neng?

        Salam Damai!

  51. ni postingan lumayan juga umurnya ya.. hehehe

  52. “Harimau mati ninggalin belang,
    Gajah mati meninggalkan gading,
    Orang mati meninggalkan apa-yah?”
    …….

    menurut fanya lagi,
    orang mati ninggalin hutang dan piutang
    yg kelak bakal dihitung mana yg lebih banyak
    hutangnya? ato piutangnya……..
    kalau piutangnya yg lebih banyak
    maka selamatlah ia di akhirat

    tabik!

    • Menurutku nih:
      Keselamatan itu tak bisa diupayakan oleh manusia dgn caranya sendiri, baik dgn melalui hartanya, pun dgn kekuatannya, atau kehebatannya yg lain pun dgn nyawanya sendiri.

      Ku yakin, Allah akan tetap geram kpd Adam yg melanggar perintah-Nya, walau semua materi Taman Eden diserahkan kembali oleh Adam kpd Allah, ya, kan?

      Jadi,
      Mustahil Allah mempan disuap materi.
      Keselamatan tak bisa diupayakan sendiri.
      Bila itu bisa, manusia bisa jadi sombong.

      Salam Damai!

      • Karna yg bodoh pun bagi dunia, dipilih Allah utk memalukan org2 yg berhikmat, dan yg lemah pun bagi dunia, dipilih Allah utk memalukan apa yg kuat, dan apa yg tidak terpandang dan yg hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yg tidak berarti, dipilih Allah utk meniadakan apa yg berarti, supaya jangan ada seorang manusia pun yg memegahkan diri atau menjadi sombong di hadapan Allah.

        Salam Damai!

    • Ku yakin, Allah akan tetap geram kpd Adam yg melanggar perintah-Nya, walau semua materi Taman Eden diserahkan kembali oleh Adam kpd Allah, ya, kan?

      +++++++

      sangat tidak setuju!
      Allah-ku bukan Sang Pendendam.
      Dia Maha Pemaaf dan Pengampun
      bukan pura-pura memaafkan dan suka mendendam
      Luar biasa bukan?

      tabik!

  53. Orang mati meninggalkan keluarga?

    qiqiqi…selagi masih hidup aja
    justru banyak keluarga yg mengabaikan si tua
    merana di panti wredha….
    meski sesungguhnya famili dan anak-anaknya
    hidup dan berjaya tak kurang suatu apa……..

    tengok pula di panti asuhan,
    banyak anak-anak yg terpuruk disana
    sisa buangan tergolek di pinggir jalan

    ++ meninggalkan Nama – atau atas nama ?

    Di Cemetery Amerik dan Kanada,
    tertulis “John Doe” dan “Jane Doe” di batu nisan
    semata-mata orang menguburkannya kasihan
    dia mati, tak meninggalkan nama!

    +++ hah…Dampak?

    tatkala ratusan ribu bahkan jutaan orang mati
    ditengah laut saat mengungsi menghindari mati
    adakah berdampak pada mereka yg bertikai
    juga DK PBB utk wujudkan damai
    dan terketuk hati tentara penjaga pantai?
    ternyata tidak !,
    mereka biarkan lautan luas membantai!

    meski mereka fasih berseru
    “salam damai”!

    tabik!

    • Lalu meninggalkan apa dong!
      Lajimnya “meninggal dunia”
      Dikeren-in malah “berpulang”

      Salam Damai!

  54. +++
    Orang mati meninggalkan keluarga?
    +++
    FC: qiqiqi…
    MK: Napa ketawa, Tan?

    FC: selagi masih hidup aja
    justru banyak keluarga yg mengabaikan si tua
    merana di panti wredha….

    MK: Pantesan ketawa!

    FC: meski sesungguhnya famili dan anak-anaknya
    hidup dan berjaya tak kurang suatu apa……..

    MK: Topiknya, “Org mati meninggalkan …”
    Bukan ttg org hidup yg meninggalkan …

    FC: tengok pula di panti asuhan,
    banyak anak-anak yg terpuruk disana
    sisa buangan tergolek di pinggir jalan

    MK: Ku tengok sama saja, Tan!
    Org hidup itu yg meninggalkan …

    +++
    meninggalkan Nama – atau atas nama ?
    +++
    FC: Di Cemetery Amerik dan Kanada,
    tertulis “John Doe” dan “Jane Doe” di batu nisan
    semata-mata orang menguburkannya kasihan
    dia mati, tak meninggalkan nama!

    MK: Mestinya meninggalkan apa si Doe itu?

    +++
    hah…Dampak?
    +++
    FC: tatkala ratusan ribu bahkan jutaan orang mati
    ditengah laut saat mengungsi menghindari mati
    adakah berdampak pada mereka yg bertikai

    MK: Min. ada satu dampak pd-mu, prihatin.
    Mungkin bisa kau perbesar dampak itu
    Menjadi prajuang pribadi!

    FC: juga DK PBB utk wujudkan damai
    dan terketuk hati tentara penjaga pantai?
    ternyata tidak !

    MK: Dampaknya baru satu, pd-mu … heheh.

    FC: mereka biarkan lautan luas membantai!
    meski mereka fasih berseru “salam damai”!

    MK: Damapak yg lain
    Menyalahkan mereka, oleh mu

    FC: tabik!
    MK: Mari kita berdoa utk mereka!
    Yg bertikai, yg apatis, yg prihatin
    Yg sudah mati tak bisa didoakan lagi.

    Salam Damai!

    • @MK: Topiknya, “Org mati meninggalkan …”
      Bukan ttg org hidup yg meninggalkan …

      +++++

      premis di paragraph itu mengatakan:
      “Orang mati meninggalkan keluarga”

      lha, gimana meninggalkan keluarga,
      yg secara de jure “masih punya” keluarga saja
      secara de facto mereka tak lagi punya siapa-siapa
      kalau sdh tak punya siapa-siapa
      lagi tak punya apa-apa,
      masa dikata “mati meninggalkan keluarga”?
      gicu loooh……

      kalau meninggalkan utang & piutang, mungkin klop
      secara spiritual, amal baik adalah piutang
      amal buruk adalah utang yg mesti kita bayar

      but anyway,….,
      ada juga loh yg mati meninggalkan tanda tanya……
      Lah, Semoga Om Munir mendapat tempat terbaik
      di sisi-Nya. Aamiin.

      Tabik!

    • @Fanya!

      Kubilang:
      +++
      Orang mati meninggalkan keluarga?
      +++
      FC: qiqiqi…
      MK: Napa ketawa, Tan?

      FC: selagi masih hidup aja
      justru banyak keluarga yg mengabaikan si tua
      merana di panti wredha….

      MK: Oh! Pantesan kau ketawa!
      Tapi, bukankah sebaiknya kita prihatin?

      FC: premis di paragraph itu mengatakan:
      “Orang mati meninggalkan keluarga”
      lha, gimana meninggalkan keluarga,

      MK: Oh…! Entah mengapa mati = meninggal
      Hanya org hidup yg bisa kerja meninggalkan, ya
      Org mati nggak bisa kerja apa2 selain ditinggal, kan?

      FC: secara de jure “masih punya” keluarga
      MK: “masih punya” Tuhan?

      FC: secara de facto mereka tak lagi punya siapa-siapa
      MK: Dan “tak punya” nama?

      FC: kalau sdh tak punya siapa-siapa
      lagi tak punya apa-apa,
      MK: ditinggal saja?

      FC: masa dikata “mati meninggalkan keluarga”?
      MK: Ya, bagusan “ditinggalkan keluarga”, gitu, ya?

      FC: gicu loooh……
      MK: Gicu-gicu lama looh, Tan!

      Apa Tante belum ada rencana pergi?
      Mati itu pasti, mati itu pergi dr yg alami ke rohani
      Maka menurutku “meninggalkan” itu rada cocok.
      Gimana, Tan!

      FC: kalau meninggalkan utang & piutang, mungkin klop
      MK: Berarti dia “masih punya” apa-apa, dong!

      FC: secara spiritual, amal baik adalah piutang
      MK: Maksudmu Allah yg berhutang, gitu,
      Maka kita jadi punya piutang?

      Sebaik mana kita dan sekurang apa Allah,
      Sehingga Allah difonis terhutang kpd kita?
      Wah, teganya, teganya, rumusan itu, Tan!

      FC: amal buruk adalah utang yg mesti kita bayar
      MK: Andai kita bisa bayar lunas itu hutang,
      Apa berati kita ada di perbatasan?
      Neraka tidak, surga tidak!
      Wah, lagi dah! Teganya!

      FC: but anyway,….,
      ada juga loh yg mati meninggalkan tanda tanya……

      MK: Itulah dampak roh.
      Spt “qiqiqi” di malam yg sepi
      Lalu ada tanda tanya, “apaan tuh?”

      FC: Lah, Semoga Om Munir mendapat tempat terbaik
      di sisi-Nya. Aamiin.

      MK: Itu hak Allah! Tak kuasa kita mengubah tempatnya
      Allah tak mungkin mempan disuap demi tempat terbaik
      Baik oleh kesolehan, pun oleh kebesaran piutang-Nya.

      Bila itu mempan,
      Kita wajib putih2,
      Bagai “pembeda”.

      Mereka yg gigih berusaha utk selamat,
      Dgn daya-upaya dan kekuatannya sendiri,
      Memang bisa berasa bahwa mereka berhasil,

      Dan berasa wajar juga mengharuskan pake putih2,
      Biar keren, biar banyak pengikut, biar ada bukti.
      Biar mereka tampak mengkilap dari jauh.
      Cerah, begitulah! Amin???

      Salam Damai!

      • @Maren Kitatau

        MK: Maksudmu Allah yg berhutang, gitu,
        Maka kita jadi punya piutang?

        Sebaik mana kita dan sekurang apa Allah,
        Sehingga Allah difonis terhutang kpd kita?
        Wah, teganya, teganya, rumusan itu, Tan!

        —–

        Firman Allah swt :

        “Jika kalian meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah melipat gandakan (pembalasannya) kepada kalian dan mengampuni kalian. Dan Allah Maha Pembalas Jasa lagi Maha Penyantun”. (QS.at-taghabun:17)

        Ayat tsb merupakan janji ALLAH bahwa Dia akan membayarkan kembali kepada siapapun yang mengeluarkan hartanya (dalam terminologi luas) dijalan ALLAH, besar ataupun kecil.

        Allah tahu bahwa manusia cenderung bersifat kikir sehingga Dia memandang perlu untuk memotivasi mereka dengan istilah MEMINJAMKAN agar manusia tak khawatir kehilangan apa yang dikeluarkannya, karena thd siapapun yang “memberi pinjaman kepada ALLAH”, yakni menginfaqkan hartanya dijalan ALLAH, akan dilimpahkan banyak keuntungan. Tidak hanya piutangnya yang akan dibayar berlipatganda hingga 700 kali atau lebih, bahkan ybs pun berpeluang memperoleh ampunan atas dosa-dosa lainnya.

        MK: Mereka yg gigih berusaha utk selamat,
        Dgn daya-upaya dan kekuatannya sendiri,
        Memang bisa berasa bahwa mereka berhasil,

        ——

        Allah swt berfirman:

        “Sesungguhnya Allah tidak merubah ‘apa-apa/keadaan yang ada pada suatu kaum’ (ma bi qoumin), hingga mereka mengubah apa-apa/keadaan yang ada pada jiwa-jiwa mereka (ma bi anfusihim).” (QS 13:11)
        Nafs, adalah ‘jiwa’. Jamaknya, anfus. Jiwa-jiwa.

        Mudah-mudahan Om puas dengan jawaban dari Allah swt tsb.

        Tabik!

      • FC: “Jika kalian meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah melipat gandakan (pembalasannya) kepada kalian dan mengampuni kalian. Dan Allah Maha Pembalas Jasa lagi Maha Penyantun”. (QS.at-taghabun:17)

        MK: Bukankah semua yg pd kita adalah “titipan Allah”?
        Elokkah meminjamkan kpd Allah padahal milik-Nya?
        Gimana, Tan! Pantaskah kita berpiutang thp Allah?

        Mungkin itu pantas bagi mereka,
        Maka pantaslah mereka pake putih2,
        Merasa punya piutang kpd Allah YME.

        FC: Allah tahu bahwa manusia cenderung bersifat kikir
        MK: Itu demi mempertahankan hidup!

        Yg aku tau,
        Tubuh mengajari kita akan segala kebutuhan hidup
        Jiwa mengajari kita mengabadikan kebutuhan itu
        Roh ialah keabadian kehidupan kita itu

        FC: sehingga Dia memandang perlu untuk memotivasi mereka dengan istilah MEMINJAMKAN

        MK: Tak elok meminjamkan milik-Nya kpd-Nya!
        Lebih elok memberikan segalanya kpd-Nya,
        Bahkan nyawa.

        Yesus MENYERAHKAN nyawa-Nya.
        Dan kpd kita pun dikatakan: “Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.”

        FC: agar manusia tak khawatir
        kehilangan apa yang dikeluarkannya

        MK: Mungkin karna manusia itu dipandang sbg dominan jiwa, spt halnya pd hewan yg selalu penuh khawatir sehingga perlu dan hrs serakah agar hidup. Mungkin dia tidak pernah bertutur kpd alam, sehingga alam pun tidak pernah mengajarinya. Dia tidak pernah memadang burung di langit, yg tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dlm lumbung, namun diberi makan oleh Allah. Nah! Kita hrs tau bw kita dipandang Allah jauh melebihi burung itu.

        Perhatikan juga, bw bunga2 di ladang, yg tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, tapi Yesus berkata: Sulaiman dlm segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.

        Jadi janganlah kita khawatir dan berkata: Apakah yg akan kami makan? Apakah yg akan kami minum? Apakah yg akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa2 yg tidak mengenal Allah. Allah pun tau, bw kita memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepada kita.

        (bersambung)

      • FC: Tidak hanya piutangnya yang akan dibayar
        berlipat ganda hingga 700 kali atau lebih,

        MK: Wah! Berlipat ganda!
        Spt-nya tawaran itu bermotif bunga/riba pinjaman.

        FC: bahkan ybs pun berpeluang beroleh
        ampunan atas dosa-dosa lainnya.

        MK: Lah! Peluang ampunan dosa-dosa lainnya?
        Dosa2 lain-nya yg mana selain meminjami Allah,
        Atau kau mau bilang meminjamkan bermotif itu dosa!

        Jikalau kamu meminjamkan sesuatu kpd orang,
        Dan kamu berharap menerima sesuatu dr-nya,
        Maka apakah jasamu?
        Org2 berdosapun meminjamkan kpd org2 berdosa,
        Supaya mereka menerima kembali minimal sama.

        (bersambung)

  55. Salam Damai*

    Tapi damainya bukan ala misionaris,
    Melainkan ala kadarnya,
    yaitu ala saya sendiri.

    @Maren
    2. Meniggalkan harta :
    Barang kali hal ini salah, jika harta harus dapat dikonversikan ke uang, karena ada saja orang mati yg tidak punya harta selain sampah atau malah punya utang yg lebih besar dari pada hartanya, yg berarti dia tidak meninggalkan harta. Mungkin orang akan misu-misu karena bakalan nggak terbayar utang si mati, atau malah utangnya niban ke keluarganya yg hrs mempertanggungjawabi utangnya itu.
    —————-
    Maksud pendapat muslim itu…”

    “Dan sesudah ia menurunkan mayat itu, ia mengafaninya dengan kain lenan, lalu membaringkannya di dalam kubur yang digali di dalam bukit batu, dimana belum pernah dibaringkan mayat.” (Lukas 23:53)

    “Orang yang telah mati itu datang keluar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kafan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka: bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi.” (Yohanes 11:44)

    bahkan di ayat lain yesus mengajarkan kesederhanaan..
    Tapi orang kristen kalau mau di timbun di dandani ala pengantin gereja. Bahkan ada beberapa yang di balsem kaya fir’aun hehe… emas perhiasan semua tempelin aja hehe..

    ================

    @Maren
    3. Meninggalkan amal Soleh:
    Barang kali ini betul, jika kejahatan juga bisa termasuk amal soleh yang nilainya negatip.
    ————–
    Oh, tentu tidak! Ajaran kami tidak seperti itu! Yang salah ya salah gak seperti ini :

    (Roma 3:7)
    Tetapi jika kebenaran Allah oleh KEBUSUKANKU semakin melimpah bagi KOLORNYA, mengapa aku masih DI PANCUNG lagi sebagai orang BIADAB?

    Hehe…

    ===============

    @Maren
    Artinya, apapun perlakuannya adalah amal soleh. Besar-kecil atau positip-negatip dapat dikenakan kepada amal soleh itu.
    —————–
    Sudah ane bilang tidak seperti itu!!

    ==============

    @Maren
    Lalu usulku gini kepadanya :
    Org mati seharusnya, bukan minimal,
    Tapi meninggalkan hanya 3 hal saja:

    1. Keluarga – atau silsilah, origin.
    Saudara dekat/jauh/pernah dll.

    2. Nama – atau atas nama, cv, profil
    Porto folio, hutang piutang, dll.

    3. Dampak – atau aksi/reaksi, spiritual.
    Bisa jadi warga sekitarnya spontan heppi karena biang reseh telah mati. Atau sebaliknya, tetangga itu malah sedih mengenang jasanya yg tak terkira bagi lingkungan. Dia dipuja, dirindukan dan diteladani.

    Kukroscek :
    1. Keluarga itu cantolan tubuh.
    2. Nama adalah kreasi jiwa.
    3. Dampak ialah aksi roh.

    Jika satu dari tiga hal itu tak ada,
    Maka semuanya menjadi percuma sia2.
    Itu mati bagai binatang saja.
    ————————–
    Mau tau yang lebih mirip binatang lagi?? Yaitu di sembelih”

    NUBUAT PAULUS
    [[ 1 Tesalonika 4:14-17 ]]

    Karena jikalau kita percaya, bahwa YESUS TELAH MATI DAN TELAH BANGKIT, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia.
    (1 Tesalonika 4:14)

    Ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan: kita yang hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal. (1 Tesalonika 4:15)

    Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka TUHAN SENDIRI AKAN TURUN dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; (1 Tesalonika 4:16)

    sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, AKAN DIANGKAT bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan. (1 Tesalonika 4:17)

    Sialnya yang datang menjemput paulus bukan Yesus tapi pedang kaisar Nero yang memenggal tenggorokan Paulus di Roma tahun 64 M Ahihihihikikikikikkik…

    FIRMAN ALLAH KEPADA NABI MUSA

    “TERKUTUKlah org yg tidak menepati hukum Taurat ini DENGAN PERBUATAN. Dan seluruh bangsa itu haruslah berkata Amin!”.
    (Ulangan 27:26)

    Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karna iman, dan bukan karena ia melakukan Hukum Taurat ” ( Roma 3:28)

    Ahihihihihikikikikik…..

    • @Maren
      Usulku di atas tidak bisa diterima oleh temanku itu. Dia mengatakan bahwa paket itu tidak bisa diubah saenake, karena hal itu adalah kalimat paten dari saudara … (ah, aku lupa tokohnya).
      ——————
      sama halnya ente mengusulkan ane buat menyembah tuhan yang masih sejenis sama ane (perumpamaan)

      ===========

      @Maren
      Salam Pikir Tiga!
      ————
      Ane gak berfikir malah.. hehe..

      Oh iya,, ane masih bocah jadi tolong di maklum yah kalau ane asal bunyi. Hehehe…
      Ane suka yang konyol konyol gan/sis
      Eh,, entr cewe apa cowo…”

      • Ente itu gan,,, kesannya seolah olah seperti main-main aja sama keyakinan orang lain…

      • DAM: Ente itu gan,,, kesannya seolah olah seperti main-main aja sama keyakinan orang lain…

        MK: Ah!
        Itu hanya seolah-olah/spt.
        Apa Dajal itu bukan main?

        Salam Damai!

    • Hehehe…. aya aya wae,, maneh mh jiga anu rada gering… kurang salawe ya,

      • Ah!
        Kudu rada gering meuren
        Supaya rada garing kitu, Gan

        Salam Damai!

    • DAM: sama halnya ente mengusulkan ane buat menyembah tuhan yang masih sejenis sama ane (perumpamaan)
      ===========

      MK: Apa hoby-mu nyembah, ya, Gan!

      DAM: @Maren
      Salam Pikir Tiga!
      ————
      Ane gak berfikir malah.. hehe..

      MK: Nggak mikir itu pandir, Gan!.

      DAM: Oh iya,, ane masih bocah jadi tolong di maklum yah kalau ane asal bunyi. Hehehe…

      MK: Siplah!
      Bocah lebih menirukan apa yg didengar.
      Bocah blon bisa memilah, mana peting mana sinting

      DAM Ane suka yang konyol konyol gan/sis

      MK: Lama-lama nyentrik, koq!

      DAM: Eh,, entr cewe apa cowo…”

      MK: Di dunia maya sama saja,
      Sebut saja sobat, jika dpt,
      Atau MK lebih hemat.

      Salam Damai!

  56. @DAM
    Wilujeng Sumping!

    DAM: Salam Damai*
    Tapi damainya bukan ala misionaris,
    Melainkan ala kadarnya, yaitu ala saya sendiri.

    MK: Hehe! Sok weh!
    Jadi ada dua damai itu, Gan?

    DAM: Maksud pendapat muslim itu…”
    “Dan sesudah ia menurunkan mayat itu, ia mengafaninya dengan kain lenan, lalu membaringkannya di dalam kubur yang digali di dalam bukit batu, dimana belum pernah dibaringkan mayat.” (Lukas 23:53)
    “Orang yang telah mati itu datang keluar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kafan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka: bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi.” (Yohanes 11:44)

    bahkan di ayat lain yesus mengajarkan kesederhanaan..
    Tapi orang kristen kalau mau di timbun di dandani ala pengantin gereja.
    Bahkan ada beberapa yang di balsem kaya fir’aun hehe… emas perhiasan semua tempelin aja hehe.

    MK: Ya! Semakin sederhana semakin baik tentu.
    Penghormatan terakhir diupayakan sebisanya saja.
    Karna kematian itu khotbah terbesar bagi yg menghayati
    Dan karena semua kita akan menuju ke kematian jasad itu.

    Sederhana maksudnya,
    Tak hrs mahal & ribet spt upacara kematian pd budaya org Toraja.
    Tak juga hrs semurah mungkin spt ngubur binatang kesayangan.

    Ada tradisi mayat hrs dibakar,
    Ada tradisi dimakan burung bangkai (Zoroaster).
    Ada tradisi dimasukkan ke dlm lubang batu yg berada di atas bukit dll.

    Pd intinya, kematian itu hrs lah menjadi khotbah ter besar bagi kita,
    Karena kita sedang bersiap menuju ke sana.
    ================

    DAM: @Maren
    3. Meninggalkan amal Soleh:
    Barang kali ini betul, jika kejahatan juga bisa termasuk amal soleh yang nilainya negatip.
    ————–
    Oh, tentu tidak!
    Ajaran kami tidak seperti itu!

    MK: Itu bukan ajaran, tapi taksiranku
    Itu hanya barangkali ada amal negatif
    Yaitu lebih besar dosa dari pahala, gitu.

    DAM: Yang salah ya salah gak seperti ini :
    (Roma 3:7) Tetapi jika kebenaran Allah oleh KEBUSUKANKU semakin melimpah bagi KOLORNYA,
    mengapa aku masih DI PANCUNG lagi sebagai orang BIADAB?
    Hehe…

    MK: Ya! Gak spt itu lah!
    Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaan-Nya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa?

    Bisa tandingkan dgn ular ini:
    Bw biang dusta masuk melalui ular di Taman Eden,
    tapi Yesus berkata: Mat 10:16
    “… hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati”
    ===============

    DAM: @Maren
    Artinya, apapun perlakuannya adalah amal soleh.
    Besar-kecil atau positip-negatip dapat dikenakan kepada amal soleh itu.
    —————–
    Sudah ane bilang tidak seperti itu!!

    MK: Ya! Artinya, tidak ada amal yg negatif, gitulah!
    Yg ada perbuatan negatip yaitu dosa
    Dan perbuatan yg positip yaitu pahala

    Tidak ada yg spt ini:
    Amal soleh = Pahala – Dosa, atau
    [Amal soleh tak sama dgn Pahala kurang Dosa], gitu, Sob!
    ==============

    DAM: @Maren
    Lalu usulku gini kepadanya :
    Org mati seharusnya, bukan minimal,
    Tapi meninggalkan hanya 3 hal saja:

    1. Keluarga – atau silsilah, origin.
    Saudara dekat/jauh/pernah dll.
    2. Nama – atau atas nama, cv, profil
    Porto folio, hutang piutang, dll.
    3. Dampak – atau aksi/reaksi, spiritual.

    Bisa jadi warga sekitarnya spontan heppi karena biang reseh telah mati. Atau sebaliknya, tetangga itu malah sedih mengenang jasanya yg tak terkira bagi lingkungan. Dia dipuja, dirindukan dan diteladani.

    Kukroscek :
    1. Keluarga itu cantolan tubuh.
    2. Nama adalah kreasi jiwa.
    3. Dampak ialah aksi roh.

    Jika satu dari tiga hal itu tak ada,
    Maka semuanya menjadi percuma sia2.
    Itu mati bagai binatang mati saja.
    —————–

    DAM: Mau tau yang lebih mirip binatang lagi?
    Yaitu di sembelih”

    MK: Potong bebek angsa maksud-mu, Sob!

    DAM: NUBUAT PAULUS [ 1 Tes.4:14-17 ]
    14. Karena jikalau kita percaya, bahwa YESUS TELAH MATI DAN TELAH BANGKIT, maka kita percaya juga bahwa mereka yg telah meninggal dlm Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia.

    15. Ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan: kita yang hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal.

    16. Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka TUHAN SENDIRI AKAN TURUN dari sorga dan mereka yg mati dlm Kristus akan lebih dahulu bangkit;

    17. sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, AKAN DIANGKAT bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan se-lama2-nya ber-sama2 dgn Tuhan.

    Sialnya yang datang menjemput paulus bukan Yesus tapi pedang kaisar Nero yang memenggal tenggorokan Paulus di Roma tahun 64 M Ahihihihikikikikikkik…

    MK: Koq sial?
    Yg mati dlm Yesus yg akan lebih dahulu bangkit.
    Yg masih hidup akan diangkat ber-sama2 mereka dlm awan
    Menyongsong kedatangan Yesus sebagai Penguasa, King of King.
    Dia akan tunjukkan, bahwa Dia-lah yg terkemuka di dunia dan akhirat.

    DAM: FIRMAN ALLAH KEPADA NABI MUSA
    “TERKUTUKlah org yg tidak menepati hukum Taurat ini DENGAN PERBUATAN.
    Dan seluruh bangsa itu haruslah berkata Amin!”. (Ulangan 27:26)

    MK: Ya!
    Tidak ada manusia yg tidak melanggar hukum.
    Maka Hukum Taurat diturunkan utk ditaati.

    Dan
    Tidak ada manusia yg bisa suci di dunia ini.
    Maka Yesus diturunkan utk di imani.

    DAM: Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karna iman,
    dan bukan karena ia melakukan Hukum Taurat ” ( Roma 3:28)
    Ahihihihihikikikikik…..

    MK: Koq, malah ketawi, Sob!

    Salam Damai!

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s